PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Membeli waktu


__ADS_3

Seketika Yora terperanjat kaget saat dia melihat putri kecilnya datang dengan seorang pria yang belakangan ini bermasalah dengannya. Demikian pula dengan Ryeon, dia tak pernah menyangka kalau Ye seung itu adalah anaknya Dokter Yora.


"Ibu, ada seseorang yang ini menemuimu" ucap gadis kecil itu.


Yora lalu mendekati putrinya "Siapa yang ingin bertemu dengan ibu, sayang?"


Ye sung langsung menunjuk pada Ryeon yang saat itu masih dalam mode bingung karena dendamnya pada Yora masih belum tuntas tapi disisi lain dia juga tak tega kalau mengingkari janjinya pada gadis kecil nan imut itu, sebab untuk bisa membujuk Yora agar dia memberikan waktunya untuk Ye sung, Ryeon harus pasang muka tulus dan harus baik-baikin Yora, itu tentu saja sangat bertentangan dengan hatinya.


"Mau apa kau ingin menemuiku?" tanya Yora.


Awalnya Ryeon merasa malas kalau harus baik-baikin Yora tapi saat melihat wajah Ye sung akhirnya dia menurunkan egonya. Dia lalu tersenyum pada Yora dengan senyuman termanisnya.


"Dokter, Yora! Saya sedang sakit, saya mau diperiksa oleh anda" alibi Ryeon.


Yora lalu menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Oh, sakit ya? Ya udah, kalau gitu mari saya akan periksa anda" ucap Yora dengan wajah datar.


"Saya tidak mau diperiksa disini, saya mau anda datang ke apartemen saya bersama dengan Ye sung" ujar Ryeon.


Sontak membuat Yora jadi curiga dan berpikiran negatif, mengingat yang dia tahu tentang Ryeon itu, dia itu seorang pria mesum.Lalu dengan sinis dia bertanya dengan nada mengancam.


"Kenapa harus diapartemen, kenapa tidak disini saja? Anda jangan macam-macam sama saya, saya tahu anda ini seorang pria mesum"


"Kamu jangan takut, saya tidak akan berbuat yang aneh-aneh lagian kamu datang keapartemenku juga tidak sendirian, kamu datang sama Ye sung"


"Ye sung itu masih anak kecil kalau anda macam-macam sama saya dia tidak akan bisa menolong saya"


Mendengar ketakutan dan keraguan ibunya, Ye sung tak tinggal diam, dia lalu meyakinkan ibunya kalau Ryeon itu seorang pria baik.


"Ibu, paman ini orang yang baik, dia tidak seperti yang ibu bayangkan. Dia yang menolongku saat aku dibuliy karena aku tidak punya ayah dan karena paman yang baik hati ini juga sekarang mereka tak membulyku lagi dan sekarang aku jadi punya banyak teman gara-gara paman ini" tutur Ye sung.


"Apakah kamu sedang tidak membohongi ibu, Ye sung? Kamu tidak disogok oleh paman itu kan, untuk meyakinkan ibu?" tanya Yora masih ragu sambil menatap lekat wajah Ye sung.


"Tidak bu, paman itu benar-benar orang baik"


Yora lalu menatap Ryeon dengan tatapan datar, menyadari masih ada keraguan dalam hati Yora akhirnya Ryeon yang kini meyakinkan Yora.


"Ini kartu namaku, jika aku berbuat macam-macam maka kamu bisa menuntutku ke alamat ini" kata Ryeon seraya memberikan kartu namanya.


Yora menerimanya dan membaca nama yang tertulis dikartu nama itu. Walau pun Ryeon sudah memberikan kartu namanya tapi rasanya tidak lengkap kalau belum berkenalan. Ryeon pun berinisiatif memperkenal namanya, Yora tak langsung menjabat tangannya, dia menatap Ryeon dengan tatap datar tak lama kemudian dia menjabat tangan Ryeon sambil menyebut namanya.


"Park Yora" ucap Yora singkat.


Setelah berkenalan Ryeon memberikan cek kosong pada Yora.


"Apa ini?" tanyanya.


"Ini bayaran buatmu karena kamu mau memeriksaku" jawab Ryeon.

__ADS_1


"Urus semua pembayarannya dibagian administrasi" titah Yora.


"Aku tidak mau kebagian administrasi, lagian kamu kan memeriksa kesehatanku diluar jam kerjamu dirumah sakit ini, jadi bayarannya ambillah buatmu saja, kamu boleh menulis berapa pun aku akan membayarnya"


"Ya sudahlah, apa yang dikatanya ada benarnya juga aku memeriksanya diluar jam kerja kalau dia membayarku langsung padaku itu tak ada salahnya jugakan" kata Yora dalam hati.


