
Setelah tadi malam mengadakan konser terakhirnya, pagi harinya Byun soo mengemas barang-barang yang akan dibawanya ke Indonesia. setelah semua selesai dimasukan kekoper tiba-tiba pandangan matanya teralih pada pakain Youri yang ketinggalan diapartemennya itu. Byun soo lalu mencoba menghubungi nomor telepon Youri tapi seperti kemarin-kemarin nomor youri masih belum bisa dihubungi juga karena nomornya tidak aktif.
"Noona, Kemana sih? Ko nomornya selalu tidak aktif? Padahal aku cuma mau ngembaliin pakaiannya Hulff,,,!! Dia memang tak pernah berubah selalu menghilang tanpa kabar" gumam Byun soo
Kemudian Byun soo memutuskan untuk mengembalikan pakaian Youri lewat jasa pengiriman saja karena Byun soo tidak akan bisa datang kerumah Youri. setelah semua beres Byun soo pergi kerumah orang tuanya karena akan berpamitan.
Kediaman keluarga Park Jun Gyu
Setelah sampai dirumah kedua orang tuanya Byun soo langsung masuk kedalam dan menemui orang tuanya yang sedang duduk disofa, diruang keluarga sambil nonton televisi.
"Ibu, Ayah,,," Sapa Byun soo dengan perasaan canggung
Ayah dan Ibunya langsung melirik kesumber suara itu dan saat mereka mengetahui yang memanggilnya itu Byun soo, seketika raut wajah mereka langsung berubah, mereka langsung menunjukan rasa tidak suka akan kehadiran Byun soo dirumahnya itu.
"Mau apa lagi kamu datang kesini? Kami sudah tidak sudi melihatmu lagi" ketus tuan Jun Gyu
Byun soo langsung menunduk sedih mendengar ucapan ketus dari Ayahnya itu. dia tidak menyangka setelah beberapa hari ternyata kedua orang tuanya masih marah pada dirinya.kemudin dia bersujud dikedua orang tuanya sambil terus mengucapkan kata maaf karena atas keputusannya itu mereka jadi marah pada Byun soo.
"Maafkan aku Ayah,Ibu,karena membuat kalian marah, tolong pahamilah keadaanku" lirih Byun soo
Byun soo kemudian menceritakan kalau dia sudah resmi mengundurkan diri dari dunia hiburan, jadi kedatangannya kali ini hanya untuk berpamitan karena dia akan pergi ke Indonesia.
"Siapa yang peduli denganmu, kau mau pergi kemana pun kami tidak peduli,Pergi saja sana dan jangan pernah menginjakan kakimu disini lagi" bentak sanga Ayah
Membuat hati Byun soo makin terpuruk tapi niat dan tekatnya sudah bulat jadi tetep saja itu tak bisa menggoyahkan niatnya itu.kemudian Byun soo memberikan amplop coklat ukuran besar pada kedua orang tuanya seraya berkata dengan lirih.
"Ayah,Ibu,Ini adalah sertifikat rumah yang baru kubeli dan ada sedikit tabungan disini, ini untuk kalian sebagai pemberian terakhir dariku walau aku tahu ini tidak akan sebanding dengan apa yang sudah kalian berikan padaku selama ini"
"Kami tidak butuh ini ambil saja untukmu" ketus Bu jung eun sambil melempar amplopnya pada wajah Byun soo.
Byun soo tak mengelak,dia hanya terus terduduk dilantai dekat orang tuanya sambil memejamkan mata dan berusaha menangkap amplop itu, setelah itu dia menatap sendu kedua orang tuanya sambil menyimpan kembali amplop itu dimeja seraya berkata.
"Aku tidak akan marah terhadap perlakuan Ibu dan Ayah padaku jika ini bisa membuat kalian memaafkanku, terlepas kalian mau menerima atau pun tidak pemberian terakhirku ini, itu terserah Ibu dan Ayah yang pasti aku akan tetap memberikan ini untuk Ibu dan Ayah. dan ini adalah alamat panti asuhan yang mungkin akan sering aku kunjungi diIndonesia meski aku tidak akan tinggal disana. jadi jika kalian sudah tidak marah lagi padaku, kunjungilah aku ketempat ini" ucap Byun soo sambil memberikan amplop dan secarik kertas bertuluskan alamat panti asuhan diIndonesia.
