Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 67 ~ Desa Jiangshi


__ADS_3

"Apakah kau masih ingat insiden di Desa Jiangshi, sepuluh tahun silam?"


Jenderal Mui Wu mencoba mengingat kembali peristiwa beberapa tahun lalu di desa Jiangshi.


Beberapa tahun lalu, sekitar sepuluh tahun silam. Jenderal Mui Wu mendapat tugas dari Raja kerajaan Angin untuk mengatasi masalah di desa Jiangshi. Dimana Desa ini terletak di kerajaan Angin, berbatasan langsung dengan Kerajaan Api.


Bisa di bilang, desa ini terletak di dua wilayah kerajaan sekaligus.


Tanpa menolak Jenderal Mui Wu menerima tugas tersebut. Meskipun sempat ia dengar dari beberapa rumor yang beredar bahwa desa tersebut terkenal dengan keanehannya. Dimana manusia memakan sesama manusia.


Meski begitu, tak dihiraukan kabar angin tersebut. Dengan mengumpulkan beberapa pasukan kerajaan, rombongan Jenderal Mui Wu berangkat di waktu sore. Sekitar tiga hari perjalanan, mereka telah sampai di desa Jiangshi.


Tampak tak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Hanya bangunan reyot yang di penuhi dengan sarang laba-laba. Juga kabut yang menyebar di mana-mana, membuat jarak pandang terhalangi.


Dengan memasang kewaspadaan tingkat tinggi, mereka berjalan memasuki desa tersebut. Beberapa saat berjalan, tetap tidak mereka temui seorang pun di sana.


"Rawwr!"


Dari kejauhan terdengar suara seperti binatang. Namun setelah di perhatikan lebih teliti, tak ada binatang yang bersuara seperti itu.


Siluet seseorang dapat mereka lihat dari kejauhan. Orang tersebut bergerak semakin mendekat ke arah rombongan Jenderal Mui Wu. Beberapa saat, muncul satu per satu orang-orang dari balik kabut di belakang sosok tersebut yang berjalan ke arah mereka.


Langkah mereka seperti orang loyo, yang tak makan selama beberapa bulan. Jelas terlihat dari kepala yang menunduk, jalan perlahan, serta tangan yang menggantung di depan.


"Ada apa dengan orang-orang itu?" tanya salah satu pasukan dari rombongan Jenderal Mui Wu.


"Entahlah!"


"Rawwr!"


Kembali terdengar suara tersebut. Namun kali ini suara itu terdengar lebih besar dan nyaring. Saat itulah Jenderal Mui Wu menyadari, asal suara tersebut berasal dari orang-orang tersebut.


Tak lama setelahnya, gemuruh suara mengisi udara. Semua orang yang berjalan lemas itu menyerukan kata "Rawwr!" secara bersamaan.

__ADS_1


Dengan langkah kaki kencang, semuanya berlomba-lomba berlari ke arah rombongan Jenderal Mui Wu.


Agak aneh bagi mereka melihat orang-orang tersebut yang seperti kelaparan berlari kencang kearah rombongan Jenderal Mui Wu.


Jenderal Mui Wu beserta rombongannya sendiri tak sempat mengambil sikap ancang-ancang. Bagaimana tidak, laju lari orang-orang tersebut terlalu cepat. Melompat dan menerkam prajurit dari rombongan Jenderal Mui Wu. Satu prajurit dikerubuti oleh beberapa orang yang menggigit mereka.


Jenderal Mui Wu yang melihat satu per satu prajuritnya di serang oleh orang-orang aneh, langsung menarik pedangnya. Bergerak ke arah prajurit yang paling dekat dengannya lalu membantu melepaskan orang-orang tersebut darinya.


Kembali Jenderal Mui Wu di perlihatkan dengan hal tak terduga. Prajurit yang berhasil ia tolong tiba-tiba di penuhi dengan urat di seluruh tubuhnya. Pupil matanya kini telah berubah menjadi putih sepenuhnya. Prajurit tersebut seperti orang kerasukan, dan tanpa aba-aba langsung menyerang Jenderal Mui Wu.


"Sial! Apa yang terjadi?" Jenderal Mui Wu sedikit terkejut.


Lantas ia berusaha melepaskan diri dari prajurit itu. Butuh beberapa waktu untuk lelaki itu membunuh prajurit yang menyerangnya.


Setelahnya ia bangkit dan memperhatikan sekeliling. Tampak semua orang telah berubah menjadi aneh. Hanya lima orang termasuk Jenderal Mui Wu yang tidak berubah aneh.