Setelah itu, Ryeon pulang duluan sementara Ye sung memutuskan untuk bermain diarea rumah sakit sambil menunggu ibunya pulang.


...*************...


Sang surya kini mulai kembali pada peraduannya, cahaya jingganya perlahan mulai meredup seiring tenggelamnya sang surya. Yori yang sudah selesai bekerja mulai merapikan meja kerjanya dia lalu mengambil tasnya kemudian segera mengajak Ye sung pulang, tapi sebelum pulang kerumahnya dia akan mampir dulu ke apartemen Ryeon untuk memeriksanya.


Berbekalkan kartu nama itu dia mulai mencari alamat apartemen Ryeon. Butuh waktu satu jam baginya untuk bisa sampai pada tempat tujuan. Ketika dia sampai disebuah gedung pencakar langit yang cukup mewah itu, Yora segera mencari tempat parkir untuk mobilnya.


Setelah itu dia dan Ye sung baru memasuki gedung mewah tersebut dan mulai mencari apartemennya Ryeon dengan menaiki lift. Sesampainya diapartemen Ryeon dia menekan bel dan tak lama keluarlah seorang pria tampan yang sudah menunggunya itu. Ryeon langsung mempersilahkan mereka masuk dan langsung membawa mereka kedapur.


"Kenapa anda membawa kami kesini?"


Bukannya menjawab pertanyaan Yora, Ryeon malah balik bertanya padanya.


"Apa kalian sudah makan malam?"


"Belum paman" jawab Ye sung dengan segera membuat Yora tak berkutik.


"Kalau begitu kamu, Dokter Yora! dan Ye sung, Tolong buatkan aku kimbab dan makanan apa saja untuk makan malam kita,bahan-bahannya sudah ada dikulkas" titah Ryeon membuat Yora tak mengerti.


"Eh! Kenapa kau menyuruhku untuk masak? Aku bukan pembantumu" tanya Yora tak mengerti.


"Baik paman, kami akan segera memasak, ibuku sangat pandai memasak dan masakannya sangat enak,aku yakin paman pasti menyukainya juga" kata Ye sung membuat Yora tak bisa menolak lagi apa lagi Ye sung langsung menarik tangannya untuk segera memulai memasak.


Dengan terpaksa Yora lalu mengikuti putri kecilnya itu, dia lalu menyimpan tasnya dan memulai memasak bersama Ye sung. Sementara Ryeon menunggu mereka selesai masak sambil nonton televisi.


Ye sung nampak amat senang karena dia bisa melakukan sesuatu bersama ibunya sambil bercanda. Mengingat selama ini Ye sung dan Yora jarang bersama-sama karena kesibukannya Yora. Paling mereka hanya bisa bersama saat sedang sarapan pagi atau mengantar dan menjemput Ye sung sekolah.


Setelah selesai memasak Ye sung dan Yora langsung menyajikannya dimeja makan, setelah semuanya selesai barulah Ye sung mengajak Ryeon untuk makan malam bersama. Mereka bertiga akhirnya makan malam bersama sambil bersenda gurau dan itu membuat Ye sung amat bahagia.


Seperti mendapatkan kembali keluarga yang utuh dengan hadirnya seorang ayah dan ibunya, seperti itulah yang dirasakan oleh Ye sung. Diam-diam naluri Yora sebagai seorang ibu jadi terenyuh, dia jadi sedih sekaligus senang melihat senyuman Ye sung yang terlihat amat bahagia. Senang karena putri kecilnya terlihat amat bahagia dengan makan malam bersama ini.


Dan sedih karena selama ini dia tak bisa membahagiakan putri kecilnya itu karena hanya ada sedikit waktunya untuk Ye sung, Dia juga sedih karena tak bisa mempertahankan hubungan rumah tangganya dengan ayah Ye sung sebab saat mereka menikah usianya masih belasan tahun.


Dimana diusia itu para remaja masih suka bermain-main dan menikmati masa indah remajanya, tapi Yora dan mantan suaminya malah memilih menikah muda karena mereka pikir cinta mereka begitu kuat hingga tak bisa dipisahkan lagi dan mereka mau terus bersama. Hingga yang ada dipikiran mereka hanyalah menikah.


Tanpa mereka pikir bagaimana lika likunya mengarungi bahtera rumah tangga itu seperti apa? Karena tak ada pengalaman dan mereka masih dalam masa labil akhirnya pernikahan mereka selalu diwarnai dengan pertengkaran setiap hari tanpa ada satu hari saja yang dilewati dengan kedamaian didalam rumah tangga mereka.


Dari situ mereka baru mengetahui sifat dan kepribadian masing-masing yang ternyata saling bertentangan satu sama lain karena merasa tak tahan lagi akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai. Saat itu mereka sudah dikaruniai bayi yang berusia 8 bulan.


