
Chen Li serta Xiao Wang masuk ke alam Jiwa Xiao Wang. Dapat keduanya lihat, Gunungan Kristal Roh yang semula terkumpul banyak di dekat air panas, kini telah habis. Menyisakan beberapa buah kristal saja.
Xiao Liu serta Xiao Meng sendiri telah selesai menyelesaikan kultivasi mereka. Baik Chen Li serta Xiao Wang, bisa merasakan kultivasi keduanya yang saat ini telah berada di Tingkatan Langit Tahap Puncak. Sedikit lagi akan menerobos tahapan Alam.
"Eh Wang'er!"
Xiao Liu serta Xiao Meng yang telah menyadari keberadaan Xiao Wang serta Chen Li lantas berjalan menghampiri keduanya.
"Ayah–Kakek... Apakah kalian telah selesai?" tanya Xiao Wang memastikan.
"Ya! Kami telah selesai melakukan latihan kami. Kini kultivasi kami telah meningkat tiga tingkat. Kekuatanku juga ku rasakan meningkat drastis," ucap Xiao Meng dengan ekspresi bahagia di tampakkan-nya.
Tak pernah terpikirkan sebelumnya, bahwa ia akan menerobos Tingkatan Langit tahap puncak.
Begitupun juga dengan Xiao Liu. lelaki itu juga tampak begitu antusias.
"Eh, Ayah–Kakek...! Yuan Fang sama Lu Wanqiang di mana? Kenapa aku tak melihat mereka?" Xiao Wang mempertanyakan keberadaan Yuan Fang serta Lu Wanqiang, karena ia tak melihat kedua pemuda itu di sana.
"Oh, saat ini mereka tengah berkultivasi sembari menyerap kristal roh siluman. Mungkin tak lama lagi, mereka akan selesai!" jelas Xiao Meng.
Benar saja. Tak lama setelahnya, terdengar suara ledakan besar dari arah barat. Di mana, di sana terdapat sebuah bukit kecil.
Keempat orang itu lantas bergegas ke arah asal ledakan tersebut. Dapat mereka lihat, Lu Wanqiang yang kini telah menerobos tahapan Bumi Puncak.
"Selamat Wan'er. Akhirnya kau menerobos tahapan Bumi Puncak. Tinggal selangkah lagi, sebelum kau mencapai tahapan Alam." Xiao Liu memuji Lu Wanqiang, seraya telapak tangan kanannya ia letakkan pada ubun-ubun pemuda itu.
"Terima kasih, Ketua!" Lu Wanqiang membalas perkataan Xiao Liu dengan melemparkan sebuah senyuman.
"Eh, Senior Xiao ... Saudara Chen Li! Apa kabar?" Lu Wanqiang mengalihkan pandangannya ke arah dua orang yang seumuran dengannya.
"Baik... Hebat! Kau telah menerobos tingkatan Bumi Puncak. Salut!" Xiao Wang memuji Lu Wanqiang.
"Meski begitu, di banding dengan senior Xiao Wang, serta saudara Chen Li. Aku masih kalah jauh... Sepertinya perlu bekerja lebih keras lagi!" Lu Wanqiang tersenyum kecil.
Lalu kembali ia berucap. "Terima kasih, senior Xiao! ... Berkat kau, aku bisa menerobos tahapan Bumi Puncak dengan begitu cepat. Tak pernah terlintas di benakku sebelumnya, kalau aku akan menerobos tahapan Bumi Puncak di usiaku yang ke 11 tahun!"
__ADS_1
"11 tahun apanya?! Kau baru beberapa bulan berada di sini. Tidak lebih dari 3 bulan di dunia nyata. Jadi umurmu masih 10 tahun!" sosor Chen Li.
"Benarkah?" Lu Wanqiang tampak tak percaya. Begitupun juga dengan dua pria tua tersebut. Mereka juga melebarkan mata. Tak percaya dengan penuturan Chen Li barusan.
"Ya! Waktu di dunia ini berjalan begitu cepat dari dunia nyata! Satu jam di sini, di dunia nyata baru satu menit."
Ketiga orang itu mengangguk tanda mengerti. Meski begitu sulit untuk mempercayainya. Namun mereka memilih untuk tak memusingkannya.
Beberapa saat mereka berbincang, mendadak serangan masuk menargetkan leher Xiao Wang. Begitu cepat serangan tersebut, sampai-sampai nyaris memotong leher Xiao Wang.
Namun, saat pedang hampir menyentuh kulit pemuda itu, mendadak Xiao Wang menghilang. Tepat di belakang pria yang melakukan serangan, Xiao Wang muncul.
Di tepuk-tepuk-nya pundak pemuda itu yang tak lain adalah Yuan Fang.
Yuan Fang sendiri begitu terkejut dengan kecepatan gerak Xiao Wang yang begitu di luar nalar.
