Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Rencana genk lawan II


__ADS_3

Niat hati ingin membalas Sam, tapi tangan pria buruk rupa sudah terangkat dan memberikan kode untuk diam. "Aku bisa membakar kalian tanpa menunggu esok, jadi hentikan perdebatan tak bermutu kalian! Sekarang, dengarkan apa rencana ku."


"Okay. Tell!" jawab Sam dan Jelita hampir bersamaan.


Pria buruh rupa menopang dagunya dengan tangan kiri, tatapan tajam dan aura serius. "Rencanaku adalah kita akan mengurung pria itu didalam tangki minyak setelah dilumpuhkan dan meledakkan tangki itu di gedung perusahaan lamanya. Sedangkan rencana awal terserah kalian mau menyerang dia dengan pasukan atau peluru sekalipun. Aku hanya mau nyawanya masih ada untuk rencana ku. "


Setelah mengatakan rencananya, kini wajah Sam dan Jelita nampak bergidik ngeri. Bagaimana keadaan bisa mengubah pola pikir seseorang, bukti nyata adalah pria dengan luka bakar di depan keduanya. Dulu pria itu menjadi seorang pelayan setia tapi waktu mengubahnya menjadi pria ambisius dan tak punya hati. Sam dan Jelita hanya bisa mengangguk, karena pria itu menjadi faktor utama dalam permainan selama ini.


"Jaga diri kalian, sampai bertemu besok malam." pamit pria itu dan memakai topengnya lagi.


Sam yang melihat pria itu berdiri, juga ikut berdiri. "Mau ku antar?"


"Tidak! Aku lebih suka sendiri." tolak pria bertopeng dan berjalan meninggalkan tempat pertemuan, tangan Sam ditarik Jelita agar duduk kembali.


"Duduk! Apa kamu setuju dengan rencananya?" tanya Jelita memastikan keputusannya sama atau berbeda.


Sam menyunggingkan senyuman aneh, dan alis terpaut. "Menurutmu? Apa yang selama ini kita lakukan? Bukankah ini tujuan kita, kenapa mendadak kamu amnesia?"


"Hmmm. Dasar Psico!" Jelita memutar bola matanya jengah.


Tangan Sam bergerak cepat dan mencengkram dagu Jelita, tapi rasa sakit cengkraman tak membuat Jelita mengeluh sedikitpun. Seberapa tajam mata Sam menantangnya, Jelita masih berpose santai tanpa tekanan. Merasa tak mendapatkan respon, Sam menghempaskan wajah Jelita. "Hebat sekali dramamu. Siapa yang akan menyangka, dibalik jas putih mu ada topeng dengan pisau tajam yang siap mencabik lawan. Aku ragu, dimana kesetiaan mu berlabuh? Aku? Dia? Atau orang asing itu?"

__ADS_1


"Aku setia pada diriku sendiri! Tidak kamu! Dia! Apalagi orang asing, sekarang apa rencana kita?" Jelita menyibak kan gaungnya dan menampilkan paha putih miliknya.


Sam hanya melirik sekilas sebelum kembali menuangkan wine kedalam gelas dan meneguk segelas wine dengan sekali tegukan. "Apa kamu punya ide?"


"Ada. Apa kamu akan mendengarkan?" sindir Jelita dan menarik sebatang rokok dari dalam bungkus.


Sam mengambil korek dari tangan Jelita, dan menyalakan api untuk membakar ujung rokok di bibir merah Jelita. "Kita partner, sudah pasti harus saling mendengarkan."


Huuuff…(Asap rokok mengepul dari bibir Jelita)


"Aku akan membawa aset berharga pria itu dan memancingnya datang ke gudang tua di dekat dermaga. Tempat biasa kita bertemu, siapkan para sniper dan juga anak buah mu dari sisi darat saja. Wilayah laut tidak mungkin akan menguntungkan siapapun. Kita bisa mengepung gudang dari arah depan. Bagaimana?" Jelita menjelaskan rencananya dengan menghisap rokok dengan begitu nikmatnya.


