
Wajah nya menatap datar hingga tangan kanan nya mengepal erat dengan otot leher yang sudah terlihat jelas, tidak ada kata-kata lagi di saat panggilan video berlangsung. Hanya ada diam dan menjadi pengamat dan pendengar yang baik, panggilan video yang berlangsung selama tiga puluh menit membangkitkan jiwa malaikat maut di dalam diri nya.
"Kalian yang memulai, maka jangan salahkan aku." gumam pria bak dewa dan meremas benda pipih di tangan kiri nya hingga remuk membuat cairan merah menetes bersamaan benda pipih remuk yang dilepaskan dari genggaman nya begitu saja.
Tanpa mempedulikan luka di telapak tangan kiri nya, pria bak dewa melepaskan bathroom di tubuh nya dengan paksa dan berganti pakaian kantor dengan darah yang menempel kemana-mana. Tanpa mempedulikan warna merah yang membuat pakaian nya kotor, langkah nya keluar meninggalkan kamar nya dan menuju ke ruangan kerja nya.
Desi yang baru saja keluar dari kamar nya melihat keanehan pada pakaian warna putih boss nya yang di beberapa bagian menjadi berwarna merah hingga tatapan nya tertuju pada tangan yang sudah berlumuran darah dengan tetesan yang menjadi hiasan di lantai. Dengan cepat Desi kembali memasuki kamar nya dan mengambil kotak obat , langkah nya menyusul boss nya yang tadi terlihat memasuki sebuah ruangan di sebelah sisi lain tangga.
Tok.. Tok.. Tok..
Desi mengetuk pintu berulang kali namun tetap saja tidak ada jawaban membuat hati nya cemas, sehingga dengan terpaksa Desi mendorong pintu kaca itu dengan sekuat tenaga. Pintu yang langsung terbuka karena tidak terkunci, tapi dari pintu masuk tidak terlihat siapapun yang ada di dalam ruangan itu.
"Kemana dewa itu? Apa keluar ya?" gumam Desi yang memyusuri wilayah ruangan di depan mata nya.
Ceklek..
"Astaga, siapa itu! " seru Desi yang terkejut dan berbalik menatap pintu yang tertutup sendiri.
"Cepat lah!" perintah pria bak dewa dengan menyodorkan tangan kiri nya.
"Eeh." ucap Desi salah tingkah karena saat berbalik justru pria bak dewa sudah ada di belakang nya dengan tangan terulur.
"Lebih baik duduk di sana." ucap Desi hati-hati sembari melirik sofa yang ada di samping pintu dan seperti nya pria bak dewa tengah melakukan pekerjaan di tempat itu.
Tanpa menjawab, pria bak dewa berjalan ke tempat duduk nya semula di ikuti oleh Desi yang membawa kotak obat. Dengan telaten tangan wanita itu mulai mengobati telapak tangan kiri pria bak dewa yang terluka cukup dalam, sesekali wajah Desi terlihat meringis seakan merasakan nyeri sakit yang sama dan sesekali mulut nya itu memberikan tiupan agar meredakan rasa sakit boss nya.
"Terimakasih." ucap pria bak dewa setelah perban terpasang sempurna di telapak tangan kiri nya.
"Sama-sama." jawab Desi memasukkan kembali perban dan obat yang di gunakan ke kotak obat.
"Berikan passport pada Elsa, kalian akan pergi dua hari lagi." perintah pria bak dewa dengan menatap berkas di depan nya.
"Pergi? Apa maksud anda? Bukankah aku bekerja untuk anda? " tanya Desi yang langsung menutup mulut nya sendiri karena menyadari telah lancang.
__ADS_1
"Tanggungjawab mu adalah putri ku bukan aku, apa kamu mau detective itu mengambil Hyun dari mu? " tanya pria bak dewa dengan melirik Desi yang langsung melotot seakan tidak percaya dengan ucapan boss nya.
"Aku tahu asal usul putra mu, tapi aku tidak ingin membuat mu dalam masalah apa lagi kehilangan hidupmu. Bersiaplah, Elsa akan menjawab pertanyaan mu tentang trauma yang putri ku alami tapi tentang Hyun hanya aku yang tahu. Keputusan ada di tangan mu." ucap pria bak dewa dengan mengerjakan pekerjaan kantor nya tanpa mempedulikan reaksi Desi yang sudah seperti mayat hidup dengan bibir dan wajah yang sangat pucat.
Hiks... hiks.. hiks.. hiks..
"Hey." ucap pria bak dewa yang langsung tertegun karena isakan tangis Desi tiba-tiba saja memenuhi ruangan kerja nya.
Ntah apa yang membuat tangan nya kembali menjadi lemah hingga merengkuh tubuh wanita itu dalam pelukan nya, ada rasa yang membuat nya tergerak untuk melindungi wanita di depan nya. Wanita yang hanya di jadikan sebagai pion dan berubah menjadi dokter pribadi putri nya, tapi suara isakan tangis Desi sungguh mengingatkan nya pada tangisan orang terkasih nya.