Setelah melewati beberapa kali sidang akhirnya mereka resmi bercerai. Sejak perpisahan itu Yora tak lagi mendengar kabar dari mantan suaminya itu dan mantan suaminya juga tak pernah ada untuk menenuinya lagi hanya sekedar untuk menjenguk putri mereka.


Tak terasa butir bening pun menetes dari sepasang mata indah Yora, dia pun segera menyekanya sebelum Ryeon dan Ye sung menyadari ada butir bening dari kedua pipinya. Tak terasa makan malam pun telah usai.

__ADS_1


Yora lalu membereskan dan membersihkan bekas makan mereka. Sedangkan Ryeon dan Ye sung pergi nonton televisi. Saat sedang nonton televisi Ye sung malah tertidur sambil bersandar ketubuh Ryeon yang saat itu duduk disampingnya.


"Ye sung, kamu lelah ya? Sampil ketiduran gitu?" gumam Ryeon sambil menatap gadis kecil itu seraya tersenyum.


Dia merasa tak tega membangunkan Ye sung lalu Ryeon membetulkan posisi tidurnya dengan menidurkannya dipangkuan Ryeon, gadis itu malah menggeliatkan tubuhnya sambil berguman dengan suaranya yang parau.


"Ayah! Jangan tinggalkan aku"


Membuat Ryeon jadi makin iba pada gadis kecil itu. Dia lalu mengelus lembut rambut Ye sung agar dia tertidur lagi. Tak lama Yora yang baru selesai mencuci piring langsung menghampiri mereka.


"Ye sung, ko malah tidur?" tanya Yori dengan suara agak keras.


"Ssstttt,,,!! Dia baru saja tertidur biarkan dia terlelap tidur dulu" kata Ryeon dengan suara pelan sambil memberi isyarat dengan menempelkan jari telunjuknya dibibirnya karena takut Ye sung terbangun dari tidurnya.


Yora lalu duduk dan membiarkan putri kecinya itu tidur dipangkuan Ryeon.


"Maafkan aki karena sudah merepotkanmu" ucap Yora.


"Tidak apa-apa, aku tidak merasa direpotkan ko" kata Ryeon sambil tersenyum.


Tak berapa lama Ye sung pun kini sudah terlelap dan terbuai dalam mimpi indahnya.


"Dia sudah tidur dan aku mau pulang saja,katanya kamu mau aku periksa kesehatannya" ucap Yora.


"Tidak perlu, aku baik-baik saja ko. Tugasmu sudah selesai Yora dan aku pun sudah menepati janjiku pada putrimu untuk membeli waktumu untuk Ye sung, jadi sekarang tulislah sejumlah uang yang kau mau" tutur Ryeon.


"Maksudmu apa membeli waktuku?" tanya Yora tak mengerti.


"Berikanlah waktumu lebih banyak lagi pada Ye sung,itulah yang Ye sung inginkan hingga dia memintaku untuk membeli waktumu" jawab Ryeon.


Seketika berderailah air mata Yora karena dia sedih sebab dia belum bisa menjadi seorang ibu yang baik bagi Ye sung. Dia lalu mengembalikan cek yang tadi diberiakan oleh Ryeon.


"Tak sepantasnya aku menerima cek ini darimu karena sudah kewajibanku untuk lebih memperahtiakn Ye sung"


"Aku ikhlas ko, ambillah cek ini, gunakan untuk keperluan Ye sung"


Yora terus menolak cek itu tapi Ryeon juga terus bersikukuh ingin memberikan cek itu pada Yora. Akhirnya dengan terpaksa dia menerimanya juga.


"Ya,, ya,, udah, makasih ya. Sekarang aku mau pulang" ucap Yora.


"Iya sama-sama. Aku antar ya, pasti sangat berat bagimu untuk menggendong Ye sung, jadi biar aku yang menggendong dia"


Yora yang tak keberatan lalu mengangguk.Mereka pun pergi ketampat parkir. Sesampainya di sana Ryeon lalu berkata.


"Sekalian aja aku antar kamu sampai kerumah ya, nantikan kamu juga bakal keberatan gendong Ye sung untuk masuk kedalam rumah"


"Nggak usah, aku ngga mau merepotkan kamu terus" tolak Yora.


"Aku tidak merasa keberatan ko" ucap Ryeon lalu masuk kedalam mobil Yora tanpa seizinnya.

__ADS_1


Dia lalu mengambil alih kemudi dan akhirnya dengan terpakasa lagi Yora membiarkannya mengantar dia pulang karena dia tak mungkin mengusir Ryeon dari mobilnya. Akhirnya Ryoen mengantarkan Yora pulang.


Next,,,,


__ADS_2