Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Pasrah


__ADS_3

Rasa sakit menjalar didalam hatinya. Masa lalu yang terlupakan, kembali datang melalui mimpi buruk. Andaikan dirinya bukan salah satu pendosa, mungkin saja semua yang terjadi saat ini tidak menimpanya. "Ternyata hanya mimpi, syukurlah mereka masih terlelap. Ka, maafkan aku. Mungkin ini karma atas dosaku. Kenapa Tuhan menghukummu, bukan aku? Ikatan darah ini, seakan menjadi buah bola bekel."


"Apa racauan mu sudah selesai?" tanya seorang pria dengan pakaian polisi, yang ternyata sudah stand by di depan sandera tanpa lakban.


Mata mengerjap hanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. "Sudah malam kah? Atau pekerjaan mu dimulai?"


"Pertanyaan bagus, tapi tidak seru jika aku menjawab. Lagipula, ada satu tahapan yang akan membuat kamu bungkam. Apa kamu tidak penasaran dengan hasil operasi wajah mu?" jawab si polisi dengan seringaian.


Satu penjelasan yang membuat sandera tanpa lakban paham apa maksud dari seringaian si polisi. "Wajah? Apa pentingnya wajah? Baiklah, mari tunjukkan wajahku seperti apa. Ku harap bukan wajah anda."


Seringaian si polisi luntur, bagaimana bisa sandera nya begitu tenang dan tidak terpengaruh dengan hasutan darinya. Seharusnya sandera tanpa lakban mengalami kecemasan atau setidaknya penasaran dengan hasil operasi wajah barunya. Si polisi mengambil cermin dan mengarahkan pada sandera tanpa lakban.


Tidak ada ekspresi terkejut apalagi umpatan. Wajahnya datar dan dingin, bukankah seharusnya ada ekspresi sedikit shock? Tetapi tidak ada yang terjadi. "Apa kamu suka wajah barumu?"


"Tampan, lalu? Apa aku harus menari? Atau membuat pesta? Lihatlah keadaanku terikat, jangan berharap pesta okay." sindir sandera tanpa lakban dengan suara serak.


Prook!


Prook!


Prook!


Tiga tepuk tangan, membuat si polisi bangun dari tempatnya duduk. Tidak ada kata lagi, ekspektasi dari beberapa jam yang berlalu. Kini tak terwujud, kenyataan telah membungkam bibirnya. Langkah kakinya berjalan mendekati sandera tanpa lakban. Jemari tanpa sarung tangan menyusuri wajah tampan namun bukan wajah asli sandera didepannya.


"Bagaimana rasanya, jika kalian saling menghabisi? Pasti seru, benar bukan? Aku tidak sabar, sekarang nikmati sisa waktumu. Aku akan segera kembali." bisik si polisi dan menarik tangannya kembali.


Langkah kaki menjauh dan membuka pintu serta tertutup lagi. Wajah tanpa ekspresi, mengubah ekspresi wajahnya. Rasanya sesak, namun tidak ada waktu untuk menangisi nasib. Semua sudah terjadi dan kini semua akan semakin rumit. Bagaimana dirinya akan meyakinkan saudara kembarnya, sedangkan wajah tak lagi sama.


Seperti inilah rasanya lemah tak berdaya? Ujian apa yang Tuhan berikan padaku? Aku meminta keselamatan untuk saudara ku dan kini jalan Tuhan sungguh membuat diriku lupa akan doaku. Kini aku hanya pasrah dan berusaha yang terbaik. ~batin sandera tanpa lakban menengadahkan wajahnya.


Meninggalkan dilema dihati sandera tanpa lakban, semua orang dengan tujuan masing-masing tengah bersiap untuk malam besar. Malam dimana satu tragedi akan berakhir dengan panggung sandiwara terbesar di tahun ini, bukan seperti pesulap atau seperti cara mafia. Malam ini akan banyak tipu muslihat dan juga kebenaran terungkap.

__ADS_1


Siapapun yang memiliki dendam dan juga keadilan akan menuntut pembalasan. Hati gundah dengan pikiran bercabang, topeng asli dan topeng palsu siap memainkan peranan masing-masing. Tidak peduli siapa yang memulai, malam ini akan menjadi malam terakhir dari rangkaian peristiwa naas beberapa tahun silam.


Tuan Enemy sudah bersiap dengan pakaian serba hitam dan topeng putih diwajahnya. Pantulan cermin menampilkan penampilannya yang terkesan seperti penuntun keadilan, berbeda dengan Desi. Wanita itu masih menautkan kedua tangan dan membuat banyak harapan sembari menatap kedua anak di atas ranjang.


Jika ini jalan terakhir, aku pasrahkan semua kembali pada-Mu Tuhan. Semoga apapun yang tterjadi adalah yang terbaik.~batin Desi dan mulai menyiapkan dirinya sendiri.


Persiapan Tuan Enemy dan Desi, serta satu sosok dengan pakaian polisi telah dilakukan. Berbeda dengan satu dalang yang masih sibuk menyelamatkan nyawa seseorang. Setelah beberapa jam berusaha, akhirnya mata terpejam kembali terbuka. Selang infus dengan cairan nutrisi dan donor danar, membuat wajah pucat perlahan memiliki rona memerah.


