Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Penyesalan


__ADS_3

Sedangkan kini dokter itu tengah mendapatkan tatapan penuh selidik dari bibi yang menjadi perawat Mia sebelum nya, dengan posisi yang berhadapan dan dengan kertas warna yang masih berserakan membuat kedua wanita itu di landa emosi yang bertolak belakang.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya bibi itu dengan tatapan tajam nya.


"Maaf aku tidak sengaja, aku mencoba melakukan terapi seperti yang biasa ku lakukan pada pasien ku tapi terapi itu tidak bekerja dan Mia mulai berteriak saat aku memberikan pertanyaan... " ucap dokter itu dengan wajah yang terlihat menyesal.


"Apa ini cara mu menangani pasien mu!" seru seseorang yang menggema di seluruh rumah, untung saja dirinya langsung memberikan obat bius agar putri nya istirahat dan menghentikan tangisan serta rasa sakit yang sangat menyiksa nya.


"Akuu.." jawab dokter itu dengan meremas ujung blouse nya.


"Diam!" perintah pria bak dewa dengan posisi yang kini sudah berdiri di depan dokter putri nya.


"Elsa pergilah jaga Mia dan bawa Hyun bersama mu!" perintah pria bak dewa tegas dan langsung di lakukan oleh bibi yang memang sejati nya bernama Elsa.

__ADS_1


Setelah melihat Elsa menggendong Hyun yang ternyata masih terlelap dari kamar tamu dan menunggu Elsa sampai memasuki kamar putri nya yang ada di lantai atas hingga suara pintu tertutup terdengar di lantai bawah. Tidak ada kata lagi selain dengan kuat nya tangan kekar itu mencengkram tangan dokter di depan nya, dengan langkah yang berbeda membuat dokter itu harus berjalan seperti terseret menuju lantai atas dalam ketakutan dan rasa bersalah.


Terlihat sebuah kunci dikeluarkan dan pria bak dewa itu membuka pintu dengan kasar dan melemparkan dokter itu masuk ke dalam terlebih dahulu sebelum dirinya menyusul dan mengunci pintu kembali. Terlihat dokter itu semakin menunduk dengan isakan yang mulai terdengar namun tak menyurutkan emosi sang pria yang memang perasaan nya telah terusik, dan yang mengusik ada lah wanita di depan nya.


"Kamu ingin tahu apa yang membuat gadis ku tersiksa? Baik lah, kamu sendiri yang meminta." ucap pria bak dewa dengan mengotak atik laptop nya dan menghubungkan nya dengan sebuah proyektor agar apa yang ingin di tunjukkan terlihat lebih jelas dan besar.


Klik...


Video yang membuat mata nya perih dan sesak di dada nya, video yang terlihat samar namun suara -suara yang menyayat hati nya meruntuhkan seluruh tulang nya. Hingga dalam sepuluh menit tak kuasa menahan apa yang di lihat mata nya dan di dengar telinga nya, suara tawa dari para bajing@n yang dengan tak bermoral menggag@hi satu wanita bersama-sama dengan menikmati jeritaan ampunan dari bibir tak berdaya yang terkuras tenaga raga dan jiwa nya dalam waktu bersamaan.


"Ada apa? Apa ini membuat mu sanggup berdiri? Buka mata mu dan lihat bagaimana mereka menikmati gadis baik hati itu dengan rakus, dengar kan teriakan gadis itu dan tawa tak berhati dari para iblis yang tidak mengampuni gadis itu meskipun tubuh itu sudah tidak ada lagi tenaga nya." ucap pria bak dewa dengan mencengkram dagu dokter itu dengan kuat agar dokter itu membuka mata dan tetap menonton video yang terpantul dari proyektor.


Tapi sekuat cengkraman tangan pria bak dewa maka dokter itu berusaha tetap memejamkan mata nya dan menggeleng dengan kuat sebagai penolakan untuk memenuhi perintah pria yang kini ada di belakang nya dengan intimidasi yang sangat menakutkan. Aura nya tidak lagi ber sahabat membuat dokter itu sadar, jika kesalahan nya pasti lah sangat besar terlebih setelah pria itu membawa nya masuk kamar yang menjadi kamar larangan dan memberikan tontonan super ekslusif.

__ADS_1


Dengan kasar di hempaskan nya dagu dokter itu dan meninggalkan wanita yang kini sudah terduduk di lantai seakan kehilangan tenaga nya. Setelah mematikan video yang sebenarnya masih sangat panjang durasi nya dan membiarkan proyektor itu tetap menampilkan gambar yang sangat menusuk jantung pria bak dewa, langkah nya hanya bisa terhenti di depan dokter itu dan ikut duduk dengan menyandarkan tubuh nya yang memang sebenarnya lelah dari segala sisi.


"Bayangkan di usia tujuh tahun, seorang anak menyaksikan semua di depan mata nya dengan menggigir bibir nya sendiri untuk menahan jeritan rasa takut dan perasaan yang membuat jiwa nya menjadi terjatuh sejatuh-jatuhnya. Jika kamu yang sudah dewasa saja seperti ini reaksi nya lalu apa harapan mu? Bagaimana reaksi dari anak itu yang melihat dan mendengar secara langsung,bahkan bukan hanya sekali tapi tiga kali namun anak itu bertahan dengan rasa takut nya bersembunyi di balik sudut yang tak di sadari para iblis itu." ucap pria bak dewa dewa dengan menarik kemeja nya paksa yang langsung membuat tiga kancing atas kemeja nya berlarian menjauh.


"Mia adalah anak yang kamu berikan pertanyaan membangkitkan jiwa nya yang telah mati, kamu membangunkan memori yang membuat nya melupakan siapa keluarga gadis itu. Bahkan detik ini aku tidak bisa menemukan keluarga Mia, apa kamu ingin membuat Mia masuk rumah sakit jiwa? Apa ini tujuan mu sebagai dokter kejiwaan? " ucap pria bak dewa dan menghela nafas agar emosi nya tidak semakin memuncak.


Dokter itu hanya bisa meneteskan air mata penyesalan dan hati nya sungguh ikut mengutuk dirinya sendiri karena melakukan kecerobohan sebesar itu, ada rasa yang mencabik hati nya ketika pria di depan nya mengatakan jika Mia menyaksikan pelecehan itu lebih dari sekali. Bahkan sepuluh menit saya menonton video pelecehan itu sudah membuat raga nya tak berdaya, bagaimana anak sekecil Mia bisa bertahan bahkan masih bisa tersenyum dengan tekanan di dalam batin nya.


"Maaf." ucap dokter itu dengan menelungkup kan wajah nya di antara kedua lutut yang sudah di tekuk untuk menahan getaran tubuh nya yang memang mengalami guncangan.


Melihat tubuh dokter yang bergetar cukup hebat membuat pria bak dewa tercubit rasa kasihan nya, dengan sisa rasa simpati nya yang membuat tangan kekar nya terulur untuk membuat wanita itu kembali tenang. Dengan pelan dan ragu di rengkuhnya tubuh bergetar itu untuk di masuk kan ke dalam bidang dada nya, usapan punggung yang pelan di lakukan juga agar wanita yang ada di dalam dekapan nya lebih merasa nyaman.


"Maaf, tidak seharusnya aku melampiaskan nya pada mu sebagai orang luar." ucap pria bak dewa dengan menggendong dokter itu ala bride style dan membaringkan nya di ranjang king size nya yang menjadi teman setia nya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2