
Lautan, Diatas Kapal Perompak Hades. Januari 1500.
Pada hitungan ke 1 tiba-tiba, angin berhembus dengan kencang, sehingga tiang-tiang saling bertabrakan dan Sofia yang telah melompat dari tali tidak sampai ke atas Kapal dagang malah tercebur ke dalam laut.
BYUUUR..!!!
Kapten Hades yang berada diatas dek melihat Sofia tercebur dan langsung berlari ketepi kapal dan melompat kedalam air tepat dimana Sofia tenggelam.
Sofia tenggelam diantara kedua kapal, sehingga cukup sulit untuk menemukannya.
Air laut yang dingin langsung masuk kedalam hidungnya, wajahnya terbentur sangat keras pada permukaan air, sehingga Sofia merasa sangat kesakitan.
Sofia menendang-nendang kakinya, mencoba untuk naik ke permukaan. Beruntung midi dress yang ia gunakan tidak seberat gaun yang dulu dia gunakan.
Penglihatannya sudah mulai kabur karena air laut yang asin masuk kedalam matanya.
Awak kapal saling berteriak diatas geladak, mereka panik melihat Sofia tenggelam. Ben masuk kedalam Kabin Kapten Hades dan memberitahu Richi yang telah terjadi.
Tanpa berpikir panjang Richi melompat dari tempat tidur dan berlari keluar kabin.
Dia melihat Hades sudah ada dibawah dan mencoba menggapai Sofia. Namun Tubuh Sofia masih terlalu jauh dan ombak terus-menerus menggoyangkan Kapal sehingga Hades harus berhati-hati agar tubuhnya tidak terbentur.
Richi membuka pakaiannya dan lompat ke arah Sofia.
BYUUUUUR!!!
Air yang dingin langsung menghantam tubuh Richi.
Dia berenang dengan cepat kearah Sofia.
Hades memberikan aba-aba pada awak kapalnya agar menjauhkan kapal dari area tenggelamnya Sofia.
Ben langsung menuju kemudi dan mengembangkan layar, sehingga Kapal bergerak dan sedikit menjauh dari sana.
Sofia sudah tidak punya tenaga lagi untuk menggerakkan kakinya. Semua energinya sudah terkuras. Dia kembali teringat kenangan buruk saat tenggelam dulu. Seluruh tubuhnya menggigil.
Sofia mulai mengingat semua momen bersama Ayahnya. Dan secara tiba-tiba dia teringat saat bersama dengan Ibunya. Saat bermain bersama, berbagi cerita dan secara tiba-tiba ibunya menghilang begitu saja.
Sofia menangis dengan keras, sehingga air laut masuk kedalam mulutnya, dia terbatuk dan hampir kehabisan nafas.
Kapten Hades naik ke atas Kapal, dia mempercayakan Sofia pada Richi.
Richi berenang dengan sekut tenaga, tangannya hampir menyentuh tangan Sofia.
Namun, Sofia sudah terlalu lelah dan berhenti menggerakkan kakinya, Sehingga tubuhnya tenggelam dan masuk kedalam laut seluruhnya.
__ADS_1
Air laut yang keruh karena badai membuat Richi sulit untuk menemukan Sofia.
Richi menyelam kedalam, beruntung Sofia menggunakan pakaian berwarna kuning, sehingga Richi dapat melihatnya dalam keadaan keruh walaupun sekilas.
Richi kembali kepermukaan untuk mengambil nafas, lalu kembali lagi menyelam dan berhasil menggapai tubuh Sofia yang sudah tidak bergerak.
Dengan cepat, Richi memberikan nafas buatan padanya, beberapa gelembung telihat keluar dari hidungnya, namun Sofia masih belum sadarkan diri.
Kemudian Richi naik ke permukaan dan berenang kearah Kapal Hades.
Ben menurunkan tambang dan membantu menarik Sofia lebih dulu.
Awak Kapal Dagang ikut melihat pemandangan yang langka itu, mereka tidak lagi merasa takut setelah melihat perlakuan perompak pada wanita yang tenggelam itu.
Namun dengan kecepatan penuh mereka meninggalkan tempat kejadian dan berharap tidak pernah lagi bertemu dengan Kapal Hades.
Ben membaringkan Sofia diatas geladak.
Kapten Hades memberikan pertolongan pertama saat tenggelam, dia memberikan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Hades menekan-nekan dada Sofia dengan kedua tangannya yang dikaitkan sebanyak 10 kali, lalu memberikan nafas buatan 2 kali, lalu menekan lagi dadanya sebanyak 10 kali dan memberikan nafas buatan lagi 2 kali.
