
Pulau Pace, Januari 1500.
Pulau Pace adalah bagian dari Kerajaan Roseland. Pulau Pace terletak disebelah Utara Roseland. Jaraknya cukup jauh, sekitar 100 Km dari Roseland. Akses ke Pulau Pace cukup sulit, hanya bisa ditempuh dengan menggunakan Kapal atau perahu, banyak batu karang disekitar pulau sehingga tidak mudah mencapai daratan Pace.
Pulau Pace tidak bisa dikunjungi oleh sembarang orang. Pulau itu khusus diberikan oleh Ratu Roseland, Ratu Ranee pada Kapten Hades. Pulau itu adalah bentuk kompensasi yang diberikan oleh Ratu, karena sebenarnya kelompok Perompak Hades adalah tangan kanan Kerajaan Roseland yang bekerja di lautan.
Beberapa kapal militer selalu berpatroli didekat Pulau Pace dan melaporkan semua kegiatan pada Ratu Ranee. Namun Ratu Ranee melarang pasukan militer memasuki Pulau Pace tanpa seizinnya.
Kelompok Perompak Hades menjalankan misi khusus yang diberikan oleh Ratu, mereka harus menyelesaikan semua misi jika ingin kembali ke Roseland, kecuali terjadi hal yang sangat mendesak dan tidak bisa ditinggalkan.
Tapi hanya Ratu Ranee dan Kapten Hades yang mengetahui kenyataan itu, awak kapal yang lain tidak mengetahuinya, kecuali Richi karena dia adalah pengecualian itu sendiri.
Ada sekitar 100 orang yang tinggal di Pulau Pace. Diantaranya adalah keluarga dari awak Kapal Hades. Mereka semua tinggal di Pace atas perintah Kapten Hades.
Ratu Ranee dapat dengan mudah mengetahui siapapun yang mendarat di Pulau Pace, karena beliau mengawasinya dari Kerajaan dengan teropong yang khusus diarahkan ke Pulau Pace. Tidak heran jika beberapa hari kemudian beberapa kapal militer mendekat ke arah Pulau Pace dan akan memeriksanya.
Pulau Pace tidak terlalu besar, luasnya sekitar 2,5 hektar daratan dan dikelilingi pantai yang indah dengan tumbuh karang yang beraneka ragam.
Mata pencarian di Pulau Pace adalah memancing dan berkebun. Kapten Hades melarang siapapun berlayar dan berada diarea luar pulau karena takut keberadaan mereka diketahui oleh orang lain. Mereka bebas melakukan apapun didalam pulau, bahkan Kapten Hades khusus membuat aliran sungai dari laut ke dalam agar semua orang dapat menikmati lautan walaupun berada didalam pulau.
Sudah lebih dari 15 tahun Pulau Pace diberikan kepada Kapten Hades. Kapten Hades sangat menjaga Pulau itu, Dia merawatnya dengan sepenuh hati. Dia tidak ingin siapapun merebut Pulau itu darinya.
Terdapat kebun Bunga Rose merah ditepi tebing Pulau Pace. Hades sengaja menanamnya disana, sesekali dia diam disana dan hanya memandangi bunga tanpa melakukan apapun.
Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan menginjakkan kakinya di kebun Rose ini. Hades melarangnya dengan tegas dan pada siapapun yang berani melakukannya dia tidak segan-segan mengusirnya pergi dari Pulau Pace. Dia seperti menyimpan sesuatu didalam Kebun, tidak ada yang mengetahuinya. Bahkan Richi tidak berani melanggar aturan yang 1 ini.
"Kapten, Kapten..." Ben berteriak dari kejauhan.
Hades melihat kebelakang dan melihat Ben sedang melambai-lambaikan tangan kearahnya.
"Aku akan kembali.." Gumam Hades.
Hades keluar dari kebun Rose, dia berjalan ke arah Ben.
"Kapten.. Gawat!!! Kapal militer semakin mendekat. Apa yang harus kita lakukan?"
"Tidak ada.." Hades mengangkat kedua bahunya.
"Apakah mereka akan menangkap kita?" Suara Ben terdengar khawatir.
"Menangkap kita? Apakah kita membuat masalah?" Hades terlihat bingung.
"Kita Perompak Kapten!!" Ben membelalakkan matanya.
HAHAHA
Hades tertawa melihat ekspresi Ben.
"Ini pulauku, tidak ada seorangpun yang akan menangkapku dipulau ku sendiri." Hades menggelengkan kepalanya.
"Ah... tentu saja Kapten..." Ben menundukkan kepalanya.
"Kembalilah, bukankah sudah lama Kau tidak pulang?"
"Aku boleh pulang Kapten?"
