Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Bryant 2


__ADS_3

Langkah pasti Bryant menuju sudut ruangan bawah tanah, sebuah miniatur camera handycam diputar 36 derajat.


Kreeteek...


Suara dinding bergeser, membuat Bryant melanjutkan perjalanannya dengan menggendong Icha ala karung beras. Hingga ujung terhenti dan seseorang duduk diam diatas mobil jeep. "Semua sama seperti yang kita rencanakan. Sekarang apa?"


"Naik!" titah seorang pria bertopeng dengan pakaian compang-camping.


Bryant meletakkan Icha dikursi belakang, dan dirinya berpindah ke kursi depan. "Apa tidak sebaiknya kita kembalikan dia?"


"Apa kamu fikir, Ka Sam akan mengampuni gadis ini? Apa kamu lupa siapa itu Samuel?!" cecar pria bertopeng.


Bryant menunduk. Tak ada kata yang tepat lagi ketika semua berawal dan berakhir dari Samuel. Sebuah masa lalu pahit kehidupannya terpaut pada pria berkumis dengan bisnis persenjataan.


Samuel, yah nama yang singkat, jelas dan padat. Pria berkumis itu hanyalah anak tiri dari keluarga baru Bryant dan saudara kembarnya yaitu sang pria bertopeng. Kejadian 2 tahun lalu membuat keluarga Bryant terpecah belah ke dua alam berbeda. Keserakahan yang mendominasi Samuel, membuat keluarga harmonis menjadi penuh darah pemberontakan.


Puk..


"Jangan stuck di masa lalu! Kita sudah mendapatkan apa yang seharusnya." tegas sang pria bertopeng dengan penuh arti.


Bryant mengangguk paham. Membiarkan sinar mentari berganti awan gelap. Rintik hujan mulai membasahi bumi. Menghapuskan satu tragedi di tengah Villa dengan kobaran api.

__ADS_1


Mobil jeep melaju meninggalkan Villa terpencil itu dengan kecepatan maksimal. Ada yang membuat sang pria bertopeng bergegas menuju daerah perkotaan. Hingga mobil jeep itu berhenti di sebuah rumah sakit umum. "Pergilah dan buat Icha paham!"


Pria bertopeng turun dari mobil dan membuka bagasi mobil. Bryant bergegas berpindah tempat duduk dan meninggalkan rumah sakit umum, setelah melihat sang pria bertopeng menghilang di balik lorong. Mobil jeep kembali menuju daerah terpencil dengan jalur terjal, membuat kepala Icha terbentur berulang kali. "Eeeummhh..."


"Bangun juga? Sebentar lagi sampai." sindir Bryant dan memasuki deretan pohon durian yang tengah berbuah lebat.


Aroma yang menggoda, semriwing aroma durian seakan menyebar ke segala penjuru. Tangan Icha mencoba menggapai sesuatu untuk berpegangan, pandangan matanya masih buram. Rasa berputar dikepalanya tak kunjung mereda.


Ciiit... Duug...


"Auuw.." rintih Icha menahan pelipisnya yang terluka kembali.


Bryant mendengus sebal. Kenapa hidupnya mendadak justru mengurus seorang wanita! Bahkan para fansnya saja tak di anggap. "Turun! Atau mau ku seret?"


Dengan satu tarikan, Icha berpindah ke dalam pelukan Bryant. "Diam! Atau ku lempar."


Icha hanya bisa pasrah, memandang wajah Bryant dari dekat sangatlah berbeda. Seorang model dan artis terkenal yang mampu menyihir para gadis, bahkan ibu-ibu komplek pun pasti ikut mengandrungi berondong satu ini.


Wajah tampan Bryant seakan berkali-kali lipat disaat mode serius. Menampilkan kesan dewasa dan dingin. Merasa diperhatikan, Bryant merasa risih. Tapi dirinya ingat, bagaimanapun Icha tetaplah keponakan tirinya. "Jangan bergerak, atau laser dirumah ini menyala."


"Untuk apa laser? Bahkan kamu tinggal di perkebunan durian." celetuk Icha dengn spontan.

__ADS_1


Bryant tak langsung menjawab, tangannya sibuk mengambil kotak obat dari laci bawah TV. Mendudukkan tubuh lelahnya diatas sofa yang lembut, menarik kaki Icha dengan kasar. "Bagaimana dengan sistem keamanan dirumah Sam? Untuk apa papa mu itu memiliki 100 pengawal mansion?"


"Papa memiliki bunker senjata dan laboratorium khusus penelitian. Aku tidak tahu persis, tapi itu yang ku dengar selama ini." tutur Icha menatap langit bercat putih, dengan lampu gantung mini bintang.


Bahkan tidak ada rasa sakit yang melebihi sakit didalam hati Icha. Yah kenyataan dimana dirinya hanya menjadi putri dengan status nama saja. Semua yang diketahui Icha, hanyalah hasil dari peretasan.


"Kenapa kamu mencari Asma?" tanya Bryant dan menurunkan kaki Icha dari pangkuannya.


Dengan menyebut nama Asma. Icha langsung mengalihkan pandangannya. Menatap Bryant dengan lekat dan penuh tanda tanya. " Apa kamu tahu dimana Asma? Kenapa aku bermimpi tentangnya?"


"Mimpi?" tanya ulang Bryant dengan alis terangkat.


Icha mengangguk dan ntah setrum dari mana, bibir itu mulai menceritakan tentang mimpinya. p


Pertemuan dirinya dengan suara lembut seorang wanita yang mengaku menjadi Asma. Bryant mencoba memahami cerita Icha dari awal hingga akhir.


"Jika ku katakan. Berhenti mencari Asma. Apa kamu akan berhenti?" tukas Bryant dengan tatapan dalam.


Icha sungguh tidak percaya. Setelah tahu apa mimpinya, justru Bryant meminta dirinya berhenti mencari Asma. Asma yang membuat hidupnya selalu seperti bayang-bayang. "Apa kamu tahu, hanya karena wanita itu hidupku menjadi neraka! Bagaimana ka..."


"Orang yang kamu sebut 'WANITA ITU'. DIALAH pendonor jantung mu. Kamu dengar aku Icha binti Samuel! Kamu memiliki jantung Asma."

__ADS_1


Bruuug...


__ADS_2