
Setelah itu Byun soo melanjutkan makan,makanannya. Sementara Ryeon terus manyun sambil lihatin Byun soo.
"Napa lo lihatin gue terus? Apa karena tadi lo ngasihnya gak ikhlas?" tanya Byun soo dengan tatapan galak.
Membuat nyali Ryeon makin menciut, masih dalam keadaan manyun Ryeon lalu menggelengkan kepalanya karena takut pada Byun soo. Lalu Byun soo mengambil satu sendok makanan sambal yang letak penyimpanannya dekat piring makannya tanpa melihat dan hendak memakan tapi Ryeon mencegahnya.
"Hyeong, jangan makan itu" Ryeon memperingati.
"Kenapa lo ngelarang-larang gue? Lo sirik ya?" tanya Byun soo dengan tatapan julidnya.
Kemudian dia memakan, makanan yang ada disendok tanpa mengunyahnya dan langsung menelan, tiba-tiba Byun soo berdiri sambil jingkrak-jingkrak dan dengan kelabakan nyari air minum.
"Haaaaa,,,!! Gila!! Pedes banget air mana air" kata Byun soo kepedasan.
Ryeon lalu memberinya air namun satu gelas air tak cukup menghilangkan rasa pedas dimulutnya kemudian dia minum lagi beberapa gelas air hingga rasa pedasnya hilang sambil sesekali dia membuka mulutnya lebar-lebar dengan satu tangan memegangi gelas berisi air dan satunya lagi ngipasin mulutnya yang kepedesan.
Setelah rasa pedasnya hilang Byun soo yang sangat anti dengan makanan pedas langsung merasa perutnya tidak nyaman. Perutnya terasa panas dan serasa diaduk-aduk, dia mulai meringis kesakitan sambil membungkuk dan memegangi perutnya dengan kedua tangan.
Ketika rasa tidak nyaman diperutnya sudah tak tertahankan lagi dia segera berlari menuju ketoilet yang ada dikamarnya. Sementara yang lain melanjutkan makannya hingga selesai namun Byun soo masih belum kembali juga. Umi yang penasaran lalu bertanya pada Ryeon.
"Ryeon, ko Byun soo belum kembali juga ya, padahal makanannya masih tersisa banyak tuh, kenapa ya?"
"Paling dia lagi bulak balik ke toilet, dia kan sangat anti dengan makanan pedas, jadi kalau ada makanan pedas masuk ketubuhnya pasti akan segera bereaksi" jawab Ryeon yang mengetahui kelemahan Byun soo.
"Ya ampun, Ryeon!! Kalau kamu tahu dia suka kaya gitu kenapa gak bilang dari tadi? Kasih dia obat pereda sakit perut kenapa? Kasihankan kalau dia harus bulak balik kamar mandi terus" hardik Umi yang mengkhawatirkan Byun soo.
__ADS_1
"Salah sendiri kenapa dia tidak mau dengerin ucapanku aku kan sudah melarangnya untuk tidak makan itu tapi dia gak dengerin karena dia serakah" kata Ryeon melakukan pembelaan pada dirinya sendiri.
Umi yang sangat mengkhawatirkan Byun soo lalu pergi menemuinya untuk memberikan obat pada Byun soo. Dan betul saja apa kata Ryeon,saat Umi masuk kekamarnya dia lagi nongkrong ditoilet kamar mandinya. Umi lalu mengetuk pintu kamar mandi untuk memberi tahu Byun soo kalau Umi membawakan obat pereda sakit perut dan obat untuk menghentikan rasa ingin bolak balik ketoilet karena mules.
"Iya Umi nanti aku akan minum obatnya" sahut Byun soo dari dalam kamar mandi.
"Ya udah Umi mau balik lagi mau beresin bekas makan dulu ya, itu makanan kamu belum habis apa perlu Umi bawakan kesini nasinya?" tanya Umi.
"Gak usah Umi, nanti aku ambil sendiri aja kedapur" jawab Byun soo.
Setelah itu Umi keluar dari kamar Byun soo. Esok paginya, mang Udin dan Ryeon sudah bangun pagi-pagi karena hari ini mereka akan nganterin pesanan kebanyak tempat.Sedangkan Umi dan bi Idah yang membawa Alika dan Alisya pergi menemui donatur yang akan menyumbang sejumlah uang kepanti asuhan untuk biaya anak-anak panti.
