Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 72 ~ Runtuhnya Kerajaan Angin


__ADS_3

"Aku rasa, kita tidak perlu meminta bantuannya." Chen Li menyela.


"Maksudmu?"


Chen Li mengeluarkan sebuah tanaman herbal dari cincin ruangnya.


"Ini adalah tanaman Yangganju. Seperti kata Chen Lu, tanaman ini bisa menyembuhkan penyakit apapun yang berkaitan dengan mental." Chen Li memperlihatkan tanaman tersebut pada Xiao Wang, Wan Li serta Chen Guan.


Ketiga orang itu memperhatikan tanaman herbal yang kini melayang di atas telapak tangan Chen Li. Benar. Aura yang terpancar dari tanaman Yangganju ini memang tidak biasa.


"Akan tetapi, jumlah pasukan di dua kubu begitu banyak. Satu tanaman saja tidak akan cukup."


Kembali Mereka memperhatikan sekitarnya. Dimana kebanyakan terbaring dengan tubuh yang mengeluarkan getaran. Bahkan ada yang sampai berteriak-teriak.


"Kau tidak usah khawatir, Paman! Meski tanaman ini hanya satu, namun ia bisa menyembuhkan semuanya sekaligus." Chen Li menampakkan senyum penuh percaya diri. Tampak ia begitu yakin akan kualitas tanaman itu.


Meski masih ragu, Wan Li, Xiao Wang serta Chen Guan memilih untuk tetap memercayai Chen Li. Yang terpenting semuanya bisa sembuh.


"Bagaimana caranya, Li'er?" tanya Wan Li.


"Mudah saja. Tanaman ini hanya membutuhkan dua unsur elemen yang berlawanan, untuk memperoleh khasiatnya." Chen Li menolah ke arah Xiao Wang, lalu ia kembali berucap, "Xiao Wang memiliki unsur elemen air, sedang aku adalah api. Dua unsur tersebut saling berlawanan, bukan?"


Semuanya mengangguk.


"Kalau begitu, kita mulai saja. Tidak baik terlalu menunda lama!"


Chen Li mengangguk mendengar kalimat Wan Li.


Setelahnya ia melangkah dan diikuti Xiao Wang. Berdiri saling berhadap-hadapan dengan tanaman Yangganju yang melayang di tengah.


Xiao Wang serta Chen Li meluruskan kedua lengan di depan dada, dengan telapak tangan yang terbuka lebar, menghadap tanaman Yangganju.


Energi Qi mengalir di kedua lengan mereka. Xiao Wang berwarna biru muda sedang Chen Li berwarna merah keoranye-an.

__ADS_1


Panas dan dingin. Xiao Wang serta Chen Li melakukan pemurnian terlebih dahulu, sebelum unsur elemen mereka alirkan pada tanaman Yangganju.


Setelah selesai memurnikan dua unsur tersebut, Xiao Wang juga Chen Li mulai mengaliri tanaman Yangganju dengan masing-masing elemen mereka.


Energi berwarna biru muda serta merah keoranye-an merembes keluar dari telapak tangan mereka. Bergerak lurus ke arah tanaman Yangganju.


Tanaman herbal itu sendiri mengeluarkan cahaya berbeda di dua sisi berbeda pula. Seiring dengan berjalannya waktu, dua cahaya tersebut juga kian bersinar.


Perlahan tapi pasti, Tanaman herbal Yangganju berputar dan melayang semakin tinggi.


Tiga menit berlalu, tanaman tersebut berputar semakin cepat. Pusaran debu berwarna merah dan biru juga berputar searah dengan putaran Tanaman herbal Yangganju. Setelahnya, dua debu tersebut menyatu, menciptakan sebuah cahaya menyilaukan. Bahkan Xiao Wang, Chen Li, Wan Li, serta Chen Guan langsung melindungi indera penglihatannya.


Pecah. Cahaya tersebut pecah, bersama dengan tanaman itu yang juga pecah. Butiran-butiran debu berwarna-warni menghiasi udara. Jangkauannya pun begitu luas. Hingga 2 KM dari tempat Xiao Wang serta lainnya berdiri.


Debu-debu warna-warni tersebut kemudian turun satu persatu. Mendarat tepat di dahi masing-masing prajurit yang masih hidup yang mengalami gangguan mental.


Xiao Wang, Chen Li, Wan Li serta Chen Guan begitu terkesiap melihat pemandangan itu. Fenomena baru sekali mereka lihat.


Semuanya bangun dengan berbagai gaya. Ada yang langsung memegangi kepalanya. Ada yang langsung berdiri, dan ada juga yang terduduk. Meski begitu, semuanya memiliki tanda tanya yang sama. Bingung akan hal apa yang sebelumnya terjadi.


