Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 76 ~ Xiao Wang Vs Sosok Berjubah.


__ADS_3

Xiao Wang, Xiao Liu, Xiao Meng, Chen Li, Yuan Fang serta Lu Wanqiang sampai di Sekte Elang Hitam.


Suasana yang gelap, tidak menghambat pendangan mereka untuk melihat situasi dalam Sekte. Tampak, masih ada murid-murid sekte yang berjaga.


"Semuanya, berpencar!"


Kelima orang mengangguk mendengar perkataan Xiao Liu.


Saat hendak melesat, Chen Li mendadak menghentikan aksinya. Terdiam membatu, Chen Li merasakan sesuatu yang sangat besar nan berbahaya sedang mengintainya dari dalam sekte.


Saat sedang larut dengan sosok tersebut, tiba-tiba saja pundaknya di pegang oleh seseorang. Tentu saja ia sangat kaget dengan itu.


"Eh, Xiao Wang!" pelan Chen Li.


"Apakah kau juga merasakannya?"


"Ya! Sesuatu gelap, yang begitu berbahaya sedang melihat kita dari dalam sekte!" Chen Li menjelaskan tentang apa yang di tangkap instingnya.


"Kau benar! Aku juga merasakan yang demikian... Apapun itu, kita tidak boleh gentar. Ingatlah selalu pesan Senior Guru... 'Tenang adalah kunci dari kemenangan'!"


"Kau benar!"


Xiao Wang menepuk pundak Chen Li, sebelum akhirnya melesat. Meninggalkan pemuda itu yang masih tampak termangu.


Memilih untuk tak terlalu larut dalam pikiran tersebut. Chen Li lantas melesat, melompati pagar yang mengelilingi sekte Elang Hitam.


Beberapa prajurit yang berjaga ia lumpuhkan secara diam-diam. Sejauh ini begitu mulus perjalanannya. Tak ketahuan sama sekali.


Hingga saat ia melewati sebuah bangunan gelap, tak sengaja Chen Li mendengar suara huru-hara. Letaknya pun tak terlalu jauh darinya. Karena penasaran dia pun lantas mencari asal suara tersebut.


Di balik dinding rumah yang terbuat dari papan kayu. Dapat Chen Li lihat beberapa meter dari tempatnya bersembunyi tersebut beberapa murid Sekte Elang Hitam sedang berkumpul di satu tempat. Separuh di antara mereka menarik pedang lalu di arahkan ke depan dada.


Tak butuh waktu lama bagi Chen Li untuk mengetahui pemicu terjadinya keributan tersebut. Dapat ia lihat di sana, Lu Wanqiang yang tengah di kelilingi oleh banyaknya murid sekte Elang Hitam dengan beberapa murid yang memegangi obor di tangan mereka.

__ADS_1


"Kenapa anak ini begitu ceroboh!" decak Chen Li.


Lu Wanqiang menarik pedang kala melihat beberapa murid yang bergerak hendak menyerangnya. Dalam sedetik, pertarungan tak imbang langsung terjadi di sana.


Beberapa murid sekte Elang Hitam yang memegang obor melibaskan obor tersebut ke arah Lu Wanqiang.


Lu Wanqiang sendiri tak tinggal diam. Dia membungkukkan badan menghindari dua obor tersebut. Setelahnya tangannya mulai bermain, menepis beberapa obor lain yang datang menyerangnya.


Tiga menit berlalu, Lu Wanqiang tak henti-hentinya melakukan perlawanan atas murid-murid sekte Elang Hitam yang tak ada habis-habisnya menggerogoti dirinya.


Hingga dirinya tidak sengaja menciptakan sebuah celah yang kemudian di manfaatkan oleh salah satu murid sekte Elang Hitam untuk merobohkan Lu Wanqiang.


Tendangan telak, di terima Lu Wanqiang di bagian dadanya. Membuat dirinya di paksa termundur beberapa langkah. Belum juga ia mengambil napas, kembali serangan datang menghampirinya. Mau tak mau, Lu Wanqiang harus kembali meladeni serangan mereka.


Di sisi lain, Chen Li tak berniat menonton pertarungan Lu Wanqiang lebih lama. Segera dia keluar dari tempat persembunyiannya yang gelap. Bergabung dalam pertarungan, tanpa menggunakan senjata.


