Pesona Sang Perompak

Pesona Sang Perompak
Beberapa Kejadian


__ADS_3

Roseland, Januari 1500.


BUUK!!


Suara cambukan terdengar dari arah kusir yang sedang mengendarai kuda.


Ron mencambuknya beberapa kali agar Kuda berlari lebih cepat.


BUK!!


Suasana didalam gerbong cukup tegang. Keringat mengucur dari dahi Elie, sedangkan Marquess Jasper tak henti-hentinya mengepalkan kedua tangannya.


Elie memeluk lukisan itu dengan erat, dia tidak mau barang berharga itu sampai hilang.


Perjalanan menuju Istana Kerajaan dirasa cukup singkat. Ron mengendarainya dengan sangat cepat, beberapa kali Marquess Jasper dan Elie hampir terguling dari kursi.


Tidak lama kemudian Kuda berhenti berlari, Dia berjalan cukup lambat, lalu kemudian berhenti sepenuhnya.


Ron membuka pintu kereta setelah mereka berhenti didepan gerbang.


"Tuan, Kita sudah sampai.."


Marquess Jasper mengangguk dan mengajak Elie untuk turun dari kereta.


"Cepat ikuti Aku."


"Baik, Tuan..." Dengan cepat Elie mengekor Marquess Jasper.


Beberapa orang penjaga berdiri didepan pintu masuk, mereka menundukkan kepalanya setelah melihat Marquess Jasper.


Seorang pria bertubuh mungil berlari dengan cepat kearahnya.


"Tuan Marquess.."


"Apakah Anda ingin menemui Yang Mulia Ratu?"


"Benar sekali Count.."


"Apakah beliau sedang tidak ada kegiatan?"


"Beliau sedang berkumpul bersama beberapa bangsawan, mungkin akan selesai sebentar lagi."


"Ah.."


"Bagitukah.."


"Apakah ini mendesak Tuan?"


"Ini sangat mendesak, bisakah secara pribadi Anda menyampaikan pesan Saya?"


"Tentu saja!"


"Saya akan kembali dengan kabar baik."


Count France berlari menuju Aula utama dengan cepat.


Marquess Jasper memandang Elie.


"Sebaiknya kita menunggu didalam."


"Ikuti Aku."


"Baik Tuan.." Elie kembali mengikutinya dengan cepat.


Marquess Jasper berjalan kedalam Aula, beberapa pelayan datang dan mengikutinya dari belakang.


Dia duduk di Sofa yang biasa di gunakan saat bertemu dengan Ratu, Elie berdiri dibelakangnya masih dengan memeluk lukisan Sofia.


Seoran Pelayan lelaki mendorong sebuah meja beroda dengan beberapa gelas teh dan kue kering diatasnya. Kemudian meletakkannya diatas meja.


"Kau sudah makan?"


Tidak ada jawaban dari Elie.


"Elie! Kau sudah makan?" Jasper kembali bertanya.


"Belum Tuan.."


"Duduklah.."


"Tapi..." Elie merasa malu untuk duduk didepan Tuannya.


"Aku tidak akan mengulanginya."


"Baik Tuan.." Dengan cepat Elie duduk dikursi sebelah Marquess Jasper dan meletakkan lukisan itu dipangkuannya.


"Makanlah.."

__ADS_1


Elie tidak menjawab, dia hanya mengangguk kemudian mengambil beberapa potong kue dan memasukan kedalam mulutnya dengan cepat.


Sudah lama sekali sejak Elie makan sesuatu yang lezat. Pikirannya selalu terombang-ambing pada saat Sofia dibawa oleh anggota kelompok Hades. Dia sudah tidak memikirkan lagi makanan yang masuk kedalam perutnya.


"Enak..." Gumam Elie.


Elie menyesap teh hangat yang disajikan oleh pelayan istana. Rasa manis terasa di ujung lidahnya.


Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki mendekat.


Dengan cepat Elie meletakkan cangkir yang dipegangnya.


TUK!!


"Tuan..."


"Yang Mulia Ratu sudah selesai. Beliau akan menemui Anda beberapa saat lagi." Count France berbicara dengan terengah-engah.


"Baik, Terimakasih Count." Jasper menganggukkan kepalanya.


Count tersenyum dengan puas melihat Marquess Jasper tersenyum.


Tidak lama kemudian beberapa pelayan Ratu datang dan disusul kedatangan Yang Mulia Ratu kemudian.


Elie terkejut, dengan cepat dia bangkit dan membukukan punggungnya.


"Belas kasih Anda tidak terkira Yang Mulia Ratu.." Ucap Elie dengan sopan.


Ratu hanya mengangguk, kemudian mengedarkan pandangannya pada Marquess Jasper.


"Yang Mulia.. " Jasper menganggukkan kepalanya.


Ratu mengibaskan tangannya, kemudian seluruh pelayan meninggalkan tempat itu dengan cepat. Elie kembali berdiri dibelakang Marquess Jasper dengan wajah menunduk.


"Sepertinya Kau terburu-buru Japser."


"Apakah ada hal yang terjadi?"