Xiao Wang, Wan Li serta Chen Guan menilik sekitarnya. Begitu terkesiap mereka dengan khasiat dari tanaman herbal yang barusan di keluarkan Chen Li. Sontak saja, pandangan ketiganya itu langsung melirik Chen Li. Seolah mereka masih membutuhkan penjelasan akan hal itu.


Memilih mengacuhkan ketiganya. Chen Li berjalan ke depan. Beberapa meter dia dengan ketiga orang itu, Chen Li lalu memusatkan energi Qi di tenggorokannya.


"PASUKAN KERAJAAN ANGIN!!! BAGAIMANA? APAKAH KALIAN MASIH MENOLAK UNTUK BERGABUNG DAN MENGABDI PADA KERAJAAN API? JIKA MASIH ADA YANG MENOLAK, MAKA AKU YAKIN ORANG TERSEBUT TELAH DI RINDUKAN OLEH RAJA NERAKA!" Gema suara Chen Li membahana di udara layaknya Guntur.


Tak hanya prajurit di dua kubu yang tergetar mendengar suara Chen Li berusaha, Wan Li serta Chen Guan pun juga merasakan hal yang sama. Merasakan ketakutan di hati ketika mendengar suara yang penuh dengan tekanan tersebut.


Mengingat kejadian barusan, tak ada lagi yang berani menolak. Semua pasukan kerajaan Angin langsung bersedia bergabung dengan kerajaan Api. Yakin dan percaya ucapan Chen Li bukanlah sebuah ancaman kosong.


Chen Li memasang wajah sumringah melihat kesungguhan hati mereka. Meski karena terpaksa.


Setelah membereskan beberapa hal, Semuanya pun sama-sama bergerak kembali ke kerajaan Api.

__ADS_1


***


"Li'er, apakah kau siap diangkat menjadi seorang Raja kerajaan Api ?" tanya Wan Li, di sebuah ruang temu istana.


Wan Li telah memberitahu Chen Guan akan bagaimana saat ini, mereka telah menangkap Chen Huang serta Shen Lou ke dalam penjara bawah tanah. Dengan siksaan pedih juga mereka terima di sana.


Chen Li tampak berpikir sesaat, untuk menanggapi pertanyaan Wan Li barusan. Melirik ke arah Xiao Wang, meminta saran darinya. Namun Xiao Wang malah menaikan bahunya.


"Paman, sebenarnya aku tidak tertarik untuk menjadi seorang raja. Alam semesta begitu luas, dan aku ingin menjelajahi semuanya. Berpetualang dan mencari pengalaman!" jelas Chen Li.


Mendengar itu Wan Li tak mempermasalahkannya. Ia memaklumi pilihan Chen Li barusan.


"Jika kau tak mau menjadi Raja, lantas siapa yang akan menduduki singgasana itu?" Wan Li menunjuk ke arah singgasana yang berada di sebuah podium dengan beberapa puluh anak tangga sebagai jalan menuju podium tersebut.


"Aku rasa, Paman Chen Guan cocok untuk itu."


Wan Li tersenyum menanggapi ucapan Chen Li. "Baiklah, mulai sekarang Yang Mulia Chen Guan telah resmi menjadi Raja kerajaan Api!"


"Setelah ini, apa rencana mu?" tanya Wan Li lagi.


"Merebut semua kerajaan yang ada di kekaisaran Han. Dan menjadikan Kerajaan Api sebagai kekaisaran." Chen Li berucap dengan penuh keyakinan. Tak ada keraguan sedikitpun pun saat ia mengeluarkan kalimatnya.


Sontak semuanya langsung membelalakkan mata mendengar perkataan Chen Li barusan.


"Li'er, jangan bercanda. Mengalahkan semua kerajaan di kekaisaran Han, begitu mustahil. Apalagi kerajaan Bumi. Dengar-dengar, di sana banyak sekali kultivator hebat, yang bahkan melampaui kultivasi Langit."


Mendengar itu, Chen Li lantas berjalan mendekati Wan Li. "Paman, kau tenang saja. Aku akan mewujudkannya itu. Tak ada yang bisa menghalangi ku dalam memilih langkahku! Dan juga, apa yang perlu aku takutkan jika ada kalian bersamaku."


Setelah berbincang-bincang beberapa hal, mereka pun beristirahat di kamar masing-masing. Chen Li serta Xiao Wang sendiri juga beda kamar. Malam itu, mereka tidur begitu nyenyak, setelah seharian penuh bertarung.


Esoknya, Wan Li, Chen Li serta Xiao Wang sama-sama terbang menuju kerajaan Angin. Membunuh sisa-sisa pasukan yang memberontak bergabung dengan kerajaan Api tanpa ampun.


Tak ada yang bisa menghalangi aksi ketiganya. Hari itu, Kerajaan Angin terhapus dari peta kekaisaran Han. Dan Resmi menjadi bagian dari kerajaan Api.

__ADS_1


__ADS_2