Pesona Sang Perompak

Pesona Sang Perompak
Misi Terakhir


__ADS_3

Lautan, Diatas Kapal Hades. Februari 1500.


"Astaga!"


"Haruskah? Haruskah Kau melakukan semua itu padaku?" Richi kesal karena dibawa paksa oleh Hades.


Hades mengangkat kedua bahunya bersamaan.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan isi kepalamu, Hades!" Richi menggerakkan giginya kesal.


"Kau tidak harus." Kali ini Hades mengangkat kedua alis dan tangannya.


"Kemana Kau akan membawaku?"


"Selatan."


"Anak buah ku sudah mengirim lokasinya."


"Kita harus bergegas."


"Ah.."


"Misi.." Richi sudah muak dengan misi ini. Dia benar-benar kesal terhadap Neneknya kali ini.


"Berapa lama kita akan berlayar?" Richi menatap Hades dengan kesal.


"Sekitar 6 bulan.." Hades menghitung dengan jarinya.


"Kau gila?"


"Terlalu lama. Aku ingin secepatnya, 3 bulan."


"Kau pikir.." Belum selesai Hades bicara, Richi sudah membombardirnya.


"3 bulan atau tidak sama sekali." Richi mengernyitkan dahinya.


"Ah.."


"Baiklah, baiklah Tuan muda.."


Hades menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin membuat keributan dengan Tuan muda ini. Terakhir kali Hades tidak sependapat, Richi pergi dari Kapal dan tidak mengabarinya sama sekali selama satu tahun. Tentu saja Nenek tua itu marah besar padanya. Hades tidak ingin hal itu terulang kembali. Sungguh masa-masa yang membuatnya cukup frustasi.


"Kau tau.."


"Kalian terlihat seperti sepasang burung merpati." Hades menarik nafas dalam.


"Yaa.."


"Dan Kau burung gagak yang menggangu."


Hades tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Richi.


"Tenang saja kawan."


"Kau tau apa yang burung merpati lakukan saat berpisah?"


Richi tidak tertarik mendengar lebih lanjut penjelasan Hades.


"Mereka akan kembali bersama dan saling menemukan."


PROK


PROK


PROK


Hades bertepuk tangan untuk dirinya sendiri.


"Haa.."


"Menyebalkan sekali."


Hades bangkit dari tempat duduk dan berjalan kearah jendela.


"Tulislah sebuah surat. Chris akan mengantarnya."


"Surat?"


"Yaa.."

__ADS_1


"Esme akan membacanya."


"Kau benar.."


"Aku tidak ingin membuatnya marah."


"Berikan Aku pena dan kertas."


Hades memberikan sebuah pena dan kertas lalu meninggalkan Richi sendiri didalam kabinnya.


"Tunggu.."


"Apa yang harus Aku tulis?" Richi mengetuk-ngetuk kan penanya.


"Mungkin diawali dengan permintaan maaf?"


"Ya.."


"Esme tidak akan terlalu membenciku bukan?"


* * *


DUK


DUK


DUK


Richi menendang pintu Kabin Hades dengan kencang. Sudah seharian Dia berada didalam sana.


"Sampai kapan Kau akan mengurungku disini Hades?"


"Setelah kita jauh dari Pace."


"Mungkin beberapa jam lagi."


"Astaga.."


"Aku tidak akan pergi kemanapun."


"Bukalah pintu ini."


"Haa.."


"Siapa yang berbicara tentang kepercayaan denganku?" Richi mencibir perkataan Hades.


HAHAHAHAHA


Hades tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Richi.


"Kau tau, Aku tidak akan mengurungmu sebenarnya."


"Namun, Kau mengatakan akan berenang ke sana dengan kedua lenganmu.."


"Kau membaca suratku?"


"Aku tidak sengaja membukanya.."


"Dasar brengsek!"


"Yaa, Kau mengatakan disana."


"Ah.. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi." Richi mengatupkan giginya rapat.


"Aku akan bosan setengah mati jika Kau tidak berada disini. Syukurlah Kau ikut denganku." Hades mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kau memasukan ku kedalam karung! Menyeretku seperti sebongkah batu." Richi melihat kedua siku tangannya yang masih lecet karena terkena batu kerikil saat Hades menyeretnya dari Mansion keatas Kapal.


"Dasar Perompak brengsek!" Richi meludah ke arah Hades yang berada dibalik pintu.


"Berhentilah merengek. Kau terdengar seperti balita yang ingin disusui."


"Haa.."


"Dan kau seorang tua bangka yang kesepian."


Terdengar lagi suara tawa Hades yang kencang dari balik pintu.


* * *

__ADS_1


Lautan memang selalu sama, terlihat tenang namun semua itu perangkap. Ketika Kau salah melihat arah dan tidak siap dengan segala macam kondisi, maka Kau akan terjebak disana.


