Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Kata Maaf dan Terimakasih


__ADS_3

𝙏ð™Īk.. Tok.. Tok.


"Permissi Tuan, sudah waktunya makan siang. " ucap seseorang dari balik pintu.


Ak yang tidak mendengar hal itu karena menggunakan headphone tetap masih melanjutkan pekerjaan, karena banyak yang harus diselesaikan secepatnya.


"Apa Tuan itu masih marah karena kejadian tadi, bagaimana jika iya. Aku harus apa. " gumamnya dengan rasa cemas.


"Ehem! " seseorang berdehem dari belakang nya.


"Tuan Gio? Maaf saya.. Em hanya ingin menyampaikan makan siang sudah siap. " ucap gadis itu menunduk.


"Tenanglah.Beliau pasti sibuk bekerja hingga melupakan dunia nyatanya. " ucap Gio sedikit tertawa karena kebiasaan bossnya.


"Tapi Tuan, tadi saya tidak sengaja menumpahkan jus. Bagaimana jika Tuan Ak masih marah karena itu? " ucap gadis itu ragu.


" what? Apa dia mengatakan sesuatu setelah itu? " tanya Gio menatap gadis di depannya yang hanya dijawab gelengan kepala.


"Syukurlah.Biar aku yang menghampiri Boss. Lakukan pekerjaan mu kembali. Dan tenang saja soal hal kecil seperti itu. Ok. " ucap Gio dan membuka kamar boss nya tanpa permisi.


"Aku harap tidak akan ada masalah lagi. " gumam nya setelah Gio menghilang di balik pintu.


Seperti dugaan nya, Boss nya yang gila kerja masih terpatri di depan laptop dan headphone nya tanpa peduli dengan hal lain, mungkin jika hujan bunga atau hujan batu pun tidak akan mengusik dunia nya itu. Sebagai seorang sahabat dan orang kepercayaan Selama bertahun-tahun membuat Gio memahami tanpa perlu berfikir lagi jika mengenai boss nya ini, bayangan yah itulah dirinya, layaknya bayangan yang tidak bisa bicara dan hanya mengikuti sang Tuan namun bayangan ini berbeda Karena Dion bisa menyuarakan segala perasaan dan pandangan nya tanpa khawatir akan persetujuan atau penolakan dari boss nya itu.


"Permisi Tuan. Bolehkah saya mengganggu anda? " ucap Gio sambil menepuk bahu Boss nya pelan agar tidak terkejut.


"Hmm." jawab Tuan Ak dan melepaskan headphone nya.


"Ayolah Boss. Ini liburan bukan kantor! Aku fikir akan libur dan bersenang-senang disini. Uft ternyata masih saja bekerja. " keluh Gio tanpa memberikan jeda ucapannya.


"Kamu ini laki-laki atau perempuan hah! Cerewet sekali! " jawab Tuan Ak menelisik penampilan Gio dengan seksama.


"Stop! Aku normal boss. Jangan melihat ku seperti itu. " ucap Gio sambil menutup dadanya yang terbuka karena pakaian atas yang sengaja dibuka kacingnya agar lebih cool .


"What! Pergi ke dokter sana! Fikiranmu melantur. " ucap Tuan Ak yang seperti dianggap pemangsa sesama jenis.


"Trus boss ngapain lihatin aku begitu? " tanya Gio menaikkan alisnya.


"Lihat saja sendiri di depan cermin! Awas itu terbang gak balik lagi, baru tahu rasa. " jawab Tuan Ak dan menutup laptopnya beralih memandang jendela yang terbuka.


"Apa yang salah dengan penampilan ku. " gumam Gio langsung mencari cermin dan meneliti penampilan nya di depan cermin lemari.


"Sial.Memalukan sekali, apa Asma tadi melihat ini juga. " gerutu Gio yang terdengar oleh Tuan Ak.


"Asma? Kapan gadis itu kemari? " tanya Tuan Ak tiba-tiba dengan tatapan mata ke arah Gio yang masih didepan cermin.


"Tadi sebelum aku masuk. Tapi Tuan yang satu ini melupakan dunia saat tenggelam dalam pekerjaan. Katanya makan siang sudah siap dan aku meminta dia untuk kembali bekerja saja. " jawab Gio tanpa basa basi.


"Oh.Cepatlah! Tutup barangmu itu. " ucap Tuan Ak meninggalkan Gio di kamar sendiri.


"Huft pasti sudah dipecat jika boss ku orang lain, apalagi jika terjadi saat rapat. Mau taruh mana muka ku. " gerutu Gio setelah membenarkan resleting celana nya yang terbuka.


...............


"Siang Tuan, Silahkan duduk. " ucap Pak maman begitu melihat Tuan Ak datang ke ruang makan.


"Dimana yang lain Pak? Kenapa sepi sekali. " tanya Tuan Ak yang melihat sekeliling sangat sunyi.


