PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Akhirnya kembali


__ADS_3

Sudah dua kali dua puluh empat jam Byun soo menghilang dan masih belum ditemukan meski usaha pencarian yang dilakukan mang Udin dan Ryeon terus dilakukan hingga akhirnya mereka menelusuri kesebuah taman yang berada dipinggir jalan, disana terdapat banyak orang yang berkumpul.


Ryeon yang duduk disebelah mang Udin yang mengemudikan mobilnya tak sengaja melihat deretan wajah pemulung dan pengamen jalanan yang tengah berkumpul untuk makan siang setelah dibagi nasi bungkus oleh seseorang, Ryeon melihat mereka dari kaca spion mobil. Tiba-tiba pandangan mata Ryeon tertuju pada seseorang yang sudah tak asing lagi baginya.


Ryoen lalu meminta mang Udin untuk menghentikan laju mobilnya karena dia ingin memastikan seseorang yang dilihatinya itu apakah dia benar-benar orang yang sedang dicarinya atau bukan. Sementara Byun soo terus membagikan nasi bungkus yang dia beli sendiri dari hasil kerjanya dengan ikut memulung dan hasilnya dijual dia juga ikut kerja jadi buruh panggul dipasar didaerah itu bersama seseorang yang baru saja dikenalnya.


Kemudian dia makan bersama dengan para pemulung dan pengamen jalanan itu, ketika dia sedang makan dia melihat ada bapak pemulung yang sudah tua hendak makan tapi tanganya kotor karena dia sudah memunguti sampah, Byun soo yang melihat itu lalu mendekatinya dan membukan nasi bungkusnya sambil berkata dengan ramah.


"Bapak tangannya kotor, biar saya yang nyuapin bapak ya"


Bapak tua itu mengangguk sambil tersenyum pada Byun soo, lalu Byun soo mulai menyuapi bapak tua itu dengan tulus meski bapak tua itu seorang pemulung tapi Byun soo tak pamrih, tidak pilih-pilih atau pun merasa jijik dan malu bergaul dengan mereka padahal Byun soo merupakan seorang selebritis internasional yang dikenal banyak orang dan dikagumi oleh semua orang karena sikafnya yang hangat dan ramah terhadap semua orang meski dia punya kekurangan yaitu suka jailin orang.


"Makan yang banyak ya, biar bapak tetap sehat" ucap sipemilik senyum lebar yang selalu menampakan semua giginya yang putih dan rapi.


"Terimakasih ya nak, kamu ini siapa sih? Ko baik banget" ucap bapak pemulung tua itu.


Byun soo lalu tersenyum pada bapak tua itu.


"Semoga hidup kamu selalu bahagia, rezekinya dilancarakan dan semoga kamu diberi kesehatan selalu" bapak itu mendoakan Byun soo.


"Makasih atas doanya pak" ucap Byun soo.


Saat Byun soo lagi nyuapin sambil bercanda dan tertawa lepas bersama pemulung dan anak-anak jalanan itu, tiba-tiba Ryeon memanggilnya.


"Hyeeooongg,,,,!! Gue kangen sama lo, lo kemana aja sih ko malah menghilang?"

__ADS_1


Byun soo yang mendengar suara Ryeon lalu berdiri dan tersenyum sumringah karena akhirnya dia ditemukan juga oleh Ryeon dan mang Udin, Ryeon langsung memeluk pria kecil yang lebih pendek dari Ryeon karena merasa bahagia.


"Hyeeoong,,, elo tuh! Kemana aja si? Kenapa lo bisa ditinggalin sama Ayiswa? Pasti lo udah jailin dia ya? Jadi Ayiswa marah sama lo" tanya Ryeon hendak menangis karena sedih dan bahagia.


"Enak aja, ya nggalah, gue juga gak tahu kenapa dia marah dan ninggalin gue sendirian padahal gue gak tahu jalan pulang" sangkal Byun soo.


"Ya sudahlah yang penting sekarang lo udah kembali tapi gue nyesel banget udah cemas dan mengkhawatirkan lo" ucap Ryeon sedih.


"Lah! Ko, kenapa bisa gitu?" tanya Byun soo keheranan.


"Karena lo gak tahu diri, disaat semua orang cemas, khawatir dan sedih mikirin lo yang hilang tapi disini lo malah ketawa ketiwi tanpa beban dan tanpa memikirkan perasaan orang-orang panti yang cemasin lo" kata Ryoen sambil manyun.


"Ha,, hah,,ha,,ha,,!!"Byun soo tertawa canggung.


"Itu paman saya, dan ini adik saya yang paling bontot cuma kami beda ibu sama bapak aja" jawab Byun soo.


"Ko malah gedean dan tinggian adiknya ya dari pada kakaknya?" kata bapak tua itu dengan polosnya.


