
Lautan, Diatas Kapal Perompak Hades. Maret 1500.
Pagi itu langit tampak cerah, ombak sudah mulai tenang sejak semalam. Hujan dan badai pun sudah berlalu sejak beberapa jam yang lalu. Para awak kapal kembali bersemangat seperti mentari pagi itu yang bersinar sangat hangat.
Awak kapal yang sakit sudah mulai membaik walaupun kondisinya belum benar-benar fit dan tidak sebaik dulu setelah meninggalkan Pulau Pace, namun mereka sudah bisa kembali melakukan pekerjaannya.
Hades sedang sibuk melihat peta diatas Anjungan, Dia belum beristirahat sama sekali sejak kemarin, sedangkan Richi berada diatas tiang pengamat diluar, Dia juga belum beristirahat sama sekali.
Tok
Tok
Tok
"Kapten.." Ben membuka pintu dan masuk kedalam Anjungan.
Hades tetap melihat peta tanpa menghiraukan kedatangan Ben.
"Mm.."
"Tuan.."
Barulah Hades menengok ke arah Ben yang sedang menggaruk kepalanya.
"Tuan Richi mengatakan cuaca hari ini cerah dan .."
"Apa?"
"Dan Dia merindukan Esme.." Ben setengah ingin muntah mengatakannya. Dia jijik mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya.
"Astaga, bocah itu." Hades menggelengkan kepalanya.
"Kembangkan layar utama. Kecepatan penuh kearah selatan."
"Siap, Kapten!" Ben berlari dengan cepat keluar. Beberapa saat kemudian Kapal benar-benar melaju dengan kencang.
Tidak lama setelah itu, Richi masuk dengan bersiul kedalam Anjungan.
"Apa yang Kau inginkan?" Hades menatap Richi yang tersenyum penuh misteri.
"Tidak ada.." Richi mengangkat kedua alisnya.
"Kata-katamu tidak bisa dipercaya."
"Katakan atau Aku akan mengurungmu lagi."
"Sungguh.."
"Tak ada apapun."
"Lalu?"
"Aku hanya senang cuacanya membaik secepat ini, dan kita akan segera tiba."
"Ah.."
"Kita masih membutuhkan 3 hari perjalanan laut dan 2 hari darat."
"Tentu.."
"Tetap 3 bulan kawan."
"Tidak lebih."
"Terserah padamu."
Richi kembali bersiul dan meninggalkan Hades, kemudian berjalan kedalam kabinnya.
* * *
Seperti yang dikatakan Kapten Hades, mereka tiba di Pulau Rayons 3 hari kemudian tanpa ada hambatan apapun. Informan yang mengabari Hades telah menunggu didermaga tempat kapal-kapal berlabuh.
Kapal Hades berjajar dengan kapal-kapal Perompak lain disana. Namun, hanya Kapal Hades yang berukuran besar.
Kapal Blanc sudah merapat lebih dulu disana. Hades menendangnya beberapa Kali, sedangkan Richi meludahinya.
"Apa yang dilakukan ******** itu disini?" Richi melompat dari Kapal ke bebatuan yang besar dan mendarat di Pulau Rayons.
"Haruskah kita bertanya jika berjumpa?" Hades menyilangkan kedua tangan di dadanya.
"Lakukan semaumu." Richi berjalan lebih cepat dan mendahului Hades ke arah kereta kuda yang sudah menunggu di dekat hutan.
"Hoii.."
"Meskipun Kau berjalan secepat itu, tetap saja kita akan sampai dua hari lagi."
Hades tertawa terbahak-bahak melihat Richi yang kesal.
Seorang lelaki paruh baya berjalan menghampiri Hades dengan tergesa-gesa.
"Kapten!"
"Kapten!"
Hades membalikan badan dan melihat lelaki tua yang Dia kenal dengan baik itu menghampirinya.
Lelaki itu memeluk Hades dengan erat.
"Astaga..."
"Sudah lama sekali!"
"Tentu, bagaimana kabarmu Pak tua?"
HAHAHA
__ADS_1
Lelaki tua itu tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Hades.
