PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Menepati janji


__ADS_3

Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Rayyan dan Ayiswa. Setelah memarkir mobil didepan rumah, tak lama keluarlah dua pria dari dalam mobil itu. Ya, mereka adalah Rayyan dan Ryeon yang baru pulang setelah menghadiri acara kumpul bersama dengan para member Super sun.


Karena acara itu dihadiri oleh para pria saja, jadi Ayiswa tak mau ikut dengan Rayyan ke acara itu. Sepulangnya dari acara itu Ryeon malah mau ikut kerumah Rayyan. Mereka lalu masuk kedalam rumah. Rayyan memanggil-manggil Ayiswa tapi tak ada sahutan darinya.


"Ayiswa! Ayiswa! Kamu dimana sih! Ko ngga ngahut-nyahut" teriak Rayyan berkali-kali.


"Mungkin Ayiswa lagi main kali" terka Ryeon.


"Main kemana? Biasanya dia ngga pernah kemana-mana, biasanya dia suka dirumah aja" tanya Rayyan.


"Ya mana gue tahu itu kan cuma terkaan gue aja, lo kira gue suaminya dia jadi gue tahu dia pergi kemana?" sangkal Ryeon.


"Heh! Maksud lo ngomong gitu apaan? Mancing-mancing emosi gue aja lo" kata Rayyan ngegas.


Ryeon hanya cengengesan melihat Rayyan yang emosi.


"Udah! Lo ngga usah marah-marah sama gue, mendingan kita cari Ayiswa sekarang" kata Ryeon sambil menarik tubuh Rayyan untuk segera mencari Ayiswa.


"Lo si! yang mulai duluan" sungut Rayyan kesal.


Mereka lalu mencari Ayiswa kesemua ruangan yang ada dirumah sambil terus berteriak memanggil nama Ayiswa. Tapi tetap saja tak ada sahutan dari Ayiswa dan itu membuat Rayyan jadi cemas dan khawatir karena tak biasanya Ayiswa seperti ini.


Hingga sampailah Rayyan dan Ryeon dikamar Rayyan. Dia lalu membuka pintu kamarnya, saat pertama kali pintu dibuka, pandangan Rayyan dan Ryeon langsung tertuju pada sosok yang tergeletak dilantai. Spontan Rayyan langsung memburu sosok itu, diangkatnya kepala sosok itu kepangkuannya dengan amat khawatir.


"Ayiswa, bangun! Ayiswa, kamu kenapa? Ayiswa bangun sayang" lirih Rayyan sedih dan cemas mendapati istrinya tak sadarkan diri dengan posisi tergeletak dilantai.


Rayyan lalu memindahkan Ayiswa keatas tempat tidur. Dia lalu mengoleskan minyak angin roll on dijidat Ayiswa tak lupa juga dia memasukan minyak angin roll on kedalam cadar Ayiswa dan didekatkan kehidungnya agar dia mencium aroma terapi dari minyak angin itu.


"Ada yang bisa gue bantu hyung?" tanya Ryeon yang juga ikut khawatir atas kondisi Ayiswa.


"Lo tolong teleponin dokter pribadi keluarga gue deh! Suruh kesini biar dia meriksa Ayiswa, handphonenya nih! " titah Rayyan sambil memberikan handphone yang disimpannya disaku celananya pada Ryeon.


"Iya Hyeong, namanya siapa?"


"Dokter Yora, cari aja dikontak gue"


Ryeon lalu mencari nama yang ada dikontak Rayyan.Setelah menemukannya dia segera menelepon dokter untuk segera datang kesini.


30 menit kemudian.


Dokter Yora pun datang, dia langsung masuk kekamarnya Ayiswa. Saat wajah yang sudah tak asing lagi bagi Ryeon tertangkap oleh pandangan matanya, sontak Ryeon tercengang kaget demikian pula dengan Yora, dia pun amat kaget ketika melihat Ryeon ada dirumah pasiennya. Tapi Yora mencoba profesional,dia mengabaikan Ryeon dan pura-pura tak mengenalnya. Dia pun segera memeriksa Ayiswa dan terus mencoba membuatnya sadar kembali dari pingsannya.


