Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Rumah tuan Enemy


__ADS_3

Semua orang dalam lingkaran satu masa lalu. Siap melakukan pertempuran terakhir, dengan tipu muslihat dan juga rencana masing-masing. Disetiap hati tersembunyi, ada harapan dan pengkhianatan. Disetiap fikiran yang bebas, ada ketakutan dan keegoisan. Masing-masing memiliki arah tujuan. Senyuman dalam kepalsuan, dengan niat hati tak terbantahkan.


Dunia hanya melihat sekilas cerita, tapi para pemain sandiwara melihat seluruh cerita. Kata yang terlewat tak lagi sama, ucapan dibibir tak lagi demi kebaikan. Kini dunia akan terguncang, dengan badai yang tak mampu terlupakan.


Kisah cinta dengan noda darah dan tipu muslihat. Awal dari kisah telah tiada, namun jejaknya masih menyisakan luka. Ingatan disetiap pemilik rencana memulai langkah demi langkah. Satu sisi ada yang bersiap menyerang dan satu sisi ada yang masih diam menjadi pengamat. Tidak ada ketenangan dan semua berpacu dengan waktu.


Satu kelompok pakaian hitam meninggalkan hotel setelah terjadi peledakan sebuah mobil. Usaha mereka sia-sia, dan kini harus bertemu pemimpin mereka untuk memberikan laporan. Yang tersisa hanya lima orang, dengan menggunakan satu mobil van. Mobil menuju kawasan terbengkalai, dimana kawasan itu dulunya area perumahan yang cukup terkenal. Akan tetapi, suatu kejadian tragis membuat semua penghuni kawasan itu dipindahkan ke kawasan lain.


Deretan rumah mewah dengan arsitektur eropa terlihat jelas masih menunjukkan keindahannya. Sebuah rumah termewah dari semua rumah mewah lainnya, dengan gerbang besi karatan. Mobil berhenti di depan gerbang, dan orang yang dipanggil tuan melakukan panggilan. Pintu gerbang terbuka, dan mobil masuk ke halaman rumah.


Kelima orang itu turun dari mobil dan berdiri berjejer di samping mobil, menghadap pintu masuk. Tidak menunggu lama, seorang pria dengan topeng keluar. Langkah kakinya terlihat tegas. Setelah berhenti di depan para anak buahnya. Kedua tangannya dimasukkan ke saku. "Bagaimana?"


"Maaf tuan Enemy. Sasaran berhasil lolos, dan ada seseorang yang ikut bermain." lapor pria yang menjadi pemimpin pakaian hitam.

__ADS_1


Tangan kanan pria bertopeng keluar dari saku dan memberikan isyarat agar pria pemberi laporan maju mendekat. Tanpa ragu, pria itu maju dan berdiri didepan pria bertopeng. Pria bertopeng menarik kerah pria didepannya. "Jelaskan apa yang terjadi!"


"Seseorang mengirimkan seorang pria tidak jelas, dan mangsa tuan memberikan pesan tersirat di cermin kamar mandi. Tuan enemy bisa melihat pesan itu dari sini," dengan menyodorkan ponselnya, tangan pria bertopeng terlepas dari kerah bajunya.


Ponsel yang tidak membutuhkan password, langsung menampilkan icon galeri. Satu klik muncul beberapa gambar, satu gambar di perbesar. Tulisan dengan pasta gigi di cermin terlihat sangat jelas. "Istirahat dan selesaikan pekerjaan kalian pada waktunya. Lewat belakang saja!"


Tangan melambai pria bertopeng, membuat kelima orang pakaian hitam undur diri. Mereka berjalan menyusuri samping rumah, dan berhenti di pintu belakang. Sementara itu, pria bertopeng melepaskan topengnya dan duduk di anak tangga depan rumahnya. Tangan kanannya masih menggengam ponsel dengan foto pesan pasta gigi.


Sebuah pesan dengan isyarat. Permainan bukan dari dirinya saja. Tapi, jika bukan dirinya yang bermain. Apakah kedua partnernya juga ikut bermain? Satu pemain sudah datang dan membawa packet misi dan yang satunya entah ada dimana. "Apakah Sam berkhianat? Aku harus memastikannya."


