
Ibukota Roseland, Desember 1483.
Tahun ini Rossie genap berusia 16 tahun, dimana ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan dirinya sebagai Debutan. Ibu dan Ayahnya sudah berusaha semaksimal mungkin membujuk Rossie agar menghadiri pesta yang sering diselenggarakan di Roseland, namun Rossie selalu bersikukuh menolaknya.
Dia selalu beralasan merasa kurang nyaman berkumpul bersama orang-orang yang tidak dikenalnya. Namun, ada yang berbeda kali ini.
Hari ini akan diselenggarakan Pesta Debutante bertepatan dengan ulangtahun Ratu Roseland, Ratu Ranee. Setiap Pria dan Wanita lajang berlomba-lomba memakai pakaian dan aksesoris yang menarik untuk mengambil hati pasangannya. Begitupula yang sedang dilakukan oleh Rossie.
Sudah seminggu Rossie berkeliling mencari gaun untuk digunakannya saat Debutante nanti. Ibunya sangat terkejut mendengar keinginan Rossie yang mendadak itu.
Setelah hampir mengunjungi seluruh toko, akhirnya Dia menemukan Gaun yang diinginkannya.
Sebuah Gaun berwarna merah yang sangat mencolok, dengan potongan leher yang rendah, sehingga akan memperlihatkan payudaranya yang indah, dan memperlihatkan tubuhnya yang ramping.
Ibunya dengan senang hati memberikan Rossie sebuah kalung permata besar berwarna Jamrud. Kalung itu terlihat sangat pas menempel didadanya.
"Rossie sayangku.. Kau terlihat sangat mengagumkan.." Bisik Ibu ditelinga nya.
"Hentikan Ibu! Kau membuatku malu!" Rossie menutup wajahnya yang berubah merah.
"Aku yakin Marquess Jasper akan terpesona melihatmu!!"
Semua pelayan setuju dan mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka tidak berhenti kagum melihat kecantikan nona mudanya.
"Kalian berlebihan! Jangan membuatku salah tingkah!" Rossie berteriak cukup keras, sehingga semua orang menertawakannya.
"Anda sangat cantik Nona..." Seorang pelayan wanita menatapnya tanpa henti.
"Tentu saja, Dia putriku satu-satunya!" Ibu Rossie memeluknya dengan erat.
"Tentu saja Nyonya, Anda jauh lebih cantik!" Pelayan itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
Rossie dan pelayanannya yang lain terkikik melihat Ibunya yang pura-pura malu.
Kepribadian Rossie berubah 180 derajat setelah bertemu dengan Jasper.
Dia juga tidak tau mengapa bisa begitu, namun Jasper selalu membuatnya nyaman. Meskipun Jasper tidak banyak bicara, namun Rossie selalu mengerti kemana maksud perkataannya.
Keberadaan Jasper membuat Rossie melupakan insiden kematian putri Charlotte dengan cukup cepat, sehingga kedua orang tua Rossie sangat senang dengan kedekatan mereka.
Setelah Jasper melihat Rossie menangis waktu itu di tempat berobat, Jasper mengantar Rossie pulang. Kedua orang tua Rossie sangat khawatir karena Rossie menghilang, namun kekhawatiran mereka hilang begitu saja setelah melihat anaknya pulang diantar oleh seorang lelaki tampan yang baik dan sopan.
Sejak saat itu, Jasper sering berkunjung kerumah Rossie dengan alasan ingin melihat beberapa tanaman anggur, karena memang Jasper adalah pemilik perkebunan anggur terbesar di Roseland.
Sikap Jasper yang sopan membuat kedua orang tau Rossie nyaman dan percaya menitipkan Rossie padanya. Jasper sudah mengetahui bahwa Rossie hanya akan bertahan hidup beberapa tahun lagi, namun semua itu tidak menyurutkan niatnya untuk lebih dekat dengan Rossie, dia tidak mempedulikan hal itu dan hanya melakukan apa yang dia inginkan saat itu.
