
Hay Author dan para readers kesayangan yang udah mampir kesini, mohon dukungannya ya, dengan meninggalkan jejak like, komen, vote, hadiah, dan follow juga authornyaπππ.Dari sekian banyak *yang mampir kesini tiap hari cuma 2% yang mau komen dan ngelike padahal itu gratis loh, jadi mohon dukungannya ya biar authornya makin semangat karena kalau banyak yang komen dan ngelike authornya jadi tambah semangat buat nulis meski saat itu lagi mentok karena bingung harus nulis apa? ππππ**makasih*
Ayiswa sudah terduduk dijalan sambil megangin jidatnya yang tadi habis nyium aspal jalanan,lalu melihat kearah Rayyan yang masih tergeletak ditengah jalan sambil terus meringis kesakitan.
"Astagfirullahaladzim, bang Rayyan?!" seru Ayiswa kaget ketika melihat ada percikan darah dijalan aspal dan pakaian Rayyan.
Ayiswa yang panik segera menghampiri Rayyan kemudian dia memapah Rayyan untuk pergi kesisi jalan.
"Apa mereka menusukmu bang? Kenapa berdarah seperti ini?" tanya Ayiswa panik
"Tidak apa-apa Ayiswa, Aku bisa bertahan" lirih pelan Rayyan
"Ngga apa-apa gimana? Ini pendarahannya tidak mau berhenti" ucap Ayiswa panik dan khawatir
Lalu dia nekad hendak membuka cadarnya untuk mengikat luka tusuk Rayyan agar berhenti pendarahan, tapi Rayyan menarik tangan Ayiswa yang hendak membuka ikat cadarnya.
"Jangan buka cadarmu Ayiswa, aku tidak mau ada orang lain yang melihat wajahmu selain aku" tutur Rayyan mencegah Ayiswa
"Tapi bang, kita harus menghentikan pendarahannya, kamu bisa kekurangan darah kalau gini terus" kata Ayiswa sangat mencemaskan Rayyan
"Pake jaketku saja, tolong bantu bukakan jaketku dan ikatkan dilenganku, aku tidak bisa melakukannya sendiri, lenganku sakit" ucap Rayyan sambil menahan sakit
Ayiswa lalu menuruti titah Rayyan, setelah itu dia meminta Rayyan untuk menunggu sebentar karena Ayiswa akan mencari bantuan untuk membawa mereka kerumah sakit.setelah Ayiswa berlari kesana, kemari untuk mencari bantuan tak lama lewatlah sebuah angkot, Ayiswa langsung menghentikannya dan meminta tukang angkot itu mengantarnya kerumah sakit.
"Bang, tolong anterin kami kerumah sakit ya, kami habis kerampokan" ucap Ayiswa dibalik kaca mobil
Tukang angkot itu lalu melirik kearah Rayyan yang masih duduk dipinggir jalan.
"Ya udah, Ayo masuk" ajak tukang angkot
Ayiswa segera memapah Rayyan yang terlihat makin pucat untuk segera masuk kedalam mobil angkot.
"Bang, cepetan ya bawa angkotnya" titah Ayiswa
"Iya neng" sahut tukang angkot itu
Butuh waktu setengah jam untuk sampai dirumah sakit bagi mereka.ketika sampai Ayiswa dan Rayyan lalu turun dari angkot.p
"Bang, maaf ya, saya tidak punya uang sama sekali untuk membayar pada abang, bisakah abang menunggu keluargaku datang kesini untuk membayar angkotnya, nanti saya akan ikut nelepon ke pihak rumah sakit" tutur Ayiswa
"Ya udah, kalian tidak usah bayar saya ikhlas ko, lebih baik kamu cepat bawa dia kedalam rumah sakit, maaf saya cuma bisa bantu kalian sampai disini aja"
__ADS_1
"Beneran bang, kami tidak usah bayar?" tanya Ayiswa ragu
Tukang angkot itu lalu mengangguk untuk meyakinkan Ayiswa.
