Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Percobaan bunuh diri Esha


__ADS_3

"Sabar pak Fatih, ini ujian anda untuk lebih menjadi pribadi yang baik. Saya berharap istri dan putra anda segera sembuh." ucap seorang pria yang datang terburu-buru setelah mendengar satpam rumah pak Fatih mengatakan penghuni rumah berpindah ke rumah sakit.


Padahal awalnya kedatangannya ke rumah pak Fatih untuk membicarakan hal serius tapi melihat keadaan yang tidak memungkinkan membuat pria itu mengurungkan niatnya.


"Terimakasih pak Daniel, tapi sepertinya kedatangan anda karena suatu hal penting. Apa ada masalah dalam pemilihan? " tanya pak Fatih dengan serius.


"Semua lancar dan tidak ada kendala, lebih baik saya sampaikan lain kali. Bapak fokus saja dengan istri dan putra bapak, nanti saya hubungi Esha untuk menjenguk Rico." jawab pak Daniel dengan sopan.


"Jika penting sampaikan saja pak, saya akan mendengarkan." ucap pak Fatih tanpa ragu.


"Tidak ada yang penting pak, kalau begitu saya permisi dulu. Salam buat istri dan putra nya." pamit pak Daniel dan bersalaman setelah itu meninggalkan pak Fatih sendirian.


"Permisi pak, bisa ikut keruangan saya sebentar?" ucap seorang docter muda dengan kacamata tebal nya.


"Baik dok." jawab pak Fatih dan mengikuti langkah dokter itu ke sebuah ruangan yang ada di lorong sebelah.


"Begini pak, setelah melakukan pemeriksaan terhadap putra bapak. Saya dengan berat hati menyampaikan jika putra bapak mengalami gangguan kejiwaan, di sarankan agar... " ucap docter muda itu dengan pelan namun jelas.


"Tidak! Anak saya masih waras, lakukan apapun agar putra ku kembali seperti semula." bentak pak Fatih yang membuat docter itu mengelus dada.


"Duduk dan minum ini dulu pak." ucap docter muda itu memberikan gelas air putih yang belum tersentuh oleh nya.


"Ini masih gejala awal pak, putra bapak mengalami shock berat. Dan hal itu mempengaruhi jiwa nya, apapun alasan putra bapak shock pasti sangatlah besar karena di dalam pemeriksaan terlihat gejala tekanan jiwa yang cukup membahayakan jika tidak segera di tangani. Tapi keputusan ada di tangan bapak, ingin berganti dokter ataupun rumah sakit pasti hasilnya akan tetap sama." ucap docter itu menjelaskan dan kali ini suara nya lebih tegas.


"Maaf atas kelancangan tadi, lakukan yang terbaik untuk kesembuhan putra ku berapapun biaya nya." ucap pak Fatih setelah berfikir sejenak.


"Tentu pak, silahkan tanda tangani surat ini." ucap docter itu menyodorkan perjanjian tanggungjawab pasien dan menyerahkan pengobatan pada dirinya sepenuhnya.


Setelah membubuhkan tanda tangan pak Fatih keluar meninggalkan ruangan dokter itu, dan terlihat docter muda itu mengirimkan sebuah pesan pada seseorang. Setelah mendapatkan balasan , terlihat sebuah senyuman aneh di wajah dokter muda itu. Senyuman itu seperti seseorang yang memiliki jiwa psikopat namun tersamarkan dengan penampilan culunnya, siapapun dirinya memiliki tujuan nya sendiri.


"Anda menghancurkan keluarga lain demi kebahagiaan keluarga anda sendiri, sekarang giliran anda merasakan sakit nya kehilangan orang yang anda cintai Tuan Fatih yang terhormat." gumam docter itu sembari melepaskan kacamata tebal nya dan mengusap cairan bening yang meluncur tanpa permisi.

__ADS_1


Sedangkan di sebuah rumah yang tertutup terlihat seorang pria tengah duduk termenung menatap wajah ketakutan dari gadis kecil yang kini terlelap dengan memeluk erat tubuhnya, ntah kenapa akhir-akhir ini gadis nya semakin sering mengalami mimpi buruk. Ada rasa kasihan dan khawatir di dalam dirinya, jika bukan demi janji dan ketenangan jiwa nya, sudah pasti dirinya memilih untuk segera membawa gadis itu menjalani perawatan yang lebih baik di negara lain.


"Bersabarlah Mia, tinggal pelaku utama yang tersisa." batin pria itu dengan mengusap lembut rambut gadisnya.


Didalam rumah mewah lain terlihat seorang wanita paruh baya tengah berdiri cemas menunggu kedatangan suaminya, begitu melihat mobil suaminya memasuki halaman dirinya langsung berlari tanpa bersabar lagi. Tapi langkah nya terhenti ketika melihat wajah suami nya yang menjelaskan segala nya, dan benar gelengan kepala itu sudah di pastikan urusan nya tertunda.


