Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Nasehat yang merendahkan


__ADS_3

Dalam hitungan detik terlihat asap hitam mulai keluar dari jendela yang tertutup dengan warna jingga yang mulai menyala, sedangkan sosok bertopeng itu kembali memasuki mobil nya dan menatap dengan senyuman ke arah rumah yang kini mulai terlalap si jago merah. Tanpa melepaskan topeng dan mantel nya, mobil nya melaju meninggalkan tempat kejadian perkara dan melanjutkan ke rencana selanjutnya.


Sedangkan di dalam rumah itu terlihat wajah pasrah dengan menahan perih di kedua kaki nya, tidak ada niat untuk memperjuangkan hidup nya kembali. Dan bayangan hari naas itu menjadi pelengkap hisapan udara berkabut yang semakin menyesakkan dada nya, seperti kobaran api yang mengelilingi nya menjadi panggung sandiwara.


Bayangan hari naas itu tergambar jelas di dalam kobaran api, dengan sisa tenaga nya di putarnya kembali kenangan di hari naas itu.


Flashback


Tok... Tok... Tok...


Ceklek...


"Boleh masuk? " tanya Sisi setelah pemilik rumah sederhana membuka kan pintu.


Seorang wanita dengan paras cantik seperti memiliki ras kebulean dengan rambut panjang nya membuka kan pintu dan membiarkan tamu yang tak dikenal nya memasuki rumah. Setelah mempersilahkan tamu nya duduk tanpa memberikan satu gelas air minum pun, wanita itu duduk terdiam menunggu apa mau nya dari tamu tak di undang nya.


"Bagaimana kabar mu Asma?" tanya Sisi dengan memperhatikan wanita di depannya yang terlihat hampa dengan tatapan mata kosong nya.


"Apa tujuan anda ber tamu? Saya tidak mengenal anda. " tanya balik Asma tanpa memandang Sisi.

__ADS_1


"Hhaaah aku ingin kamu pergi sejauh mungkin, hentikan tuntutan mu terhadap para pemuda itu. Aku berkata seperti ini agar kamu tidak semakin tertekan dengan ancaman keluarga para pemuda itu, apa kah tidak cukup rasa malu mu yang kamu tanggung? Jika pengadilan tahu tentang pelecehan yang di lakukan para pemuda itu, bukan kah keluarga mereka bisa membalikkan fakta? " ucap Sisi terjeda sesaat.


"Mereka orang-orang yang berpengaruh, bisa jadi justru kamu yang akan di permalukan. Mungkin mereka bisa mengatakan kamu yang merayu para pemuda itu untuk memuaskan hasrat mu atau mengatakan bahwa itu pekerjaan mu sebagai wanita malam. Fikirkan sekali lagi jika ingin tetap menuntut mereka, karena fakta dan bukti di perlu kan dan aku tahu kamu tidak memiliki apa pun selain ucap an dari bibir." ucap Sisi lagi dan bangun dari duduk nya.


"Ku harap nasehat ku berguna untuk mu Asma." pamit Sisi dan meninggalkan rumah sederhana itu.


Ntah apa yang terjadi setelah dirinya meninggalkan rumah itu karena malam hari nya sebuah berita menggemparkan membuat Daniel meninggalkan dirinya dalam keadaan penampilan yang berantakan. Dan berita Asma yang mengakhiri hidup nya dengan cara meminum obat tidur hingga overdosis langsung menghantam hati nya, ada perasaan bersalah yang melanda jiwa nya tapi semua itu tertutup rapat hingga ajal menjemput nya.


Asap yang memenuhi paru-paru membuat pernafasan nya tak lagi lancar dan dengan perubahan warna mata dengan tubuh lemah tak berdaya, Sisi menghembuskan nafas terakhir nya. Meskipun di luar rumah nya sudah banyak warga yang berkumpul dan mencoba memadamkan api yang menjalar, di tempat lain sebuah keluarga tengah menikmati waktu berkumpul bersama satu keluarga.


"Selamat malam pemirsa, malam ini saya Andika dari stasiun TV Mulia akan menyiarkan berita langsung dan masih hangat sehangat si jago merah yang telah menghanguskan sebuah rumah di jalan xxx... " suara pembawa acara breaking news yang berganti dengan suara sebuah benda terjatuh.


