
"Kau... Apa yang kau lakukan! Kenapa kau menyerang-ku?" Xiao Wang bersuara dengan nada kesal.
Begitu terkejut Chen Li ketika mengetahui orang yang hampir ia banting ternyata adalah Xiao Wang.
"Eeh. Ma-maafkan aku!"
Wajah Chen Li yang semula menyeramkan, kini berubah gusar. Xiao Wang menatap tajam Chen Li sesaat, setelahnya pandanganya ia arahkan ke sekitarnya.
Xiao Wang mendekati mayat salah satu kultivator yang kini tak terbentuk lagi. Kembali sorot mata tajam menatap lekat Chen Li.
Chen Li yang di tatap seperti itu seketika merasa sedikit bergetar.
"Kenapa kau membuat tubuh mereka sampai seperti ini?" tanya Xiao Wang.
Chen Li kelabakan untuk menjawab pertanyaan Xiao Wang.
"I-itu! Salah mereka. Rombongan ini telah banyak membunuh orang yang tak tahu apa-apa. Kumpulan orang ini telah banyak menyiksa orang yang tak berdosa. Ya, jadi pantas kalau mereka mendapat perlakuan seperti ini!" Chen Li menjelaskan dengan penuh hati-hati. Takutnya salah kata, dan membuat Xiao Wang menghajarnya habis-habisan.
Sebelumnya dia tahu bahwa Xiao Wang ini berasal dari aliran putih. Jadi Chen Li memaklumi sikap Xiao Wang ketika melihat keadaan korbannya barusan.
Xiao Wang terdiam sesaat. "Kau benar! Orang seperti mereka tak pantas di berikan kesempatan kedua. Yang berbuat jahat, maka akan di balas dengan lebih jahat pula."
Begitu tersentak Chen Li ketika mendengar perkataan Xiao Wang barusan. Ia begitu tak menyangka akan respon yang di berikan pemuda itu.
Chen Li mengira Xiao Wang akan tetap membela orang itu. Namun apa yang ia pikirkan nyatanya begitu melenceng dengan apa yang di barusan keluar dari mulut lelaki itu.
"Apakah kau mengetahui di mana markas mereka?" tanya Xiao Wang tiba-tiba membuyarkan lamunan Chen Li.
"E-eh. Ha ... apa?" Chen Li salah tingkah.
Xiao Wang yang melihat tingkah Chen Li, mengernyit sebentar sebelum kembali melanjutkan perkataannya.
"Ya! A-aku mengetahuinya!"
Keduanya pun melesat dengan kecepatan tinggi. Menuju markas kelompok tersebut. Dengan Chen Li sebagai penunjuk jalan.
Terbang selama 5 menit, kedua orang itu akhirnya sampai juga di markas rombongan orang-orang tersebut.
Dari ketinggian, Xiao Wang serta Chen Li dapat melihat beberapa tenda. Kedua anak itu pun lekas mendarat.
"Hmm. Kenapa markas ini begitu kecil?" Kedua alis Chen Li berkerut. Sebagai suatu kelompok penjahat yang berani membantai secara besar-besaran dan terang-terangan. Pastinya mereka memiliki anggota yang begitu banyak kan.
"Mungkin ini salah satu dari beberapa cabangnya," balas Xiao Wang.
__ADS_1
"Bisa jadi!"
Setelah mengatur rencana sebentar, kedua anak itu mulai melancarkan aksinya.
sebelumnya, kedua anak itu sempat memiliki rencana untuk membantai orang-orang itu. Namun karena jumlahnya yang lumayan banyak, apalagi terdapat juga beberapa kultivator tahapan langit pada rombongan itu. Membuat Xiao Wang dan Chen Li mengurungkan niatnya.
Xiao Wang menghilang dan muncul kembali pada salah satu tenda. Ia mengintip pada jendela tenda tersebut. Dapat dia saksikan tiga orang dengan kultivator tahapan Tinggi yang sedang bercakap-cakap di sana. Setelahnya, Xiao Wang menghilang.
Salah satu dari tiga orang tersebut mendadak terdiam mematung. Kedua temannya awalnya tidak menyadarinya, namun ketika salah satunya bertanya dan tidak ada respon dari orang tersebut, membuat keduanya curiga.
Salah seorang hendak menyentuh pundaknya. Namun belum sempat tangannya mendarat di pundak temannya, tiba-tiba saja seseorang telah memukul keras punggungnya, hingga membuatnya pingsan.
Pria yang tersisa juga tak sempat bereaksi, dikarenakan dirinya juga terkena serangan mendadak yang membuatnya tak sadarkan diri.
"Aku harus bergegas!"
