Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Bryant


__ADS_3

Dua jam kemudian, dari menghilangnya sang pria bertopeng ke dalam bangunan indah di depan mata sang wanita. Terdengar sayup-sayup suara mobil dengan raungan keras dari kejauhan. Suara mobil yang bising semakin mendekat membelah kesunyian hutan.


"Gawat. Sebaiknya aku susul dia." tukas sang wanita dan keluar dari tempat persembunyian.


Belum sempat langkahnya melangkah jauh, sebuah tangan menarik tubuhnya dan kembali bersembunyi dibalik semak. Ingin rasanya protes tapi bibir terbungkam. "Tenanglah! Dia akan baik-baik saja."


Suara yang berbeda dengan harum parfum maskulin. Tangan yang begitu dingin namun terasa sangat halus. "Diam dan jangan keluarkan satu katapun. Paham!"


Hanya anggukan sebagai persetujuan, dan tangan kekar namun lembut terlepas. Sang wanita melirik sekilas kearah samping, matanya mengerjap tak percaya dengan apa yang ada di depan mata. "Bryant."


Pria yang tengah mengamati keadaan sekitar mendadak mengalihkan pandangan matanya, ketika mendengar nama famousnya terdengar. Tatapan mata beradu, mata coklat Bryant bertemu dengan mata hitam sang wanita. "Kuharap kamu bukan fans gila ku."


"Aku.. emm"


Ucapan sang wanita terpotong dengan bungkaman tangan Bryant, karena iringan mobil semakin mendekat. Dari deru yang terdengar, sudah pasti lebih dari satu mobil. "Cepatlah keluar! Kenapa lama sekali."


Puk..


"Sorry." tukas lirih Bryant menatap wanita yang siap menyerang dengan ketajaman pandangan mata hitam kelam.


Hanya dengusan sebal, dan keduanya memilih diam. Suasana semakin tegang ketika moncong mobil terlihat semakin mendekat. Benar saja mobil yang datang lebih dari satu. "Ayo pergi."


"Hey dia masih didalam!" protes sang wanita mencoba memberontak.


"Jika kamu peduli, diam dan ikut denganku!" titah Bryant dan menarik kasar tangan sang wanita.


Berselang lima menit, tiga mobil jeep berhenti didepan Villa Hansa laut utara.Seorang pria berkumis melompat dan memindai setiap arah dengan tajam.


Proook... proook.. proook..


"Lepaskan semua @njing pelacak kita!" perintah pria berkumis dengan lantang.

__ADS_1


Guuuk.. guuuk... guuuk..


Suara @njing sahut menyahut dan mulai dilepaskan kesegala arah, Bryant yang berlari ke tempat persembunyian semakin mempercepat langkah. "Cepatlah! Suara peliharaan pria gila sudah terdengar."


Duug... auuw...


"Astaga kenapa jatuh segala. Ayo naik!" titah Bryant dengan cepat tanggap membungkukkan badan agar sang wanita naik ke punggungnya dan bisa digendong.


"Tapi.."


Bryant berbalik menatap tajam sang wanita. Baginya hanya merepotkan saja, tapi seseorang yang ada didalam Villa Hansa sudah memberikan perintah. "Aku masih ingin hidup! Kalau kamu mau mati, aku tidak peduli!"


Suara dengan nada ancaman dan sindiran membuat bulu kuduk meremang. "Jangan tinggalkan aku."


"Naik!" tegas Bryant dan langsung di sambut sang wanita tanpa protes lagi.


Beban berat di punggung tak membuat Bryant mengeluh, larinya masih kencang dan tetap waspada. Hingga mendekati titik tujuan, suara @njing semakin mendekat. Perlahan Bryant menurunkan sang wanita didepan satu pohon beringin besar.


Pluuung...


Ntah keberanian dari mana membuat sang wanita melompat begitu saja, sedangkan Bryant langsung melepaskan akar sulur pohon beringin dan membiarkan lubang bawah tanah tertutup kembali.


"Ayo beraksi!" tukas Bryant dengan senyuman iblis yang membuat wajahnya semakin tampan bak dewa maut.


Sang wanita yang terjatuh ke atas tempat tidur tebal. Tidak merasakan sakit apapun selain rasa perih di kakinya akibat tersandung batu, tapi lubang diatas sana tertutup tanpa ada yang masuk lagi.


"Sial@n! Kenapa aku menjadi dipermainkan? Siapa mereka sebenarnya." cetus sang wanita dan memandang sekelilingnya.


Seperti sebuah ruangan bawah tanah, dengan desain yang modern. Ruangan yang pasti terawat dan itu terbukti dari kebersihan yang tersaji. "Sungguh aku tidak memahami semua ini! Siapa, kenapa dan apa? Kenapa aku seperti baru terlahir? Sungguh aku sangat bodoh."


Rasa lelah menunggu dan kekurangan fisik yang terkuras habis membuat matanya meredup, ntah berapa kali bibirnya menguap tanpa henti. Perlahan kesadarannya berpindah ke alam mimpi. Mimpi yang membuat rasa kantuknya semakin kuat.

__ADS_1


Bangunlah Icha. Lepaskan lah pencarianmu! Aku ikhlas mendonorkan jantung ku untukmu. Detakanku tetap hidup didunia fana dan aku tenang di alam jiwa.


Berjanjilah, temukan cinta ku yang padam. Nyalakan lilin di hatinya, aku mohon bantu Icha. Cintai Pangeran ku dengan jantungku.


"Siapa kamu? Jantung? Apa maksud mu? Dan dia! Dia itu siapa?" cecar Icha memijat pangkal hidungnya.


"Akulah pencarianmu. Akulah jawaban dari kegelisahan mu. Akulah karma bagi papamu. Akulah Asma."


Duuuuuuurrrr....


Suara ledakan dengan getaran hebat membuat tubuh Icha terguling dari atas tempat tidur dan membentur sudut lemari mini. "Astaga sakit."


...~~~~~...


.


.


.


. Hay reader's.. 👋


.


. Hari ini, othoor crazy up ☝️


.


. Seperti permintaan satu reader's yang meminta othoor untuk crazy up (⊙_◎)


__ADS_1


__ADS_2