"Aku masih kuat seperti dulu Hades!" Dia memperlihatkan otot perutnya yang masih terlihat sempurna.
"Tentu saja!"
"Bagaimana kabarnya?"
"Joy? Dia sangat baik. Pulanglah.."
HAHAHAHA
"Setelah misi ini selesai tentu saja."
"Akan selesai lebih cepat dari rencana sepertinya."
"Sungguh?"
"Ya, bocah muda itu ingin segera menemui kekasihnya."
HAHAHAHA
"Sungguh?"
"Memang hanya cinta yang bisa melakukannya."
"Seperti itulah hal yang Kau lakukan dulu. Setiap akhir taun mengunjungi Lilbert tanpa melakukan apapun."
"Menunggu seseorang yang tak pernah datang."
HAHAHA
Hades tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Lelaki tua itu.
"Aku tidak melakukannya sekarang." Hades tersenyum pahit.
Lelaki itu menepuk-nepuk pundak Hades dengan kencang.
BUK
BUK
BUK
"Tentu saja!"
"Mari kita naik kereta!"
Mereka berjalan menuju kereta yang telah menunggu. Terlihat Richi sudah duduk didalam kereta dengan wajah ditekuk.
"Tuan Richi.." Lelaki tua itu mencium pipi kiri dan kanan Richi.
"Astaga!"
"Tentu saja Tuan!"
"Saya merindukan Anda!!"
"Hentikan Gusto, Kau sudah terlalu tua. Pulanglah, Joy sendirian disana."
HAHAHAHA
"Saya akan pulang jika Anda mengijinkannya Tuan."
Gusto dan Hades duduk bersebelahan didalam kereta kuda. Tidak lama kemudian kereta meluncur dengan kecepatan penuh.
Gusto adalah pengasuh Richi saat masih kecil. Dia adalah seorang kepala pelayan saat itu. Sedangkan Joy adalah pengasuh Hades, setelah kedua orang tua Hades meninggal, Joy yang mengurus Hades sampai dewasa. Joy adalah cinta bertepuk sebelah tangannya Gusto kala itu, namun seiring berjalannya waktu, Joy dapat menerima perasaan Gusto. Mereka menikah dan tinggal di Pulau Pace, namun sampai saat ini Gusto tetap bekerja dibawah kepemimpinan Ratu Ranee. Bahkan sekarang keberadaannya di Pulau Rayons merupakan sebuah pekerjaan.
* * *
"Siapakah yang akan Anda nikahi, Tuan?" Gusto menatap Richi yang sedang melihat keluar jendela.
"Seorang gadis yang menakutkan.." Bahu Richi bergidik, sedangkan Hades tertawa melihat perilakunya.
"Lantas mengapa Anda ingin menikahinya, Tuan?"
"Aku ingin seseorang yang dapat membuatku takut, sehingga Aku akan terus bersamanya sepanjang waktu." Richi tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapih.
Gusto tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Richi.
"Astaga, Tuan."
"Saya kira, Saya tidak akan pernah menangis lagi. Namun ternyata salah, Saya tertawa sambil menangis."
Gusto kembali tertawa melihat Richi yang kesal.
"Hentikan Pak tua, jangan sampai Dia melarikan diri dari misi ini."
Hmpt
Gusto menutup mulutnya dengan cepat.
"Saya juga ingin secepatnya pulang, Tuan!" Gusto mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ah, sudah berapa lama Kau berada di Rayons?"
"Mungkin sekitar 2 tahun, Tuan."
"Awalnya Nenek Anda ingin Saya mengurusi beberapa masalah yang ada disini."
"Namun, kemudian Beliau memberikan perintah lain sehingga kepulangan Saya sedikit terhambat."
"Ah, tentu saja!"
"******** brengsek itu terus menyusahkan orang lain."
__ADS_1
"Benar Tuan, Saya beberapa kali memergokinya membawa puluhan wanita. Namun, Beliau berpesan harus menunggu kedatangan Anda terlebih dahulu."
"Nenek tua itu ingin Aku sendiri yang menangkapnya."
"Begitupun yang Saya pikirkan, Tuan."
"Apakah Kau yakin Dia tidak melarikan diri?" Giliran Hades yang bertanya.
