Plan Of Masked Man

Plan Of Masked Man
Tatapan mata


__ADS_3

"Buat lah sesuatu yang akan membuat Mia mau mendekati mu, itulah yang harus kamu lakukan." ucap Elsa dan menerima passport dan pergi meninggalkan kamar Desi tanpa menoleh ke belakang.


"Sesuatu? Apa yang harus ku lakukan." gumam Desi yang masih berdiri dengan raut wajah serius.


Hening sesaat hingga sinar lampu seakan menyala di atas kepala Desi yang menandakan sebuah ide terlintas di dalam fikiran nya, dengan bergegas Desi meninggalkan kamar nya dan menuju ke ruangan dapur dan ternyata di dapur sudah ada AK yang memakai celemek warna hitam tengah sibuk melakukan sesuatu. Desi hanya diam berdiri di ambang pintu sembari mengagumi AK yang terlihat seperti ayah rumahan dengan pesona yang tak ada dua nya, AK yang merasa di awasi oleh seseorang menghentikan aktifitas nya dan berbalik menatap ke arah sosok yang mengawasi diri nya.


"Kemarilah! " perintah AK dengan mengacungkan pisau di tangan kanan nya.


"Eeh, maafkan aku. Aku nant.. " ucap Desi yang justru berfikir ntah kemana karena melihat AK memanggil nya dengan posisi seperti ingin membunuh nya saja, ngeeri saja jika mendekati pria setampan itu tapi harus berakhir mati.


Mata Desi yang tak teralihkan dari pisau di tangan AK justru membuat AK sadar jika wanita di depan nya itu sedang travelling ntah sudah sejauh dimensi mana, bahkan wajah Desi sedikit pucat meskipun masih ada senyuman di bibir dan senyuman itu pasti karena terpaksa.


"Diam! Mau Mia menerima maaf mu tidak? Pergi lah.. " ucap AK memotong ucap an Desi yang pasti hanya ingin melarikan diri dari nya.


"Ampuun, aku mau." ucap Desi yang ikut-ikutan memotong ucap an AK


"Cepatlah! Tangan ku pegal." ucap AK kembali berbalik menghadap meja dapur yang cukup luas.


Desi segera melangkahkan kaki nya dan berdiri di sebelah kanan AK yang ternyata tengah memotong daging sapi dengan ukuran kecil seperti dadu permainan, tangan AK sangat lah terampil dan juga cekatan. Melihat itu sudah pasti jika pria tampan di sebelah nya itu mahir memasak, bahkan belum tentu jika yang memotong daging itu diri nya bisa serapi potongan AK.


"Ambil buah-buahan kering di lemari itu!" perintah AK dengan menunjuk rak lemari yang ada di seberang meja.


"Em.. Boss atau tuan ya. " gumam Desi yang masih bingung harus memanggil pria di sebelah nya dengan panggilan apa.


"Dewa! Bukankah itu yang kamu ucap kan." ucap AK dengan senyuman tipis yang langsung membuat pipi Desi memerah dan langsung menunduk malu atas panggilan manis yang pasti di anggap lebay.


Tak..


"Auuw." rintih Desi yang mendapatkan sentilan di kening nya dan pelaku nya hanya menyisakan senyuman dengan kode mata yang menuju ke rak almari.


Dengan bibir maju tetap saja Desi berjalan memutari meja dan menuju rak almari yang untung saja tidak terlalu tinggi bagi nya, hingga tangan nya bisa mencapai rak dan membuka satu pintu almari paling ujung. Almari dengan ukuran satu meter kali satu meter itu di isi beberapa toples kaca besar dengan isian yang cukup menggiurkan, buah-buahan kering yang sangat menngoda sungguh memanjakan mata Desi membuat air liur di dalam mulut nya ingin menetes.


" Ekhem! " dehem AK yang sudah berdiri di belakang Desi yang membuat Desi melangkahkan kaki ke belakang hingga membuat AK harus menahan tubuh nya yang sudah mepet dengan meja di saat wanita di depan nya justru menubruk tubuh nya dengan rasa terkejut nya itu.


"Hehehe maafkan aku Dewa, jangan suka membuat ku kaget. " ucap Desi yang langsung berpindah setelah sadar tubuh nya menabrak AK.

__ADS_1


"Bisa buat sop? " tanya AK yang memilih mengalihkan topic pembicaraan tak berfaedah milik Desi.


"Bisa." jawab Desi dengan binar mata yang penuh keyakinan.


"Lanjutkan masakan ku!" perintah AK dan mengulurkan kedua tangan nya meraih beberapa toples kaca yang berisi buah-buahan kering dan di belakang toples masih ada toples lain yang berukuran sedang namun tinggi dan isi nya adalah kacang-kacangan.


"Waah banyak sekali makanan sehat, apa anda seorang vegetarian? " tanya Desi sembari mengaduk kuah sop yang ternyata sudah jadi dengan harum bumbu yang sangat wangi.


"Masukkan daging nya!" perintah AK tanpa memandang Desi yang semakin cemberut karena pertanyaan nya selalu saja tidak mendapatkan jawaban.


Padahal jika mau, tentu saja Desi bisa menyimpulkan sendiri dengan daging yang tengah di masukkan ke panci yang berisi kuah sop, sudah pasti jika AK bukan lah seorang vegetarian. Tapi saat ini hanya bibir manyun dengan otak yang seperti nya tengah di kontrak orang lain, sehingga hal terlihat saja menjadi kasat mata.