"Dimana Esha? " tanya pak Daniel dengan lembut kepada istrinya.


"Di kamar dan tidak mau makan ataupun minum, mama takut keadaan nya seperti dulu pa." jawab istri nya.


"Tenanglah ma, papa sedang memikirkan cara lainnya. Keadaan istri dan putra pak Fatih juga buruk, tidak mungkin mengatakan nya saat ini." ucap pak Daniel sembari memasuki rumah nya.


"Tuan nyonya, tuan muda." teriak seorang pelayan di atas tangga.


Mendengar teriakan pelayan membuat pak Daniel beserta istri nya segera berlari menuju kamar atas dan langkah mereka terhenti ketika melihat cairan kental berwarna merah tercecet di lantai, dan di atas tempat tidur sosok pemuda itu sudah tak sadarkan diri.


"Ayo pa cepat bawa kerumah sakit." seru istri pak Daniel.


"Pa cepat, Esha kenapa kamu lakukan ini nak. Bangun nak." ucap istri pak Daniel dengan mencoba menjaga putra nya yang sudah pucat.


Mobil yang biasanya hanya kecepatan standar kali ini menjadi kecepatan di luar batas dan berhenti di lobi rumah sakit terdekat, tanpa menunggu suster ataupun dokter, pak Daniel langsung membopong tubuh putra nya melewati resepsionis.


"Dok cepat selamatkan putra ku! " seru pak Daniel tanpa peduli tatapan orang-orang.


"Apa yang terjadi? Suster cepat bawa brangkar itu." perintah docter yang mendengar seruan pak Daniel.


"Tolong putra saya dok, saya tidak bisa hidup tanpa nya." mohon istri pak Daniel.


"Saya usahakan, permisi." jawab docter sembari mengikuti brangkar yang sudah di dorong oleh dua suster.


"Dok." panggil suster yang sudah membersihkan luka pasien.

__ADS_1


"Cepat berikan suntikan pereda rasa sakit dan biarkan luka nya aku yang mengobati." perintah dokter dan mulai melakukan pengobatan.


Di luar ruangan terlihat wanita paruh baya itu menangis tiada henti nya dan pak Daniel hanya bisa diam dengan memeluk tubuh sang istri, dalam hati nya juga ada rasa takut. Dirinya fikir putra nya sudah membaik tapi hari ini terbukti fikiran nya salah besar, sejenak ingatan masa lalu membuat nafasnya tercekat.


"Pa, apa semua ini karma? Kenapa Esha dan Rico bisa masuk ke rumah sakit bersamaan. Mama takut pa. " ucap lirih istri pak Daniel dengan isakan.


"Papa tidak tahu ma, tapi papa akan coba cari tahu. Setelah mengetahui keadaan Esha, papa akan coba ke rumah Aland." jawab pak Daniel menghela nafas.


Ceklek....


Suara pintu terbuka membuat pak Daniel dan istri nya mendekati docter yang baru saja keluar, dari wajah nya terlihat putus asa. Yah wajah itu semakin membuat perasaan kedua paruh baya itu tak tenang dan waktu seakan berhenti berjalan bagi keduanya.


"Bagaimana dok?" tanya pak Daniel dengan suara berat.


"Untuk saat ini kita hanya bisa berdo'a, putra anda mengiris nadi nya terlalu dalam seakan tidak memiliki niat hidup. Tapi yang saya cemaskan adalah hal lain, jika di izinkan bolehkan di lakukan tes darah? " tanya docter dengan sedikit ragu.


"Apa anak saya memiliki penyakit serius? " tanya istri pak Daniel dengan waspada.


"Bukan itu, tapi seperti nya putra kalian menggunakan obat terlarang dan sedikit lagi maka di pastikan overdosis." jawab docter yang langsung membuat istri pak Daniel pingsan.


"Ma... Lakukan apapun asalkan kesehatan putra ku kembali." ucap pak Daniel dan membopong istri nya untuk di baringkan di kursi tunggu.


"Silahkan tanda tangan pak." ucap docter itu memberikan surat persetujuan.


Tanpa menjawab, sebuah tanda tangan sudah tertera di atas kertas putih itu dan dokter segera melakukan tindakan selanjutnya, makhluk tak berdaya itu tidak menyadari jika ada sepasang mata yang mengawasi setiap pergerakan mereka. Wajah nya memang terbiasa dingin tanpa ekspresi, dan tanpa ada yang mencurigai nya ketika berkeliaran di rumah sakit itu.


"Halo tuan, kabar baik dari keluarga Diningrat, Esha diningrat melakukan percobaan bunuh diri dan hampir overdosis karena obat terlarang. " lapor wajah tanpa ekspresi itu setelah memasuki ruangan nya.


"Terus awasi." jawab dari seberang.


"Dengan senang hati." ucap wajah tanpa ekspresi dan memasukkan ponsel nya ke saku jas nya.

__ADS_1


__ADS_2