"Kau akan menghadiri Debutante bulan depan?" Tanya Jasper disela-sela pembicaraannya dengan Rossie.
"Debutante? Di istana?"
"Ya.."
Rossie mengaitkan jari-jarinya.
Jasper menatap mata Rossie dan menggenggam tangannya.
"Kau harus hadir! Aku akan berada disana." Jasper tersenyum dengan tulus.
Mau tidak mau, Rossie mengangguk pasrah dan membalas senyumannya. Entah apa yang merasukinya, namun Rossie sudah tidak bisa lagi menarik perkataanya.
__ADS_1
Sejak saat itulah dia terus-menerus berlatih berdansa dan melatih kemampuannya yang lain karena tidak ingin terlihat buruk dan mempermalukan Jasper saat Debutante Ball nanti.
Tidak terasa, Pesta Debutante akan berlangsung beberapa jam lagi.
Rossie sudah mempersiapkan semua hal penting dan akan segara berangkat dengan kereta kudanya.
Setiap Debutan, wajib diantar oleh orang tuanya. Karena Pesta ini seperti melepas masa lajang dan Debutan akan pulang dengan membawa pasangan. Ini sudah seperti momen terakhir orang tua melepas anaknya untuk berjuang.
"Apakah Aku terlihat cantik?" Dia berputar-putar didepan Ayah dan Ibunya saat turun dari kereta Kuda.
"Kau terlihat luar biasa sayang.." Ayahnya menyeka air mata di pelupuk matanya.
Ibunya sudah sejak tadi menahan tangis.
"Berhati-hatilah sayang.."
"Tentu! Aku akan baik-baik saja.." Kalian kembalilah. Rossie mencoba tersenyum dengan senang dan tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir.
Padahal jantungnya sudah berdegup tidak karuan sejak tadi, ini adalah pesta pertamanya seumur hidup, Dia tidak ingin sampai mengecewakan siapapun, termasuk dirinya.
Rossie berjalan dengan perlahan memasuki istana, Dia tidak ingin kakinya sampai tersangkut gaunnya yang cukup panjang.
Tumitnya terasa cukup sakit, karena dia menggunakan hak yang cukup tinggi.
"Hak bodoh ini! Aku tidak akan pernah menggunakannya lagi."
"Siapa yang bodoh?" Suara Jasper terdengar lembut ditelinga nya.
Rossie terkejut dan memutar tubuhnya.
"Tuan Jasper.." Rossie terpana melihat Jasper menggunakan setelan Tuxedo berwarna hitam dengan kemeja putih tanpa dasi, Dia tidak sanggup berkata-kata.
Pipi Rosir bersemu merah, dia sangat malu dan ingin menghilang saat ini juga.
Semua orang yang melintas memperhatikan mereka. Mereka mengetahui sang pria, dia tidak lain adalah Tuan muda Marquess Jasper, namun mereka tidak mengetahui siapa wanita yang sedang bersamanya.
Dengan cekatan, Jasper menggandeng lembut tangan Rossie dan berjalan disampingnya.
"Aku tidak akan melepaskan mu, sehingga tidak ada seorangpun yang berani menatapmu.." Bisiknya ditelinga Rossie.
Wajah Rossie memanas, Dia tidak mengerti apa yang dikatakan Jasper, tapi dia tersenyum penuh kebahagiaan.
Kedua orang tua Rossie yang melihat dari jauh menangis bersamaan. Mereka tidak tau bahwa Putri mereka satu-satunya akan pergi ke pesta seperti ini dan mendapatkan pasangan luar biasa seperti Marquess Jasper. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa dan tiada tara.
Setelah tenang melihat Rossie bersama Japser, akhirnya mereka meninggalkan Istana dengan hati bahagia.
"Apakah kakimu tidak sakit?" Jasper melihat kaki Rossie yang tertutup gaun.
"Bagaimana Kau mengetahuinya?"
"Karena sekarang Kau terlihat lebih tinggi dari biasanya." Jasper tertawa dan menutup mulutnya.
Rossie menutup wajahnya dan menatap tajam Jasper.