"Aku juga tinggi ko, cuma adikku ini pake sepatu hak tinggi aja jadi dia kelihatan lebih tinggi, padahal kami sama-sama bertubuh tinggi dan punya bahu yang lebar" kata Byun soo tak mau dikatain pendek sambil memeragakan kalau dia juga punya bahu yang lebar seperti Ryeon biar dia tidak dikatain kurus seperti yang terlihat.


"Hhhmmm,, dasar hyeong kurang gizi, gak mau ngakuin kalau dirinya pendek dan kurus" gumam Ryeon.


Byun soo yang tak sengaja dengar ucapan Ryeon langsung menggigit pundak Ryeon sambil ngatain dia. Sedangkan Ryeon yang hapal betul watak Byun soo, Ryeon hanya pasrah saja karena jika dia melawan Byun soo pasti semakin menjadi-jadi.


Bapak tua yang dari tadi terus memikirkan perkataan Byun soo baru engeh kalau Byun soo dan Ryeon bukan saudara kandung lalu bapak tua itu berkata.

__ADS_1


"Eh! Pantesan kalian berbeda kalian ini bukan saudara kandung toh"


"Udah, udah, sekarang kita pulang yuk orang-orang panti pasti senang karena sekarang Byun soo udah ditemukan" ajak mang Udin.


Setelah itu mereka berpamitan pada semua pemulung dan anak-anak jalanan itu, Byun soo lalu melambaikan tanganya sebagi salam perpisahan sambil tersenyum, dia juga memberikan flying kiss dan membentuk lambang love dengan kedua jari-jari tangannya pada para pemulung dan anak-anak jalanan itu, setelah itu Byun soo, Ryeon dan mang Udin naik kemobil dan kembali pulang kepanti asuhan.


Sesampainya dipanti asuhan, semua menyambut Byun soo didepan rumah karena mereka semua senang akhirnya dia kembali pulang juga. Umi yang penasaran kenapa Byun soo bisa ditinggalkan oleh Ayiswa lalu menanyakan kronologi kejadiannya pada Byun soo. Dia langsung menatap Ayiswa yang waktu itu terus menunduk karena merasa sangat bersalah sambil menjelaskan kenapa dia bisa ditinggalkan oleh Ayiswa dengan sejujur-jujurnya.


"Gak tahu tuh! Ayiswa, tiba-tiba marah-marah gak jelas sampai tega ninggalin aku sendirian dipinggir jalan cuma gara-gara gak sengaja aku lihat wajahnya tanpa cadar karena tiba-tiba cadarnya terlepas. Aku heran deh kenapa coba dia harus tiba-tiba marah sama aku cuma gara-gara itu doang?" kata Byun soo keheranan.


"Ya ampun kenapa dia dengan polosnya malah nyeritain semua ini pada orang-orang panti si? Gagal sudah rencanaku untuk pura-pura melupakan janji dan nazarku itu, aku benar-benar malu sama orang-orang panti yang sudah hapal betul dengan nazar dan janjiku, kenapa aku malah punya janji dan nazar seperti itu si? Ini membuatku benar-benar kehilangan mukaku" batin Ayiswa kesal karena mulut ember Byun soo.


Ayiswa lalu tertunduk malu sambil terus mengutuki Byun soo. Setelah mendengar jawaban Byun soo Umi lalu masuk kedalam rumah sambil tersenyum karena Umi tahu saat ini pasti perasaan Ayiswa lagi gak karuan dan baper. Mang Udin, bi Idah dan yang lainnya lalu ikut masuk kedalam rumah sambil tersenyum karena mereka tidak mau Ayiswa yang orangnya sangat pemalu soal hal seperti itu tak mau membuat Ayiswa semakin malu.


Ryeon yang penasaran kenapa semua orang pergi sambil tersenyum kemudian dia ikut masuk kedalam rumah lalu bertanya pada mang Udin kenapa semua orang tersenyum? Mang Udin lalu menjelaskan tentang nazar dan janji Ayiswa waktu dia masih kecil. Kemudian Ryeon tersenyum sambil membayangkan jika Byun soo dan Ayiswa menikah, Ayiswa pasti kewalahan dengan tingkah Byun soo yang super jail. Mungkin mereka akan bertengkar setiap hari karena Ayiswa kesal dijaili melulu sama Byun soo.


Setelah semua orang masuk kedalam rumah,tinggallah Ayiswa dan Byun soo berdua didepan rumah, Byun soo yang tak mengerti,tidak tahu apa-apa dan kebingungan lalu bertanya pada Ayiswa dengan polosnya.


"Ayiswa kenapa si semua orang tersenyum aneh gitu, emang ada yang salah ya dengan kata-kataku?"


Bukannya menjawab Ayiswa malah menggeram kesal pada Byun soo sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya lalu dia pergi tanpa penjelasan apa pun.


"Heran deh, hobby banget sih, Ayiswa pergi tanpa penjelasan apa pun, Huuuhh,,,!! Hari ini benar-benar aneh ada apa si dengan semua orang-orang itu?" gumam Byun soo masih kebingungan.


Next,,,,,

__ADS_1


__ADS_2