Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Cafe Kejora


__ADS_3

Sebuah benda pipih kini sudah menunjukkan keadaan di dalam sebuah cafe, nampak targetnya masih belum sampai di lokasi membuat nya duduk manis di dalam mobilnya. Hingga setengah jam berlalu rasa jenuh mulai menghampiri nya namun netra mata nya menangkap sebuah plat motor yang memasuki kawasan cafe kejora, dan sosok yang turun dari motor itu terlihat berbeda dari targetnya.


"Rupanya ingin bermain, baiklah. Let's play with me." ucap pria itu dengan senyuman devil nya.


Tiga nomer berbeda yang masih dengan nama sama yaitu PE Triple, dengan satu klik kini tiga sasarannya berada dalam satu grup dengan nama yang unik yaitu My Goal, dan sebuah video sukses terkirim.


Di dalam tiga kamar yang berbeda menampakkan tiga wajah dengan ekpresi berbeda, satu pemuda yang sedang bermain game harus mengumpat kasar karena pesan masuk dan setelah itu wajah nya terlihat linglung ketika sebuah video terputar dengan volume tertinggi.


Di kamar lain dengan seorang pemuda yang tengah menikmati makan malam harus lari menjauh dari keluarga nya demi memastikan apa yang di lihatlah, bahkan sahutan kedua orang tua nya tidak di anggap. Dan kamar terakhir tidak ada penghuni sang pemilik kamar, tapi benda pipih itu tetap terbuka namun wajah dengan kerudung itu terlihat menahan rasa sesak di dada nya.


Karena pemilik benda pipih yang tertinggal kini tengah duduk di sebuah sudut semak-semak dan menjadi seorang pengintai, dirinya tidak sadar jika meninggalkan barang berharga di dalam kamar nya. Dan kini pandangan hanya tertuju ke dalam sebuah cafe yang semakin malam semakin sedikit yang datang, tidak ada yang terlihat mencurigakan bahkan orang suruhan nya pun sudah menghabiskan ntah berapa banyak minuman dan makanan.


"Sepertinya ini hanya orang iseng. Lebih baik aku makan, perut ku lapar sekali. " gumam orang itu yang baru sadar seharian tidak menyentuh makanan.


Dengan rasa lapar yang sudah tidak terkendali, dibawa nya tubuh tak berisi itu keluar dari semak-semak dan menuju cafe di seberang, bahkan dirinya tidak menyadari ada sepasang mata di balik sebuah kaca mobil tengah menatap nya sinis. Dirinya tidak sadar jika pesan yang tertuju pada nya bukan lah dari orang iseng, cukup bagi nya untuk segera memasuki cafe.


Lima langkah lagi pintu cafe tercapai, namun saat langkah terakhir nya, bahu nya menyenggol seseorang dan aroma wangi yang begitu manis menusuk hidung nya. Di lihat nya sosok yang memiliki harum manis itu tapi terlihat seseorang dengan jaket bertudung sudah memasuki cafe dan menghilang ntah kemana, bunyi di perutnya sekali lagi mengalihkan perhatiannya.


"Pesan kan aku nasi goreng seafood dan orange jus." perintah orang itu pada orang suruhan nya yang duduk di meja no 5.

__ADS_1


"Baik tuan Rico." jawab orang itu dan berjalan meninggalkan pemuda yang menjadi anak boss nya.


"Silahkan tuan, bolehkah saya permisi. Istri saya sudah menunggu." ucap orang itu setelah membawakan pesanan tuan muda nya.


"Ok, pergilah. Tapi naik taksi saja." perintah Rico dengan menikmati nasi goreng seafood di depannya.


Setelah meletakkan kunci motor di meja , akhirnya orang itu meninggalkan cafe kejora tanpa melihat situasi. Dalam fikiran nya adalah keadaan istri nya yang sudah siap menyeruduk karena dirinya pergi tanpa pamit akibat calling tuan muda yang dadakan, dan lihatlah pemuda yang kelaparan itu lebih tidak menyadari ketika semua pengunjung keluar meninggalkan cafe kejora tanpa kata.


Lima belas menit telah berlalu dan sepiring nasi goreng seafood dan satu gelas orange jus tandas tak tersisa, namun perasaan nya tiba-tiba menjadi sensitif. Di restoran yang cukup terkenal dan jam baru menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit tapi kenapa suasana seperti kuburan, kini wajahnya celingak celinguk dan wuuusss tidak ada siapapun selain dirinya tapi ada seseorang yang duduk di pojok.


