Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Hari Pesta Serigala


__ADS_3

Sedangkan di luar kamar Icha, pelayan wanita tengah harap-harap cemas dengan keterlambatan nona muda. Tidak seperti biasanya, bahkan semarah apapun nona muda pada tuan besar, pastilah tetap menghargai masakan para koki dirumah.


"Biarkan dia istirahat bi, semalam Icha terlalu larut pulangnya," Pria berkumis baru saja keluar dari kamar pribadinya dan melihat bibi senior berdiri di depan kamar Icha dengan wajah cemas.


"Baik tuan, saya permisi." pamit bibi dan undur diri.


"Seandainya aku jujur, kamu akan membenciku. Dan aku tidak sanggup di benci oleh putri ku sendiri." gumam pria berkumis menatap pintu kamar putrinya dengan sendu.


Apa aku tidak pantas mendapatkan kejujuran dari mu pa? Jika aku putri mu, lalu kenapa ada dinding pembatas diantara kita. ~ batin Icha di dalam kamar dengan menatap layar laptopnya.


Mansion yang terbiasa sepi, mendadak menjadi bising. Para tamu mansion berdatangan sesuai waktu yang di tetapkan. Pria berkumis berjalan menuruni setiap anak tangga, satu per satu dan menyambut tamu mansion dengan senyuman yang ramah.


"Apa kabar Tuan Samuel? Kudengar kerajaan bisnis anda semakin pesat," Seorang pria dengan jas biru navy lengan tiga perempat mengulurkan tangan.


Samuel menyambut uluran tangan rekan bisnisnya. "Semua berkat kerjasama kita semua, bagaimana dengan rencana pernikahan anda?"


"Gagal lagi! Anda tentu tahu jika si melankokis Bima terlalu baperan," timbrung seorang wanita muda dengan gaun panjang terbelah hingga menampilkan paha putih mulusnya.


Bima menatap wanita yang main asal jawab dengan sinis. "Hmm. Lalu apa bedanya dengan mu? Playgirl sejati."


"Sudahlah. Kenapa tidak menikah dengan Vani saja? Vani apa kamu tidak lelah bermain-main?" sindir Samuel dengan santai.


"Big no!" seru Vani menyilangkan kedua tangan di depan dada.

__ADS_1


Bima semakin menatap sinis dan jengah ke arah Vani. "Ogah dengan mantan para belang."


"Apa!"


"Sudah-sudah. Ayo kita mulai rapatnya. " Samuel menggambil satu gelas dan sendok yang di bawa pelayan.


Tiing.. tiing.. tiing..


Suara dentingan gelas membuat perhatian para tamu mansion teralihkan dan fokus dengan tuan rumah pemilik acara.


Samuel menarik nafas dalam sebelum memulai kata sambutan, wajah ramahnya berubah menjadi datar. "Selamat datang ke mansion ku untuk kalian semua. Pesta kali ini diadakan untuk pelelangan senjata terbaru dari perusahaan SC, seperti janji ku tahun lalu. Mari di mulai."


"Prook.. Prook.. Prook.." Samuel bertepuk tangan tiga kali, membuat para bodyguard di dalam mansion bergegas menutup jendela dan pintu.


Para tamu tak ada yang cemas ataupun takut, karena tahu jika pemilik perusahaan SC menyukai sistem pelelangan dengan suasana ekstrim. Mansion kini tertutup dari dalam, semua terjebak dalam kemewahan.


Wuuusshhh...


Samuel menyalakan obor yang diberikan asisten pribadinya. "Senjata pertama, senjata dengan rancangan terbaik untuk seorang sniper. Senjata laras panjang dengan sistem lipat dan mode silent mampu menembus jarak jauh dengan 20 butir peluru khusus. Bobot ringan dan fleksibel. Harga senjata SC 10 dimulai dari 1M."


"Senjata kedua, boom mini yang mampu menipu lawan. Ukuran dengan bobot yang tak seberapa menjadi keunggulan SC 11. Untuk menghancurkan satu perusahaan, kalian hanya cukup membeli 5 boom mini SC 11. Jika perusahaan itu sebesar perusahaan Nona Vani. Harga boom mini SC 11 dimulai dari 5M."


"Senjata terakhir, jujur saja saya tidak ingin melelang ini. Senjata yang mampu menghancurkan satu negara dengan satu kedipan mata. SC 12 dengan label nama Matahari. Nuklir dengan sistem control jarak jauh, ditambah dengan sistem penghancur total dan dapat dipastikan SC 12 tidak bisa di retas oleh siapapun."

__ADS_1


Samuel menjelaskan tiga senjata dari perusahaan SC dan assisten pribadinya yang menunjukkan barang pelelangan di dalam ruangan khusus dan ditampilkan di layar virtual. Dimana semua tamu mansion hanya bisa melihat tanpa meraba.


"Bagaimana dengan harga SC 12?" tanya salah satu tamu mansion.


"Harga SC 12 dimulai dari 50 triliun dan hanya ada SATU." jawab Samuel dengan santai.


"Ayolah pak Sam. Kenapa tidak membuat lebih banyak lagi? Pasti banyak yang berminat," tukas tamu lain dengan kecewa.


"Kapan barang dikirim? Jika pemesanan di lakukan sekarang?" tanya Vani penuh semangat.


"Siapa cepat dia dapat. Senjata SC 10 hanya akan diproduksi 100 unit. Senjata boom mini SC 11 hanya akan diproduksi 10 packet dan setiap packet berisi 3 boom mini. Dan senjata Nuklir SC 12 hanya ada satu." Samuel menekankan setiap kata dengan tegas dan jelas yang mampu membuat suara bisik-bisik mulai terdengar.


Para tamu tercengang dengan jumlah unit yang sangat minim, tamu mansion bahkan lebih dari 100 orang. Tapi SC justru memberikan pilihan sulit. Unit senjata yang terbatas dengan harga fantastis.


"Saya pesan Nuklir Matahari SC 12!" seru seorang tamu yang langsung membuat tamu lainnya terpaku mencari asal suara.


Sorot lampu menghujam pemesan senjata limited edition, seorang pria dengan jas berkelas ditambah topeng hitam polos menutupi sebagian wajahnya. Tangan yang bersembunyi di balik saku menambahkan kesan arrogant. Samuel mengamati pembeli senjata rahasia dari perusahaan SC dengan mata waspada.


"Apa anda ragu? Saya akan transfer saat ini juga. Bagaimana?" sindir pria bertopeng dengan senyuman smirk.


Samuel merasa tertantang. Harga 50 triliun bukanlah harga yang murah, meskipun seorang pembisnis besar memiliki keuntungan lebih dari itu. Tetap saja ada rasa waspada ketika dengan harga selangit saja masih ada yang menawar.


"Jika anda tidak berniat menjual! Bubarkan saja perusahaan SC!" tukas pria bertopeng.

__ADS_1


"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Samuel mengalihkan perhatian tamu mansion agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan pembeli pertama.


Kamu ingin bermain dengan ku! Baiklah, jangan salahkan aku jika kehancuran pertama adalah perusahaan mu Samuel. ~ batin pria bertopeng dan memilih melangkah meninggalkan kerumunan setelah lampu sorot dimatikan.


__ADS_2