"Makasih bang, atas kebaikan abang semoga Allah membalasnya"
"Aamiin"
Setelah itu tukang angkot langsung tancap gas, sementara Ayiswa dan Rayyan langsung kedalam rumah sakit. Rayyan langsung ditangani oleh dokter, bekas tusukannya itu dijahit dan Ayiswa langsung menelepon orang panti untuk segera datang kerumah sakit dengan meminjam telepon kerumah sakit.
Dokter itu sudah selesai menjahit luka tusukan Rayyan, Ayiswa lalu menemani Rayyan yang kini terbaring dibangsalnya sambil menunggu orang panti datang, sambil ngobrol. tiba-tiba wajah Ayiswa tertunduk sedih.
"Kamu kenapa ko jadi murung gitu?" tanya Rayyan
"Aku sedih ngelihat kamu kaya gini, padahal acara pernikahan kita cuma satu minggu lagi" tutur Ayiswa yang terlihat amat sedih
"Maafkan aku Ayiswa, aku menyesal karena udah ngajak nenek dan kakek itu naik kemobil kita" ucap Rayyan penuh penyesalan
"Kamu tidak perlu minta maaf bang, ini bukan salah kamu, ini hanyalah musibah, kita harus menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada"
"Tapi aku sedih karena musibah ini sekarang aku benar-benar sudah tidak punya apa-apa lagi aku sudah benar-benar miskin, padahal kita belum mendapatkan gedung untuk acara pernikahannya, caterinnya,dan gaun pengantinya juga belum ada, kalau kaya gini acara pernikahan kita gimana? Bisa terancam gagal nikah kita. Ayiswa apa kamu akan menyerah denganku karena sekarang aku tidak punya apa-apa lagi?" tanya Rayyan sedih dan takut Ayiswa menyerah lalu meninggalkannya
Ayiswa lalu menatap Rayyan dengan tatapan tulus kemudian dia berkata seraya bercanda
Perkataan Ayiswa itu jadi bikin Rayyan malu sendiri.
"Ya kamu ngga usah memperjelas kaya gitu juga dong, dulukan aku suka make up'an dan perawatan gitu karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan aku untuk tetap menjaga fisik biar tetap kelihatan sempurna,tapi sekarang aku ngga kaya gitu lagi ko, beneran deh! sumpah" tutur Rayyan meyakinkan Ayiswa
"Ya udah bang, kalau kamu mau pakai lipstik yang menor juga ngga apa-apa,aku ngga akan ngelarang ko" goda Ayiswa dengan candaannya
"Ish! Ayiswa ko kamu gitu sih? Udah berasa kek perempuan beneran nih! aku, kalau kamu kek gitu ngomongnya" gumam Rayyan sambil manyun
Seketika Ayiswa langsung terkekeh-kekek melihat calon suaminya itu manyun. tak lama raut wajahnya berubah jadi murung dan bingung.
"Kenapa sekarang kamu jadi malah murung bang?" tanya Ayiswa
"Aku lagi bingung dan sedih, gimana caranya aku mau kasih kamu mahar sedangkan sekarang aku udah ngga punya uang sepeser pun, keadaanku pun seperti ini, aku ngga bisa cari uang buat kasih mahar ke kamu padahal pernikahan kita tinggal satu minggu lagi" jawab Rayyan
"Kamu tidak usah pikirkan soal itu bang, bagiku menikah secara syah dimata hukum dan agama itu sudah cukup, aku tidak perlu gedung yang mewah, gaun pengantin yang mewah serta mahar yang memberatkanmu, cukup pinanglah aku dengan surat Ar Rahman, bacakan itu dihadapan semua orang tanpa melihat Al Quran, Apakah kau sanggup dengan mahar yang ku minta itu bang?" tanya Ayiswa
Rayyan benar-benar terharu dengan ucapan Ayiswa, matanya seketika berbinar-binar bahagia sebab Ayiswa memahami keadaannya saat ini yang sedang benar-benar berada dititik terendah dalam hidupnya, Ayiswa tak memberatkannya dengan mahar yang mewah yang mungkin tidak akan mampu diberikan oleh Rayyan karena keadaannya sekarang telah berbeda dari dulu yang serba ada.dan dengan adanya musibah ini juga Rayyan jadi benar-benar tahu kesungguhan dan ketulusan hati Ayiswa yang mencintai dengan sepenuh hatinya tanpa melihat fisiknya atau materinya.