Sebelumnya, ia begitu optimis dengan kekuatan barunya. Namun saat melihat kekuatan Xiao Wang barusan yang bahkan tidak lebih dari sepuluh persen di keluarkan-nya tadi, rasa optimis tersebut kini berganti menjadi pesimis.
"Hebat! Senior Yuan! Kau juga telah menerobos tahapan Bumi Puncak. Sedikit lagi akan menginjak tahapan Langit." Xiao Wang mengeluarkan pujiannya.
Raut wajah Yuan Fang yang semula tampak sedikit kusut, kini mulai menampakkan seringai kecil. Sembari ia membungkukkan badannya, Yuan Fang lantas berucap, "Terima kasih, Saudara Xiao Wang. Aku tidak akan bisa mencapainya sekarang, jika saja kau tidak ada membantuku!"
Xiao Wang merangkul leher Yuan Fang.
"Oh ya! Wang'er... Setelah ini kita akan keluar dari dunia ini untuk membalas dendam, dan merebut kembali apa yang menjadi milik kita!" Xiao Meng mengepal keras tinjunya. Tampak ia begitu tidak sabar dengan itu.
Kala mengingat akan bagaimana nasib istrinya saat ini, di sekte Elang Hitam. Saat itu lah emosinya akan naik.
"Kau benar Ayah. Secepatnya kita akan bergegas ke Sekte Elang Hitam," ujar Xiao Wang. Selain itu, ia juga menceritakan bagaimana kedepannya dia dan Chen Li akan menyerang Kerajaan Air dan Kerajaan Bumi. Tentu kekuatan Sekte Elang Emas nantinya akan di butuhkan juga saat waktunya tiba.
"Kau tenang saja, Wang'er. Jika Sekte Elang Emas telah kembali, kami tentu akan membantu Chen Li untuk merebut dua kerajaan Itu."
Sebenarnya agak sedikit aneh bagi mereka mendengar bahwa Chen Li akan menjadikan Kerajaan Api berbagai Kekaisaran baru, namun mereka tak mau mengambil pusing akan masalah tersebut.
Tak lupa juga Xiao Wang menjelaskan kepada keempat orang itu, bahwa kerajaan Angin saat ini telah berpindah alih menjadi bagian dari kerajaan Api.
__ADS_1
Hal itu pula lah yang semakin membuat Xiao Liu serta Xiao Meng percaya dan yakin bahwa Chen Li pasti bisa merebut dan menghapus dua kerajaan itu.
"Baiklah, tunggu apa lagi? Mari kita bergegas ke dunia nyata. Aku tak sabar merasakan sinar matahari serta udara di dunia tempat aku dilahirkan!" pinta Xiao Meng dengan semangat.
Xiao Wang mengangguk. Setelahnya ia mulai membuka gerbang dimensi ke dunia nyata.
Pusaran debu hitam keunguan terbentuk di hadapan mereka. Lalu tanpa pikir panjang, mereka langsung memasuki pusaran debu tersebut.
Whush!
Whush!
Whush!
....
Dalam sekejap, mereka langsung menghilang dari tempat itu.
***
Malam ini. Xiao Wang, Chen Li, Yuan Fang, Lu Wanqiang, Xiao Meng serta Xiao Liu menyiapkan perlengkapan yang akan mereka bawa besok. Dikarenakan hari esok, keenam orang itu akan menyerang Sekte Elang Hitam.
Tak lupa pula Xiao Wang serta Chen Li membagi-bagikan masing-masing keempat orang itu tiga butir pil penyembuh serta pemulih Qi. Berjaga-jaga jika saja terjadi sesuatu yang tidak di inginkan besok.
Malam semakin larut, keenam orang itu tetap terjaga. Sesekali mereka akan bercerita kecil, untuk menghilangkan keheningan.
Dalam hati, ada rasa deg-degan kala mengingat akan apa yang terjadi saat mereka di Medan tempur nanti. Mengingat, Sekte Elang Hitam ini memiliki hubungan dengan Ras Iblis. Tentu lawan yang akan mereka hadapi akan sangat-sangat berat nantinya.
Malam kini telah menunjukan sepertiga malam. Xiao Meng menarik pedang yang semula ia letakkan di sampingnya. Kedua matanya terpejam sesaat, seraya menarik napas dalam. Lalu menghembuskan perlahan lewat mulutnya.
"Bagaimana ... apakah kau siap?" Xiao Liu memegangi pundak Xiao Meng.
Lelaki itu menoleh ke arah Xiao Liu.
"Aku siap ayah!"
__ADS_1
Setelahnya, semuanya lantas melesat. Menembus kegelapan malam, menuju Sekte Elang Emas yang kini Emasnya telah berganti menjadi Hitam.
Ya! Saat ini Keenam orang itu akan berjuang untuk mengembalikan warna Emas tersebut.