
Setelah masuk kekamarnya Byun soo langsung melemparkan tubuhnya keatas peraduannya, sejenak dia memejamkan mata untuk menenangkan jiwanya yang kalut. sesekali dia menghela nafas berat ketika rentetan kejadain hari ini memenuhi pikirannya. dadanya terlalu sesak untuk mengingat semua itu,seakan terus menghujam batinya hingga remukkan jiwanya yang lemah karena cinta.
Ketidak berdayaannya melawan takdir membuatnya sangat frustasi meski orang-orang tidak akan bisa melihat itu dari dirinya karena Byun soo pandai menyembunyikan perasaannya.namun dilubuk hatinya yang terdalam dia ingin menangis dan menjerit sejadi-jadinya untuk melepaskan semua beban hidupnya.
Semalaman suntuk hingga waktu terus berputar dan malam telah datang kembali dia terus memikirkan dan terus menimbang-nimbang pilihan mana yang akan dipilihnya? dia juga terus menguatkan hatinya agar tidak goyah dengan pilihan yang sudah ditetapkannya, setelah membulatakan tekadnya barulah dia siap untuk mengutarakan semua keinginan hatinya pada keluarganya sekaligus minta restu dan izin akan keputasan hidup yang sudah dia pilih dan sudah dipikirkan matang-matang.
Menjelang waktu makan malam barulah Byun soo mengutarakan semua keinginan hatinya, dia juga menceritakan kalau dia disidang oleh Ceo terkait sekandal yang tengah menimpanya itu, lalu Ceo memberinya dua pilihan antara kariernya atau gadis yang dicintainya. di sini juga Byun soo baru berani menceritakan kedekatannya dengan seorang gadis bercadar dan dia juga mengakui pada keluarganya kalau dia sudah jatuh cinta pada gadis bercadar itu.setelah menceritakan semuanya suasana menjadi hening untuk sesaat hingga akhirnya bu Jung eung mulai berbicara untuk mencairkan suasana.
"Lalu,sekarang apa keputusanmu? Apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku lelah terus menjalani hidupku yang sekarang bu, aku ingin mengakhiri semuanya dan memulai hidup yang baru, aku ingin mengundurkan diri dari dunia hiburan dan memilih hidup bahagia bersama gadis yang kusuka. aku ingin tinggal diIndonesia dan menjadi warga negara Indonesia (WNI), dan sudah lama aku ingin merubah keyakinanku, aku sangat tertarik dengan islam aku ingin memeluk islam sebagai agamaku" lirih Byun soo sambil menunduk penuh penghayatan
Sontak kalimat Byun soo itu mengundang kemarahan keluarganya, bukan karena mereka tidak setuju Byun soo menikah dengan Ayiswa tapi mereka sangat keberatan jika Byun soo harus merubah keyakinan yang dianutnya dari dia masih bayi yang diturunkan turun temurun dari nenek moyang keluarganya hingga sekarang ini.
"Kenapa kamu harus merubah keyakinanmu? kalau memang gadis itu mencintaimu kenapa tidak dia saja yang merubah keyakinannya untuk memeluk agama kita?" tanya bu Jung eun
"Itu tidak mungkin bu, dia seorang gadis yang taat pada agamanya, dia tidak akan mau merubah keyakinannya, lagian aku sudah sedikit mempelajari agamanya dan disana aku menemukan banyak kebenaran yang tidak aku temukan diagama lain,dan itu membuatku semakin tertarik untuk memeluk islam"
"Apa pun alasanmu ibu tidak setuju jika kamu mau merubah keyakinanmu lalu kamu pergi kIndonesia dan tinggal disana,Kamu itu sudah ibu besarkan dari kecil dengan penuh kasih sayang lalu kenapa sekarang kamu ingin meninggalkan ibu? Apa kamu tahu kenapa kakakmu Hyun bin masih tinggal disini meski dia sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak padahal dia juga sudah mampu untuk membeli rumah sendiri untuknya tinggal bersama anak dan istrinya?" tanya bu Jung min dengan suara yang ngegas
Byun soo lalu menggelengkan kepalanya karena tidak tahu.