Sam termenung sejenak, mengingat letak gudang yang memang cukup strategis meskipun bagian belakang bangunan tua itu adalah laut. Bukan hanya itu, disisi lain ada banyak karang tajam yang pasti sama saja seperti bunuh dir! jika nekat melompat ke dalam laut. "Baiklah, tapi pasti ada syarat lain. Aku tahu kebiasaan mu masih sama."


Tatapan mata Sam jijik dengan satu kebiasaan Jelita. Wanita yang terlihat baik diluar, ternyata liar didalam. Bahkan tak akan segan menerkam banyak pria secara bersama-sama, meskipun bukan berakhir pada penyatuan raga. Tapi lebih kepada kepuasan sentuhan manja. "Kenapa tidak ke hotel saja! Daripada menerkam pria itu dalam keadaan sekarat."


"Big NO! Darahnya juga pasti manis, aku akan sangat puas membuatnya tunduk di bawah milikku." tolak Jelita dengan tegas.


"Okay deal. Satu jam ku biarkan kamu bersenang-senang, setelah itu jangan ikut campur tangan lagi." putus Sam dan membuat bibir Jelita mengerucut kecapan.


"Mmmuuuaahh…"

__ADS_1


Sam bergidik ngeri, baginya Jelita seperti wanita penghibur. Hanya saja Jelita tidak membutuhkan uang, sentuhan pria hanyalah untuk kesenangannya bukan pekerjaannya. Karena wanita satu ini sudah memiliki praktek dokter gelap dengan nama yang jelas di pasar gelap para pembisnis illegal.


"Icha kabur. Dan tidak lagi mengkonsumsi obat dari mu, apa kemungkinan terburuk dari situasi ini?" tanya Sam mengalihkan mode merayu Jelita.


Hembusan rokok kembali menciptakan kepulan asap putih, Jelita menatap Sam dengan serius. "Tidak ada yang akan terjadi, lagi pula obat itu hanya untuk menghapus ingatan putrimu. Bukankah kamu ingin Icha melupakan kejadian kebakaran itu?"


"Itu benar. Lalu, apakah ingatan Icha akan kembali?" tanya Sam lagi.


Jelita mengangguk, meletakkan rokoknya di asbak. Tangannya menelusup masuk kedalam gaun di belahan dadanya, dengan ekspresi nyleneh. Sesuatu di ambil Jelita dari dalam sana, dan menarik tangan Sam untuk menerima apa yang ada di tangannya. "Gunakan ini agar ingatan Icha hilang permanen. Aku hanya memiliki satu, karena satunya lagi sudah ku gunakan untuk seseorang."


Mau tidak mau, Sam menyimpan sebuah benda digenggaman tangannya ke dalam saku celananya. "Ayo pulang."


"Pergilah! Aku masih ingin disini." tolak Jelita dan kembali menikmati rokoknya.


Sam tak mempedulikan, jika Jelita masih ingin stay. Langkah Sam meninggalkan Jelita, kini Jelita mengambil ponsel pribadinya. Dengan sekali tekan, ponselnya menyala. Satu sambutan dari wallpaper dilayar ponsel membuat wajahnya kembali sendu. "Aku akan memastikan semua seperti rencanaku, ini waktunya aku bergerak."


Meninggalkan rencana para lawan, didalam gudang tua dimana AK terbangun setelah terlelap sesaat. Tubuh Icha masih ada dalam pelukannya, dengan hati-hati AK membaringkan tubuh Icha. AK memilih melanjutkan kembali skema tragedi demi tragedi, hingga akhirnya tetap memberikan beberapa pertanyaan yang mengusik fikirannya.


Masih saja ada garis yang tak sinkron. Apa yang harus aku lakukan sekarang, siapa yang bisa menjawab pertanyaan ku?~ batin AK.


Triiing.... (notifikasi pesan masuk mengalihkan perhatian AK)

__ADS_1


Dengan sekali scroll, sebuah pesan baru terbuka.


[Temukan semua jawabanmu di jalan Melati gang 1. Waktumu hanya 12 jam! ]


__ADS_2