
Umi dan bi Idah sedang menyiapkan sarapan pagi untuk para penghuni panti.anak-anak tanpa orang tua yang tinggal satu rumah dipanti itu kini suduh duduk rapi ditempatnya masing-masing. karena mereka akan sarapan pagi bersama. ketika semua mulai sarapaan, tak lama Ayiswa datang dan ikut bergabung dengan semua. penampilannya sudah terlihat rapi dia juga nampak membawa tas.Ayiswa lalu duduk disamping Umi.
"Ayiswa, pagi-pagi kamu udah rapi bawa tas segala, kamu mau kemana?" tanya Umi heran
"Kemarin aku udah nelepon bosku, aku nanyain soal pekerjaan dan ternyata bos masih mengizinkan aku untuk tetap bekerja ditoko pakaian itu, jadi hari ini aku akan mulai kerja lagi setelah sebulan aku tidak masuk kerja karena,,, " Ayiswa sengaja menggantung kalimatnya itu karena tak mau mengingat kesedihannya lagi.
"Apa kamu yakin, akan mulai kerja lagi? Kalau kamu tidak yakin sebaiknya jangan dulu kerja" saran Umi
Sejenak Ayiswa menunduk kemudian dia mengangkat kembali wajahnya dan tersenyum pada Umi itu terlihat jelas dari pancaran matanya meski wajahnya tertutup cadar.
"Aku yakin Umi, kalau aku diam dirumah terus, aku pasti sedih lagi karena ingat kejadian itu, makannya aku harus cari kesibukan agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. lagian aku sudah memutuskan aku akan melupakannya dan membuka lembaran baru" ucap Ayiswa dengan mantap meski dia tidak tahu apakah dia bisa melupakan cinta pertamanya itu atau tidak.
"Syukurlah kalau kamu udah mau melupakan semuanya dan ingin membuka lembaran baru dalam hidupmu" kata Umi dengan raut wajah senang.
Setelah selesai sarapan Ayiswa berpamitan untuk segera pergi berangkat kerja. saat baru keluar dari rumah dia mendongakkan wajahnya keatas langit yang nampak cerah.
"Hari ini aku akan memulai hidupku yang baru, Aku tidak akan terus terpuruk dalam kesedihan, meski mungkin sebagian orang akan mengolok-olokku karena aku gagal menikah, aku tak peduli, aku tak akan mendengarkannya" batin Ayiswa
Kemudian dia mulai melangkahkan kakinya dengan mantap menuju tempatnya bekerja.
Kediaman Rayyan,,,
Semenjak kehadiran Baby Zayn dalam hidup Rayyan dia kini mulai disibukan dengan mengurus bayi mungil itu sendirian dengan penuh drama dan ketidak tahuannya tentang mengurus bayi. pagi itu Baby Zayn baru selesai dimandikan dan Rayyan hendak memakaikan pakaian pada bayi mungil itu,tapi dia bingung apa dulu yang harus dilakukannya.dia lalu berpikir sejenak sambil membaca macam-macam produk bayi yang dibawa dari rumah sakit, seperti baby oil, minyak telon, bedak bayi dan lain-lainnya.
Rayyan mulai memakaikan perlengkapan bayi itu setelah membacanya. lalu dengan penuh kehati-hatian dia mulai memakaikan baju pada Baby zayn meski dia sangat merasa kesulitan karena Baby Zayn yang super aktif terus menggerakan kaki dan tangannya.
"Hulffh,,, akhirnya aku bisa juga memakaikannya baju" batin Rayyan sambil menatap bayi itu dengan berkacak pinggang
"Sekarang saatnya kamu pakai pempers dan celana" gumam Rayyan
"Tapi pake celananya dulu baru pempers? Atau pempersnya dulu lalu celana ya?" tanya Rayyan masih berkacak pinggang sambil memiringkan kepalanya
Karena Rayyan terlalu lama memakaikan pakaiannya, bayi mungil itu merasa bosan akhirnya dia menangis dan itu membuat Rayyan jadi panik.