Sedangkan AK memilih menakar tiga jenis buah kering yaitu cranberry, Prune (buah plum yang dikeringkan) dan juga kismis yang rasa nya lezat dengan rasa kenyal yang akan menjadi pelengkap bahan-bahan pembuatan kue. Ke tiga buah kering itu di takar dan di masukkan ke mangkok kaca yang sudah di siapkan oleh AK, di tambah dengan menakar kacang Almond dan juga kacang mede meskipun takaran yang di buat berbeda-beda tapi tangan kekar dengan lengan kemeja yang terlipat itu sangat jelas membuat takaran nya seimbang.


Sebagai seorang dokter tentu saja membuat Desi juga memperhatikan skema gizi setiap memberikan saran pada keluarga pasien nya tentang makanan dan minuman yang harus dikonsumsi pasien nya dalam proses penyembuhan.


"Selesaikan itu sebelum makan siang datang." ucap AK yang memberikan peringatan pada Desi yang sibuk dengan melirik ke arah nya.


"Dewa, boleh aku tanya sesuatu? " ucap Desi dengan menahan nafas nya.


"Kemana kami akan pergi? " tanya Desi dan rasa nya sungguh melegakan bisa mengucapkan pertanyaan itu, pertanyaan yang membuat fikiran nya tidak tenang.


"Bagaimana dengan kutub utara?" tanya balik AK tanpa memandang Desi yang sudah melotot tak percaya.


"Lebih baik aku tetap disini! " jawab Desi dengan tegas.


"Baik lah, serahkan saja Hyun... " ucap AK dengan mengeluarkan potongan buah-buahan segar yang ada di mangkok besar dan ternyata sudah ada di dalam kulkas.


"Tidak! Hyun hanya Milik ku!" seru Desi dengan tubuh yang tegang yang langsung membuat AK mengangkat wajah nya dan menatap ke arah Desi.


Mata nya bertemu dengan mata tajam milik Desi, mata seorang ibu yang tidak akan melepaskan putra tunggal nya. Mata yang menyiratkan amarah dan juga ketakutan terlalu dalam, membuat AK berjalan menghampiri Desi setelah meletakkah mangkok buah segar di atas meja. Meskipun Desi berjalan mundur menghindari langkah nya tapi tetap saja berakhir dengan tembok yang ada di belakang nya, terlihat kepasrahan di wajah Desi dengan tatapan yang semakin meredup dan memelas agar tidak dipisahkan dari putra nya membuat AK menghentikan langkah nya.


Dalam diam AK merentangkan kedua tangan nya setelah berhenti melangkah dengan jarak satu meter setengah dari tempat Desi berhenti , untuk pertama kali dalam hidupnya kedua tangan kekar nya terentang untuk seorang wanita selain putri nya Mia. Desi yang melihat tangan AK terbuka langsung memeluk tubuh dengan aroma yang sangat bercampur itu namun tetap saja wangi parfum nya masih lebih kuat, rasa nya sangat menenangkan namun tak membuat genangan air di mata menghilang.


"Jahaaat " ucap Desi dengan mengeratkan pelukan nya.

__ADS_1


Rasa nya seperti duka yang tersalurkan, membuat AK membalas pelukan Desi dengan lembut dan perlahan perasaan nya ikut hanyut ke dalam rasa yang mungkin selama ini terpendam. Rasa yang selalu tersimpan, sesuatu mengalir dari mata nya dan jatuh menimpa pundak Desi yang tertutup blouse dan dada nya seakan basah dengan sesuatu yang hangat.


"Pergi lah dan jaga Mia untuk ku. " ucap AK lirih di telinga Desi yang langsung membuat Desi mendongakkan wajah nya.


Suara yang biasa terdengar dingin berubah menjadi suara seorang pria yang lemah, membuat Desi menatap sosok dewa di depan nya yang ikut menatap diri nya dengan tatapan tak terbaca. Kedua nya seakan menceritakan duka masing-masing dengan pancaran di mata masing-masing, tanpa di sadari kedua nya ada yang menatap dengan rasa tidak suka dan amarah.


Praaaaang.... praaaaang...


Suara barang yang pecah membuat AK dan Desi memutuskan kontak mata kedua nya dan berlari keluar dari dapur dengan langkah yang tergesa-gesa, Desi hanya bisa mematung di ambang pintu dapur ketika melihat sosok yang sudah terkulai lemah dengan linangan air mata terduduk di antara pecahan piring dan juga gelas. Sedangkan AK langsung berlari mendekati sosok itu tanpa mempedulikan banyak nya pecahan beling yang berserakan, yang terpenting untuk nya adalah merengkuh sosok yang tengah menatap nya dengan nanar.


...~~...


.


.


. hay reader's, othoor minta maap ya kmrn gk up ☝️


.


. Jujur nih ya kemarin othoor rasa nya tuh kepala sakit banget, jadi cuma bisa up satu novel aja (My Secret Life) , *tapi dua novel lain nya tak bisa up.


.


.


. InsyaAllah next day othoor double up kalau udh sehat plus tak sibuk banget, atau lebaran aja ya up double nya, atuh kok jadi bingung ya.. 😁


.


. udah dulu ah 😁


. Othoor mau nyuci, ,


.

__ADS_1


. Apa ada yang mau bantuin othoor nyuci? 😅*


__ADS_2