"Sisi." seru seorang pria dengan cangkir yang terlepas dari genggaman nya.


Masih teringat jelas pertemuan hari ini yang membuat dirinya mengusir adik semata wayang nya itu dari mansion keluarga Hutomo, tapi berita yang baru saja di dengan nya seperti sambaran petir. Ada sesal di hati nya karena memperlakukan adik nya dengan kasar, tapi semua terlanjur dan sebuah penyesalan yang terlambat tidak akan berguna lagi.


Aland yang sibuk bermain game di ponsel nya langsung mengalihkan perhatian ke benda layar lebar di dinding depan tempat keluarga nya berkumpul, mengganti chanel lain yang ternyata juga memberikan berita sama. Dirinya mencoba menghubungi sebuah nomer yang baru saja tadi siang di dapat oleh nya, tapi tidak ada nada sambungan yang membuat perasaan nya kembali was-was.


Tanpa menunggu reaksi yang lain nya, Aland berlari ke arah kamar nya dan menutup pintu kamar dan mengunci nya. Seakan ada bayang-bayang yang mengintai dirinya dan siap menerkam tanpa permisi, tingkah laku Aland tidak ada yang menyadari itu karena pak Hutomo dan istri memilih keluar dari mansion untuk mencari tahu kebenaran dari berita di tv.

__ADS_1


Waktu seakan enggan cepat berlalu, di tengah puing-puing dengan debu beterbangan dan hembusan udara yang masih menyisakan rasa sesak di dada , tak menyurutkan anggota kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Terlihat tangan yang terbungkus dengan sarung tangan memeriksa satu jasad dengan luka bakar delapan puluh persen yang tergeletak tepat di ruangan paling tengah, seakan sengaja di posisi kan di tempat itu agar jasad nya masih bisa di identifikasi.


"Lapor pak, ditemukan bekas jerigen minyak tanah dan juga ini." ucap seorang petugas kepolisian dengan memberikan satu plastik putih yang di dalam nya ada sebuah benda.


"Pak sejak semalam dua orang yang mengaku keluarga korban masih tidak mau meninggalkan tempat ini dan memaksa untuk membawa jasad korban ke kediaman mereka." ucap petugas lain yang tanpa menggunakan masker.


"Baik,biarkan aku menemui mereka. Bawa jasad ke rumah sakit untuk mendapatkan visum." perintah polisi senior yang bangkit dari tempat nya jongkok dan berjalan menuju sebuah mobil van putih yang terparkir tidak jauh dari mobil polisi nya.


"Selamat pagi tuan dan nyonya, berikan kami waktu untuk menyelesaikan tugas kami, silah kan datang ke rumah sakit Medika atau berikan alamat anda agar nanti petugas rumah sakit mengantarkan jenasah ke kediaman anda." ucap polisi senior itu dengan sopan.


"Kami akan menunggu di mansion Hutomo, anda pasti tahu dimana mansion kami berada. Tolong segera selesai kan tugas negara anda dan bawa pelaku nya secepat mungkin! " ucap pak Hutomo dan mengajak istri nya kembali memasuki mobil dan meninggalkan tempat kebakaran dengan hati tak tenang, namun setelah melewati persimpangan jalan justru mobil berganti haluan menuju rumah sakit Medika.


"Seperti nya kasus ini tidak sesederhana yang terlihat, bagaimana menurut anda agen Leo? " tanya seseorang dari arah belakang.


"Agen Yun, sejak kapan anda kembali? " tanya balik Leo yang melihat seorang pria keturunan korea berdiri di hadapan nya.


"Kasus pembunuhan yang misterus membuat jiwa ku terbang kemari." jawab Yun dengan senyuman penuh arti.


Meninggalkan reuni dadakan dua agen yang mungkin terlihat saling mengenal, di dalam sebuah rumah yang mewah telah terjadi pengeledahan dadakan. Ntah apa yang membuat anggota kepolisian melakukan pengeledahan di dalam rumah seorang abdi negara, bukan hasil korupsi ataupun catatan suap menyuap yang di dapat kan tapi justru beberapa barang yang mencurigakan di temukan di dalam sebuah kamar utama yang membuat pemilik rumah mewah itu diam seribu bahasa dengan tatapan bingung nya.

__ADS_1


__ADS_2