__ADS_1
Itu semakin meyakinkan Rayyan kalau pilihan menjadikan Ayiswa sebagai calaon istrinya itu tidak pernah salah karena Ayiswa yang berkepribadian baik, solehah, taat pada Allah, selalu menjaga kesucian dan dirinya dari hal-hal tidak baik, memang dia seorang gadis idaman jadi Rayyan merasa pengorbanan yang selama ini dilakukannya itu sepadan dengan apa yang akan didapatkannya.
Rayyan merasa menjadi pria paling beruntung karena mendapatkan bidadari secantik Ayiswa yang akhlaknya sudah tidak diragukan lagi.
"Masya Allah Ayiswa, aku benar-benar terharu dengan ucapanmu, terimakasih karena kamu bisa menerimaku apa adanya dan tidak memberatkanku dengan mahar yang ngkau pinta. aku berjanji akan segera menghapalkan surat Ar Rahman agar nanti bisa memberikan mahar itu saat kita akan menikah" ucap Rayyan penuh haru.
Ayiswa lalu tersenyum sambil mengangguk,tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.
Tok,,,
Tok,,,
Tok,,,
Ayiswa segera mempersilahkan tamunya masuk, tak lama muncullah mang Udin dan Umi.
"Ayiswa, Rayyan, Apa yang terjadi kenapa kalian bisa masuk kerumah sakit?" tanya Umi sangat mengkhawatirkan mereka
"Kami kerampokan Umi, dompet, handphone dan mobil bang Rayyan dibawa kabur sama perampoknya, mereka juga menusuk lengan bang Rayyan" tutur Ayiswa menjelaskan kronologi kejadiannya
"Astagfirullahaladzim, Gimana keadaan kamu sekarang Rayyan?" tanya Umi cemas
"Aku tidak apa-apa Umi, lukaku udah dijahit nanti juga sembuh" jawab Rayyan
"Rayyan, mamang ikut prihatin dengan musibah yang menimpa kalian" ucap mang Udin sambil menepuk bahu Rayyan yang waktu itu sudah duduk dibangasalnya
"Terimakasih mang" kata Rayyan sambil tersenyum
"Lalu bagaimana rencana pernikahan kalian?" tanya Umi
"Aku bingung Umi, sekarang aku sudah tidak punya uang lagi semua yang kupunya sudah diambil perampok itu padahal aku baru bisa bayar dan daftar ke KUA doang" jawab Rayyan
"Ya udah, kita adain acara pernikahannya dipanti aja, kita bikin acara syukuran yang sederhana aja ya, biar Umi yang tanggung semua biayanya, demi anak Umi Ayiswa dan juga kamu Rayyan"
"Tapi Umi, aku tidak mau membebani Umi" ucap Rayyan dengan sungkan
"Tidak apa-apa Rayyan,Umi akan sangat bahagia jika kamu dan Ayiswa bisa menikah"
Rayyan lalu tersenyum haru, dia benar-benar sangat bersyukur sudah dipertemukan dengan orang-orangan panti yang sangat baik padanya.
"Terimakasih Umi, aku janji akan mengganti semuanya kalau aku sudah punya uang" ucap Rayyan seraya mencium tangan Umi
__ADS_1
Karena keadaan Rayyan tidak mengkhawatirkan meski dia mendapat luka tusukan dari perampok, Dokter mengizinkannya untuk pulang hari ini juga jadi dia tidak perlu dirawat dirumah sakit. karena keadaan Rayyan seperti ini Umi lalu mengizinkannya untuk tinggal dipanti karena Umi tidak tega melihat Rayyan tinggal sendirian dirumahnya tanpa ada yang ngurusin. jadi dia ikut pulang kepanti dan dia tidur dikamarnya dulu saat masih tinggal dipanti bersama Ryeon.
Next,,,,