
Penginapan 'Je souffre et aime', Desember 1499.
Sofia yang duduk terlalu jauh tidak bisa mendengar pembicaraan mereka, padahal dia sudah membuka telinganya lebar-lebar, namun tidak mendapatkan apapun.
Hades memandang Sofia, mereka beradu tatapan. Sofia cepat-cepat mengalihkan pandangannya, namun Hades hanya tertawa begitu melihat Sofia kelimpungan.
"Cukup menarik." Gumamnya.
"Kapten, sepertinya beberapa prajurit sudah semakin mendekat ke arah tempat ini." Ben melihat situasi diluar.
"Kita harus pergi sekarang juga."
"Richi, pergilah lebih dulu."
"Baiklah."
"Jangan melakukan hal yang tidak-tidak." Sebelum pergi, Richi memandangi Sofia terlebih dahulu.
"Apakah ini yang dinamakan cinta monyet?" Hades berbicara asal.
Richi menatapnya dengan muak, kemudian pergi.
Sofia menghembuskan nafas dengan berat, dia tidak berbicara sepatah katapun dengan Richi, dan hanya memandanginya seperti orang bodoh.
Setalah Richi cukup lama pergi, Hades berjalan mendekat ke arah Sofia. Semua mata yang ada diruang itu ikut memperhatikan seluruh gerak-gerik Sofia. Mereka semakin penasaran karena Sofia tidak menunjukan hal yang semestinya terjadi jika mereka bertemu dengan perompak paling terkenal abad ini.
Sofia memang tidak tau apa profesi Hades, dia jelas-jelas tidak mengerti mengapa semua orang ketakutan melihat Hades.
"Nona kecil.."
"Apakah Kau tidak akan pergi?"
"Aku?"
"Aku akan menginap disini."
Hades tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Sofia. Dia sampai menitikan air mata karena tidak tahan mendengarnya.
"Astaga Ben, kita membutuhkan gadis ini untuk hiburan diatas kapal."
"Apakah Kau setuju?"
"Tentu saja Kapten!!"
"Apakah Kau ingin ikut bersamaku?" Hades menatap Sofia dengan wajah penuh senyuman yang tidak bisa membuat siapapun berpaling.
"Ikut denganmu?"
"Untuk apa?"
"Ah.."
"Bagaimana jika begini.."
"Kau akan bertemu lagi dengan pria tadi."
"Pria tadi?"
"Lelaki yang keluar lebih dulu." Hades memperlihatkan seringai jahat.
Sebelum Sofia benar-benar tertarik, beruntung suara sirine menyelamatkannya dari tragedi buruk yang akan menimpanya.
Toooot
Toooooot
Tooot
"Sampai jumpa gadis kecil."
"Semoga kita bertemu lagi." Hades melambaikan tangannya kearah Sofia.
"Semoga tidak." Gumamnya pelan.
Kapten Hades dan Ben pergi dengan cepat lewat pintu belakang, tidak ada siapapun yang berani menghentikannya.
Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang mendobrak pintu dari luar sangat keras, sehingga refleks Sofia menutup telinganya.
Braaaak!
Braaaak!!
Pintu terbuka, terlihat puluhan prajurit sudah berdiri didepan bangunan ini.
__ADS_1
Seorang marinir berlari kedalam dan langsung mengamankan Sofia. Sofia terkejut dan tidak bisa melawan ketika lelaki yang badannya tinggi besar itu membopongnya seperti seorang putri dalam cerita dongeng.
"Hei..!"
"Heii..!"
"LEPASKAN AKU!" Sofia memukul punggung bagian belakang prajurit itu.
"Maaf Nona, ini perintah."
Deg
Deg
Deg
Sofia tidak melawan lagi, ini semua pasti ulah Ayahnya. Hanya Ayahnya yang mengetahui dia melarikan diri dari rumah.
Sofia diam dan tidak melakukan perlawanan.
Dia menaiki kereta kuda dengan penjagaan yang ketat. Disamping kiri dan kanannya duduk penjaga. Bahkan dia tidak bisa bergerak bebas.
Sofia kesal sekali, dia menghembuskan nafas dengan berat.
Setelah melewati jalan yang berbatu, berulang kali Sofia hampir terjerambab, namun dengan sigap seorang penjaga disampingnya menahan tubuhnya agar tidak terpental kesana-kemari.
Jalanan yang dilewati semakin bagus, pertanda Sofia sudah semakin dekat dengan rumahnya.
Semua lampu dikediaman Marquess Jasper dinyalakan. Ketika suara kereta kuda terdengar, Jasper berlari dengan cepat kearah pintu masuk, begitupun dengan Elie.
"Selamat malam Tuan, Kami telah menemukan Nona Sofia." Seorang Perwira dengan jabatan yang tinggi mewakili rekan-rekannya."
"Terimakasih, lalu dimanakah putriku itu?"
Seorang kusir kereta membuka pintu kereta kuda dengan cepat, lalu membantu Sofia untuk turun.
"Sofia!"
