
Lautan, Diatas Kapal Perompak. Maret 1511.
Angin sepoi-sepoi membuat bendera berkibar dengan indah. Suara kepakan ratusan burung yang terbang terdengar sangat jelas di atas geladak kapal. Salah satu awak kapal berinisiatif mengambil senjata api dan berniat berburu beberapa burung untuk makan siang hari ini.
Layar putih masih terbentang dengan rapih, juga bendera perompak hitam bergambar tengkorak putih. Beberapa awak kapal yang sudah tua diganti dengan awak kapal baru. Mereka masih remaja, namun sudah cukup berpengalaman dalam mengarungi lautan. Hades menemukan mereka semua ditempat berbeda ketika mengarungi lautan selama beberapa tahun ini.
Kapal Hades masih terlihat sama meskipun sudah lama berlayar, Hades secara rutin mengganti beberapa alat yang rusak maupun yang harus di betulkan. Persenjataan juga sudah sangat mutakhir hampir sama dengan milik Angkatan Laut Marine.
"Paman..."
Seorang pemuda tampan dengan mata hijau terus mengekor Kapten Hades kemanapun Dia pergi sejak mereka mulai berlayar beberapa jam yang lalu.
Hades berhenti berjalan dengan tiba-tiba lalu memegang pundak pemuda itu dengan erat.
"Dengarkan Aku, Anak muda."
"Panggil Aku Kapten."
"Karena Kau sedang berada di atas kapal Ku."
"Bukan istanan Mu yang megah itu."
"Dan berhenti mengikutiku!"
Hades kembali berjalan, namun tetap saja pemuda itu mengikutinya.
"Tapi Ibu menyuruhku memanggilmu Paman." Sang pemuda mengangkat kedua bahunya dengan percaya diri.
"Ah!"
"Menyebalkan!"
"******** tengik itu seharusnya menjagamu!"
"Bukan memberikanmu padaku!"
"Ayah sedang sibuk bekerja, Dan Ibu tidak mau Aku terus mengganggunya."
"Lalu, mereka bisa seenaknya membuatmu datang padaku?"
"Ah.."
Hahaha
Pemuda itu tertawa tanpa ekspresi.
"Ayah bilang, Aku akan mewarisi kapal ini suatu hari nanti." Sebuah senyuman kemenangan terlihat sangat jelas di wajah Sang pemuda.
__ADS_1
HAHAHA
Sang Kapten Kapal tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan pemuda itu.
"Dengar baik-baik Anak muda.."
"Kau butuh ribuan tahun jika ingin melakukannya."
"Dan yang paling penting, Kau harus melangkahi dulu mayatku jika ingin menjadi Kapten Kapal ini."
"Aku pasti akan mendapatkannya." Pemuda itu tersenyum dengan percaya diri.
Hades berjalan ke arah anjungan.
"Sam, berapa lama lagi kita akan tiba di Lilbert?"
"Sebentar lagi Kapten." Sam melirik ke arah Kapten Hades.
Raut wajah Sam berubah menjadi cerah ketika melihat pemuda itu.
"Tuan muda Dylan..."
"Anda sudah besar sekali..."
"Halo Sam!"
"Kau masih terlihat luar biasa!"
"Lady Sofia?"
"Ah.."
"Terimakasih banyak, semoga beliau berumur panjang." Sam tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.
"Astaga.."
"Sudah cukup basa-basi nya." Hades menepuk punggung Sam dengan cukup kencang.
Sam menatap Hades dengan kesal.
"Aku mengerti, Kapten."
"Sebaiknya Saya kembali bekerja Tuan Muda.." Sam kembali melihat peta dan mengatur kemudi.
Hades berjalan keluar, Dylan masih tetap mengikutinya.
"Mengapa Kau begitu dingin padanya?" Dylan menghalangi langkah Hades dengan cepat.
__ADS_1
"Ha.."
"Pemuda itu masih saja tetap sama seperti beberapa tahun yang lalu." Hades menggelengkan kepalanya.
"Sam?"
"Ya."
"Beruntunglah Ibumu karena dicintai oleh semua orang." Hades menepuk-nepuk punggung Dylan.
"Ah, Aku mengerti."
"Seperti cintamu pada Nenekku, Rossie?"
Hades membelalakkan matanya.
"Darimana Kau mendengar semua omong kosong itu?"
"Ibu mengatakannya.." Dylan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.
"Astaga!"
"Perempuan tidak tau diri itu!"
"Benarkah Paman?"
"Kau masih mencintai Nenekku?"
"Hentikan.."
"Ah!"
"Benar?"
"Astaga!!"
"Hentikan bocah!"
"Atau Aku akan menurunkan Mu di Lilbert nanti."
"Aku mengerti, Aku mengerti." Dengan cepat Dylan menutup mulutnya.
Angin masih berhembus sepoi-sepoi ke arah Kapal, matahari bersinar terang, langit tampak cerah tanpa ada sedikitpun awan. Satu hari lagi berlalu dengan damai ditengah lautan.
_Fin.
NB:
__ADS_1
Halo semuanya!! Selamat pagi.. Ini adalah akhir cerita dari "Pesona Sang Perompak" Terimakasih telah membaca semua episode dengan sabar dan pengertian. Semoga kisah ini membuat semua yang membacanya berkesan ya, sekali lagi Author mengucapkan terimakasih 🙏 Tolong dukung karya Author yang selanjutnya.
BFK.11