Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Kesepakatan


__ADS_3

"Saya pesan Nuklir Matahari SC 12!" seru seorang tamu yang langsung membuat tamu lainnya terpaku mencari asal suara.


Sorot lampu menghujam pemesan senjata limited edition, seorang pria dengan jas berkelas ditambah topeng hitam polos menutupi sebagian wajahnya. Tangan yang bersembunyi di balik saku menambahkan kesan arrogant. Samuel mengamati pembeli senjata rahasia dari perusahaan SC dengan mata waspada.


"Apa anda ragu? Saya akan transfer saat ini juga. Bagaimana?" sindir pria bertopeng dengan senyuman smirk.


Samuel merasa tertantang. Harga 50 triliun bukanlah harga yang murah, meskipun seorang pembisnis besar memiliki keuntungan lebih dari itu. Tetap saja ada rasa waspada ketika dengan harga selangit saja masih ada yang menawar.


"Jika anda tidak berniat menjual! Bubarkan saja perusahaan SC!" tukas pria bertopeng.


"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Samuel mengalihkan perhatian tamu mansion agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan pembeli pertama.


Kamu ingin bermain dengan ku! Baiklah, jangan salahkan aku jika kehancuran pertama adalah perusahaan mu Samuel. ~ batin pria bertopeng dan memilih melangkah meninggalkan kerumunan.


Tanpa disadari oleh Samuel ataupun tamu lelang lain. Pria bertopeng melakukan aksi gilanya. Semua sudah terekam dalam otak genius dan juga persiapan matang.


Berjalan melewati beberapa tamu mansion dengan cara ber kerumunan, hingga akhirnya mencapai sudut ruangan. Sebuah tangan tiba-tiba saja menarik pria bertopeng memasuki pintu di balik dinding.


"Lepaskan!" seru pria bertopeng dan menghempaskan tangan lembut yang menggenggam tangannya.


"Shuuut! Berisik. Masih untung aku menarikmu cepat." tukas Icha dengan kesal.


Pria bertopeng menatap Icha dengan tajam. Tapi Icha tidak peduli dan tetap menyibukkan diri dengan laptop yang menyala. "Ceroboh!"


Belum sempat Icha menoleh, tubuh pria bertopeng sudah ada dibelakangnya. Dan tanpa permisi tangan terbalut sarung menari di atas keyboard kesayangan Icha. "Jangan gunakan kode seperti itu! Tapi gunakan kode seperti ini."

__ADS_1


Icha mengamati dan kembali belajar dengan rumus baru. Pria bertopeng tanpa sadar telah membantu Icha melakukan tugas yang teramat rahasia dari mansion Samuel.


"Thanks.Kamu memudahkan pekerjaan ku." ucap Icha dan mengambil alih laptop.


Pria bertopeng tidak sempat menjawab. Icha yang membuka sebuah file dan menampilkan satu video wanita terbaring di atas brangkar dengan posisi membelakangi. Sungguh mata pria bertopeng terasa tak asing dengan postur tubuh wanita didalam video. "Dimana itu?!"


"Villa Hansa laut utara." Jawab Icha.


Pria bertopeng berfikir sejenak. Villa Hansa tak asing di telinganya. "Antar aku kesana."


"WHAT'S!" seru Icha.


"Berapapun imbalannya. Akan ku berikan." tukas Pria bertopeng dengan mengulurkan tangan kanan.


"Bantu aku memasuki ruangan senjata Sam terlebih dahulu!" tukas pria bertopeng setelah berjabat tangan dengan Icha.


"Are you Crazy?(Kamu gila?)" celetuk Icha.


Icha sangat mengenal papa Samuel dengan baik. Tentang perusahaan dan terlebih tentang senjata-senjata yang tersimpan di satu ruangan khusus di dalam mansion. Pengamanan yang ketat dan juga sensor penghancur otomatis telah tersedia.


Bahkan sensor penghancur tidak akan mati meskipun terjadi pemadaman listrik sekalipun. Dan dengan entengnya, pria bertopeng meminta bantuan untuk memasuki ruangan senjata papa Sam.


"Jangan banyak berfikir! Ingat kamu siapa? Tidak sulit untuk mu masuk kesana." sindir Pria bertopeng.


Icha menghela nafas. Sejenak menetralisir kekosongan didalam otaknya. "Apa yang kamu mau?"

__ADS_1


"Senjata SC 12." Jawab pria bertopeng.


Benar ini orang sudah tidak waras! Setelah menyusup bukan kabur, malah mau merampok. Apa pasien rumah sakit jiwa ya? Icha! Buat apa pasien rumah sakit jika ngrampok Nuklir? Kurang kerjaan aja. ~ batin Icha bergulat dengan hati dan fikirannya.


Merasa Icha hanya mempermainkan dirinya. Pria bertopeng melangkahkan kaki menjauhi Icha. "Sudahlah! Percuma bicara denganmu."


Meninggalkan perdebatan antara Icha dan pria bertopeng. Di rumah sakit tengah terjadi krisis kepercayaan. Polisi saling menadahkan tangan untuk keselamatan pemimpin mereka dan seorang pasien baru saja selesai melakukan operasi besar.


Seorang dokter pria menghampiri salah satu anggota polisi. "Pasien yang menjadi tanggungjawab Komandan Sekkar, berhasil melewati masa kritis."


"Terimakasih dok. Saya akan sampaikan pada komandan. Mohon tetap pantau pasien itu dan akan kami berikan keamanan ketat pada rumah sakit Dirgantara." tutur seorang polisi yang memiliki wajah dewasa dengan jambang tipis.


Dokter mengangguk dan kembali melakukan tugas. Para polisi masih berjaga dan berharap semoga komandan Sekkar cepat menyelesaikan operasi pengangkatan peluru yang ternyata bersarang di tempat yang sangat rentan.


"Bagaimana aku masuk jika keamanan seketat itu?" gumam seseorang.


................... ...


Apa arti dari menghormati?


Ketika tutur kata saja tak mampu dikendalikan.


Apa yang kita tanam, maka itu yang kita tuai.


..................... ...

__ADS_1


__ADS_2