Beda halnya dengan Ryeon, kekesalannya yang dulu tak bisa terluapkan kini akhirnya dia bisa meluapkannya karena wanita yang sudah membuatnya amat kesal dan marah kini ada dihadapannya. Ryeon lalu menyunggingkan senyuman sinis disebelah sudut bibirnya saat sekejap Yora menatapnya dengan tatapan datar.

__ADS_1


"Tunggu saja setelah kau selesai memeriksa Ayiswa, aku akan bikin perhitungan padamu" kata Ryeon dalam hati.


Tak lama Ayiswa mulai membuka matanya dengan perlahan, pandangannya masih kabur dan kepalanya masih pusing tapi Rayyan sudah melontarkan banyak pertanyaan pada Ayiswa.


"Sayang, Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu bisa pingsan? Apa kamu sakit? Apanya yang sakit, ayo katakan padaku? Kalau kamu sakit kenapa kamu ngga bilang sama aku jadi kan aku tidak akan pergi berkumpul sama teman-temanku? Aku sangat khawatir sama kamu, aku takut terjadi sesuatu pada bayi kita, tapi perut kamu tidak apa-apakan sayang?" tanya Rayyan tanpa jeda.


"Kamu bawel banget sih! Bang, pusing aku dengernya" lirih Ayiswa dengan suara pelan karena badannya masih terasa lemah.


"Dia tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat yang banyak karena dia kecapean. Jadi saya sarankan tuan menjaga istrinya baik-baik jangan sampai dia kecapean dan tidak boleh melakukan pekerjaan berat ya" Yora menimpali pembicaraan Rayyan dan Ayiswa.


"Tuh! Denger apa kata dokter Yora, mulai hari ini kamu jangan cape-cape, jangan kerjakan pekerjaan rumah biar ART (Asisten rumah tangga) yang ngerjain semuanya. Awas! Ya, kamu jangan mencuri-curi dibelakangku karena aku tidak mau kejadian ini terulang lagi.Kamu fokus aja sama kesehatan kamu dan bayi kita jangan mikiran apa-apa lagi" titah Rayyan penuh perhatian.


"Iya paksu bawel"


Setelah itu dokter Yora berpamitan pulang. Tapi sebelum itu terjadi Ryeon segera mencegahnya dengan dia berdiri didepan pintu dengan tangan yang direntangkan hingga dokter Yora tidak bisa lewat.


"Jangan halangi jalanku, minggir!!" hardik Yora.


"Heh! Urusan kita belum selesai, kamu udah bikin kepalaku kejedot, kamu juga udah nyuntik bokongku tanpa izin, ayo minta maaf padaku" titah Ryeon


"Saya tidak mau, harusnya kau yang minta maaf duluan padaku, dasar pria mesum!"


Seketika Ryeon langsung membelalakan matanya, tak menyangka wanita itu akan mengatainya pria mesum.


"Heh! Saya bukan pria mesum,jangan sembarangan nuduh ya" sangkal Ryeon dengan nada suara meninggi hingga perhatian Rayyan dan Ayiswa tertuju padanya.


Sebelum Ryeon menjawab pertanyaan Rayyan, Yora sudah duluan menjawab pertanyaannya hingga Ryeon hanya membuka mulutnya tanpa bisa berkata-kata.


"Saya tidak kenal pria mesum ini, ya benar, saya tidak kenal dia" jawab Yora.


"Kalau ngga kenal kenapa dokter Yora menyebut Ryeon pria mesum? Kalau begitu pasti mereka sudah pernah ketemu" gumam Rayyan pelan tapi masih bisa didengar oleh Ayiswa.


"Mungkin mereka saling kenal tapi ngga mau ngaku aja" kata Ayiswa.