"Maaf, maaf.." Jasper berhenti tertawa dan kembali memandang Rossie.
"Seharusnya Kau tidak perlu datang, Aku takut seseorang akan mengambilmu.."
"Hentikan Tuan, Kau membuatku malu.." Rossie menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku berkata sungguh-sungguh.." Japser menatap mata Rossie dengan lembut.
"Aku tau.." Rossie menjawab malu-malu.
"Mari kita berdansa.."
Rossie mengangguk.
Jasper memberikan tangannya dan Rossie menyambutnya. Mereka berdansa diiringi oleh lagu yang ceria, semua mata memandangnya penuh rasa iri.
Jasper adalah seorang Marquess muda yang masih lajang, semua orang ingin berkenalan dengannya, setelah menunggu akhir tahun untuk melihat Jasper. Namun, harapan mereka pupus begitu saja ketika melihat Jasper datang dengan menggandeng seorang wanita berkulit pucat.
"Apakah ada yang tau siapa wanita itu?"
"Aku baru pertama melihatnya."
"Dia membuatku iri!"
"Oh astaga, lihatlah Taun Jasper, Dia begitu mempesona!"
Semua wanita tidak berhenti memandangi Jasper.
"Apakah Tuhan akan menghukum ku karena berdansa denganmu?" Tanya Rossie saat tatapannya beradu dengan Jasper.
Jasper hanya terkekeh mendengar pertanyaan Rossie.
"Tuhan tidak, tapi mungkin setengah wanita diruangan ini akan mengikutimu, sepertinya Aku punya pekerjaan sampingan sekarang." Jasper tersenyum jahil.
"Hhaaaa, Aku tidak selemah itu!" Rossie dengan sengaja menginjak kaki Jasper.
"Aah, maafkan Aku Lady.. ini salahku.." Japser mengedipkan sebelah matanya.
Setelah alunan musik berhenti, Jasper berjalan mundur dan berlutut didepan Rossie.
"Tuan.. apa yang Anda lakukan?" Rossie menutup mulutnya.
"LADY ROSSIE SARA ROSANNE.. MAUKAH ANDA MENIKAH DENGAN SAYA?"
Semua orang terkejut mendengar pernyataan tiba-tiba yang keluar dari mulut Marquess Jasper. Begitupun Rossie, Dia tidak menyangka Jasper akan melakukan hal seperti itu.
Rossie terdiam, Dia tidak segera menjawab. DIa bingung dan hampir menangis karena semua orang memandangnya dan menunggu jawabannya.
Mata mereka terfokus pada Rossie, tidak ada satupun yang melakukan kegiatan, mereka semua benar-benar menunggu jawaban Rossie.
"Rossie.. maafkan Aku, Aku tau Kau sangat terkejut, tapi.. kumohon.. menikahlah denganku.. Aku mencintaimu, Aku mencintaimu sejak pertama melihatmu.. suka dan duka mari kita jalani bersama..." Jasper menundukkan kepalanya.
Jantung Rossie berdebar tidak karuan, rasanya debarannya akan berhenti begitu saja jika dia tidak menjawabnya dengan cepat. Rossie mengepalkan tangannya, dia mengumpulkan semua keberaniannya.
Dia melihat Jasper, kemudian berjalan mendekat kearahnya dan mengangkat tangan Jasper, lalu menganggukkan kepalanya.
Sontak semua orang bertepuk tangan riuh menyambut pasangan baru.
Jasper tidak segan-segan lagi terhadapnya, lalu dengan cepat Dia memeluk Rossie dan mencium keningnya dihadapan semua orang yang hadir di malam Pesta Debutante Ball.
Wajah Rossie kini sudah semerah kepiting rebus, Dia tidak bisa menyembunyikannya dimanapun.
Seseorang memperhatikan Rossie dari kejauhan.
"Syukurlah, Kau akan bahagia sekarang...." Gumamnya.
__ADS_1
Lalu, lelaki muda itu pergi meninggalkan keramaian dan menghilang didalam kegelapan malam.