"Iya Tuan. Kedua putri saya sedang berbelanja untuk keperluan di villa sedangkan Nona Asma berada didapur menyelesaikan pekerjaan nya Tuan. " jawab Pak Maman.


"Mari makan bersama Pak. Panggilkan Nona Asma juga. " ucap Tuan Ak dengan sopan.


"Tapi.. " ucap Pak Maman.


"Lakukan perintah Tuan Ak Pak! " potong Gio yang sudah sampai di ruang makan, dirinya tahu boss nya tidak suka mengulang perintah, apalagi saat boss nya itu sudah bicara dengan sopan dan lembut.


Pak Maman hanya bisa mengangguk dan pergi menuju ke dapur.

__ADS_1


"Santai lah Bro. Dia orang yang lebih tua, ingat itu! " ucap Tuan Ak pada Gio.


"Maaf boss. Aku hanya sudah lapar tidak mau menunggu karena perdebatan sepele. Hehe. " jawab Gio seenaknya.


Tanpa menunggu lama Pak Maman dan Asma datang dengan membawa jus strawberry yang sangat segar, meletakkan ditengah diantara hidangan lainnya.


"Wah, mari makan, sudah tidak tahan lagi ini melihat makanan yang sangat menggoda. " ucap Gio tanpa basa basi.


"Stop! Hormati orang yang lebih tua! " ucap Tuan Ak langsung menghentikan tangan Gio yang ingin segera melahap semuanya.


"He maaf Boss. Mari Pak Maman duduk disini. " ucap Gio mendorong kursi disamping nya agar Pak Maman duduk di sana, melihat perlakuan tamu kali ini justru membuat nya sungkan tapi tidak mau tamu nya kelaparan karena dirinya, Pak Maman hanya mengikuti kemauan tamunya.


"Duduklah! " ucap Tuan Ak yang masih melihat Asma berdiri disamping nya.


Percuma juga mau menolak, yang terpenting baginya bagaimana cara nya agar para tamu di villa nya itu puas dan nyaman dengan pelayanan yang disediakan, jangan sampai ada masalah yang akan membuat pamannya marah besar.


Makan siang yang cukup berisik karena Gio tidak ada hentinya bertanya ini dan itu tentang makanan yang dimakannya, bukan karena belum pernah memakan makanan yang sama tapi mungkin selama ini makanan yang dimakan tidak pernah dirasakan olehnya karena dikejar pekerjaan. Sedangkan Asma dan Pak Maman harus meladeni setiap pertanyaan dari Gio, dan Tuan Ak hanya tenang memakan makanan tanpa komentar apapun.


"Ahh kenyangnya. Ini nikmat sekali . " ucap Gio setelah menghabiskan banyak makanan yang membuat lainnya geleng-geleng kepala.


"Tidurlah! Pasti bisa jadi sleeping handsome. " ucap Tuan Ak meninggalkan meja makan tanpa menunggu jawaban Gio.


"What! Sleeping handsome ? Boss adanya sleeping beauty! " seru Gio yang sadar di ejek boss nya.


"Mau jus lagi Tuan? " tanya Asma dengan menahan senyumnya karena ulah Tuan Ak.


"Taruh saja dikulkas. Aku harus mengejar Boss ku. " jawab Gio tanpa dosa meski dirinya tahu Pak Maman dan Asma sedang menahan senyum nya akibat boss nya itu.


................


Waktu berlalu hingga matahari menjemput peristirahatan, Gio dan Tuan Ak berjalan di pinggir danau , villa yang berada ditempat strategis meski tempat nya juga cukup mendalam namun ada sejuta keindahan, meski memiliki seorang pemandu tetap saja Kedua laki-laki itu pergi berdua saja.


"Boss masih berminat dengan wilayah ini? " tanya Gio dengan serius saat keduanya duduk di sebatang pohon tumbang.


"Bagaimana hasil penyelidikan mu? " ucap Tuan Ak.


"Good Enemy. Good Working. " ucap Ak masih menatap matahari yang hampir tenggelam.


"Haha my Hero come back. " ucap Gio senang dengan panggilan boss nya itu.


Tolong.. tolong.. tolong.. (sayup-sayup terdengar suara dari arah lain)


"Hero coba dengarkan ada orang minta tolong." ucap Gio yang mendengarkan suara sayup-sayup itu.


"Aku tidak mendengar itu. " jawab Ak dengan tenang masih fokus ke depan.


Tolong.. tolong.. tolong.. (suara itu kembali terdengar)


"Boss itu beneran orang minta tolong. " ucap Gio lalu berdiri mencari sumbernya.


"Pergilah ke sisi sana dan aku ke sisi lainnya. " perintah Ak yang kali ini juga mendengar suara tadi.


"Siap Boss. " jawab Gio pergi ke arah lain meninggalkan bossnya.


Ak berjalan menyusuri pinggir danau dan meneliti setiap sisi dengan teliti..