"Kemarin Dia masih berada disana, Tuan."
"Semoga saja begitu.."
"Ah.."
"Aku punya firasat buruk, Hades.." Richi dan Hades saling bertatapan.
"Kupikir begitu."
"Dia akan melakukan segala cara untuk menurunkan posisimu. Dan ini adalah pulau terakhir yang jadi kebanggaannya. Kurasa Dia mempersiapkan sesuatu."
Gusto hanya mendengarkan dengan seksama, karena tugasnya hanya mengamati dan tidak ikut campur dalam kegiatan apapun, itulah yang diperintahkan Ratu Ranee padanya.
Kereta kuda terus melaju kearah kota Rayons dengan kecepatan penuh. Sesekali mereka terbentur ke atap karena kereta berbelok dengan tajam.
Perjalanan memerlukan waktu dua hari tanpa istirahat. Richi yang memintanya terus melakukan perjalanan dan sesekali berhenti hanya sekedar untuk makan dan minum. Gusto sudah mempersiapkan segalanya dengan sempurna, sehingga mereka tidak perlu waktu yang lama untuk membeli dan mencari bahan makanan.
Hari pertama dilewati tanpa hambatan, mereka sudah menempuh hampir separuh perjalanan. Namun hari kedua ada beberapa masalah yang terjadi.
Kusir kereta mengatakan Kudanya sudah tidak sanggup lagi menarik kereta, sehingga mereka berhenti dipasar terdekat untuk membeli kuda baru.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan.
"Gusto, apakah kusir kereta ini berbeda dengan kusir pertama?" Hades mulai merasa curiga.
"Yaa, Dia merekomendasikan temannya."
"Dimana Kau menemukan kusir pertama?"
"Dia menghampiriku ketika sedang berada di pasar untuk membeli kuda."
"Sungguh?"
"Ya.."
"Dia dengan senang hati ingin mengantar hanya dengan separuh bayaran." Gusto mengangkat kedua alisnya.
"Astaga, Gusto..." Richi menggelengkan kepalanya.
"Gerald sudah mengetahui Kau mengikutinya." Hades berkata tanpa ekspresi.
BRUGH
Suara kencang terdengar sampai kedalam kereta.
Dan Kereta kuda tiba-tiba melaju dengan kencang.
Richi, Hades dan Gusto berpegangan pada kereta dengan erat.
"Astaga.."
"Apa yang terjadi?" Gusto tampak bingung.
"Hades, lihatlah apa yang terjadi!"
Hades membuka tirai yang menghubungkan kereta dan kusir. Dia terkejut ketika tidak menemukan siapapun yang mengendarai kereta.
"Lihatlah!"
Richi dan Gusto sama-sama terkejut.
"Astaga.."
"Dia melompat tadi!!"
Kuda melaju semakin cepat karena kusir tadi melukai punggungnya sebelum melompat meninggalkan kereta.
"Hades, Aku akan mengendari kuda itu, peganglah sebentar tali kekangnya."
Dengan cepat Hades berpindah dari kereta kebagian tempat duduk kusir. Kemudian mencoba mengendalikan Kudanya. Richi menyusulnya, lalu mencoba menaiki Kuda yang sedang marah itu.
"Cobalah untuk menahannya Hades!"
Hades menarik talinya agar Kuda melambat, namun Kuda itu tidak mengikuti arahan Hades, mereka semakin dekat dengan tikungan.
"Hades didepan tebing!"
Gusto tidak berbuat apapun, Dia berpegang erat pada kereta dan berdoa dengan mata tertutup.
"Berhati-hatilah Tuan!!" Gusto berteriak dari dalam kereta.
"Lepaskan Kuda dari Kereta Hades!!"
"Lakukan!!"
"Kau akan terbanting Richi!"
"Lakukan saja atau Kau akan mati!"
"Cepat Hades!"
Kuda melaju semakin kencang saat Richi menaiki punggungnya, mereka akan melewati tikungan tajam. Hades mencoba melepas tali Kuda dengan kereta secepat mungkin.
Namun terlambat, mereka melewati tikungan dengan kecepatan penuh.
BRUGH
__ADS_1