"Tentu! Sampaikan salam ku pada sepupumu yang cantik itu." Hades terkekeh.
__ADS_1
"Kapten! Dia masih balita ya Tuhan."
Hahaha, Hades kembali tertawa.
"Aku pergi Kapten!!" Ben berlari menjauh sambil melambaikan tangannya.
"Apakah mereka masih berjaga di atas Kapal? Astaga..." Hades menggelengkan kepalanya lalu berjalan kearah pantai.
* * *
Tok
Tok
Tok
Hades mengetuk bagian samping Kapal dari bawah.
"Kapten??" Top menatap kebawah.
"Kau tidak pulang?" Hades menatap Top.
"Tapi ada kapal militer yang mendekat Kapten!"
"Turunlah! Ajak semua awak, biarkan mereka pulang!"
"Siap Kapten!!" Top menghilang diatas kapal, kemudian terdengar teriakan yang membahana dari atas.
YAAAAAA
"Dasar.." Hades menggelengkan kepalanya.
"Terimakasih Kapten!!!"
Terdengar teriakan dari kejauhan.
Hades hanya melambaikan tangannya sambil berjalan ke Mansion.
* * *
Joy terlihat sibuk merapikan meja makan, sudah saatnya makan siang. Beberapa pelayan membantunya merapikan kursi dan mengambil masakan dari arah dapur.
"Tuan Hades, duduklah..." Joy menarik pundak Hades dan menyuruhnya duduk dikursi.
"Hmm..."
"Haruskah Aku memanggil Tuan Richi?" Joy mengangkat alisnya.
"Dia tidak akan datang meski Kau memanggilnya ribuan kali."
"Ah.. Apakah karena gadis itu?" Joy menarik kursi dan duduk disebelah Hades.
"Mungkin..." Jawab Hades singkat.
"Aku ingin bertanya sejak Kau datang, tapi selalu lupa.."
"Apakah itu?" Hades memandang Joy.
__ADS_1
"Apakah dia adalah anakmu?" Tanya Joy tiba-tiba.
Hades tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Joy.
HAHAHA
"Astaga Joy..." Hades menepuk-nepuk pundak Joy dengan lembut.
"Apakah Aku terlihat seperti seorang ayah?" Hades mengelap air mata dari sudut matanya.
"Tapi.. Dia terlihat seperti seseorang yang dulu Kau bawa.." Joy menatap langit-langit.
"Ah... Kau mengingatnya?"
"Tentu saja! Dia sangat mudah diingat. Dengan kulit pucat dan mata yang indah. Perilakunya sangat berlawanan dengan wajahnya yang sangat cantik bukan."
"Tentu.. Dia memang seperti itu. Bahkan sampai saat terakhir.." Hades menatap keluar jendela.
Angin bertiup sangat kencang. Bunga mawar yang ada diluar jendela tertiup angin, salah kelopaknya jatuh di tangan Hades.
Dia mengambilnya lalu meniupnya, kelopak itu terbang lagi keluar.
"Sudah lama sekali bukan?" Joy menatap Hades dengan tatapan lembut.
"Kurasa baru kemarin.. Aku selalu teringat padanya jika Pulang." Hades tersenyum dengan getir.
"Kau masih menyimpan perahu itu?" Joy menaikan alisnya.
"Kurasa ada digudang. Aku menyimpannya saat Dia pergi."
"Lalu siapakah gadis ini? Dia mengingatkanku padanya..."
"Hahaha, Kau akan mengetahuinya nanti." Hades tersenyum penuh misteri.
"Astaga.. Tuan, Apakah kali ini Kau memerankan orang jahat lagi?" Joy mendelik kearah Hades.
"Apakah Aku terlihat sedang berperan?" Hades mengangkat alisnya.
Joy menepuk-nepuk punggung Hades dengan keras.
"Kau harus lebih menikmati hidup ini Tuan... Kembalilah..."
"Aku baik-baik saja Joy, Aku menikmatinya..." Hades tersenyum getir.
"Tuan dan Nyonya pasti ingin Kau bahagia.." Joy menatap sebuah bingkai yang tergantung di dinding.
"Ah.. mereka pasti menginginkannya.." Hades tersenyum.
Joy memeluk Hades dengan erat.
"Sudahlah Joy, Aku baik-baik saja..." Hades memeluk Joy dengan erat.
Joy melepaskan pelukannya lalu berdiri.
"Mari kita makan!!" Ucap Joy.
Hades mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Chris, Chris!!! Mana Sup ikannya! Mana..." Joy berteriak, dan berjalan ke arah dapur.
"Kau memang tidak pernah berubah Joy..." Gumam Hades.