
Pulau Pace, Februari 1500.
Matarahari belum terlalu tinggi, sinarnya mulai terasa hangat dikulit. Udara segar menyapa Sofia diluar. Beberapa burung singgah diatas bunga matahari yang sudah mekar.
Cuit
Cuit
Cuit
Mereka saling bersahutan seperti berbicara satu sama lain.
Hades berjalan keluar dari Mansion dengan menggendong Sofia dilengannya. Dia terus berjalan melewati Paviliun Rose dan melewati halaman Mansion.
Sofia mulai merasa aneh, Dia menatap Hades dan menyipitkan kedua matanya.
"Kau ingin turun?" Hades menatap Sofia.
"Turunkan Aku."
"Tidak sebelum Kita sampai."
"Kemana Kita pergi?"
"Kau akan tau setelah Kita tiba."
"Kau menculiku?" Sofia mulai geram.
"Kau sudah diculik. Ingat?"
"Ah..."
Hades terkekeh melihat ekspresi Sofia yang kecewa.
"Ingin kembali ke Roseland?" Tanya Hades pada Sofia.
"Tentu saja. Richi akan mengantarku pulang." Sofia menjawab dengan percaya diri.
"Benarkah? Aku tidak tau Dia akan melakukan itu."
"Dia mengatakannya."
"Sungguh?"
"Ya!"
"Ah.."
"Apa yang membuatnya berubah pikiran?"
"Tentang apa?" Sofia bingung.
"Dari awal Dia Takan mengantarmu pulang."
"Apa yang membuatnya berubah pikiran."
"Itu.."
"Apa?" Hades sedikit penasaran dengan jawab Sofia. Dia berhenti berjalan dan menatapnya beberapa saat.
"Karena.."
"Karena apa?"
"Katakan padaku atau Aku tidak akan membawamu pulang ke Mansion."
"Dasar ********!" Sofia semakin kesal mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Hades.
"Cepat katakan.."
"Aku berjanji akan menikah dengan Duke tua pilihan Ayahku."
"Puas?!" Sofia menjawabnya dengan dingin.
"Duke tua?"
"Yeah, Duke tua."
"Duke tua di Roseland?"
"Tentu."
"Apakah ada seorang Duke tua di Roseland?" Hades mulai merasa curiga.
"Semua orang mengatakan hal seperti itu."
"Sekarang aku tidak peduli. Apakah dia Duke tua atau seorang penjahat pun. Yang jelas Aku hanya ingin kembali ke Roseland dan bertemu dengan Ayahku." Sofia menjawab dengan mantap.
"Ah..."
"Seorang penjahat pun? Kau tidak keberatan?"
"Aku harap Dia hanya seorang Duke tua dan bukan penjahat." Sofia mengoreksi kata-katanya.
Hades tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Sofia yang bingung dengan jawabannya sendiri.
Hades kembali berjalan setelah puas mendengar jawaban Sofia.
Mereka berjalan semakin jauh meninggalkan Mansion. Rumah-rumah semakin jarang dan hampir tidak ada satupun.
Hades berjalan melewati hutan yang rimbun, melewati danau kecil dan melewati kebun-kebun bunga. Sofia tidak banyak bicara, sesekali Dia mendongakkan kepalanya dan melihat ada dimana mereka.
Semakin lama Hades berjalan semakin pelan.
"Apakah Aku berat?" Sofia menatap Hades.
"Tidak sama sekali."
"Lalu?"
"Lihatlah, kita berjalan di air yang cukup dalam."
Sofia melihat kebawah dan ternyata mereka berjalan menyebrangi sungai yang cukup deras.
"Ah.."
"Kau harus berhati-hati Kapten."
"Tentu."
"Diamlah."
Sofia menuruti perkataan Hades, Dia kembali diam dan tidak lagi berbicara.
Terdengar suara air yang mengalir deras dari kejauhan. Sofia melihat kekiri dan kekanan, namun tidak melihat apapun.
"Kau ingin melihatnya?" Hades menatap Sofia.
"Tidak."
"Pergilah saat lukamu sembuh."
"Aku hanya ingin kembali ke Roseland."
HAHAHA
"Tentu saja." Jawab Hades.
"Apakah masih lama?"
__ADS_1
"Sebentar lagi sampai."
"Ah.."
Hades kembali berjalan dengan cepat. Samar-samar Sofia mencium wangi bunga Rose. Dia mendongakkan kepalanya. Didepannya terdapat hamparan kebun bunga Rose yang sangat besar.
Bunga Rose merah mendominasi tempat ini. Hanya ada beberapa Bunga Rose putih dan Rose biru. Sofia menyukai tempat ini. Dia tidak berhenti tersenyum.
"Kau menyukainya?"
"Ya.."
"Tempat ini sangat indah."
"Tentu.."
Hades berjalan ke arah gazebo kecil ditengah Padang bunga Rose. Dia menurunkan Sofia disana dan duduk disebelahnya.
"Apa yang Kau inginkan?"
"Ah, Kau sangat ingin kembali ke Roseland ternyata."
"Tentu!"
"Aku sangat ingin pulang!"
"Sebaiknya kita mengakhiri dengan cepat pertemuan ini."
"Baiklah.."
"Bisakah Kau bercerita tentang Rossie?"
"Rossie? Ibuku?"
"Kau mengenalnya?"
"Kami teman lama." Hades mengangkat kedua alisnya.
"Kau? Seorang Perompak sepertimu?"
"Apakah.. apakah Kau adalah cinta pertama ibu?"
"Katakan padaku!"
"Katakan!" Sofia mulai tidak bisa mengontrol emosinya.
"Aku?"
"Cinta pertama Rossie?"
"Siapa yang mengatakannya padamu?"
Hades mengerutkan dahinya.
