
Suara dering ponsel membuyarkan ku dari tulisan setiap kenangan di dalam buku yang ada di tanganku, ku tutup buku harian dan meletakkan kembali ke laci.
"Katakan? " ucap ku setelah menggeser tombol hijau di layar.
"....... " jawab seseorang dari seberang.
"Awasi terus dan pastikan dia mendapatkan apa yang telah ku siapkan dan jangan terlalu sering menghubungi ku hanya untuk hal sepele! " ucap ku setelah mendengar apa yang ingin orang ku sampaikan.
Tut..
Ku putuskan sambungan telepon dan meletakkan ponsel ku kembali ke saku celana ku, ku lihat foto-foto di dinding itu. Sasaran ku selanjutnya sudah dalam tahap pengawasan dan hanya menunggu tanggal mainnya, membuat darah ku tidak sabar untuk merasakan ketakutan bagi para pendosa itu.
"Giliran mu selanjutnya, tunggulah aku mencabut nyawa sampah mu itu! " gumam ku dengan melemparkan sebuah pisau ke arah foto seorang pemuda dengan gaya pakaiannya yang culun.
Jika di lihat sepintas pasti tidak akan ada yang menyangka pemuda culun itu bisa menjadi moster demi sejumlah uang, ternyata uang membuat buta. Pemuda itu kini hidupnya telah berubah 100 derajat dari kehidupan sebelumnya, gaya nya tidak lagi culun melainkan menjadi salah satu mahasiswa yang keren di kampusnya.
__ADS_1
Banyak gadis yang mendekati nya sekarang, tidak seperti dulu yang hanya memiliki seorang teman yang tulus menjadi kawannya. Namun jiwanya itu adalah jiwa pengkhianat sehingga mengkhianati temannya sendiri demi segepok uang yang di tawarkan sang pelaku utama.
Hendri itulah nama nya, pemuda culun dengan tubuh kurus kering nya yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dengan penampilan baru nya kini Pemuda itu mulai suka bermain wanita di luaran sana sebagai pembuktian pada kelompok baru nya bahwa pemuda itu bisa bergaul seperti pemuda lainnya.
Dilihat nya layar laptop yang menampilkan skema rencana pembunuhannya, sebuah jebakan telah di siapkan dan sudah seminggu Hendri masuk ke dalam jebakannya. Pemuda itu benar-benar sudah lupa kehidupan melarat nya yang dulu dan bergaya seakan menjadi pemuda kaya raya yang keren membuat darah ku mendidih dengan tingkah sok nya itu.
"Tunggu sebentar lagi, pasti menjadi giliran mu! Sebelum itu aku akan melihat seberapa jauh kehidupan bebas itu mempengaruhi otak kecil mu itu! " ucap ku menutup Laptop dan merebahkan diri ke dalam kasur empuk yang selalu menjadi tempat penghilang lelah dan penat ku selama ini.
....................
Tok... Tok.. Tok..
"Masuk lah! " jawab Leo dengan mata yang masih fokus dengan berkas di depannya.
"Agen Leo, ini berkas dari korban kasus pembunuhan yang terjadi selama satu tahun ini. Dan ini laporan dari seluruh tempat cindera mata yang Anda inginkan. " ucap Dito menyerahkan setumpuk file dan satu file terpisah di atas meja Agen Leo.
__ADS_1
"Apa semua ini sudah lengkap? " tanya Leo mulai memeriksa satu berkas paling atas.
"Iya Pak. Semua lengkap dan dapat dipercaya, apa masih ada lagi yang harus saya lakukan pak? " tanya Dito.
"Pergilah dan istirahat dulu, biarkan aku melihat semua ini dulu. Jika aku butuh sesuatu pasti akan ku hubungi kamu." jawab Leo dan mulai fokus dengan membaca berkas.
"Baik Pak permisi." ucap Dito dan meninggalkan ruangan agen Leo.
Satu persatu sudah di baca namun semua itu seperti ada sesuatu yang terlewat, ntah kenapa firasat nya mengatakan akan ada berita pembunuhan sebentar lagi. Saking serius nya membaca setiap file, Tiba-tiba sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam HP nya, yah begitulah jika HP tidak dalam mode senyap maka hanya akan membuat nya terkejut jika sedang fokus dengan sesuatu.
[Persiapkan diri mu! Waktu mu Hanya 1 Minggu dari sekarang! Clue kasus selanjutnya *Dia terlihat seperti superstar namun Kenyataannya dia hanya seekor tikus di jalanan*]
"Apa maksudnya ini? Satu minggu, aku harus menemukan titik terang dan setidaknya harus punya target yang mendekati sasarannya. Semoga saja tidak terlambat." gumam Leo menarik rambutnya.
Pesan itu membuat jantung nya berpacu bagai lari maraton, ada target yang terus memacu waktu untuk mengatakan waktu terus berjalan dan tidak akan terulang kembali. Yah seperti itulah ketika di hadapkan pada kasus yang penuh misteri dan kasus kali ini sungguh berbeda bagi Leo, karena sang Pelaku sendiri menyertakan dirinya dalam permainan. Meskipun tidak tahu kenapa pelaku itu menyeret nya tapi Leo merasa semua itu pasti ada hal besar yang menjadi alasan sang pelaku membawa seorang Agen terbaik ke dalam permainan nyawa.
__ADS_1
.....,..............
"Akan ku lihat apakah kemampuan mu masih sama seperti dulu atau sudah lebih baik! " ucap ku setelah mengirimkan pesan ke no yang sangat ku kenali.