Beberapa saat, Chen Li serta Lu Wanqiang sama-sama menghentikan aksi tarungnya. Keduanya saling memunggungi.


Lu Wanqiang yang mendengar gerutu Chen Li hanya bisa tersenyum kecil. Setelahnya ia juga mulai memainkan pedangnya, membalas dan menyerang lawan.


Beberapa saat, terdengar suara keributan di tempat lain. Chen Li sendri menghentikan aksinya sejenak. "Sepertinya mereka juga telah ketahuan!" Gumamnya dalam hati. Setelahnya, kembali ia menyambut serangan dari orang-orang itu.


Di sisi lain. Xiao Wang yang tengah mengendap-endap, berhenti sesaat kala mendengar suara pertarungan di beberapa tempat.


"Sepertinya hanya aku yang belum di ketahui mereka!" gumam Xiao Wang.


Pemuda itu kembali melanjutkan menyusup. Namun belum juga beberapa langkah, Xiao Wang mendadak kembali menghentikan langkahnya kala suara seorang pria yang begitu mengagetkannya.


"Hebat! Di usia yang begitu muda, Kau telah menerobos tahapan Alam. Bahkan orang pertama di kekaisaran ini yang aku lihat menerobos tahapan tersebut adalah kau!"


Xiao Wang menolehkan pandangannya ke arah kanan. Dari pepohonan yang bertumbuh rimbun, dapat dia lihat seorang pria dengan jubah yang menutupi kepalanya. Sedang terduduk, bersandar pada batang pohon seraya kakinya sebelah ia biarkan menjuntai ke bawah.


Xiao Wang mengambil sikap waspada. Meski tidak terlalu jelas, namun Xiao Wang bisa merasakan aura hitam pekat di miliki pria itu.

__ADS_1


"Siapa kamu?"


Pria yang berada di atas pohon tersebut tidak langsung menjawab. Ia melompat, dan mendarat beberapa meter di hadapan Xiao Wang.


Xiao Wang memperhatikan orang itu. Dirinya yang mengenakan jubah hitam membuat Xiao Wang tidak dapat melihat wajah di balik jubah tersebut.


"Maukah kau bermain bersama ku sebentar?"


Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut pria itu.


"Sayangnya, aku tidak ada waktu untuk itu!" ucap Xiao Wang acuh. Setelahnya, ia berlalu dan berniat meninggalkan Pria itu.


"Hehehe! Aku suka gaya kau."


Sosok tersebut menghilang dari tempatnya. Detik berikutnya, pertarungan pecah begitu saja. Antar Xiao Wang melawan pria itu.


Pola pertarungan keduanya berjalan begitu sengit sekaligus cepat. Hingga dalam beberapa detik saja, keduanya telah bertukar seratus pukulan.


"Hehehe! Ternyata kau begitu kuat yah! Sama sekali di luar dugaan."


Di sela-sela pertarungan, pria itu masih sempat-sempatnya berkata sembari tawa kecil juga ia keluarkan.


"Tch! Orang ini! Jika begini terus, bisa-bisa pertarungan kami akan menarik banyak perhatian untuk berkumpul di sini." Khawatir, Xiao Wang membatin.


Setelahnya dia semakin mempercepat pola serangannya. Pertarungan yang kian memberat, dengan kekuatan yang di luar nalar. Tak menutup kemungkinan untuk menghancurkan tempat itu.


Benar saja. Saat beberapa murid serta tetua sekte sampai di tempat di mana Xiao Wang serta sosok tersebut bertarung, begitu terkejut mereka kala melihat keadaan tempat tersebut, yang begitu hancur.


Kedua orang yang bertarung sendiri tak lagi nampak di sana. Namun suara pertarungan berat masih tetap terdengar begitu keras. Di kegelapan malam, dapat terlihat percikan-percikan bunga api di atas langit malam. Mereka menebak percikan api tersebut berasal dari dua sosok yang bertarung tersebut.


\=\=\=\=


N/A : kemaren terlambat Up dan cuma 600 kata+ ... soalnya ada acara di sini dan hari ini (Minggu) acara tersebut selesai, jadi harus bantu². Dan Gak sempet Up. Nah sekarang udh ku lanjutin yh. Hari ini, kalo bisa ku usahakan tiga bab dengan total kata 1k+ per bab-nya yah:)

__ADS_1


__ADS_2