Pesona Sang Perompak

Pesona Sang Perompak
Kembali ke Kapal Hades


__ADS_3

Ditepi Pantai Pulau 'Le Paradise', Januari 1500.


Sofia masih terus memukul-mukul punggung Richi dengan keras.


"Turunkan Aku!"


"Turunkan Aku!"


"Turunkan Aku brengsek!"


"Berhentilah mengoceh dan begerak!" Richi memukul bokong Sofia dengan keras.


"Jangan sentuh Aku! ****!" Umpat Sofia.


"Kau yang memintaku untuk menyelamatkan mu tadi. Dan ini balasannya?" Richi kembali memukul bokong Sofia.


"Hentikan!"


Terlihat seseorang berlari dari kejauhan. Dia melambaikan tangannya ke arah Richi.


"Kau menemukannnya Tuan?" Sofia hafal suara itu, Ben.


"Seperti yang Kau lihat." Lagi-lagi Richi memukul pantat Sofia.


"Kalau Kau memukul ku lagi, Aku berjanji akan menggigit punggungmu sampai berdarah!!" Ancam Sofia.


"Lakukanlah sesukamu!" Jawab Richi.


Ben memutari Richi dan melihat Sofia sedang menahan tangisnya, dia memukul-mukul punggung Richi.


"Kau tampak sehat Esme." Ben tertawa memamerkan giginya.


"Kau senang melihatku sekarat?" Sofia memelototinya dengan dingin.


"Astaga, Kau semakin kejam saja." Ben tertawa terbahak-bahak.


"Dimana Kau menaruh perahu?" Richi menatap Ben.


"Aku mengikatnya disebatang pohon, Kau akan melihatnya sebentar lagi." Ben berlari menuju sebatang pohon yang telah tumbang.


Terlihat sebuah perahu kecil seperti yang dikatakan oleh Ben. Perahu itu mungkin hanya cukup untuk 3-4 orang.


Sofia mempunyai kenangan buruk dengan sebuah perahu kecil. Ingatannya saat tenggelam dulu membuatnya bergidik.


Tali perahu dilepaskan, mendorong perahu itu ke air. Richi menaikkan Sofia terlebih dulu, kemudian Dia naik dan disusul oleh Ben.


Sofia tidak berani bergerak, wajahnya terlihat pucat, dia hanya diam seperti batu.


"Esme, Kau baik-baik saja?" Richi memegang tubuh Sofia yang dingin.


"Mungkin dia teringat saat tenggelam dulu." Ujar Ben.


"Dia pernah tenggelam?" Richi terkejut mendengar pernyataan Ben.


"Ya, saat hendak naik Kapal Hades dulu, Bamus menjatuhkannya ke laut." Ben mengangkat kedua bahunya bersamaan.


Richi tidak berkata apapun, Dia langsung memeluk tubuh Sofia dengan erat.

__ADS_1


"Tenanglah, Kau akan baik-baik saja. Aku akan menjagamu." Richi mengelus kepala Sofia dengan lembut.


"Oh astaga, hentikan. Kalian membuat mataku sakit." Ben menggosok-gosok kedua matanya.


"Mendayung lah.." Ucap Richi tanpa menghiraukan perkataan Ben.


Sofia merasa aman dalam pelukan Richi. Dia menggenggam pakaian Richi dengan erat.


Ben mendayung perahu dengan cepat, dia tidak tahan berada diantara mereka.


"Menjijikkan." Gumamnya.


Kapal Hades terlihat semakin dekat. Terlihat beberapa awak kapal melambai-lambaikan tangan ke arah mereka.


"Nona....." Terdengar suara Top dari kejauhan, silelaki tua yang Sofia temui di dapur Kapal Hades.


"Nona...." Dia terus melambaikan tangan dan berteriak. Mau tidak mau Sofia mendongak dan melambaikan tangannya.


Terdengar suara gelak tawa dari atas Kapal Hades.


Entah mengapa, ada perasaan hangat yang terasa saat melihat Kapal Hades. Sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya dulu.


Ben semakin cepat mendayung, hingga akhirnya perahu kecil itu menabrak bagian belakang Kapal Hades.


DUKK!!


Perahu kecil bergoyang hebat, Sofia memegang lebih erat pakaian Richi.


"Turunkan tambang..." Teriak Top dari atas dek.


Sebuah tambang yang besar dan panjang menjuntai dari atas kapal. Richi memanjat tambang dengan mudahnya, padahal dia membawa Sofia ditangannya.


Wajah Sofia memanas, berubah menjadi merah seketika, karena wajah Richi terlalu dekat dengannya. Perasaan kesalnya yang dirasakan tadi meluap begitu saja bagaikan sebuah air yang memenuhi sebuah gelas.


Kapten Hades menunggu di atas geladak, dia bertepuk tangan bagaikan melihat sebuah pertunjukan.


"Selamat! Selamat! Akhirnya Kau menemukannya kawan!" Hades menepuk punggung Richi dengan keras.


"Berhentilah, tawamu terdengar menjijikkan." Ucap Richi kesal.


Bukannya berhenti, Kapten Hades malah semakin keras tertawa.