"Itu karena ibu ingin anak-anak ibu tetap menemani ibu dan ayah hingga kami mati,tapi sekarang apa yang akan kamu lakukan? Kamu lebih memilih pergi hanya untuk mengejar gadis yang kamu cintai itu" kata ibunya sedih
"Tapi bu, sedikit pun tak ada niatku untuk meninggalkan ibu, tolonglah pahami kedaanku sekarang ini, akan sulit bagiku untuk tetap bertahan disini bu"
"Apa kamu ingin menjadi anak durhaka yang menentang kedua orang tuamu? Karena kamu akan merubah keyakinanmu hanya karena gadis yang kau suka menganut ajaran islam?"
"Bukan begitu bu, dia hanya perantara yang mengenalkanku pada islam, keinginanku untuk masuk islam itu benar-benar datang dari hatiku,itu keinginanku sendiri tanpa dipaska oleh gadis itu,tanpa ada paksaan dari siapa pun, karena setelah aku membaca kitabnya disana banyak hal logis yang masuk dalam nalarku karena kitabnya benar-benar diturunkan dari sang kholik bukan buatan manusia"
__ADS_1
Byun soo lalu mengajak keluarganya untuk berpikir dengan logis menurut aqidah islam tentang pemikiran manusia yang wajib mengimani adanya sang kholik dengan menjelaskan sedikit pengetahuannya tentang islam yang dia ketahui dari kitab Al quran yang diberikan oleh mang Udin padanya.
Karena sejatinya sang kholik itu harus bersifat azali (tidak berawal dan tidak berakhir), wajibul wujud (wajib adanya), tidak menyerupai mahluk ciptaannya, tidak pula beranak dan diperanak,karena sifatnya sebagai pencipta memastikan bahwa diri-nya bukan mahluk.Pasti pula bahwa ia mutlak adanya, karena segala sesuatu menyandarkan wujud atau eksistensinya kepada dirinya, sementara ia tidak bersandar kepada apa pun.
Bukti bahwa segala sesuatu harus ada pencipta yang menciptakan yang bisa dijangkau oleh akal manusia terbagi menjadi tiga unsur yaitu al insan (manusia), al kaun (kehidupan), dan al hayati (alam semesta) ketiga unsur ini bersifat terbatas, lemah, serba kurang dan saling mebutuhkan kepada yang lain.jika kita melihat segala sesuatu yang bersifat terbatas itu bisa disimpulkan bahwa itu tidak azali, karena sang kholik sesunggunya itu bersifat azali.
Contohnya sekarang kita lihat agama yang menyembah berhala, apakah berhala itu bisa disebut azali? padahal ia diciptakan oleh tangan-tangan manusia yang sejatinya tidak bisa memberi manfaat apa pun terhadap orang-orang yang menyembahnya.lalu coba kita lihat lagi keagama lain yang menerangkan kalau tuhan itu beranak.
Itu artinya tuhan mereka membutuhkan mahluk lain untuk memenuhi gharizatun nau-nya (naluri melestarikan keturunan),dan yang saling membutuhkan itu disebut mahluk bukan disebut sang khalik yang tidak membutuhkan itu semua, dan satu-satunya tuhan dari semua agama yang ada dimuka bumi ini,cuma tuhan yang diterangkan oleh islam yang memenuhi syarat sebagai tuhan yang maha esa yang bersifat azali dan wajibul wujud. itulah tadi penjelasan tentang sang kholik dalam islam.
Lalu kenapa kita harus mengimani Allah swt sebagai tuhan yang maha esa? itu juga sudah dijelaskan dalam ayat-ayat Al quran yang diwahyukan Allah swt pada nabi Muhamad saw sekitar 1400 tahun lalu contohnya terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 164 yang artinya.
"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar dilautan dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia,apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering),dan dia tebarkan didalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi (semua itu) sungguh,merupakan tanda-tanda (kebesaran allah) bagi orang-orang yang mengerti"
Dari semua penjelasan yang ada Allah mewahyukan lagi surat Al furqon ayat tiga yang artinya.
Lalu dari penjelasan dan ayat-ayat yang diterangkan kenapa kita masih ragu untuk mengimani Allah swt?
