Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Topeng


__ADS_3

Melihat jejak kaki, dengan pelan dan hati-hati. Langkah kakinya menghindari setiap jejak kaki yang terlihat. Kini jejak kaki yang terekam hanya jejak kaki seorang penyusup dan bukan jejak kakinya. Dengan memasuki kamar mandi, tuan Enemy mengunci pintu dan kini tatapannya terarah pada cermin di depannya. "Sungguh permainan kalian semua sangatlah bagus, sayangnya kalian lupa jika aku menjadi dalang utama. Bahkan kalian tidak tahu siapa aku sebenarnya. Ck ck ck. Malangnya kalian."


Tangannya melepaskan topeng, dan perlahan mengelupas satu persatu kulit dengan luka bakar di wajahnya. Selama lima menit membersihkan wajah dan kini sebuah wajah tampan dengan senyuman smirk terlihat dengan jelas, terpantul di depan cermin. "Lihatlah siapa aku. Wajah asli ku."


Siapa sangka dibalik wajah buruk rupanya, menyimpan wajah tampan tanpa satu cacat meski setitik jarum. Bukan itu yang jadi masalahnya, tapi wajah itu sangat mirip dengan seseorang. Tangan kanannya dengan lembut mengusap setiap bagian wajah, mata yang menunjukkan kepuasaan. "Sempurna. Sekarang, aku harus kembali ke wujud semula."


Dengan tenang, tuan enemy mengambil topeng lain dari salah satu laci lemari dibawah cermin. Kali ini, dirinya memilih topeng langsung jadi dan tidak lagi menggunakan topeng terpisah seperti biasanya. Dalam waktu satu menit, topeng penuh bekas luka bakar menutupi wajahnya dengan sempurna. Wajah tampan berubah menjadi wajah buruk rupa, tangan kanannya terangkat ke arah cermin. Seperti sebuah senjata api, dengan satu mata terpejam seperti tengah membidik sasaran.


"Fiiuuh…"

__ADS_1


Seperti anak kecil tengah bermain tembak-tembakan, tangan itu terangkat ke atas bersamaan dengan ucapan dari bibirnya. Meninggalkan rahasia tuan Enemy, di tempat AK tengah merawat Icha masih dalam keadaan tegang. Wanita yang terbaring lemah dengan selang infus di tangan, seakan enggan untuk bertahan hidup. Untuk ketiga kalinya AK melakukan pemeriksaan, tetapi hasilnya masih sama.


Kali ini tidak ada yang bisa dimintai bantuan, setelah semua yang terjadi. AK menyadari, siapapun yang mengincar nyawanya pastilah orang di dekatnya. Tidak mungkin orang asing dan tidak terlibat dalam kejadian beberapa tahun silam. Semua pasti berkaitan dengan kepergian Asma, dan kenyataan jantung Asma masih berdetak di tubuh icha, membuat AK melindungi wanita itu dengan sepenuh hati.


Terlebih lagi, berita dari target terakhirnya seperti hilang ditelan bumi. Apakah rencana terakhirnya gagal? Atau berita yang seharusnya membuat kehebohan itu diredam? Sepertinya tidak mungkin jika diredam, target terakhir adalah sasaran yang dijadikan kambing hitam olehnya. AK bergegas mencari informasi seputar kasus pembunuhan terbaru, akan tetapi hasil pencarian nihil.


Berita penculikan atau berita kehilangan pun tak ada, bukankah itu aneh? Atau sekali lagi ada yang terlewat? Semua kembali menjadi kepingan-kepingan nak puzzle tak tersusun. AK menghentikan pencarian dan memejamkan mata, sejenak membiarkan fikiran dan hatinya terbebas dari seluruh tekanan dan kecemasan.


Ketenangan AK dengan mengingat masa lalu. Berbeda dengan satu sosok pria berkumis, dimana kini tubuhnya terikat di atas tiang. Wajah yang babak belur dan darah segar masih terlihat mengalir di sudut bibirnya. Mata terpejam dengan suhu ruangan semakin meningkat, setelah mengalami penyerangan bertubi-tubi. Tubuh pria berkumis ambruk tak sadarkan diri, hawa panas perlahan menjalar ke seluruh ruangan.

__ADS_1


"Eeeuugghh. Panaas."


Matanya perlahan terbuka, meskipun terasa perih dan berat. Tetap saja, pria berkumis memaksakan diri untuk membuka mata dan pemandangan yang menyambutnya, membuat matanya terbuka lebar.


..._____________...


Hay reader's, untuk malam ini. Othoor minta maaf, up tak bisa banyak.


Keadaan hati dan fikiran ku tengah terbagi dan sejujurnya tak bisa nulis. Tapi othoor punya tanggung jawab buat up, jadi othoor nulis semampu othoor.

__ADS_1


Bolehkan othoor minta do'a kalian, semoga keponakan ku segera diberikan kesehatan dan keluar dari ruangan ICU. Aku tidak bisa fokus ngeliat bayi kecil masuk ICU.


Selamat malam, maaf soal malam ini.


__ADS_2