Sementara Ayiswa yang hari ini libur kerja berencana membereskan dan membersihkan seisi rumah hingga waktu menunjukan pukul 10.00 pagi kerjaan Ayiswa baru beres tinggal mencuci piring bekas tadi pagi sarapan. Dia lalu pergi kedapur untuk mencuci piring ketika didapur dia melihat semangkuk bubur ayam yang masih utuh yang tadi pagi dibuatkan oleh Umi untuk Byun soo yang katanya masih sakit karena kejadian tadi malam.
"Kata Umi bang Byun masih sakit karena kejadian semalam itu, jadi Umi bikinin bubur ayam buat dia tapi ko buburnya masih utuh ya? Apa dia belum makan ini kan udah siang?" batin Ayiswa.
"Aku suruh Hafiz aja buat nganterin bubur ayam ini kekamar bang Byun" pikir Ayiswa.
Setelah itu dia menyuruh Hafis anak panti yang usianya 9 tahun untuk mengantarkan bubur ayam kekamarnya. Karena Ayiswa benar-benar penasaran dengan keadan Byun soo akhirnya dia mengikuti Hafis dari belakang meski dia tak ikut masuk kekamar karena tidak berani melanggar aturan dipanti asuhan ini, akhirnya dia hanya mengintip dibalik pintu kamar Byun soo.
Dilihatnya Byun soo masih meringkuk diatas tempat tidurnya dengan kedua tangan memeluk perutnya yang masih terasa sakit. Wajahnya yang putih terlihat lebih pucat pasi dan sesekali dia terlihat menggigil kedinginan itu terlihat karena dia tidak menggunakan selimut. Hafis yang sudah mengantarkan bubur ayam pada Byun soo lalu kembali keluar dan menemui Ayiswa.
"Kak, buburnya udah aku anterin, sekarang aku mau kembali bermain ya" kata Hafis.
"Bentar dulu Hafis, kamu lihat kan keadaan bang Byun wajahnya terlihat pucat dan dia kelihatan kaya menggigil, coba kamu tanya keadaannya sekarang gimana? Kalau bang Byun gak bisa makan tolong kamu suapin dia ya" kata Ayiswa menyuruh Hafis lagi.
__ADS_1
"Iya kak" Hafis lalu kembali masuk Kekamar Byun soo.
Sementara Ayiswa masih mengintip dibalik pintu kamar dengan perasaan cemas dan khawatir.
"Bang, apanya yang masih sakit?" tanya Hafis.
"Parutku masih sakit" jawab Byun soo dengan suara pelan karena menahan sakit.
"Kenapa bang Byun terus menggigil dan wajah bang Byun sangat pucat? Boleh aku periksa keadaan bang Byun?" tanya Hafis minta izin.
"Hhhmmm,,, " jawab Byun soo sambil mengangguk.
Setelah itu Hafis memeriksa suhu tubuh Byun soo dengan menempelkan telapak tangannya dijidat Byun soo.
"Wah! Bang Byun panas banget, abang makan dulu ya biar aku suapin setelah itu minum obat"
Byun soo mengangguk dia lalu bangun dengan pelan-pelan dibantu oleh Hafis karena badannya terasa lemas setelah semalaman bulak balik kekamar mandi terus. Hafis juga membantu Byun soo merapikan bantal untuk jadi sandaran Byun soo. Setelah itu Hafis mulai menyuapin Byun soo dengan sangat cepat.
"Hafis, pelan-pelan dong nyuapinnya nanti abang keselek kalau cepat-cepat makannya, ini juga masih belum abang telan, abang gak bisa makan cepet-cepet dan kamu juga jangan ngambil buburnya banyak-banyak itu bikin abang jadi mau muntah karena perut abang masih sakit dan terasa mual" komentar Byun soo.
"Maafin hafis bang, Hafis gak bisa nyuapin orang ini juga karena disuruh sama kak Ayiswa, tuh orangnya lagi ngintip dibalik pintu" ucap hafis dengan polosnya sambil nunjuk kearah Ayiswa.
Byun soo lalu melirik ke arah pintu dan melihat Ayiswa yang segera bersembunyi dibalik dinding kamar saat Ayiswa menyadari Byun soo mulai melihatnya.
"Ayiswa, ngapain kamu bersembunyi disana? aku udah lihat kamu loh?" kata Byun soo setengah berteriak.
__ADS_1
"Ih! Hafis, kenapa dia malah ngasih tahu aku ngintip disini si? Jadi ketahuankan sama bang Byun kan" gumam Ayiswa.
Next,,,,