Pesona Sang Perompak

Pesona Sang Perompak
Pesta Debutante


__ADS_3

Roseland, Kerajaan. Desember 1499.


Akhirnya hari yang telah ditunggu oleh semua orang tiba. Namun, ini adalah hari yang sangat dihindari oleh Sofia. Pesta Debutante akan segera dimulai beberapa jam lagi.


Setelah insiden kaburnya Sofia, Ayahnya selalu menempatkan penjaga disetiap sudut rumahnya. Dia tidak ingin Sofia pergi lagi dan melewati pesta penting hari ini.


Seharian Sofia uring-uringan didalam kamarnya, dia tidak bisa keluar dari kamar, bahkan keluar keberanda nya pun tidak diperkenankan.


"Ayah.."


"Kau sungguh kejam!"


Bukk!!


Bukkk!


Buk!


Sofia menendang-nendang pintu kamarnya dengan cukup keras. Mau tidak mau Jasper naik keatas dan membuka pintu kamarnya.


"Kau sungguh anak nakal!" Jasper menjewer telinga Sofia cukup keras.


"Ayah!"


"Hentikan, kau menyakitiku!!" Sofia menggosok-gosok telinganya yang berubah menjadi merah.


"Kau akan melukai kakimu jika menendang pintu jati itu!"


"Apakah kau terluka?" Jasper merunduk untuk memeriksa kaki anaknya.


Terlihat sedikit merah, tapi tidak ada lecet.


"Duduklah dengan manis. Sebentar lagi beberapa orang akan datang dan membantumu berdandan."


"Aku tidak mau Ayah!"


"Kau sudah berjanji Sofi!"


"Argh!!"


"Baiklah.."


Sofia berguling-guling diatas tempat tidurnya dengan kesal. Tidak lama kemudian beberapa orang datang untuk membantunya berhias. Mereka bahkan membantunya mandi.


Kurang lebih tiga jam waktu yang dihabiskan Sofia untuk berdandan. Setengah jam lagi Pesta besar Debutante akan dimulai.


Sofia terlihat begitu cantik menggunakan gaun berwarna nude, dengan belahan dada yang cukup terbuka. Lehernya yang jenjang dihiasi kalung permata berwarna biru safir. Sebagian rambut Sofia diikat kebelakang seperti seorang putri, dengan kepangan kecil yang dilingkarkan sepanjang rambutnya. Tidak lupa Elie membantunya menggunakan sebuah topeng berwarna tembaga diwajahnya.


"Sempurna.." Elie puas dengan hasil kerjanya.


Sofia memutar tubuhnya didepan cermin besar dikamarnya. Dia tidak mengenal wanita yang ada didepannya. Sungguh sangat berbeda dengan dirinya. Sofia menjadi tidak percaya diri.


"Aku terlihat sangat cantik."


"Tapi itu bukan diriku."


"Apa yang Anda katakan Nona, Anda memang secantik ini." Elie tidak berhenti memandangi Sofia.


Seorang kusir kereta mengetuk pintu kamar Sofia.


Tok


Tok


Tok


"Nona, Ayah Anda telah menunggu dibawah."

__ADS_1


"Aku akan turun."


Semua pelayan telah menunggu kedatangan Sofia, mereka berbaris layaknya prajurit yang menunggu kedatangan atasannya.


Sofia turun dari anak tangga, semua mata memandangnya penuh rasa kagum, bahkan beberapa pelayan pria tidak bisa menyembunyikan senyumannya.


Ekhm


Ekhm


Jasper sengaja batuk agar semua orang berhenti memandangi putrinya yang sangat cantik.


"Kemarilah anak nakal." Jasper menggandeng tangan Sofia dengan lembut.


Perjalanan menuju kastil terasa begitu lama, karena tidak ada seorangpun diantara mereka yang memulai pembicaraan.


Dari kejauhan suara musik sudah terdengar, lampu-lampu yang indah berkilauan dari atas tebing. Letak kastil memang berada diujung pulau, dekat tebing yang langsung menghadap laut. Sehingga jalan menuju kesana hanya ada satu.


Ada banyak sekali kereta kuda yang melaju menuju kastil. Berbagai macam bentuk kereta kuda terlihat sangat cantik dan indah. Sofia baru pertama kali melihatnya.


Gerbang menuju kastil telah dibuka. Setiap orang yang ingin masuk wajib mengeluarkan tanda pengenal dari keluarga mana mereka berasal.


Namun, penjaga gerbang langsung menyuruh kereta kuda yang dinaiki oleh Sofia masuk begitu saja, tanpa adanya pemeriksaan.


Mungkin karena kereta kuda ini sudah berlambangkan kerajaan. Marquess Jasper sudah terlalu sering memasuki kastil, sehingga Ratu memberikan salah satu kereta kebanggaannya.


"Sofia, bersikaplah sopan." Hanya itulah kata-kata yang keluar dari mulut Ayahnya.


Mereka telah sampai di pintu masuk, kusir kereta kuda membantu Sofia turun. Namun, ayahnya hanya melambaikan tangan dan mengatakan akan menemui Ratu terlebih dahulu.


