
Seorang Pria tampan berparas bule sedang tidur di helikopter pribadinya, melepaskan penatnya sejenak setelah melakukan pekerjaan berbulan-bulan tanpa bisa istirahat. Kini dirinya ingin menikmati hasil kerja kerasnya dengan berlibur di sebuah pulau yang memang terpencil, mengingat bahwa dirinya orang yang cukup penting di dunia bisnis tentu liburan di tempat tertutup akan lebih nyaman.
"Permisi Tuan. 10 menit lagi Pesawat akan mendarat di tempat tujuan. " ucap sang pilot melewati alat komunikasi yang terhubung dengan bossnya.
Sang boss hanya memberikan isyarat dengan tangannya sebagai tanda paham dan tetap menutup matanya, pemandangan diluar selama perjalanan diabaikan karena kondisinya yang sangat lelah dan hanya ingin memejamkan mata.
"Selamat Datang Tuan AK. " ucapan sambutan dari seorang pengawal yang sudah menunggu dirinya di pendaratan Helikopter nya.
"Terimakasih Gio. Semua sudah siap? " balas Bossnya yang turun dari helikopter.
"Sudah Tuan AK.Mari Tuan " jawab Gio dan mengajak bossnya untuk memasuki mobil yang sudah disiapkan.
"Berapa lama lagi perjalanan ku Gio? " tanya bossnya.
"15 menit Tuan. Dan seorang pemandu sudah disiapkan seperti yang Anda inginkan. " jawab Gio dan sudah mulai melajukan mobilnya.
Perjalanan singkat itu tetap saja tidak dinikmati dan kembali memejamkan matanya, saat merasakan mobil berhenti dirinya membuka matanya dan melihat sekeliling.
"Memuaskan tempat ini. " gumamnya melihat sebuah Villa yang berada ditengah hijaunya pepohonan rindang dan jalan menuju rumah itu tetaplah Pasir putih yang lembut. Melihat bossnya sudah bangun Gio langsung turun dan ingin membukakan pintu, namun sebelum berhasil membuka sampai didepan pintu sangat boss justru bossnya sudah turun dengan sendirinya .
"Sudahlah.Mulai detik ini kita nikmati liburan bersama Gio. " ucap sang boss dengan tepukan dibahu Gio.
"Tapi Tuan AK..." jawab Gio tanpa bisa melanjutkan ucapannya saat ditatap tajam bossnya.
"Nikmati hadiah kecil dari Temanmu juga. Bukankah itu bisa kamu Terima Gio! " perintah bossnya.
"Tuan AK Terimakasih. " balas Gio dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tidak bisakah panggil aku seperti dulu sebelum aku menjadi boss mu Gio? " tanya Bossnya dengan menaikkan satu alisnya.
"Okay Hero. " ucap Gio sambil menahan senyuman.
"Okay juga Enemy. " balas Bossnya tertawa.
Disaat keduanya masih sibuk dengan candaan dan mengingat masa lalu, terdengar suara seseorang dari arah samping dan kedua pria itu menoleh untuk melihat siapa yang berbicara.
"Selamat Siang Tuan.Selamat Datang Di Pulau Cinta. " ucap orang itu.
"Terimakasih Nona. Tuan Ini pemandu anda yang akan menemani anda selama berlibur." ucap Gio dengan lembut namun bossnya hanya tetap diam.
"Tolong perkenalkan nama anda nona! " perintah Gio memberikan isyarat agar gadis itu berbicara dengan baik pada bossnya.
"Saya Asma Aditama. Pemandu di pulau ini Tuan AK. " ucap Pemandu itu dengan lembut dan senyuman manis.
"Hmm." jawab Tuan AK dan melihat penampilan Pemandunya dari bawah sampai atas sekilas dibalik kaca mata hitamnya.
Jalan yang hanya bisa dilalui oleh orang itu berpasir putih, semakin berjalan maju terlihat lebih jelas seperti apa villa yang ada didepannya itu. Melihat sekitar yang sangat teduh membuat bibirnya tersenyum dan tanpa sadar pemandu didepannya sudah berhenti, tentu saja alhasil AK menabrak gadis itu.
Brugh..
"Auw.. " seru gadis itu seketika yang tertabrak badan kekar seorang pria.
"Maaf Tuan. " ucapnya yang baru menyadari kini dirinya berada dipelukan Tamunya yang reflek menahan tubuhnya yang hampir jatuh karena tabrakan dengan pria itu.
"Hmm." ucap AK dan membantu gadis itu berdiri dan melepaskan tangannya dari pinggang mungil sang pemandu.
__ADS_1
Melihat hal itu Gio menahan tawanya, bagaimana tidak saking asyiknya Bossnya itu menikmati keindahan alam sampai menabrak pemandu yang ada didepannya dan bukannya minta maaf justru gadis itu yang minta maaf duluan.
Dengan rasa canggung setelah insiden tadi, Asma tetap melayani Tamu nya dengan lembut dan senyuman. Hidangan makan siang yang cukup menggugah selera karena hidangan laut dan darat tetap disajikan secara bersaman, makanan pun tidak tanggung sangat banyak.
"Silahkan Tuan. Selamat Makan. " ucap Asma dan hendak meninggalkan kedua tamunya agar bisa makan siang.
"Berhenti." seru AK yang langsung membuat Asma berbalik lagi.
"Iya Tuan. Ada yang bisa saya bantu? " tanya nya dengan sedikit takut jika melakukan kesalahan.
"Berapa orang di Villa ini? " tanya AK tanpa melihat Pemandu itu.
"Hanya 6 orang Tuan. Tuan AK dan Tuan Gio, saya, seorang pria paruh baya yang mengurus villa dibantu kedua putrinya. " jawab Asma dengan rinci.
"Panggilkan semuanya. " perintah AK.
Tanpa menjawab Asma mengambil ponselnya dan menelfon telepon yang langsung tersambung ke telepon lainnya.Setelah percakapan singkat muncullah seorang pria paruh baya dan kedua putrinya yang masih muda.
"Siapa nama kalian? " tanya AK saat melihat orang yang baru datang.
"Saya maman dan ini kedua putri saya Nisa dan Nelly mereka membantu saya mengurus Villa ini. " jawab pria paruh baya itu.
"Silahkan duduk Pak. " ucap AK dengan sopan bangkit dari tempat duduk nya dan meminta pak maman untuk duduk di sana.
"Tapi Tuan saya hanya pelayan. " jawab pak maman yang terharu melihat hal itu.
"Ini perintah pak. Tidak ada penolakan! " ucap AK dengan serious.
__ADS_1
"Bapak tidak perlu takut. Duduklah, Tuan AK hanya ingin makan bersama, lihatlah makanan ini sangat banyak. " ucap Gio meyakinkan orang-orang yang terlihat binggung dan ragu.
"Bapak seperti orang tua saya. Sudah sewajarnya harus dihormati. Jangan takut dengan saya pak. " ucap AK yang kini menggandeng tangan pak maman untuk duduk di tempatnya tadi, sedangkan semua orang disana terharu melihat perlakuan seorang boss yang lembut terhadap pelayan. Bahkan Asma pun menjadi kagum dengan pria itu, kini semua orang duduk dan makan bersama, Asma yang duduk di samping AK sedikit canggung tapi pria itu santai saja memakan makanannya dan itu membuat Asma tenang karena pria itu tidak menyadari bahwa dirinya berulang kali melirik pada pria kekar itu.