"Yang Mulia.."


"Maafkan kelancanganku.."


"Ada apa?"


"Katakanlah.."


Jasper menatap Yang Mulia Ratu dengan pandangan memohon.


"Yang Mulia.."


"Putriku, Sofia.."


"Diculik.."


Yang Mulia Ratu membelalakan matanya, Dia sangat terkejut mendengar kabar ini dan hampir tidak percaya dengan pendengarannya.


"Apa Kau bilang?"


"Sofia diculik Yang Mulia.."


"Siapakah yang berani melakukan hal itu?" Yang Mulia Ratu tampak marah.


"Elie, berikan.." Jasper menyodorkan tangannya, kemudian Elie memberikan Lukisan itu.


"Ini yang dilukis putri Saya Yang Mulia..." Jasper memberikan Lukisan itu pada Ratu.


Wajah Yang Mulia Ratu memucat, Dia terkejut melihat wajah siapa yang ada diatas Kanvas itu.


"Astaga.." Ratu menutup mulutnya yang menganga.


"Tidak mungkin Jasper!"


"Ini suatu penghinaan!" Yang Mulia Ratu tampak marah, beberapa otot wajahnya menegang.


"Dengan penuh kasih Yang Mulia, Saya berkata yang sesungguhnya."


Yang Mulia Ratu memandang Jasper dan Elie bergantian.


"Baiklah, ceritakan padaku..."


Jasper memandang Elie dan menyuruhnya duduk dikursi.


"Lekas, ceritakan semuanya padaku.." Yang Mulia Ratu menunggu penjelasan Elie.


"Ah tunggu.." Ratu menahan Elie yang akan bercerita.


"Apakah Kau tau siapa lelaki ini?" Ratu memandang Elie dengan curiga.

__ADS_1


"Maaf Yang Mulia.. "


"Nona Sofia mengatakan pada Saya nama pria ini adalah Richi.." Elie berbicara dengan tergagap.


"Richi?" Jasper dan Ratu saling berpandangan.


"Benar.."


"Dimanakah kalian bertemu?" Jasper memulai pertanyaan.


"Saya dan Nona Sofia bertemu dengan Tuan Richi sehari sebelum pesta Debutante bulan lalu dipusat Kota, Yang Mulia."


"Lalu? Apa yang terjadi?"


"Seorang pria aneh yang belakangan saya ketahui adalah salah satu awak kapal Hades mencoba mengganggu Nona, kemudian Tuan Richi membantu Nona, saat itulah pertemuan pertama kami."


Dahi Ratu Ranee berkerut, Dia mencoba mencerna hal yang terjadi.


"Lanjutkan."


"Saat itu lelaki itu memanggilnya Tuan Richi, sehingga Saya dan Nona Sofia mengetahuinya."


"Saat menjelang malam, Nona Sofia melarikan diri dari rumah, Nona bercerita pada saya Dia bertemu dengan Tuan Richi lagi dan lelaki yang bernama Hades di kedai 'Je souffre et aime', Kapten Hades ingin membawa Nona saat itu, beruntung beberapa perwira datang ke kedai itu."


Raut wajah Tuan Jasper menegang, Dia tidak tau putri semata wayangnya mengalami hal seperti itu.


"Nona melukis wajah Tuan Richi karena Nona bilang Tuan Richi tampan dan baik." Wajah Elie tersipu malu.


Secara tidak sengaja Elie melihat sebuah lukisan besar yang tergantung didepannya.


Dia terkejut dan menutup mulutnya.


"Astaga..."


"Ada apa?" Ratu Ranee memandang Elie.


Elie menunjuk lukisan yang ada didepannya.


Dan.....


Tok


Tok


Tok


"Nona Elie, makan malam sudah siap." Terdengar suara Chris dari luar.


"Yaa.. terimakasih.." Jawab Elie.


Suara langkah kaki terdengar menjauh.


"Ah mengganggu saja, lanjutkan Elie.." Sofia menatapnya penuh harap.


Secara tiba-tiba Elie teringat pesan Richi, dia menutup mulutnya.


"Lanjutkan Elie!"


"Lanjutkan!"


"Ya begitulah Nona.."


"Yang Mulia Ratu menyuruh Saya dan Tuan menunggu.."


"Kau menghentikan perkataanmu tiba-tiba.."


"Apa yang Kau sembunyikan?"


"Tidak ada Nona, tidak ada..." Elie mencoba untuk terlihat seyakin-yakinnya.


"Benarkah?"


"Hanya itu?"


"Benar!"


"Saya yakin!"


"Ah Elie..."


"Lalu bagaimana dengan Duke tua itu?" Mata Sofia kembali bersemangat.


"Ah.."


"Anda akan menikah dengannya?"


"Aku sudah berjanji pada lelaki brengsek itu! Aku tidak bisa menjilat ludahku sendiri."

__ADS_1


Elie mencoba menahan tawanya sebisa mungkin. Dia membelai rambut Sofia beberapa kali.


'Nona yang malang' Gumam Elie dalam hati.


__ADS_2