Pesona Sang Perompak

Pesona Sang Perompak
Hari Baik Berakhir Buruk


__ADS_3

Karena hari ini sangat cerah, Elie berencana mengajak Sofia untuk berkunjung ke rumah tetangga.


Tetangga mereka bernama Mr. Dan Mrs. Jerome. Mereka sudah tinggal di Lilbert sekitar 10 tahun sama dengan umur anak lelakinya, Jason. Jason mempunyai seorang adik yang bernama Jessie.


Kemudian mereka mengunjungi rumah lain yang di huni oleh pasangan lansia Mr. dan Mrs. Monroe yang mempunyai seorang perawat bernama Nona Felice yang akan menikah beberapa bulan lagi. Mr. dan Mrs. Monroe sangat baik, mereka akan membiayai seluruh pernikahan perawatnya dan akan menyelenggarakan pesta di rumah mereka.


Perjalan belum berakhir. hari itu mereka berencana akan menelusuri seluruh desa Lilbert dengan kereta kuda. Desa Lilbert cukup luas.


Banyak kebun-kebun yang ditanami beberapa jenis sayuran. Orang-orang melambaikan tangan ketika ketera kuda yang dinaiki Sofia melintas. Semua penduduk desa sangat ramah padanya, sehingga mau tidak mau Sofia merasa nyaman.


Baru beberapa hari sejak kedatangan Sofia di Desa Lilbert, tapi semua orang telah mengenalnya. Karena Sofia mudah diingat. Kulitnya lebih pucat dari kulit kebanyakan orang. Sofia berparas cantik dan baik hati, karena itulah semua orang menyukainya.


Elie sangat senang sekali karena penduduk desa menyadari betapa baik hati dan cantiknya Nona muda yang dia layani itu.


Pada hari ke 7 barulah Sofia dapat bertemu dengan bangsawan yang tinggal di Lilbert, karena baru pulang dari perjalanan Ke Roseland.


Bangsawan itu cukup muda, dia bernama Tuan Gerald. Usianya sekitar 25 taun, Dan ia masih lajang. Sofia banyak berbicara dengan Tuan Gerald. Mereka membicarakan tentang perkebunan dan pertambangan. Sofia merasa nyaman berbicara dengannya.


Tuan Gerald banyak menceritakan pengalamannya selama tinggal di Desa Lilbert. Menurutnya Desa Lilbert mempunyai potensi yang sangat besar sehingga tidak boleh disia-siakan begitu saja.


Memang selama seminggu Sofia tinggal di Desa Lilbert, dia sangat mengagumi keindahan alamnya. Desa Lilber mempunyai pegunungan dan langsung menghadap ke laut, itulah yang membuatnya spesial.


Udara disini sangat sejuk, tidak pengap dan panas. Sofia sangat menyukainya.


Tuan Gerald tidak mengetahui bahwa Sofia adalah seorang Lady yang mempunyai Ayah Marquess. Karena Tuan Jasper berpesan pada Elie agar merahasiakan identitasnya.


Sofia dipanggil Esme jika sedang ada orang lain, namun jika sedang berdua, Elie memanggilnya Nona Sofia.


Sofia tidak merasa keberatan dengan semua itu, dia juga merasa takut akan ada orang yang menyadarinya dan mengingat saat memalukan malam pesta Debutante saat itu.


Ini adalah ke 3 kalinya Sofia bertemu dengan Tuan Gerald. Tuan Gelard terus memaksa untuk bertemu dengannya. Karena Sofia merasa tidak nyaman jika harus menolak, maka dengan berat hati dia bersedia bertemu.


"Nona Esme, Anda sungguh mempunyai paras yang sangat cantik." Tuan Gerald tersenyum dan menatapnya.


"Terimakasih Tuan Gerald.."


"Apakah Anda bersedia berjalan-jalan dengan saya ke pantai?" Ajak Tuan Gerald.


"Tentu saja.. Tapi Saya ingin Elie menemani Saya." Sofia terus menerus menoleh kearah Elie.


"Nona, lebih baik saya menunggu disini saja." Elie mengedipkan sebelah matanya.


"Sepertinya Nona Elie menolak, bagaimana jika kita pergi berdua saja?"


Sofia tidak bisa memberikan alasan apapun untuk menolak dengan halus, dia mengangguk pasrah.


Mereka berjalan-jalan disekitar pantai yang berpasir putih. Cuaca hari ini cukup tenang. Terdengar deburan ombak yang saling berlomba menghantam daratan dan burung-burung camar yang terbang di angkasa.

__ADS_1


Sofia memutuskan untuk melepaskan sandalnya dan berjalan bertelanjang kaki. Dia menikmati saat jari-jari kakinya menyentuh pasir yang hangat dan lembut. Tuan Gerald tersenyum melihat perilaku Sofia.