Kelima orang itu bergerak mundur. Saling membahu hingga membentuk sebuah lingkaran. Sementara orang-orang aneh, atau lebih tepatnya zombie itu berjalan perlahan-lahan, mengelilingi mereka dengan kedua lengan di angkat di depan dada.


"Jenderal, kau tinggalkan tempat ini. Di sini sangatlah berbahaya, salah-salah kau bisa menjadi bagian dari anggota mereka." Salah satu prajurit berkata pada Jenderal Mui Wu.


"Apakah kalian gila? Bagaimana mungkin aku meninggalkan kalian di saat-saat genting seperti ini!" Jenderal Mui Wu merasa sedikit kesal atas ucapan mereka.


"Jenderal... Nyawa kami tidak begitu berharga, namun tidak dengan Jenderal Mui Wu! Jika kau juga tewas kali ini, maka akan berdampak dengan kerjaan Angin kedepannya!"


Beberapa saat ia mempertimbangkan, Jenderal Mui Wu pun akhirnya menyetujui perkataan mereka. Dengan pikiran bimbang, dia meninggalkan empat orang prajurit yang kini mengorbankan nyawa demi keselamatan dirinya.


Beberapa saat berlari, Jenderal Mui Wu hampir meninggalkan desa Jiangshi. Tepat di pintu gerbang, dapat dia lihat sosok seseorang yang juga berlari hendak meninggalkan tempat itu.


Semakin mendekat, ia dapat melihat bahwa orang tersebut adalah jenderal Wan Li. Seorang Jenderal dari kerajaan Api yang kebetulan juga mendapat tugas membereskan masalah di tempat itu.


Sama seperti dirinya, pasukan jenderal Wan Li ternyata juga telah tewas, menyisakan dirinya seorang diri.


Keduanya sempat berbincang-bincang sesaat. Sebelum akhirnya berpisah.

__ADS_1


***


"Owh, jadi kau adalah Jenderal Wan Li?! Yang dahulu sempat menjadi jenderal terkenal pada masanya, namun malah menjadi seorang buronan kerajaan?" Jenderal Mui Wu berkata dengan intonasi penuh sindiran terkandung di dalamnya.


Wan Li tak menanggapi ucapan pria tersebut.


"Sayang sekali, pertemuan kita yang terakhir ini. Kita harus menjadi musuh."


"Tunggu! Kalau aku tak salah tebak, kau seharusnya telah menjadi buronan kerajaan Api, bukan? ... Apakah kau datang kemari untuk membantu kami?"


Mendengar itu Wan Li memasang seringai lebar.


"Tch, dalam Mimpimu!"


Wan Li tanpa terlalu banyak basa-basi langsung melesat, dengan pedang yang siap memotong leher lawan.


Pertarungan mereka cukup imbang beberapa saat. Dalam waktu singkat, telah seratus tebasan yang di keluarkan keduanya.


Jenderal Mui Wu mengambil jarak. Raut wajahnya kian berubah kala mengetahui kultivasi Wan Li yang berada beberapa tingkat di atasnya.


Dia sendiri saat ini berada di tingkatan Bumi tahap pertama. Sedang Kultivasi Wan Li saat ini di Tingkatan Bumi Tahap Ketiga. Ditambah teknik tingkat tinggi yang di miliki Wan Li, membuat Jenderal Mui Wu tak memiliki peluang untuk mengalahkan pria itu.


"Aku tak bisa terus meladeninya . Yang ada, nyawaku yang akan melayang nantinya." Batin Jenderal Mui Wu.


Ia mengambil sesuatu dari balik bajunya, lalu melemparkannya ke arah Wan Li. Debu-debu putih berterbangan dimana-mana. Memaksa Wan Li untuk menutupi pandangannya dari debu-debu tersebut.


"Jangan kau pikir bisa kabur dari aku, Mui Wu."


Dengan menggunakan kecepatan tinggi, Wan Li lantas melesat, mengejar Jenderal Mui Wu.


Di tengah banyaknya orang-orang yang bertarung, Wan Li melangkah mengejar Jenderal Mui Wu. Namun yang menjadi masalahnya adalah, prajurit-prajurit di kedua kubu yang saling bertukar senjata itu terlalu menghalangi jalannya. Membuat Wan Li kian kesusahan dalam mengejar mereka.


"Sial! Jika terus begini, bisa-bisa ia berhasil kabur."

__ADS_1


Wan Li kemudian memutuskan untuk melompati setiap kepala prajurit.


__ADS_2