"Jangan pisahkan aku dari Hyun ku, ku mohon. Hanya Hyun yang ku punya selama ini, hiks. " ucap Desi dengan suara serak nya karena terlalu lama menangis.
"Pergi lah dan jaga putri ku maka kalian akan aman selama ber sama-sama, disini bukan tempat kalian." jawab pria bak dewa dengan mengusap kepala Desi dengan lembut.
Ada rasa yang tertinggal dan rasa itu perlahan bangkit di hati kedua lawan jenis yang tengah ber pelukan, berbagi duka yang selama ini terpendam di hati kedua nya. Kenyamanan itu menjadi sebuah alasan baru untuk saling melindungi dan memberikan dukungan satu sama lain, kedua nya melepaskan pelukan dengan tatapan mata yang bertemu.
Duka yang berbeda terlihat memenuhi dua pasang mata berbeda warna, kedua nya menyimpan luka yang terpendam dalam diam. Luka yang hanya mampu di obati dengan kepercayaan dan kasih sayang, luka yang semakin menenggelamkan hati kedua nya.
Tanpa di sadari kedua nya, kini kedua wajah itu semakin mendekat dengan hembusan nafas yang hangat menerpa kulit wajah yang saling memandang tanpa henti nya. Perlahan pria bak dewa mulai menempelkan bibir sexy nya pada bibir merekah bak kelopak mawar milik Desi, kecupan yang tak terencanakan membuat kedua nya hanyut dalam rasa yang tak menentu.
"Jaga diri mu untuk ku, aku akan kembali." ucap pria bak dewa dengan senyuman terbaik nya yang gemas karena pipi merah milik Desi membuat wanita itu semakin cantik di mata nya.
"Apa.. " tanya Desi yang berfikir kedua nya kini memiliki hubungan lebih dari sekedar boss dan pekerja.
"Aku tidak bisa berjanji, tapi Aku akan kembali. Jaga kedua malaikat kita.'' ucap pria bak dewa dengan mengangkat dagu Desi agar menatap mata nya dan melihat seberapa serius ucapan nya dengan setiap kata yang terucap.
" Aku akan menunggu mu dewa." jawab Desi dengan menahan malu.
"Dewa? " ucap pria bak dewa dengan satu alis terangkat.
Desi yang melihat pria tampan di depan nya seperti tidak paham maksud nya harus menahan tawa nya, tapi dengan ketenangan desi menjelaskan jika wajah boss nya itu memang seperti dewa yang langsung membuat panah asmara tertancap di jantung nya. Mendengar hal itu membuat pria bak dewa hanya terkekeh geli karena sungguh pemikiran teraneh jika menganggap diri nya seperti dewa hanya karena wajah sempurna nya saja, bagaimana jika tahu sisi jiwa psikopat nya, bukan kah akan berganti menjadi malaikat maut.
"AK, panggil saja aku itu." ucap pria bak dewa dengan senyuman yang langsung membuat Desi mengerjapkan mata nya.
__ADS_1
"Dewa." panggil Desi yang seperti nya sudah menetapkan nama itu menjadi panggilan kesayangan nya untuk pria yang telah mencuri hati dan juga ciuman nya setelah berpuasa selama beberapa tahun.
"Baik lah, pergi lah sebelum Elsa memenggal kepala mu." ucap AK dengan santai yang langsung membuat Desi melotot kan mata nya dengan memegang leher nya sendiri.
Cup...
Sebuah kecupan kembali mendarat tapi hanya di pipi kiri Desi yang langsung membuat wanita itu keluar ruangan kerja AK dengan terbirit-birit, langkah nya terlihat paling lebar. Sedangkan AK hanya bisa terkekeh melihat tingkah lucu Desi yang seketika menarik diri nya dari dunia hitam nya, tapi rasa bahagia itu hanya sesaat karena kenyataan tetaplah yang menjadi kehidupan nya saat ini.
"Ku harap pengampunan masih tersisa untuk ku." batin AK dengan menyandarkan tubuh nya ke kursi sofa.
Sedangkan Desi yang baru saja tangan nya ingin menyentuh handle pintu kamar Mia harus kembali menarik tangan nya karena mendengar perintah untuk diam di tempat.
"Ikut dengan ku!" ucap seorang wanita yang sudah mencengkram tangan Desi dengan erat, kedua wanita itu kembali menuruni tangga dan memasuki kamar yang menjadi kamar sang dokter.
Setelah memasuki kamar, pintu di tutup dan di kunci begitu saja, tatapan tajam tertuju pada Desi, membuat Desi menelan saliva nya dengan susah karena wanita yang kini di depan nya seakan siap menerkam nya.
"Apa mau mu? " tanya wanita itu dengan suara yang di tekan.
......~~~~~~......
.
.
. Hay reader's, ***nyangka gak nyangka sih kalau novel Plan of Masked Man bisa masuk Beranda Karya Potensi dan GENRE Karya yang sedang tumbuh.. 🥺
.
.
Inti nya author mau ucapin makasih buat kalian yang dukung Karya author, dengan ini author semakin bisa memberikan yang lebih baik lagi dari yang sudah-sudah... 😊
__ADS_1