"Gadis nakal itu!" Jasper berlari lalu memeluk Sofia dengan erat.
"Ayah.."
"Kau tidak marah?"
"Maka dari itu Kau harus dihukum dengan berat!"
Setelah bertemu kembali dengan Sofia, Marquess Jasper menjamu seluruh pasukan dan semua orang yang telah membantu menemukan Anaknya.
Tidak tanggung-tanggung, Marquess Jasper mengeluarkan semua persediaan Rumnya yang berharga. Semua orang senang sekali dengan perlakuan royal Marquess Jasper.
Elie berjalan mendampingi Sofia kekamarnya. Elie menangis sepanjang jalan. Sofia merasa bersalah, dia tidak mengatakan apapun.
"Nona.."
"Apakah Anda baik-baik saja?" Elie mengamati setiap inci tubuh Nona mudanya dengan teliti.
"Aku baik-baik saja Elie.." Sofia tidak tahan untuk memeluk pelayannya yang begitu setia dan baik hati.
"Anda pergi kemana tadi Nona?"
"Saya menyusuri setiap jalan yang biasa kita lewati jika kita pergi ke kota."
"Tapi tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan Anda."
"Ah, aku tidak kesana."
"Lalu, kemanakah Anda pergi?"
"Aku diantar oleh seorang kusir kekedai yang bernama 'Je souffre et aime' kalau tidak salah."
Seketika raut wajah Elie berubah suram. Dia meremas tangan Sofia dengan erat.
"Ada apa Elie?"
"Apakah benar Anda pergi kesana?"
"Aku berada disana tadi."
"Astaga Nona, sungguh bencana!!"
"Kau terlalu berlebihan Elie.."
"Tidak, Nona.."
__ADS_1
"Tidak.."
"Apakah Nona tau tempat itu, tempat apa?"
"Tidak, memang tempat apa?"
"Nona, kedai itu adalah sarang penyamun!"
"Sarang penjahat Nona!!"
"Konon katanya, setiap perompak pernah mengunjungi tempat itu!" Elie bergidik ngeri membayangkan Nona mudanya mengunjungi tempat seperti itu.
"Benarkah?"
"Seperti dalam buku cerita yang Aku baca?"
"Nona, demi Tuhan!"
"Tempat itu berbahaya sekali."
"Aku tidak apa-apa sungguh."
"Memang tempat itu sedikit menyeramkan, disana penuh dengan bau minuman keras dan asap tembakau."
"Tapi, tidak ada yang menyakitiku."
"Memang ada seseorang yang ingin membawaku kekapalnya, namun suara sirine membuat mereka pergi."
"Nona, Tuhan masih bersama Anda."
"Siapakah gerangan pria brengsek yang ingin membawa Anda?"
"Hmm.."
"Kalau tidak salah, seseorang menyebutnya Kapten Hades."
Brugh!!
Elie jatuh terjerembab seketika mendengar nama yang disebutkan oleh Sofia.
"Elie!!"
"Astaga, Kau baik-baik saja?"
Wajah Elie masih pucat, bibirnya bergetar, dia tidak bisa mengendalikan detak jantungnya.
"Elie!!"
"Sadarlah.."
"Nona, demi Tuhan Nona.."
"Pria itu adalah pria paling berbahaya!!"
"Dia adalah iblis Nona.."
"Beredar kabar, Bajak laut itu meneror setiap pulau yang mereka kunjungi Nona!!"
"Mereka mengambil puluhan gadis yang masih perawan dan menjualnya di Somalia."
"Dan dia menemukan permata seperti Anda di tempat kumuh itu, Tuhan sangat menyayangi Anda Nona, Saya bersumpah demi Arwah Ibu dan Bapak saya yang sudah tiada.
"Elie.."
"Kau sungguh tidak mengarang cerita?"
"Ini sudah menjadi legenda puluhan tahun Nona, tidak ada seorangpun yang tidak mengetahui nama Kapten Hades."
"Mungkin hanya Anda yang tidak mengetahuinya."
"Tapi, Richi mengenalnya Elie."
"Mungkin mereka satu komplotan Nona.."
"Astaga, mereka memperkerjakan pria tampan sekarang."
"Sungguh mengerikan."
Sepanjang malam, Elie terus menceritakan legenda Kapten Hades dengan sangat detail. Sofia masih tidak percaya dia pulang dengan utuh setelah mendengar cerita yang sangat menyeramkan. Tidak ada satupun kebaikan yang diceritakan oleh Elie tentang Kapten Hades ini. Dia benar-benar seorang **** yang sangat jahat, kasar dan brutal. Begitulah orang-orang mengenalnya.
Notes :
Perompak atau dikenal sebagai Bajak Laut. Biasanya mereka mengarungi lautan untuk merampok kapal-kapal dagang atau kapal-kapal yang terlihat mewah.
__ADS_1
Perilakunya sangat jauh dari kata baik dan tidak mengenal ampun pada siapapun. Bahkan mereka tidak segan-segan menghancurkan kapal dengan meriam.