Hello.. hello.. hello


"Siapa itu? Katakan! " seru Ak masih berjalan mencari suara minta tolong tadi.


tolong.. tolong.. (suara itu semakin terdengar jelas)


"sepertinya dari arah sana. " gumam Ak masuk ke sisi hutan yang berada di dekat danau.


"Tolong.. tolong.. " suara itu semakin lirih seperti kehabisan tenaga.


Melihat apa yang ada didepannya Ak langsung berfikir dengan cepat.

__ADS_1


"stts." ucap Ak menaruh telunjuknya di bibir nya memberikan kode pada Gadis itu untuk diam.


"Ayolah manis kenapa masih teriak. Bersenang-senang lah denganku. " ucap pria didepannya, semakin mendekati gadis itu.


"Tolong lepaskan aku. " ucap gadis itu memohon.


"hahaha sudah manis tambah manis sekarang. " ucap pria itu semakin mendekat dan memegang tangan gadis itu.


Bugh.. bugh..


"Auw.. breng*sek.Siapa itu. " seru pria itu kesakitan karena tendangan di kepala dan punggungnya.


"Breng*sek? Tidak salah dengar! " jawab Ak yang sudah membantu gadis itu untuk bangun dan menyuruhnya duduk di dekat pohon.


"Hati-hati Tuan. " ucap gadis itu lirih.


"Hmm.Mau pergi damai atau? " tanya Ak menatap pria didepannya dengan sinis.


"Bang*sat! Dia milikku! enyah Kau kepa*rat." teriak pria itu mencoba kembali mendekati Gadis dibelakang Ak.


Dengan sigap tangan pria itu di tahan di dorong Ak dengan sangat keras, perkelahian tak terelakkan, namun kondisi pria itu yang sudah mabuk justru mempermudah Ak melumpuhkan nya.


Bugh.. bugh.. (pukulan mendarat tepat di perut pria itu yang langsung tersungkur)


"Kamu tidak apa-apa? " tanya Ak mendekati gadis itu.


"Iya Tuan. Terimakasih. " ucap gadis itu.


"Auw.. sakit. " rintihan gadis itu, Saat Ak membantu nya bangun ternyata kakinya sudah terluka karena saat dikejar pria tadi dirinya jatuh tersandung akar pohon.


"Boss kau baik-baik saja? " seru Gio yang datang tiba-tiba.


"Hmm.Urus pria itu Gio! Dan aku akan kembali ke Villa bersama dia. " perintah Ak yang langsung menggendong gadis itu.


"okay Boss." jawab Gio tanpa membantah.


...............


"Turunkan saya Tuan. Tidak enak jika dilihat orang. " ucap nya lirih.


"Diamlah! " jawab Ak tetap membawanya masuk ke Villa dan mendudukkan gadis itu di sofa.


"Ada apa Tuan? Ya ampun non Asma. Darimana saja, paman non dari tadi mencari Non. " tanya Pak maman yang panik melihat Asma di gendong tamunya dan kakinya yang berdarah.


"Pak siapkan air hangat dan obat untuk luka nya. Bicarakan masalah nya nanti saja. " ucap Ak dengan lembut.


"Tentu Tuan. " jawab pak maman bergegas ke dapur mengambil yang dibutuhkan.


Dengan telaten Ak mengobati kaki Asma yang terluka, sedangkan gadis itu semakin merasa bersalah karena selalu merepotkan tamunya yang satu ini, niat hati ingin mencari tamunya karena hari sudah menjelang malam takut tersesat, tapi malah nasib membawanya bertemu pria yang sedang mabuk dan kesialan akhirnya terjadi, jika saja Ak tidak menolongnya ntah apa yang akan terjadi padanya.


"Sudah.Istirahatlah." ucap Ak setelah mengobati kaki Asma.


"Tuan." ucap Asma menghentikan Ak yang ingin pergi.


"Hmm." jawab Ak.


"Maaf selalu merepotkan Tuan Dan Terimakasih sudah menolong saya. " ucap Asma pelan dan menunduk.


"Cobalah Angkat pandangan mu! Sampai kapan Akan bersikap seperti itu? Bukankah Kehidupan ini terlalu kejam jika tidak bisa menghadapinya. " ucap Ak dan meninggal kan Asma.


"Auw.. " rintih Asma yang hendak berdiri.


Ak yang mendengar itu langsung kembali dan tanpa izin menggendong Asma kembali..


"Aku antar ke kamar." ucap Ak dan menatap Asma tajam agar tidak perlu menjawab.


Kepergian Ak dari balik pintu kamarnya membuat Asma bernafas lega, ntah kenapa hatinya tidak menentu jika berdekatan dengan tamunya itu.

__ADS_1


"Sadarlah Asma. Dia hanya pria baik yang suka menolong.Jangan berharap lebih. " batin Asma sambil tersenyum sendiri.


__ADS_2