__ADS_1
Setelah itu dia pergi meninggalkan kedua orang tuanya dengan perasaan sedih yang amat mendalam.Selepas kepergian Byun soo,Ibunya tak bisa berhenti menangis karena sesungguhnya hati kecilnya sangat tak rela melepas putra bungsunya itu pergi, tuan Jun Gyu lalu menghibur istrinya yang tengah berduka.
Tapi tiba-tiba Bu Jung eung merasa dadanya amat sesak seperti ditindih sesuatu yang amat berat, dia terus meringis kesakitan hingga akhirnya tuan Jun Gyu memanggil anak sulungnya yaitu Hyun bin yang ada dikamar untuk membantunya membawa istrinya kerumah sakit.
********
Sementara Byun soo terus melanjutkan perjalanannya kebandara karena hari ini juga dia akan pergi ke Indonesia, tapi sepanjang jalan ntah kenapa perasaannya makin tidak enak? Tapi dia terus menepis semuanya dan tetap pada pendiriannya.
Indonesia, Bandara Sukarno Hatta
Sesampainya di Bandara Sukarno Hatta, Byun soo langsung mencari taxi dan meminta sopirnya untuk mengantar dia mencari hotel untuk dia tinggal sementara, sebelum akhirnya dia mendapatkan rumah yang akan ditinggalinya kelak.
Hotel
Sesampainya dikamar hotel yang dia pesan, dia langsung melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur yang lembut dan empuk itu untuk sekedar melepas lelah karena sudah melewati perjalanan jauh. sesaat dia memejamkan matanya untuk menenangkan jiwanya yang masih kalut kemudian dia bangun dan meraih handphone didalam tas kecinya.
Dia lalu melakukan panggilan video call kenomor Ayiswa, dan tak lama gadis cantik berbalut cadar itu mengangkat panggilan dari Byun soo.
"Assalammualaikum, halo bang apa kabarmu" sapa salam dari Ayiswa pada Byun soo
"Halo Ayiswa, kabarku baik kamu sendiri gimana kabarnya?"
"Alhamdulilah, aku juga baik, bang Byun kemana aja ko tumben baru nelepon lagi? Eeemm,,,bang Byun lagi sibuk ya?"
"Oh iya, belakangan ini aku sibuk tapi mungkin kedepannya aku akan punya banyak waktu luang" jawab Byun soo
"Emang kenapa? Tumben bang Byun punya banyak waktu luang?" tanya Ayiswa yang kudet karena meski kini handphonenya sudah bagus tetap saja dia tidak pernah mengikuti perkembangan jagat maya.
Byun soo hanya tersenyun simpul karena dia paham akan kekudetan gadis yang amat dicintainya itu.Biarlah Ayiswa tidak tahu apa yang sudah terjadi pada dirinya, yang hanya dia inginkan adalah membuat Ayiswa terus tersenyum dan selalu bahagia tanpa harus Ayiswa tahu kesulitan demi kesulitan yang dialaminya itu. setelah itu mereka ngobrol panjang lebar.
Esok paginya, Byun soo pergi kepanti untuk menemui Umi karena dia akan minta izin pada Umi untuk melamar Ayiswa, setelah basa basi menanyakan kabar dan sebagainya Byun soo kemudian mulai mengutarakan isi hatinya pada Umi.
"Umi, sebenarnya kedatanganku kali ini ingin membicarakan hal serius tentang Ayiswa" ucap Byun soo membuka pembicaraan seriusnya
"Apa yang ingin kamu bicarakan tentang dia?" tanya Umi dengan senyuman ramah yang menghiasi bibirnya
__ADS_1
"Aku,,, mencintai Ayiswa, dan aku,,,ingin serius dengan Ayiswa,aku ingin menikahinya Umi" ucap Byun soo sambil menunduk
Tak sengaja Ayiswa yang baru keluar dari kamarnya mendengar pembicaraan Umi dan Byun soo, dia yang sangat terkejut atas pernyataan Byun soo langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik dinding agar tidak ketahuan sama Umi dan Byun soo
"Apa aku tidak salah denger, bang Byun mencintaiku dan dia ingin serius denganku?" batin Ayiswa tak percaya dengan apa yang didengarnya
Karena penasaran dia lalu menguping kembali pembicaran Byun soo dan Umi.Umi yang merasa kaget dengan pernyatan Byun soo lalu tersenyum dengan ramah seraya berkata.