Awak kapal yang lain mengerumuni Richi bagaikan kumpulan lalat.


Mereka semua berlomba-lomba ingin melihat Sofia dari dekat.


"Anda baik-baik saja Nona?"


"Astaga, Anda terlihat lebih kurus.." Koki memelototi tubuhnya.


"Kau membuatnya takut!" Top memukul kepala koki.


"Aku hanya mengkhawatirkannya, Kau tau." Kepala Koki memelototi Top.


Richi tidak menghiraukan mereka dan berjalan terus menuju kabinnya.


Dia mendorong pintu dengan kakinya, lalu masuk dan menjatuhkan Sofia diatas tempat tidur.

__ADS_1


Sofia menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Kau harus mandi, dan gunakanlah pakaian ini." Richi melempar pakaian pemberian Sam.


"Mengapa Kau tidak memberikan kesempatan padaku untuk mengucapkan selamat tinggal pada Sam?" Sofia teringat Sam dan menahan air matanya.


"Ah, apakah sekarang Kau menginginkannya jadi teman tidurmu?" Richi mengusap bagian belakang kepalanya.


"Aku hanya ingin berpamitan!" Sofia berteriak.


"Kau akan bertemu lagi dengannya, tidak usah terlalu meributkan hal-hal kecil seperti itu." Jawab Richi


"Benarkah??" Raut wajah Sofia berubah cerah seketika.


"Kau terlihat senang ketika membicarakan pria lain di depanku. Berpikirlah sesukamu." Richi menjawab dengan malas.


"Kau sudah berjanji!"


"Aku tidak menjanjikan apapun. Pergilah ke kabin Hades. Kamar mandi hanya ada disana." Richi menaiki tempat tidur lalu berbaring disana.


"Apa... Apa yang Kau lakukan?!"


"Aku hanya berbaring ok? Aku lelah, jika Kau tidak ingin berada dikabin ini bersamaku, maka pergilah ke geladak atau kemanapun." Richi memejamkan matanya lalu memunggungi Sofia.


"Kau yang membawaku ke atas kapal ini! Dasar brengsek!" Sofia menendang punggung Richi dengan keras.


Tiba-tiba Richi membalikan tubuhnya dan menerkam Sofia.


"Dengar, Aku membawamu ke atas kapal ini hanya untuk membuat Gerald menderita! Dan jangan salahkan Aku jika aku akan membuatmu lebih sengsara lagi karena Kau terus menggangguku. Menjauhlah, ingat pesanku baik-baik."


"Dan ingat, Aku belum mulai memberi perhitungan denganmu!" Tambahnya.


"Kau tidak akan membuat siapapun menderita, Kecuali orang tuaku! Kau akan menyesali perbuatanmu!" Sofia mengambil pakaian lalu meninggalkan Richi seorang diri.


"Haaah, Kau dan mulut manismu." Richi mendengus lalu tertidur.


Sekarang Sofia sudah hapal letak kabin Kapten Hades, Dia tidak lagi tersesat ke dapur.


Sofia masuk begitu saja kedalam Kabin Kapten. Dia segera masuk kedalam kamar mandi dan menanggalkan mantel Richi yang sudah kotor karena terkena pasir.


Sofia membasuh tubuhnya tanpa sabun, dia teringat kejadian dipulau. Richi mengatakan bahwa tubuhnya berubah menjadi panas karena memakai sabun. Sofia tidak ingin mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya.


Sekarang, Dia mandi dengan cepat, badannya masih basah. Sofia mencari kain untuk mengeringkan sisa air yang menetes ditubuhnya.


Beruntung, sebuah mantel mandi tergantung dibelakang pintu, Dia menggunakannya dengan cepat.


Pakaian yang diberikan oleh Richi berasal dari Sam. Sofia mengamati pakaian itu sebelum menggunakannya.


Sebuah midi dress penuh corak bunga, berwarna kuning, berkerah dan panjangnya selutut, dengan kancing di bagian atas dan rok berbentuk A line terlihat manis sekali.


"Sam.. apakah pakaian ini akan cukup dipakai olehku?" Sofia memutar-mutar pakaian itu didepan tubuhnya.


"Harus! Aku tidak punya pakaian lain. Tapi, pakaian ini akan mengingatkan ku akan Sam. Aku mulai merindukan celotehannya." Gumam Sofia.


Benar saja. Pakaian itu sangat pas sekali ditubuhnya, kecuali bagian dadanya. Payudara Sofia hanya tertutup sebagian. Dia mencoba memaksa kancingnya agar tertutup, namun kancing tersebut malah lepas dan jatuh memantul.


"Astaga, pakaian ini sungguh membuatku malu." Sofia mencoba menutup bagian payudaranya yang terbuka dengan sebelah tangannya.

__ADS_1


Setelah selesai berpakaian Sofia bingung. Haruskah dia kembali kekabin Richi? Atau berada di Kabin Hades? Sungguh dua pilihan yang buruk.


Sofia memutuskan untuk pergi ke dapur saja, Dia lebih baik bertemu dengan Top dan Koki, dari pada berada di dalam kandang binatang buas!!


__ADS_2