"Semua orang mengatakannya!"
"Semua orang!"
"Ibuku pergi dengan kekasihnya!"
"Itu yang mereka katakan!"
HAHAHAHA
Hades tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Sofia.
"Astaga..."
"Astaga Rossie.."
"Lihatlah anakmu.." Hades menyeka air matanya yang keluar.
"Kau menyembunyikan Ibuku?"
"Kau membawa kabur ibuku?"
"Dasar ********!" Sofia memukul dada Hades berulang kali.
Hades mengangkat kedua tangannya.
"Tidak cantik.."
"Aku tidak pernah sekalipun menculiknya atau membawanya atau Kau boleh menyebutnya apapun."
"Dimana Ibuku?!" Sofia menatap Hades dengan marah.
"Kau harus menceritakan padaku dulu, bagaimana Rossie saat bersamamu."
"Aku tidak ingat!"
"Aku tidak ingat!" Sofia berulang kali menjawab hal yang sama.
"Aku tidak ingat!"
"Ah..."
"Baiklah.."
"Dimana Ibuku!"
"Dia disini.."
"Dimanaa?" Sofia tidak melihat siapapun.
Hades menunjuk sebuah pohon yang cukup besar. Pohon itu tumbuh diantara ribuan Bunga Mawar.
Sofia berjalan ke arah pohon dengan susah payah. Hades tidak membantunya sedikitpun.
Dia memutari pohon itu, namun Sofia tidak melihat siapapun.
Namun dengan cepat, matanya berhenti disatu titik. Dia membaca tulisan di batang pohon dengan perlahan.
'Dengan tenang dan damai'
'Telah beristirahat Rossie Sara Rosane'
'Desember 1490'
Sofia menutup mulutnya. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang dan terasa akan berhenti seketika. Nafasnya terasa tercekat, Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali dan kemudian terjatuh ke tanah.
BUGH
Hades berlari dengan cepat, dan membantu Sofia berdiri, namun lututnya terasa lemas. Dia bersandar di dada Hades.
Rasa perih mulai terasa di sudut matanya, Sofia sungguh tidak tau harus bagaimana, Dia menggelengkan kepalanya. Air mata mengalir dengan deras dari kedua matanya.
Uuuh
Uhhh
Uhhhhh
Huuuuuu
Huuuu
Huuu
"Ibuu.."
__ADS_1
Uuuh
Uhhhhh
Huuuu
"Ibuuuu, iii iibu..."
Uhhh
Huuuu
Huuuuu
Dada Sofia sangat sesak sekali, Dia memukulnya beberapa kali
BUK
BUK
BUK
Hades menahan tangan Sofia, Dia menarik Sofia kedalam pelukannya.
Uhh
Uhhhh
Huuuuuuu
Setelah agak tenang, Hades kembali menggendong Sofia ke gazebo.
Dia menurunkannya lagi disana.
"Kau baik-baik saja?" Hades mengusap kepala Sofia dengan lembut.
Sofia mengangguk dan mengusap ingus yang keluar dari hidungnya.
"Pakailah." Hades memberikan sebuah kain putih pada Sofia.
Sofia mengambilnya dengan cepat, lalu mengelap hidungnya yang basah.
Dia mengembalikannya pada Hades, namun Hades menggelengkan kepalanya.
"Aku masih punya beberapa dirumah."
"Ah, terimakasih." Sofia kembali mengelap hidungnya.
"Kau mengenal Ibuku?"
"Aku teman lama Ibumu."
"Bagaimana Ibuku bisa berteman dengan Perompak sepertimu?"
"Kau bisa bertanya padanya." Hades mengangkat kedua bahunya.
"Kau gila."
Hades tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan ketus dari mulut Sofia.
"Ibumu sudah lama sakit, jauh sebelum mengenal Ayahmu. Aku sudah mengenalnya."
"Dia menemuiku sepuluh tahun yang lalu di Lilbert."
"Mungkin saat itu Kau mengetahui bahwa dia pergi dengan kekasihnya atau apapun itu."
"Tentu!"
"Aku tidak tau Ibuku sakit!"
"Memang.. Ibumu melarang Ayahmu memberitahumu."
"Sungguh?"
"Ya.."
"Jadi kau memang cinta pertama ibuku?"
"Tidak, Ayahmu adalah cinta pertama ibumu."
"Sungguh?" Sofia senang mendengar hal tersebut.
"Ya."
"Jadi.."
"Ayah dan Ibuku saling mencintai?"
"Tentu.."
"Tapi, mengapa Dia bertemu denganmu?"
"Aku memang menjanjikan akan membawanya berlayar, tapi itu dulu sekali jauh sebelum kau lahir."
"Jadi.."
"Dia berlayar dengan Kapal Hades?"
"Tidak, tentu saja tidak."
"Dengan apa Ibu berlayar?"
"Dengan Kapal kecilku."
"Benarkah?"
"Ya.."
"Berapa lama kalian berlayar?"
"Tidak lama, hanya satu Minggu."
"Dan, disinilah Dia."
"Ini adalah tempat peristirahatan terakhirnya."
"Dia ingin tidur dibawah langit yang penuh bintang."
"Aku tidak tau.."
"Tentu saja."
"Apakah Ayah tau ibu berlayar?"
"Dia tau."
"Aku mengerti.."
Mereka tidak lagi berbicara. Sofia menautkan semua jari-jarinya, diam-diam Dia berdoa pada Tuhan agar Ibunya selalu bahagia dimanapun dia berada.
"Ayo kita kembali."
"Ya.."
Hades kembali menggendong Sofia dilengannya.
"Terimakasih.." Gumam Sofia.
Hades tidak mengatakan apapun, dia tersenyum mendengarnya, tentu saja Sofia tidak mengetahuinya.
__ADS_1