"Maaf merepotkan anda." ucap lirih pasien dengan mata sayup.


Satu tangan terangkat dengan jari telunjuk di bibir. "Sttt! Istirahatlah. Jangan banyak bergerak, apalagi berbicara."


Triing...


Suara notifikasi pesan masuk terdengar, mengalihkan perhatiannya. Langkah kakinya meninggalkan pasien dan mengambil ponsel diatas nakas. Satu icon digeser dan ponsel terbuka menampilkan beberapa pesan yang masuk. Hanya saja, satu pesan terbaru menjadi pusat perhatiannya.


[Temukan semua jawabanmu di jalan Melati gang 1. Waktumu hanya 12 jam! Kini tersisa 2 jam.]


Dari waktu pengiriman pesan pertama, tenggat waktu 10 jam telah berlalu. Kini dalam waktu dua jam, dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Bagaimana dirinya mencari tahu tentang misteri dibalik pesan itu, sementara dirinya tidak bisa meninggalkan pasiennya.


"Apakah aku harus meminta dia? Tapi, nyawanya bisa saja dalam bahaya. Sebaiknya, aku tukar posisi saja. Yah itu lebih baik." gumamnya dan berhenti memainkan putaran ponsel.


Jemarinya menekan beberapa angka dan mendial icon telepon. Nada dering sambung terdengar, tanpa menungu lama panggilan terjawab. "Datanglah ke jalan Melati gang 1! Pastikan koneksi tetap tersambung, dan hari ini ku bebaskan kamu dari aturan ku. Selamat berpesta."


Tanpa menunggu jawaban dari seberang, panggilan diakhiri. Kini waktunya melakukan persiapan, sejenak matanya menatap pasien yang terlelap dan beralih ke layar laptop di atas meja. Setelah mencermati setiap langkah, peristiwa dan juga sosok para pemain dibalik layar, kini beberapa kesimpulan menjadi satu garis besar yang menyatu.


Terjadi beberapa pengkhianatan, maka ada sang pelopor yang menjadi satu pondasi utama. Siapapun sang pelopor itu, sudah pasti memiliki rahasia terbesar. Namun, rahasia apa yang menjadi alasan sang pelopor bertindak sejauh ini? Lalu, siapa saja yang bertahan di sisi sang pelopor? Apakah ada yang akan berpihak padanya?


Semua pertanyaan mencapai puncak, dengan semua titik penarikan. Maka garis besar tercipta.


Agen Leo, Samuel, Desi, komandan Sekkar, tuan X, dan satu lagi ntah siapa. Aku harus memikirkan ini sekali lagi, tapi dari titik mana? ~batinnya dengan menatap layar laptop.

__ADS_1


...______________...


*Hay readers, othoor malam ini up dobel.


Sekalian mau umumin, kalau Plan Of Masked Man segera berakhir.


Terimakasih buat para reader's yang setia membaca karya othoor, memberikan dukungan dari stay tuned, like, comment dan favorit karya othoor.


Dibalik keputusan othoor menyudahi karya, tentu karena real life dan memang sudah mencapai batas akhir dari tujuan karya Plan of Masked Man.


Semoga othoor bisa menyelesaikan tanggung jawab satu persatu... 🤲


Terlebih Othoor tidak bisa mengatur waktu sebaik-baiknya, setelah real life kembali sibuk melebihi kemampuan diri sendiri.


Sekali lagi terimakasih buat para readers, karena kalian menjadi semangat Othoor meneruskan karya dan mencapai titik akhir.


Semua waktu yang Othoor gunakan untuk menulis merangkai kata dengan mengangkat kisah kasus pelecehan dan keadilan pribadi, semata-mata untuk menyadarkan semua orang.


Diluar sana banyak kasus sama, dan mungkin banyak alasan tidak ke Up ke publik. Semoga saja kebaikan hati setiap orang tidak dimanfaatkan oleh siapapun.


Jangan tiru adegan yang cukup berbahaya didalam karya Othoor ya, bagaimanapun karya Othoor memiliki dampak negatif dan positif. Silahkan ambil sisi positif dan buang sisi negatifnya.


Dukungan kalian menjadi alasan booster semangat, dikala seorang penulis tidak memiliki jalur untuk meneruskan karya. Tetaplah menjadi diri sendiri dan jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita punya.


Salam hangat dari Othoor Asma Khan_Othoor kacang mentah... 🥰🤩✍️


Jika kalian berkenan, silahkan mampir ke karya Othoor yang lain. Meskipun karya Othoor yang lain juga memiliki bau darah, tetap saja memiliki ciri khas masing-masing. 😉


Mode Othoor sepertinya tengah dilanda dilema, alhasil melakukan promo tanpa modal 😅


Selamat malam dan selamat beristirahat, semoga kita semua tetap sehat dan selalu saling memberikan support.

__ADS_1


Salam hangat para penulis dan pembaca... 🙏*


__ADS_2