"Hentikan semua ocehanmu Byun soo! ibu tidak ingin mendengar apa pun,ibu tidak mau kamu meninggalkan ibu hanya karena gadis itu apa lagi kamu mau berpindah agama, ibu tidak setuju" bentak bu Jung eun
"Tapi keputusnaku sudah bulat bu, aku tetap ingin mengejar cintaku dan aku akan tetap menjadi seorang mualaf" tekad Byun soo tetap pada pendiriannya
Tentu saja itu membuat ibunya sangat marah akhirnya dengan penuh emosi bu Jung min membentak Byun soo.
"Kalau itu maumu,ya sudah, mulai detik ini anggap saja ibu sudah mati, kamu jangan pernah temuin ibu dan ayah lagi, karena nama sudah sudah ibu coret dari daftar keluarga kita, jadi, Pergi sekarang juga, jangan pernah injakan kakimu disini lagi" bentak bu Jung min
Seketika Byun soo langsung bersujud dikaki ibunya sambil memintanya untuk menarik kembali ucapan itu karena Byun sok tak mau namanya dicoret dari daftar keluarga.
"Aku mohon bu, jangan lakukan ini padaku, aku sangat sayang ibu dan ayah, aku tidak bisa kalau harus kehilangan kalian" Byun soo memelas dengan butir bening yang mulai membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
Bu Jung eung lalu mendorong dia, dan terus mengusirnya untuk segera pergi, Hyun bin yang melihat itu lalu membujuk ibunya untuk menarik kembali ucapannya itu, tapi hati ibunya sudah terlanjur terluka dan kecewa atas keputusan anak bungsungnya itu yang tiba-tiba membangkangnya padahal selama Byun soo selalu menuruti apa kata ibunya,tapi karena dia lebih memilih gadis itu dia jadi terkesan membangkang ibunya, padahal Byun soo sendiri tidak mau itu semua terjadi.
"Bu, kumohon bu, tarik kembali ucapan ibu, mungkin saat ini pikiran Byun soo sedang kalut jadi dia tidak bisa berpikir dengan jernih, jadi kumohon bu jangan usir dia" Hyun bin membela adiknya dengan meminta belas kasihan ibunya sambil ikut bersujud dikaki ibunya
"Hentikan Hyun bin!! Apa kau juga akan menjadi pembangkang seperti adikmu? Apa kamu juga mau ibu usir?" bentak ibunya pada Hyun bin
Byun soo lalu melirik kakaknya, dengan tatapan sedih dia lalu berkata dengan lirih.
"Sudah kak, kamu jangan membelaku, aku tidak apa-apa ko jika harus diusir oleh ibu karena ibu tidak bisa menerima keputusanku, tolong jaga ibu dan ayah untukku kak, aku sayang kalian semua,aku akan pergi kak"
Hyun bin lalu memeluk adiknya sambil menangis sedih.
"Byun soo, kamu adalah adik kesayanganku, aku mohon jangan pergi turunkanlah egomu, mengalahlah pada ibu, kumohon" bujuk Hyun bin
"Maaf kak,aku tidak bisa" kata Byun soo lalu dia berdiri dan pergi
Melihat itu Junno kecil langsung berlari kerah Byun soo dan memeluknya sambil menangis.
"Paman, jangan pergi!! Aku ingin bermain denganmu, tolonglah paman, jangan pergi!" pinta Junno
Byun soo lalu jongkok untuk menyeimbangkan posisi tingginya dengan anak berusia dua tahun itu, ia kemudian mengelus lembut rambut Junno seraya menatapnya dalam-dalam, senyuman tipis itu mulai terlihat disudut bibir Byun soo kemudian dia berkata.
"Junno, tolong jaga nenek dan kakek untuk paman karena paman akan pergi ketempat jauh, jadilah kamu anak yang baik paman sayang kamu"
Byun soo lalu memeluk tubuh kecil itu kemudian dia pergi meninggalkan semuanya dengan perasaan sedih, Junno langsung menangis histeris, ibunya langsung menggendong dan memeluk Junno.
Next,,,
__ADS_1