"Byun soo, kamu tahu sendirikan kalau Ayiswa itu seorang muslimah yang taat pada agamanya"
Byun soo lalu mengangguk kemudian Umi melanjutkan kalimatnya.
"Seorang wanita muslim itu tidak diperbolehkan menikah dengan seorang pria non muslim"
"Iya aku paham soal itu umi,,," belum selesai Byun soo menyelesaikan kalimatnya Umi sudah memotong pembicaraan dia
"Kalau kamu pamah, tolong jangan ambil dia dari agamanya, lagian kalau kalian menikah lalu kalian punya anak terus gimana nanti anak kalian? Meraka pasti bingung harus menganut agama apa? karena kedua orang tuanya menganut agama yang berbeda" tutur Umi
"Iya justru dari itu aku mau,,, " sebelum Byun soo menyelesaikan kalimatnya lagi-lagi Umi memotong kalimatnya
"Maafkan Umi Byun soo, bukan Umi tidak senang dengan kamu tapi janganlah buat bingung Ayiswa dan anak-anak kalian kelak jika kalian menikah, ini sangat dilarang oleh Allah. jadi maafkan Umi tidak bisa mengizinkan kamu menikah dengan Ayiswa, kalian lebih cocok menjadi kakak dan adik dari pada menjadi sepasang suami istri,Ayiswa itu gadis yang solehah jadi dia berhak mendapatkan calon imam yang bisa mengantarkannya kesurga, Apakah kamu bisa melakukan itu Byun soo?" ujar Umi dengan tegas
Seperti tersambar petir disiang bolong,itulah yang dirasakan oleh Byun sok sekarang ini, hatinya sudah semakin remuk dan hancur saat restu masih tak berpihak pada dirinya padahal Byun soo sudah mengorbankan segalanya, kariernya, hartanya, kelurganya yang sudah mencoret namanya didaftar keluarga dan niat melamarnya pada Ayiswa ditolak mentah-mentah oleh Umi tanpa memberinya kesempatan untuk bicara.
Padahal Byun soo ingin bilang ke Umi kalau dia mau menjadi seorang mualaf tapi tidak tahu caranya harus bagaimana, dia berencana menanyakan hal ini pada Umi namun Byun soo tak diberi kesempatan untuk bicara karena Umi terus memotong pembicaraannya tanpa memberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya menjadi seorang mualaf.
Dan itu membuatnya makin tidak percaya diri, ngedrof dan nyalinya makin menciut untuk membicarakan itu lagi,akhirnya dia hanya bisa tertunduk sedih tanpa bisa bicara apa pun lagi setelah Umi menolak lamarannya pada Ayiswa. Byun soo sudah makin tidak kuat untuk tetap berada disana,hatinya yang sudah makin tidak karuan terus menekan batinya yang terluka.
Kemudain dia mengangkat wajahnya dan sebisa mungkin menyunggingkan senyuman pada Umi meski hatinya tak sanggup lagi untuk terseyum.dia lalu berucap meski kalimat itu amat sulit diucapkan dari bibirnya yang terasa amat kelu.
"Baiklah,kalau itu mau Umi, aku akan menerimanya, aku akan menjadi kakak yang baik untuk Ayiswa, aku berjanji itu, terimakasih Umi masih bisa menerimaku meski aku hanya jadi kakak bagi Ayiswa, terimakasih Umi, aku mau pamit pulang dulu"
Tak sanggup lagi menahan air mata yang hampir tumpah itu Byun soo lalu segera pergi sebelum akhirnya tangisan itu meledak karena tak tertahankan lagi.
Next,,,
__ADS_1