Penampilan yang cukup aneh, ruangan cafe itu dingin karena AC tapi jika seluruh wajah tertutup dengan tudung jaket, bukankah rasa nya gerah meskipun di ruangan dingin sekalipun. Terlihat orang itu menjentikkan jari nya, dan peeet, semua lampu di dalam cafe padam membuat Rico gelagapan.


"Nikmati karma pertama mu tuan muda Rico al Fatih." bisik seseorang yang ntah sejak kapan berdiri di belakang Rico.


"Siaaappaa kaau? " tanya gugup Rico tapi wajahnya tidak bisa berpaling karena ada tangan dengan balutan kain yang menahan pergerakannya.


"Apa kau lupa dengan aroma manis yang membuat jiwa muda kalian meronta? Tidak ingatkah wajah lugu itu?" bisik orang itu lagi dengan suara yang semakin berat.


Foto dengan sahabat lain nya dan satu foto dengan wajah cantik namun wanita itu adalah wanita terlugu yang pernah dirinya temui dan aroma yang menusuk hidung nya adalah aroma yang tak terlupakan. Wanita itu selalu memakai aroma seperti kepribadiannya, aroma manis semanis senyuman dan keramahannya tapi video berikutnya mampu meluruhkan tubuh Rico.

__ADS_1


"Ingatlah jeritan dengan pengampunan dari bibir bergetar nya, kalian iblis bukan manusia. Tanpa belas kasihan kalian menikmati seorang wanita lugu dengan menunjukkan keperkas@an kalian bersama-sama! Tempat kalian bukan di bumi tapi neraka." ucap orang itu dengan penuh emosi, suara yang berat dengan nafas menggebu-gebu.


"Maaafkan aku, aku salah. Hiks.. hiks.. hiks. " ucap Rico dengan terduduk lesu.


Pemuda itu tidak tahan dengan suara yang menggema di dalam cafe, jeritan itu membuat tulang nya patah, yah suara itu milik seseorang. Seorang wanita yang dengan tangan terbuka mengajari dirinya dan lainnya sulitnya sebuah mata pelajaran tapi rasa penasaran di dalam jiwa muda nya dan lainnya membuat malapetaka yang terjadi bukan hanya sekali.


Ingatan nya masih sangat mengingat bagaimana wanita itu meminta pengampunan dengan lelehan air mata, tapi yang di dapat wanita itu adalah tamparan dan juga paksaan yang menambah jeritan pengampunan. Berhenti karena jeritan nya, tidak. Karena jeritan itu justru terdengar meminta pembuktian siapa yang paling berkuasa, dengan suara tawa yang sangat menghina menjadikan satu wanita di gilir secara adil.


Benar ucapan siapapun sosok itu, dirinya iblis bukan manusia dan kini penyesalan itu sudah terlambat, karena wanita itu sudah mengakhiri hidupnya. Dan dirinya beserta rekan lain nya justru melupakan kesalahan atau dosa terbesar yang tidak termaafkan, kini waktu seakan memberikan alarm untuk dirinya kembali mengingat kejahatan nya.


Melihat tubuh gemetar dengan wajah tertelungkup pemuda di bawah nya, membuat sosok itu tersenyum puas meskipun hanya sesaat. Tanpa mempedulikan bagaimana keadaan jiwa pemuda itu, kini sosok itu meninggalkan cafe kejora setelah membereskan pekerjaan nya.


"Haloo tuan Fatih, saya ingin mengabarkan tuan muda masuk ke rumah sakit jalan xxx" ucap seseorang dari seberang.


Bagai di sambar petir di malam hari, baru saja dirinya menemukan istri nya terjatuh di dalam kamar putra nya dan harus di larikan ke rumah sakit tapi berita lain sudah membuat gemuruh di hati nya. Kabar istri nya terkena serangan jantung dan harus menjalani perawatan intensif kini bertambah dengan berita putra tunggalnya juga ikut masuk ke rumah sakit yang sama.


"Sabar pak Fatih, ini ujian anda untuk lebih menjadi pribadi yang baik. Saya berharap istri dan putra anda segera sembuh." ucap seorang pria yang datang terburu-buru setelah mendengar satpam rumah pak Fatih mengatakan penghuni rumah berpindah ke rumah sakit.


Padahal awalnya kedatangannya ke rumah pak Fatih untuk membicarakan hal serius tapi melihat keadaan yang tidak memungkinkan membuat pria itu mengurungkan niatnya.

__ADS_1


__ADS_2