Dengan berat hati, Sofia berjalan sendirian menyusuri lorong yang sangat panjang. Dia berpapasan dengan beberapa orang yang sering muncul di majalah harian yang dikoleksi oleh salah satu pelayannya.


"Mereka terlihat sangat cantik."


"Aku seperti itik buruk rupa."


"Bersyukur sekali tema pesta kali ini memakai topeng."


"Apakah hanya Aku yang diabaikan?"


Dia terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan mata yang terus memandanginya.


"Ini adalah pesta debutante pertama dan terakhirku, aku janji." Gumamnya.


Ruangan ini sangat besar sekali, mungkin seukuran lapang bola. Lampu-lampu yang indah menggantung diatas langit-langit. Kubah yang bulat dengan ornamen malaikat yang menari dengan sayap putih kecil dipunggungnya. Sangat mewah dan cantik sekali, ini adalah pertama kalinya Sofia melihat kubah yang sangat besar, dan tanpa penyangga dimanapun.


"Apakah ruangan ini aman?"


"Sungguh?" Dia bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri.


"Dan sekarang Aku tampak seperti orang bodoh."


Dari kejauhan Sofia dapat mendengar suara Lady Amber yang sangat nyaring.


Sayup-sayup dia mendengar namanya disebut oleh Lady Amber.


Karena penasaran, Sofia berjalan mendekat.


"Ya, Lady Sofia.."


"Benarkah?"


"Aku mendengarnya sendiri."


"Seorang Duke tua?"


"Sungguh malang sekali."

__ADS_1


"Akupun berfikir begitu."


Sofia tidak tahan mendengarnya. Kemudian dia berjalan mendekat dan menarik seseorang yang dirasanya cukup pantas menjadi pasangannya.


Pria itu bertubuh tinggi, memiliki warna rambut coklat dan sedikit pirang dibagian atasnya, warna matanya mengingatkannya pada Richi, biru sebiru danau Ble.


"Maafkan Aku, maukah kau membantuku sebentar?" Tanpa mendengar jawaban dari pria itu, Sofia terus menarik tangannya dengan kuat.


"Halo Nona-nona.." Sofia mengangguk dan tersenyum.


"Ah Lady Sofia.." Mereka terkejut, namun dapat mudah mengenali Sofia, karena hanya dia perempuan berkulit pucat di Roseland.


"Siapakah pria yang ada disebelah Anda?"


"Ah, dia pasanganku." Sofia terseyum bangga.


"Apakah Anda bergurau?"


"Tentu saja tidak." Jawab Sofia santai.


"Kabarnya Anda akan menikah dengan seorang Duke tua."


Pria disamping Sofia tidak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum.


"Jangan membual Lady Sofia." Lady Amber kesal karena nanti dia akan dicap sebagai tukang bohong.


Sofia sudah kehabisan akal, namun tiba-tiba sebuah ide gila muncul dibenaknya.


Dia berjinjit dan menarik kepala pria yang tidak dikenalnya itu mendekat, lalu menciumnya dengan tiba-tiba.


Semua orang yang ada diruangan itu terkejut, termasuk pria yang ada disebelahnya. Dia tidak menyangka ada wanita yang berani melakukan hal tersebut didalam kastil tepat saat pesta debutante.


"Astaga, hal gila apa yang terjadi?"


"Lihatlah mereka!"


"Ini pemandangan langka!"


Dari kejauhan Jasper yang melihat tingkah putrinya sangat terkejut, dengan langkah yang sangat cepat, dia menarik Sofia dari kerumunan dan menyeretnya dengan sedikit paksa.


"Astaga Sofia!!!"


"Anak nakal ini!!"


"Tunggu-tunggu Ayah, Aku belum mengucapkan terimakasih pada pria itu!"


Sofia mencoba melepaskan tangan Ayahnya yang menariknya begitu kuat. Dengan segenap tenaga, dia berlari kedalam. Namun, terlambat.. pria itu telah menghilang.


"Padahal itu ciuman pertamaku.."


"Tapi Aku tidak tau siapa pria yang kucium."


"Sungguh menyedihkan."


Jasper melihat putrinya dari kejauhan. Dia sudah tidak tau harus melakukan apalagi terhadap Sofia. Jasper harus mengambil keputusan yang sulit.


"Sofia!"


"Cepat kemari!'


Sofia berlari dengan kencang, karena seluruh mata terus memandang ke arahnya. Tak terkecuali Ratu yang duduk di singgasananya, dia dapat melihat dengan jelas sekali kejadian itu, dan tidak bisa berhenti tertawa diatas sana.


Notes :


Kerajaan Roseland terletak di Roseland, lokasinya jauh dari kota dan dekat dengan tebing.


Tema Debutante Ball saat ini adalah topeng. Semua orang menggunakan topeng. Hanya anggota kerajaan yang menggunakan topeng berwarna hitam, dan tidak ada yang mengetahuinya selain mereka yang memakainya.

__ADS_1


Seorang Lady harus menjaga sopan santunnya dan tidak membuat onar ditempat umum. Harus bisa menjaga dirinya.


Lady Sofia Esmeralda satu-satunya wanita yang berkulit pucat, sama seperti Ayahnya Tuan Marquess Jasper.


__ADS_2