Hades melihat lagi peta yang Dia bawa dari Mansion, sebuah peta ke pulau terpencil yang ada di ujung Selatan. Perjalanan yang memutar, karena sebelumnya mereka berada di Pulau Pace yang berada di Utara.


"Kapten, sepertinya cuaca akan memburuk." Ben berjalan dari arah Anjungan.


"Kita harus bersiap." Hades melipat peta dan berjalan ke arah Anjungan.


2 orang awak berdiri ketika melihat Kapten Hades datang. Mereka menjauh dari kemudi dan memberikan teropong pada Hades.


"Kembangkan layar utama, semua awak harus mendayung. Kita akan mendekati Palung Frete."


Ben berlari ke geladak dan memberikan perintah pada awak kapal yang lain.


Semua awak sudah berada diposisi nya masing-masing. Kapten Hades menghitung mundur.


"Semua bersiap.."


3


2


1


Kapal Hades melaju lebih kencang karena semua awak bekerja sama mendayung perahu di dek bawah. Mereka sangat kompak sehingga Kapal dapat terhindar dari hisapan Palung Frete dengan aman.


Kapten Hades sudah mengetahui setiap hal yang akan dilalui oleh Kapal. Karena sudah tidak terhitung lagi berapa kali Kapten Hades mengelilingi belahan dunia sebelum memiliki Kapal Hades.


Kurang lebih 30 menit lamanya semua awak dalam kondisi siaga. Mereka harus benar-benar bekerjasama agar tidak terhisap ke dalam Palung. Salah-salah, mereka akan menghilang selamanya dan tidak akan ada yang mengetahuinya.


Keringat bercucuran dikening setiap awak, pakaian mereka benar-benar basah, kecuali Hades. Dia lelah berpikir dan memutuskan untuk menghisap cerutu.


"Semua sudah terkendali." Hades menyerahkan lagi teropong pada awak kapalnya, Dia pergi ke geladak untuk menghabiskan sisa cerutunya.


* * *


Kapal sudah berlayar selama 7 hari. Richi sudah tidak dikurung lagi sejak dua hari yang lalu. Dia memukul perut Hades dengan keras ketika keluar dari dalam Kabinnya. Awak kapal yang melihat tertawa terbahak-bahak melihat Kaptennya terbatuk-batuk karena kesakitan.


Pulau yang akan mereka kunjungi adalah Pulau Rayons. Sebuah pulau yang panas namun padat populasi. Banyak perompak yang berkunjung ke pulau ini saat malam hari. Mereka melakukan penukaran barang dengan wanita penghibur. Hal yang sudah biasa terjadi disana.


Kedatangan Richi kesana tidak lain untuk menangkap Gerald dan antek-anteknya. Informan Hades mengatakan bahwa Gerald terlihat beberapa hari yang lalu didalam sebuah club di Pulau Rayons. Pulau Rayons adalah pulau terakhir yang harus Richi bersihkan. Setelah selesai, Dia dapat pulang secepatnya ke Roseland.


Perjalanan membutuhkan waktu paling cepat tiga Minggu perjalan laut, dan dua hari perjalanan darat. Karena letak Club' yang dikunjungi Gerald berada di tengah pulau secara geografis.


Richi sudah muak memikirkannya, Dia sudah tidak selera lagi melakukan perjalanan. Keinginannya hanya satu, kembali ketempat Sofia berada.


* * *


Pada hari ke 15, ombak yang sangat besar menghantam Kapal Hades. Hujan deras tidak berhenti turun sejak kemarin. Beberapa awak terserang demam karena terus-menerus kehujanan diluar Kabin. Hades sudah memperkirakan hal ini. Musim pancaroba membuat cuaca terus menerus berganti.


Richi yang biasanya berada didalam Kabin ikut membantu di Anjungan. Dia menggantikan Juru Kemudi yang kelelahan karena terus-menerus bekerja.


"Aku punya firasat buruk, Hades.." Richi menatap Hades yang sedang menghisap cerutunya.


Kepulan asap berwarna abu-abu membuat Richi muak, Dia mengibaskan tangannya.


Petir terus menyambar tidak berhenti sejak satu jam yang lalu, angin dan badai pun tidak luput menghantam Kapal Hades yang sedang berlayar.


"Tenanglah.."


"Ini bukanlah hal terburuk yang pernah terjadi padaku."


Richi tau, bahwa Hades pernah mengalami hal yang lebih buruk dari ini. Hari dimana Kapal yang membawanya dan kedua orangtuanya tenggelam dan membuat semua awak kehilangan nyawanya, Kecuali dirinya sendiri.


Hades kembali menghisap cerutunya.


"Cuaca akan membaik lusa."


"Berharap saja misi kita benar-benar selesai dalam 3 bulan."


"Ah.."


"Sofia akan sangat marah.."


Richi sudah membayangkan dengan sangat jelas ekspresi kesal Sofia.


Dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak, tidak."

__ADS_1


"Harus selesai dalam 3 bulan."


__ADS_2