
"Sayang sekali, Anda tidak akan bisa mendapatkannya kali ini." Sofia tersenyum dengan puas.
"Benarkah?" Richi mendekatkan tubuhnya kearah Sofia.
"Ya!! Anda tidak aaakan daapat..." Ucapan Sofia terhenti karena Richi membelai tengkuknya.
Namun, Sofia memejamkan matanya dan kembali bicara.
"Mungkin Anda dapat mengambil tubuhku, tapi Anda tudak dapat mengambil hatiku." Jawab Sofia dengan gugup sambil mengalihkan pandangannya dari dada Richi.
"Kau pasti akan menginginkan ku Esme. Pasti." Bisik Richi ditelinga Sofia.
"Berharaplah sesukamu!" Sofia membuang muka.
Itulah yang terus mereka lakukan. Saling menggoda, menarik ulur, dan menggoda lagi satu sama lain.
Kapal terus berlayar semakin jauh meninggalkan
daratan. Hari-hari berlalu begitu saja tanpa ada satupun yang terjadi diantara mereka.
Richi masih memendam ribuan pertanyaan. Dan begitupun Sofia, menyimpan sejuta jawaban didalam hatinya tanpa berusaha untuk mengungkapkannya.
Sudah dua hari hujan badai kembali menghampiri Kapal Hades. Petir terus-menerus menyambar tanpa henti. Angin yang kencang berhembus dari segala arah membuat Kapal tidak beranjak dari tempatnya. Semua awak berlindung didek bawah, sebagian memenuhi dapur, Koki sebal melihat dapurnya yang bersih menjadi penuh sesak dan bau.
Sofia tidak beranjak dari kamar sejak adu mulut dengan Richi beberapa hari yang lalu. Dia lebih memilih diam, sedangkan Richi selalu berada didalam Kabin Kapten Hades.
"Kembalilah ke Kabinmu." Kapten Hades kesal terus melihat Richi berbaring diatas tempat tidurnya.
"Aku akan menyewa seluruh Kapal ini." Ucap Richi tanpa menghiraukan protes yang diajukan Hades.
"Aku tidak membutuhkan uangmu." Balas Hades ketus.
"Menyingkirlah!" Tambahnya.
Richi berguling kesamping. Sebenarnya Dia ingin sekali kembali ke dalam Kabinnya. Tapi Dia tidak ingin melihat Sofia yang terus-menerus memandangnya penuh dengan rasa benci.
"Tidak bisakah Kau memberikan apa yang dia inginkan?" Tanya Hades.
"Haah.." Richi menghembuskan nafas dengan berat.
"Kau tau sendiri, Kita tidak bisa merapat begitu saja sebelum menyelesaikan misi." Jawab Richi dingin.
"Aaaah, astaga. Kau sungguh menuruti perintah Nenek tua itu?" Hades mengacak-acak rambutnya.
"Kalian sungguh membuatku frustasi! Carilah perahu kecil dan antarkan Dia pulang!" Hades melempar sebuah peta keatas meja.
"Aku tidak akan melakukannya." Richi terkekeh melihat Hades kesal.
Hades membolak-balik dokumen yang berada diatas meja. Dia mengamatinya satu-persatu. Lalu keningnya kembali berkerut. Dia kembali menggelengkan lagi kepalanya.
"Sudahkah Kau menemukan semua tempat ini?"
"Aku sudah mengetahui lokasinya. Sisanya hanya beberapa tempat lagi. Barang-barang yang sudah diseludupkan akan diambil alih oleh Marinir."
"Cepat lah tangkap dia. Aku sedah lelah menemanimu bermain-main." Ucap Hades kesal.
"Padahal Aku sangat menikmati petualangan ini." Jawab Richi.
__ADS_1
"Petualangan pantatmu!" Hades mendengus kesal mendengar jawaban Richi.
Suara petir terdengar bersahut-sahutan. Kapal terombang-ambing begitu saja diatas laut. Badai masih menerpa Kapal Hades. Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil hati Tuhan kali ini. Terpaksa mereka bertahan untuk beberapa hari lagi tanpa pasokan makanan yang layak dan hanya dengan sisa makanan yang ada.
* * *
Sofia sudah sangat bosan. Tidak ada seorangpun yang menemaninya di dalam Kabin Richi. Hanya Ben yang terkadang datang, itupun hanya untuk memberikan Sofia beberapa biskuit yang sudah lembek dan air minum yang keruh.
BRAK!!
Pintu terbuka, terlihat Ben membawa sebuah baki dengan toples dan segelas air diatasnya.
"Biar Aku tebak! Biskuit dan air keruh?" Ucap Sofia.
"Kau sudah semakin pintar Esme!" Ben cukup senang mendengar perkataan Sofia.
"Apakah kalian tidak punya makanan lain?" Sofia benar-benar sudah muak dengan biskuit itu.
"Kita baru bisa menemukan makanan layak jika sudah mendarat, tentu saja sekarang kita bisa berlayar lagi karena badai nya sudah usai. Tapi perlu waktu untuk sampai ke daratan, Kukira butuh waktu 3 hari." Jawab Ben santai.