"Kakimu akan kotor Esme.." Tuan Gerald mengingatkan.


"Tak mengapa. Aku akan mencucinya nanti.."


"Tuan, apakah anda mengetahui tentang gadis-gadis yang menghilang?" Tiba-tiba Sofia bertanya pada Tuan Gerald.


Tuan Gerald sangat terkejut mendengar pertanyaan mendadak seperti itu. Raut mukanya berubah menjadi kaku dan terlihat tegang.


"Tuan Gerald?" Sofia mengibaskan tangannya di depan wajah Tuan Gerald.


"Ah ..."


"Tentu saja.." Tuan Gerald mencoba tersenyum.


"Bukankah itu perbuatan Kapten Hades?" Tanya Sofia.


Tiba-tiba raut wajah Gerald membaik. Dan berubah cerah.


"Betul! Betul sekali! Itu perbuatan Perompak jahat itu." Tuan Gerald mengatakannya dengan semangat berapi-api. Sehingga Sofia sedikit bingung.


"Tapi, mengapa tadi Anda terlihat terkejut?" Tanya Sofia.


"Ah, karena Anda adalah seorang pendatang, Saya kira Anda akan ketakutan dan pindah dari Lilbert." Tuan Gerald menggaruk kepalanya.


"Oh, begitu.."


Tuan Gerald berhasil menyusul Sofia yang berlari.


"Nona Esme, Anda baik-baik saja?"


"Tentu saja, pakaian Saya hanya sedikit basah." Sofia menunjuk rok depannya yang basah.


Dari kejauhan beberapa orang pria yang memakai pakaian aneh berjalan mendekat, Sofia dan Gerald tidak menyadari kedatangan mereka karena fokus melihat ke arah laut yang indah.


Lelaki yang melihat Sofia dan mengenalinya tertawa terbahak-bahak saat menatap punggung Sofia.


"Astaga... Tebak siapa wanita ini?"


Sofia yang mengenal suara itu langsung menoleh kebelakang dan sangat terkejut melihat pria yang sedang menatap memandangnya.


"Kau!!"


Tuan Gerald tidak mengerti yang sedang terjadi, dia berusaha menutupi Sofia dengan punggungnya.


"Hai Nona, kita bertemu lagi." Sapa pria itu.

__ADS_1


"Ben, Aku ingat siapa kau!"


"Kau salah satu awak Kapten Hades!" Sofia menunjuk wajah Ben yang masih tertawa.


Gerald terkejut mendengar perkataan Sofia. Dia mengajak Sofia untuk lari, namun terlambat awak kapal yang lain menahan Gerald dengan menekuk tangannya kebelakang.


"Waaaw, hari yang baik untuk bertemu. Kapten pasti senang jika melihatmu lagi." Ben berhenti tertawa.


"Tidak, dia tidak akan menyukainya." Jawab Sofia.


"Kita tidak akan tau sebelum mencobanya." Ben mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan berani berpikir macam-macam!" Ancam Sofia.


"Menyenangkan sekali. Bamus, bawa wanitu itu." Ben memerintahkan temannya untuk membawa Sofia.


Namun Gerald menghalanginya.


"Aah, sedang apa Kau bersama dengan lelaki ini?" Ben mulai melihat Gerald.


"Hentikan perbuatanmu." Gumam Gerald.


"Kau yang seharusnya berhenti!" Ancam Ben.


"Heh wanita! Kau tidak tau siapa dia?" Tanya Ben.


"Dia Tuan Gerald!" Jawab Sofia.


"Ah, Bamus! Bawa dia! Kapten akan menyukainya!" Ben berteriak lebih kencang.


"Aku menemukannya pertama!" Jawab Gerald.


"Kau dengar Dia?" Tanya Ben.


"Aku tidak mengerti..." Sofia bingung.


Bamus menarik lengan Sofia dengan kuat, Sofia tidak bisa menahannya. Gerald mencoba menarik Sofia namun sia-sia, awak kapal yang lain menahannya.


"Lepaskan Aku!"


"Lepaskan Aku brengsek!!" Umpat Sofia.


Dari kejauhan Elie berlari sangat cepat, namun terlambat. Sofia telah diangkat seperti karung beras di atas punggung Bamus. Sedangkan Tuan Gerald tidak bisa berbuat apa-apa.


"Nona...!"


"Nonaa....!"

__ADS_1


"Jangan katakan pada Ayah! Aku akan kembali!" Sofia berteriak dari kejauhan.


Elie mengejar secepat mungkin.Tapi percuma, awak kapal Kapten Hades sudah naik ke atas sampan kecil yang disimpan dipinggir pantai. Sofia tidak menyerah, dia mengibaskan tubuhnya selama mungkin, namun Ben dengan sigap memukul bagian belakang lehernya. Sofia tidak sadarkan diri.


__ADS_2