Rayyan manggut-manggut paham. Karena Ryeon terus menghalangi jalannya akhirnya Yora menggigit tangan Ryeon.


"Aaaakkhh,,,!!" ringis Ryeon kesakitan.


Tak menyia-nyiakan kesempatan Yora segera kabur dengan lari secepat kilat untuk menghindari Ryeon.


"Ah! Sial, dia kabur lagi" gerutu Ryeon kesal yang masih kesakitan bekas digigit Yora.


******

__ADS_1


Dua hari kemudian.


Siang itu, tak sengaja Ryeon dan Ye sung berpapasan disebuah jalan. Tentu saja mereka langsung bertegur sapa satu sama lain.


"Ye sung, kamu mau kemana? Kenapa kamu sendirian aja? Apa kamu tidak sekolah?" tanya Ryeon dengan berbagai pertanyaan.


"Aku baru pulang sekolah paman, ibuku telat menjemputku, mungkin dia masih sibuk bekerja. Disekolah sudah tidak ada siapa-siapa lagi jadi aku mau pulang sendiri aja" jawab Ye sung.


"Ya ampun! Kasihan kamu, ya udah paman antar kamu pulang ya" Ryeon menawarkan diri untuk mengantar Ye sung.


Ye sung sangat senang dengan tawaran Ryeon jadi dia tak menolak tawarannya itu. Mereka pun lalu pergi menuju tempat parkir mobil Ryeon berada. Sesampainya ditempat parkir,mereka langsung masuk kemobil Ryeon saat sudah didepan mobilnya. Mobil pun segera melaju dengan kecepatan sedang.


"Paman, kapan kamu mau menepati janjimu untuk mengganti kimbabku?" tanya Ye sung.


"Eemm,,! Hari ini aku punya banyak waktu luang, bagaimana kalau hari ini kita menemui ibumu, aku akan membeli waktunya untukmu. Apa kamu setuju dengan usulku?" tanya Ryeon sambil terus fokus menyetir mobilnya dan seraya sesekali melirik gadis kecil itu.


"Iya aku setuju, bagaimana kalau sekarang saja kita pergi ketempat kerja ibuku?" Ye sung menyetujui usul Ryeon.


"Apa tidak apa-apa kita sekarang ketempat kerja ibumu? Apa ini tidak akan jadi masalah buatnya?" tanya Ryeon ragu.


"Tidak, paman! Ibuku sudah biasa melayani orang banyak" jawab Ye sung.


"Baiklah kalau begitu, ayo tunjukan tempat kerja ibumu, kita akan kesana sekarang juga"


Ye sung yang sudah hapal betul alamat tempat kerja ibunya lalu memberi petunjuk arah pada Ryeon, dia pun segera melajukan mobilnya sesuai petunjuj Ye sung. Hingga sampailah disebuah banguna bertingkat yang sangat luas. Ryeon mulai mencari tempat parkir disekitar gedung tersebut.


Setelah itu barulah mereka memasuki gedung tersebut. Ryeon tak banyak bertanya tentang pekerjaan ibunya Ye sung karena itu tak penting baginya, Dia hanya terus mengikuti langkah gadis kecil itu kemana pun dia pergi.


Hingga sampailah disebuah ruangan, dia menghentikan langkah kakinya lalu berbalik pada Ryeon yang tadi berjalan dibelakangnya.


"Paman, disinilah ibuku bekerja" ucap Ye sung.


"Iya, baiklah! Kalau begitu ayo cepat ketuk pintunya" titah Ryeon. Ye sung langsung mengetuk pintu.


Tok,,,,


Tok,,,,


Tok,,,,


"Masuk" sahut seseorang dari dalam.


Pintu pun lalu dibuka oleh Ye sung. Dan terlihatlah seorang wanita yang tengah duduk dikursi kerjanya.

__ADS_1


Next,,,


Maaf Updatenya telat. Author dalam mode gak mood nulis jadi efisode ini ngga kelar-kelar ๐Ÿ™


__ADS_2