Raut wajah Sofia berubah pilu.
"Apakah Kau berencana membuatku kurus kering??"
"Tidak, tidak! Aku tidak suka membuat payudaramu kendur." Ben tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan Sofia refleks menutup bagian payudaranya.
"Dasar brengsek!"
"Apakah perkataanku salah? Haaa.. Semua orang menyukai payudaramu, bahkan beberapa awak kapal membicarakannya diatas sana." Ben tertawa semakin keras.
PLUK!!
"AAAH, Dasar wanita!" Ben berjalan keluar lalu menutup pintu dengan keras.
"Menjijikan!" Umpat Sofia.
* * *
Setelah sinar matahari mulai terang dan terasa hangat, Kapal Hades mengembangkan layarnya, lalu angin kencang berhembus dan kapal melaju dengan kecepatan penuh.
Tidak lama kemudian, terdengar suara gaduh diatas geladak.
Juru teropong berteriak dengan kencang.
"Kapal pedagang!"
"Kapal pedagang!"
"Saatnya bersenang-senang!" Ucap Hades bersemangat, lalu keluar dari dalam Kabin.
Richi menutup wajahnya dengan bantal dan tidak tertarik untuk naik ke geladak.
Sebuah Kapal mewah sedang melaju dengan kecepatan penuh, mereka mencoba berjarak sejauh mungkin dengan Kapal Hades. Namun, Kapal Hades tidak membiarkannya begitu saja, Layar hitam dikembangkan dan Kapal Hades berusaha menyusul Kapal mewah itu dengan kecepatan penuh.
"Kembangkan layar kedua!!" Teriak Hades dari dalam ruang kemudi.
__ADS_1
"Kapal semakin dekat!!" Teriak Juru teropong dari atas tiang.
Semua awak berteriak dengan kencang melihat Kapal mewah itu semakin dekat.
"Luncuran meriam!" Teriak Hades.
Meriam berwarna hitam dimasukan, kemudian api dinyalakan dan beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan yang sangat kencang.
BUUUM!!!
Sebuah bola meriam mengenai layar Kapal mewah itu, sehingga layarnya sobek dan kecepatan kapal berkurang. Kapal pedagang itu juga balas melontarkan meriam. Namun sayang, meriam itu tidak terkena sedikitpun pada Kapal Hades dan hanya jatuh ke air laut.
BUUUS!!!
Air laut terkoyak dan meluap ke atas sehingga berjatuhan seperti gerimis.
Semua awak tertawa terbahak-bahak.
Dalam sekejap saja Kapal Hades berhasil menyalip Kapal pedagang itu kemudian menabrakan bagian depan Kapal ke bagian samping Kapal itu.
Terjadi benturan yang sangat dahsyat.
Seluruh awak Kapal terjatuh ketika terjadi benturan, begitu pula dengan Sofia dan Richi yang berada diatas tempat tidur. Mereka terjatuh ke bawah dengan keras.
"Ayooo...!!!" Bamus berteriak dengan semangat.
Dalam sekejap saja, hampir seluruh awak Kapal Hades sudah memenuhi Kapal dagang itu. Mereka meloncat dengan begitu mudahnya. Menggunakan tambang dan bergelantungan seperti didalam hutan.
Awak Kapal dagang itu ketakutan, mereka lebih baik diam dan bersembunyi dari pada berperang dengan Perompak. Karena nyawa adalah taruhannya, mereka menyerah dengan mudahnya.
"Ambil semua bahan makanan!!" Teriak Koki dari atas dek.
Suaranya disambut dengan gelak tawa oleh semua awak.
Hal yang pertama awak kapal lakukan adalah pergi ke bagian dapur untuk mengambil semua bahan makanan. Lalu mereka kembali satu-persatu ke Kapal Hades untuk menyimpan jarahan mereka.
Kemudian menggeledah seluruh kapal dan mengambil barang-barang yang cukup berharga.
Kapten Hades hanya memperhatikan dari jauh seluruh awak kapalnya. Karena dirasa kapal dagang itu tidak melakukan perlawanan, maka Kapten Hades kembali ke dalam Kabinnya.
Sofia mengintip dari balik timbunan tambang. Dia memperhatikan semua yang terjadi.
Sofia sudah mulai memikirkan lagi hal gila lainnya.
Dia mulai menghitung jarak antara Kapal Hades dan Kapal dagang itu.
"Kukira, jaraknya sekitar 3 meter. Mereka melakukan hal yang cukup mudah." Sofia mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Aku bisa melakukannya! Ini akan jadi kesempatanku untuk pergi.
Saat Sofia merasa seluruh awak Kapal sudah pergi dari kapal dagang.
Dia naik ke atas tambang dan mulai mencoba berayun.
"Aku bisa!"
Namun, saat sudah semakin atas, detak jantungnya baru berdegup dengan cepat. Keringat dingin mengucur dari punggungnya.
__ADS_1
Dia mulai menghitung mundur.
"3.... 2.... 1....."