Tidak berselang lama kemudian Sofia memuntahkan seluruh air yang masuk kedalam mulutnya, dengan cepat Richi memiringkan tubuh Sofia, agar air laut keluar semua.
Semua awak kapal menahan nafas melihat Sofia yang tidak bergerak. Mereka semua memang belum mengenal Sofia, namun Top dan Koki selalu membicarakannya sehingga mau tidak mau mereka menyimpan perasaan iba dan khawatir.
Setelah Sofia mengedipkan matanya beberapa kali, Richi membopongnya dan berjalan kedalam Kabin Hades, dia membaringkan Sofia diatas tempat tidur, membantu membuka pakaiannya dan menyelimuti tubuhnya.
Mata Sofia masih terpejam, padahal sudah lewat dari beberapa jam dia tenggelam. Richi menunggunya sudah sejak tadi. Beberapa bulir keringat muncul diatas dahinya, dengan sabar Richi mengelapnya.
Ben masuk kedalam Kabin dan membawakan bubur dengan beberapa potong daging sapi diatasnya dan satu gelas susu hangat.
Dia meletakkannya diatas meja.
"Makanlah, Hades menunggumu dibawah." Ucap Ben.
Richi tidak menjawab perkataan Ben. Dia terus mengamati wajah dan dada Sofia yang bergerak naik turun.
"Dia tidak mati Richi."
"Tapi Dia hampir mati!" Jawab Richi.
"Tapi Kau menyelamatkannya."
"Entah apa yang akan terjadi jika saat itu aku tidak bisa menggapai tubuhnya!" Richi mengepal-ngepalkan kedua tangannya. "Perempuan bodoh!" Gumamnya.
"Mengapa Kau tidak mengantarnya pulang saja?"
__ADS_1
"Mengantarnya? Lalu, Gerald sialan itu akan bahagia! Dia akan langsung menikahinya!"
"Kenapa dengan menikahinya? Apakah Kau menyukainya Richi?"
"Sungguh, Kau dan Hades mempunyai mata yang keliru!" Ucap Richi.
"Jadi, apakah Kau membencinya?"
Richi tidak menjawabnya.
"Menurut pandanganku, sebenarnya Kau menyukainya kurasa. Namun, rasa ego dalam otakmu terus-menerus menyangkalnya dan selalu mengingat Gerald dan menyalahkan Esme atas semuanya."
"Tutup mulutmu!" Richi menatap tajam Ben.
"Maaf-maaf.." Ben mengangkat kedua tangannya.
"Jangan menyebut nama ******** itu diatas Kapal ini, Kau akan mendapat sial!" Richi terkekeh.
"Astaga, Jangan tersenyum seperti itu, Kau membuat bulu kudukku berdiri." Ben bergidik mendengar Richi tertawa.
"Aku akan menjaganya sampai Dia sadar. Kau pergilah dulu." Richi kembali mengamati pernapasan Sofia.
Mau tidak mau Ben pergi dari dalam Kabin.
"Bangunlah gadis bodoh! Kau harus bertanggung jawab atas semua hal yang terjadi!" Richi mengacak-acak rambutnya.
* * *
Sudah hampir seharian Richi tidak keluar dari dalam Kabin. Hades membawa sebotol minuman dan beberapa buah apel ditangannya lalu masuk kedalam kabin.
Terlihat Richi tertidur disebelah Sofia, tangannya yang besar menggenggam tangan Sofia yang mungil.
"Astaga...."
"Apa yang harus Aku lakukan sekarang Ross?" Gumam Hades.
"Apakah ini balasan mu padaku?"
Hades duduk diatas tempat tidur, lalu memandangi Sofia dan Richi yang tertidur lelap.
"Seandainya Kau masih hidup. Kau pasti akan menertawakan ku." Hades melihat jauh ke atas. Pikirannya jauh menembus kapal dan kembali mengingat masa itu.
"Rossie, lihatlah Dia.." Hades memandang Sofia.
"Dia sangat mirip denganmu, semua hal tentangnya mengingatkan ku padamu. Aku sungguh tidak tau harus berbuat apa sekarang. Seharusnya laki-laki itu lebih menjaganya, karena semua sifatnya sama persis denganmu!" Hades tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Dia kembali memandang Richi dan Sofia. Bibirnya tersenyum, air mata hampir keluar dari pelupuk matanya.
"Rossie..." Gumamnya perlahan.