Sekarang, aku harus apa? Aku bahkan tidak memiliki rekan. Atau ku temukan saja misi tuan Enemy? Pasti ada packet misi nya didalam rumah ini. ~batin Desi dengan memikirkan satu kemungkinan.


Keputusan sudah dibuat. Langkah Desi berjalan memeriksa satu ruangan demi ruangan. Dengan perasaan was-was dan hati-hati, Desi membuka setiap lemari dan juga ruangan. Dari ruang keluarga, kamar tamu bawah dan dapur dilantai bawah. Selama hampir satu jam, tapi tak menemukan apapun. Tatapan Desi teralihkan ke lantai dua. Sesaat ada satu pertanyaan yang muncul di kepalanya.

__ADS_1


Jika seseorang ingin miliknya tidak ditemukan. Maka tempat persembunyian terbaik adalah tempat dimana semua orang berkata 'tidak mungkin disembunyikan di tempat itu'. ~ batin Desi dan berfikir lebih keras lagi.


Tapi setelah beberapa tahun menjalin kerjasama, tidak sekalipun dirinya tahu rumah milik tuan Enemy. Dan ini pertama kali kakinya melangkah memasuki rumah tuan enemy. "Bagaimana aku menemukan packet misi tuan Enemy. Desi berfikirlah. Sebelum semuanya terlambat."


Desi memindai seluruh sudut rumah, semua sudut terkesan suram dengan cat mengelupas dan lumut di beberapa bagian tembok. Meskipun begitu, bagian kamar tetap bagus dan terawat. Artinya hanya beberapa bagian rumah yang diperbaiki dan pasti tuan enemy melakukan semua itu seorang diri.


Tidak ada pilihan lain selain menuju lantai dua. Langkah kaki Desi berjalan menaiki satu anak tangga demi anak tangga lainnya. Dengan perasaan tak karuan Desi mulai memeriksa kamar pertama sisi kiri. Pintu terbuka dan debu beterbangan. Desi hanya membuat pintu terbuka lebar dan melihat dari depan pintu. Kamar tanpa isi barang satupun, debu yang tebal memberikan kesan tak tersentuh.


Desi menutup kembali pintu, dan beralih ke kamar nomor dua sisi kiri. Knop terasa lebih ringan saat diputar. Artinya pintu sering dibuka, dan benar. Kamar dibalik pintu itu terawat dengan aroma parfum yang elegan. Parfum tuan enemy. Tanpa Desi sadari, langkah kakinya meninggalkan jejak. Di Setiap pijakan nya, ada garis yang ikut membentuk sebuah pola. Desi memeriksa barang-barang milik tuan enemy tanpa menggunakan sarung tangan. Sidik jarinya tertinggal.


Selama lima belas menit, tapi tak ada barang ataupun sudut yang mencurigakan. Semua aman dan hanya kamar biasa. Tapi entah kenapa hatinya merasa gelisah. Desi keluar dari kamar tanpa melihat jejak di lantai. Cahaya kamar yang temaram, membuat Desi melakukan kesalahan.


Langkah Desi menuju kamar terakhir di sisi kiri yaitu kamar ketiga. Akan tetapi ada yang aneh. Kenapa dinding seberang di depan kamar terpasang sebuah lukisan makam? Bukankah makam artinya tempat orang-orang yang telah tiada. Fikiran itu teralihkan, ketika dirinya ingat apa tujuannya memeriksa setiap ruangan. Desi memutar knop dan pintu terbuka lebar. Tidak ada barang apapun kecuali tirai merah maroon yang menutupi jendela kamar, bahkan debu juga tidak ada.

__ADS_1


"Kamar ini pasti sering dikunjungi tapi kenapa kosong? Apa yang membuat tuan enemy memasuki kamar ini?" gumam Desi menaruh telunjuk jarinya di dagu.


Semua terlihat tak ada yang mencurigakan, kecuali.....


__ADS_2