Sebelum menjalankan rencananya, terlebih dahulu Xiao Wang menyembunyikan tubuh tiga pria itu.
Setelah di rasa aman, dia kemudian mulai menggeledah seisi ruangan tersebut.
"Pas!" ucap Xiao Wang ketika mengetahui bahwa ruangan yang ia masuki ini adalah target utamanya.
Persediaan makanan mereka Xiao Wang buka. Lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, yang ternyata adalah racun Laoshi Racun itu sendiri ia dapat dari Chen Li.
Sementara itu, di tempat lain. Chen Li saat ini sedang membuntuti dua orang yang hendak memasuki salah satu tenda.
Entah sudah berapa tenda yang ia datangi, namun tak kunjung ia temukan benda yang ia cari.
"Bau minyak!" Chen Li berkata ketika mencium bau minyak tanah.
Dengan penuh semangat, Chen Li pun bergegas, mencari dimana letak minyak tersebut. Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan keberadaan benda tersebut.
Segera Chen Li memasukan semuanya dalam cincin ruang miliknya. Setelah itu, ia mulai beranjak dari sana.
Masing-masing tenda, Chen Li letakkan satu drum minyak tanah. Selesai dengan melakukan tugasnya, ia kemudian lekas pergi ke tempat dimana Xiao Wang telah menunggunya di sana.
"Bagaimana, lancar?" tanya Xiao Wang.
"Aman-aman!"
"Tinggal menunggu waktu yang pas, untuk membombardir markas ini."
***
__ADS_1
Tak terasa, sudah berjam-jam Xiao Wang dan Chen Li menunggu. Tibalah saat nya bagi orang-orang itu untuk mengisi perut. Dikarenakan hari sudah malam.
Tak berapa lama, terdengar jeritan kesakitan dari sebagian orang.
"Panas! Panas...."
Beberapa orang mengeluh karena merasakan perut mereka seperti terbakar dari dalam.
"Apa yang terjadi." Seorang kultivator dengan tahapan langit bertanya kepada bawahannya.
"Entahlah tuan, hamba juga tak mengetahui pasti perihal kejadian ini. Tapi kata orang-orang di sana, semuanya merasakan sakit di bagian perutnya ketika selesai menyantap hidangan makan malam!" jelas bawahan tersebut.
"Hmm, sepertinya ada yang menyusup!"
Tak berselang lama, semuanya kembali di gegerkan oleh orang-orang yang sebelumnya meringis kesakitan, tiba-tiba saja mengeluarkan isi perutnya. Hal itu membuat para wanita penghibur berteriak histeris, melihat banyaknya orang-orang yang memuntahkan organ tubuhnya sendiri.
Tak sampai di situ, satu persatu tenda kini telah meledak besar. Percikan api menyebar ke berbagai penjuru.
Teriakan kepanikan mengiringi jalannya ledakkan tersebut.
"Sial! Suruh beberapa orang yang masih memiliki nyawanya, untuk memadamkan api itu." Pria berkekuatan langit itu kembali berucap.
"Baik!" Orang yang di perintah segera bergegas melaksanakan apa yang di keluar dari mulut lelaki itu.
Tak berapa lama, kericuhan kembali terjadi. Tiba-tiba saja dua orang anak kecil dengan gagah beraninya melakukan penyerangan secara terbuka.
Sialnya, gerakan keduanya begitu agresif. Bahkan satu kali libasan pedang, mampu membunuh dua sampai tiga kultivator dengan tahapan Tinggi.
Dua pemuda itu tidak lain dan tidak bukan adalah Xiao Wang dan Chen Li.
Satu per satu anggota yang bergerak ke arah Xiao Wang dan Chen Li terpotong menjadi dua bagian. Dalam hitungan menit, telah banyak nyawa yang melayang di tangan keduanya.
Xiao Wang dan Chen Li terus saja membantai orang-orang di tempat itu. Cara keduanya membantai pun begitu sadis. Keduanya tampak menikmati setiap sobekan daging dari musuh-musuhnya.
Beberapa orang berkekuatan langit yang menyaksikan aksi kedua anak itu, terdiam membatu.
Dikelilingi oleh lautan manusia, bukannya panik malah kedua anak itu tampak senang dengan itu. Terlihat dari senyum sumringah yang di tampakkan keduanya saat membelah musuhnya.
"Sial! Siapa sebenarnya dua bocah itu? Kenapa mereka begitu menakutkan."
"Dasar penakut. Aku malah kasihan melihat kebodohan kedua anak itu."
"Kau benar. Entah mengapa, aku merasa golok neraka-ku begitu senang saat melihat kehadiran dua orang itu."
__ADS_1