Perjalanan Menjadi Yang Terkuat

Perjalanan Menjadi Yang Terkuat
Ch. 94 ~ Dua Gadis Cantik.


__ADS_3

Tempat itu terlihat begitu mati. Tak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Terlihat pohon-pohon yang tak memiliki daun. Kayu yang lapuk, dengan beberapa pohon diantaranya yang sudah lapuk dan tumbang.


Sebuah pusaran energi nampak di atas sana. Tak lama setelahnya, dua orang pemuda keluar dari dalam pusaran energi hitam tersebut.


"Tempat apa ini?"


"Kenapa kita bisa terdampar di sini?"


Xiao Wang serta Chen Li memperhatikan sekitar. Nampak mati. Dunia dimana mereka berdua datangi begitu berbeda dengan dunia yang sebelumnya mereka datangi.


Tanah tandus. Tidak terlihat tanda-tanda adanya mata air di sana. Ditambah cahaya matahari yang dua kali lipat panasnya dari sinar matahari yang mereka rasakan sewaktu keduanya berada di Kekaisaran Api. Begitu silau.


Xiao Wang serta Chen Li berjalan mengitari tempat itu. Satu makhluk pun tak mereka lihat.


"Asap!" ucap Chen Li kala mereka sampai di puncak gundukan tanah.


Memang dunia yang mereka datangi saat ini tidak lain adalah gundukan-gundukan tanah cokelat.


"Mari kita ke sana. Mana tau, ada seseorang di sana!" Menunjuk ke arah asal Asap itu. Xiao Wang berkata kepada Chen Li sembari menoleh ke arah pemuda itu.


Chen Li mengangguk. Setelahnya, dia dan Xiao Wang sama-sama terbang menuju tempat asap hitam.


Tak butuh waktu lama untuk kedua anak itu sampai di sana. Beberapa meter sebelum kedua pemuda itu sampai di lokasi asap,

__ADS_1


Xiao Wang serta Chen Li menghentikan laju terbangnya. Dan memilih untuk berjalan kaki.


Batang pohon yang lapuk, mereka jadikan sebagai tempat untuk penggalang. Baik Xiao Wang juga Chen Li memilih untuk memperhatikan wilayah sekitar dibalik batang tersebut. Sebelum keduanya menghampiri tempat kejadian.


"Xiao Wang, lihat! Ada dua gadis cantik di sana."


Chen Li melebarkan mata. Begitu terpesona dia melihat dua orang gadis yang kecantikannya ibarat Dewi yang turun dari khayangan.


Xiao Wang juga ikut memperhatikan dua gadis tersebut. Memang benar apa yang di cakap Chen Li barusan. Kedua gadis itu memang benar-benar anggun.


Diantara dua gadis tersebut, Xiao Wang lebih tertarik dengan gadis yang mengenakan gaun putih itu. Entah mengapa, sejak pertama ia melihat wajahnya, ada rasa tak asing dihatinya. Dia merasa seolah-olah telah mengenal lama gadis tersebut.


Belum selesai dengan kekagumannya, Chen Li telah lebih dulu meninggalkan Xiao Wang.


"E-eh, mau kemana kamu?" sosor Xiao Wang.


Memilih untuk tak menghiraukannya, Xiao Wang juga mengikuti Chen Li. Berlari ke arah dua gadis tersebut.


"Nona cantik. Hendak kemana kalian? Kenapa kalian berada di tanah tandus ini?" Chen Li bertanya dengan intonasi sedikit menggoda.


Xiao Wang yang kebetulan juga mendengar kalimat yang keluar dari mulut Chen Li barusan menjadi geli.


"Sejak kapan anak ini tau merayu seorang gadis?" batin Xiao Wang.

__ADS_1


"Hiis, Pemuda dungu. Jika kau mau merayu sebaiknya kau pergi dari sini," ketus seorang gadis yang mengenakan gaun hitam.


Sementara gadis bergaun putih sedikit kebiruan di sampingnya hanya tertawa kecil sembari menutupi mulutnya dengan punggung tangan.


"Mengapa kau begitu ketus pada diriku yang tampan ini?" Kembali Chen Li menggoda gadis bergaun Hitam.


"Tch! Tampan dari mananya?" gadis itu membuang muka.


Ia lalu menarik tangan gadis bergaun putih. Hendak meninggalkan kedua anak itu.


"Tunggu!" Gadis bergaun putih menghentikan gadis bergaun Hitam. "Bukankah kau Xiao Wang?" ucapnya sembari memperhatikan wajah Xiao Wang lebih dalam.


"Ihh, kau benar. Dia adalah Xiao Wang." Gadis bergaun Hitam juga ikut menimpali. "Jika dia adalah Xiao Wang, berarti lelaki dungu ini adalah Chen Li!"


Xiao Wang juga Chen Li tersentak. "Bagaimana kalian bisa mengetahui siapa kami?" tanya Chen Lo antusias.


"Apa urusanmu!" Gadis bergaun hitam kembali berkata dengan ketus.


"Siapa yang tidak mengenal kehebatan kalian berdua. Bahkan diusia yang begitu muda, kalian telah menciptakan sebuah sejarah besar!" Gadis bergaun Putih kebiruan berkata dengan penuh antusias, sembari matanya menatap Xiao Wang.


"Tunggu! Jika kau mengetahui kisah kami di kekaisaran. Berarti kalian juga berasal dari kekaisaran Api?" Kembali Chen Li bertanya dengan semangat. Sementara Xiao Wang hanya menyimak.


"Umm!" mengangguk gadis bergaun putih.

__ADS_1


Belum selesai mereka berbincang-bincang. Mendadak terjadi tanah goyang di sana. Tanah mulai terhisap ke bawah. Membentuk pusaran besar tepat dimana keempat orang itu berpijak.


Sontak saja keempat orang itu lantas melesat, terbang. Menghindar dari sana.


__ADS_2