Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Peringatan


__ADS_3

Melihat tubuh dokter yang bergetar cukup hebat membuat pria bak dewa tercubit rasa kasihan nya, dengan sisa rasa simpati nya yang membuat tangan kekar nya terulur untuk membuat wanita itu kembali tenang. Dengan pelan dan ragu di rengkuhnya tubuh bergetar itu untuk di masuk kan ke dalam bidang dada nya, usapan punggung yang pelan di lakukan juga agar wanita yang ada di dalam dekapan nya lebih merasa nyaman.


"Maaf, tidak seharusnya aku melampiaskan nya pada mu sebagai orang luar." ucap pria bak dewa dengan menggendong dokter itu ala bridal style dan membaringkan nya di ranjang king size nya yang menjadi teman setia nya selama ini.


Ntah apa yang membuat nya merasakan iba namun getaran tubuh dokter itu membuat nya teringat wajah Asma yang menjerit kesakitan saat di nodai para iblis kecil tak berhati, pelukan yang membuat dokter itu tenang setelah meluapkan semua air mata di dalam dada nya yang sangat menyesakkan hingga terlelap. Melihat dokter itu terlelap membuat pria bak dewa menyelimuti wanita yang terlihat bengkak mata nya dengan hidung yang sangat merah, dan meninggalkan kamar untuk memeriksa keadaan putri nya.


Cklek...


"Elsa siapkan keberangkatan kalian dua hari lagi, pergilah." perintah pria bak dewa yang masuk ke kamar putri nya dan melihat Elsa masih tetap terjaga di sisi ranjang putri nya dengan mengusap kapala Mia.


"Apa dokter itu ikut?" tanya Elsa dengan nada yang masih terdengar kesal.


"Yah, Kalian berempat akan pergi bersama." jawab pria bak dewa dengan santai namun tetap tegas.


"Apa anda serius? Fikirkan sekali lagi." ucap Elsa dan meninggalkan sisi ranjang untuk meninggalkan kamar princess itu.


"Jelas kan semua pada nya apa yang kamu tahu, itu akan membantu nya. Jika dia melakukan pengkhianatan, aku sendiri yang akan mengirim nya ke neraka." ucap pria bak dewa yang langsung membuat Elsa berhenti melangkah dan detik berikutnya tetap meninggalkan kamar princess tanpa keraguan lagi.

__ADS_1


Waktu berlalu dari malam berganti pagi membuat suara lenguhan seorang wanita yang terusik dengan sinar matahari yang menyorot tepat di wajah nya menjadi bangun dari tidur yang membuat tubuh nya terasa remuk ntah sudah berapa lama diri nya tertidur hingga mata nya yang terbuka samar-samar melihat satu bayangan yang ada di depan nya meskipun jarak nya cukup sedang.


Di amati nya bayangan yang menjadi sosok pria bak dewa dengan tubuh yang hanya terbalut bathroom seketika membuat wajahnya memerah karena malu sendiri mengagumi seorang pria yang semalam membuat jiwa nya terguncang. Pria bak dewa seakan tahu jika sedang di pandangi langsung saja membalas tatapan wanita yang menguasai tempat tidur king size nya semalaman seorang diri, langkah nya menghampiri wanita yang kini menjadi dokter putri nya.


(Pria bak dewa versi author yang pas banget dengan cara kerja dan ketampanan nya 😁)



"Bangun, waktu mu bekerja dokter Desi." ucap pria bak dewa dengan suara khas seperti orang yang kurang tidur.


"Maaf." ucap Desi yang langsung bangun dan duduk sembari menarik selimut yang menutupi sebagian tubuh nya.


"Aku sungguh minta maaf atas keceborohan ku, Aku tidak tahu jika Mia.. " ucap Desi yang merasa tercekat untuk meneruskan kata-kata nya dengan ingatan video yang di tonton nya kembali memenuhi otak nya.


"Minumlah." perintah pria bak dewa dengan menyodorkan segelas air putih karena wajah Desi sangat lah pucat dan tak bertenaga.


Dengan senang hati Desi menerima air putih itu dan menegak nya sampai tandas tak tersisa dan tanpa sadar mengulurkan gelas kosong nya kembali pada pria yang pagi ini sangat terlihat menggoda di mata nya, makhlum saja sebagai wanita normal diri nya juga sudah lama tidak sedekat itu dengan seorang pria setelah memiliki Hyun yang membuat nya menjaga jarak dari pria yang berniat mendekati nya.

__ADS_1


"Ekhem, mau lihat aku ganti pakaian?" ucap pria bak dewa yang menyentuh tali bathroom nya.


Desi yang langsung sadar dan bersikap siaga langsung melompat dari tempat nya terduduk dan mengambil langkah seribu tapi begitu tangan nya ingin menyentuh handle pintu, ada sebuah tangan yang menghentikan pergerakan nya dan menarik tangan nya kembali menjauh dari handle pintu. Semerbak harum sabun yang pasti mahal membuat pipi Desi kembali memerah namun sebuah bisikan di telinga nya membuat mata Desi menatap pria bak dewa yang ada di belakang nya.


"Jangan kembali ber ulah! Kali ini ku maafkan tapi tidak kesalahan yang kedua." bisik pria bak dewa yang menghembuskan nafas mint yang sangat tercium oleh indra penciuman Desi.


"Keluar! " perintah pria bak dewa yang sudah membuka pintu kamar nya dan membuat Desi bergegas keluar tanpa kata-kata karena degup jantung nya bermasalah saat terlalu dekat dengan boss baru nya itu.


Tanpa disadari Desi jika ada sepasang mata yang menatap nya dari satu sudut yang cukup tak terlihat keberadaan nya, sepasang mata itu masih diam dengan tatapan tajam yang mengikuti setiap langkah Desi yang menuruni tangga dengan kedua tangan yang memegang dada nya seakan menahan debaran jantung agar tidak keluar dari tempat nya.


"Bi, mau papa." rengek seorang gadis dengan muka bantal nya sembari memeluk boneka teddy bear yang cukup besar bagi anak usia sepuluh tahun.


"Baik lah, tapi Mia harus mandi dulu. Pasti papa akan datang setelah putri tersayang nya harum dan cantik.Ayo." ucap Elsa yang menutup pintu kamar Mia sembari mengulurkan tangan kanan nya yang di sambut hangat oleh Mia, setelah melihat Desi keluar dari kamar boss nya membuat Elsa mengurungkan niat nya untuk turun menggambil sarapan yang sudah di siapkan oleh pelayan lain untuk putri boss nya.


Sedangkan di dalam kamar pria bak dewa , terlihat pria itu masih setia memakai bathroom nya dan memandang target nya dengan senyuman miring. Sebuah notif terdengar membuat pandangan nya teralihkan ke meja kerja nya dimana benda pipih nya tergeletak, disambarnya benda pipih itu dengan sekali geser icon hijau di layar membuat sebuah panggil an video berlangsung.


Wajah nya menatap datar hingga tangan kanan nya mengepal erat dengan otot leher yang sudah terlihat jelas, tidak ada kata-kata lagi di saat panggilan video berlangsung. Hanya ada diam dan menjadi pengamat dan pendengar yang baik, panggilan video yang berlangsung selama tiga puluh menit membangkitkan jiwa malaikat maut di dalam diri nya.

__ADS_1


"Kalian yang memulai, maka jangan salahkan aku." gumam pria bak dewa dan meremas benda pipih di tangan kiri nya hingga remuk membuat cairan merah menetes bersamaan benda pipih remuk yang dilepaskan dari genggaman nya begitu saja.


__ADS_2