Owa,, owa,, owa,, owa,,!!
Kemudian Rayyan segera memakaikan celana baru pempernya meski itu tidak mudah bagi Rayyan karena pempernya model celana bukan model popok yang bisa direkatkan.
"Aduh! Sayang,kamu jangan nangis dulu bentar lagi selesai ko" ucap Rayyan sambil memasangkan pempersnya
"Nah! Akhirnya selesai juga nih!" kata Rayyan tersenyum puas dengan penuh kemenangan karena dia sudah berhasil memakaikan pempersnya
Tiba-tiba Rayyan menatap tajam bayi itu, seperti ada sesuatu yang salah.
"Ko, aku pakaikan celananya dulu sih baru pempersnya? Kalau dia ngompol terus celananya basah,harus aku ganti lagi dong jadi gunanya pempers buat apa nangkring dibadan Baby Zayn, kalau celananya masih basah juga? Harusnya aku pakaikan pempersnya dulu lalu celana, bukan celana dulu baru pempers"
__ADS_1
Menyadari kesalahan itu Rayyan jadi menepuk jidatnya karena dia harus membuka kembali celana dan pempers yang dipake Baby Zayn.
"Ya elah! Pake salah masanginnya lagi, aku jadi harus buka lagi celana sama pempersnya, padahal ini juga susah makeinnya" keluh Rayyan
Dia lalu mengulang dari awal dengan segala kesulitannya, malum, sebelumnya Rayyan tidak pernah ngurusin bayi.
"Nah! Ini baru benar pempers dulu baru celana" ucap Rayyan tersenyum puas
Tapi tiba-tiba dia mencium aroma yang tidak sedap. dia lalu menggunakan indra penciumannya untuk mencari sumber bau tak sedap itu.
"Zayn, Apa kamu pup?" tanya Rayyan
Dia lalu mengecek pempers bayi mungil itu dan ternyata Baby Zayn pup.
"Zayn, Kamu beneran pup?! Padahal ayah baru ganti pempers kamu dengan susah payah loh! hulffh,,,!!" keluh Rayyan karena dia harus membuka pempernya lagi
Setelah selesai berkutat dengan masalah pepmpers, Rayyan membawa Baby Zayn berjemur dibawah sinar matahari pagi didepan rumahnya dengan menggunakan stoller sambil ngajak bicara Baby Zayn
Tak sengaja istri pak ustad yang lagi nyiram tanamannya dihalaman rumah ngelihat Rayyan sama Baby Zayn. dia lalu mendatangi kerumah Rayyan.
"Rayyan, bayi siapa ini?" tanya istri pak ustad
"Dia bayiku bu, namanya Lee Zayn,sekarang dia akan tinggal bersamaku" jawab Rayyan
"Ibunya Zayn,,,?"
"inalilahiwainalilahiroziun,ibu turut berduka cita ya"
Rayyan lalu mengangguk. bu Salma lalu menggendong Baby Zayn.
"Baby Zayn, lucu banget sih kamu, kamu ganteng lagi,kaya Ayah kamu" ucap bu Salma sambil mencubit lembut hidung Baby Zayn
Esok harinya Rayyan datang kelestoran tempatnya bekerja sambil membawa Baby Zayn.dia langsung menemui bosnya.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
Rayyan mengetuk pintu, dari dalam terdengar suara sahutan dari bosnya untuk mempersilahkan masuk. kemudian dia segera masuk.
"Rayyan?! Kamu bawa bayi siapa?" tanya bosnya
"Ini bayiku bos, saya kesini mau minta izin, bolehkah saya kerja sambil bawa bayi soalnya dirumah tidak ada siapa-siapa yang bisa saya titipin bayi saya ini" jawab Rayyan
"Bayimu?! Kapan nikahnya? Tau-tau udah punya bayi aja, bukannya waktu kamu ngelamar kerja kesini statusmu masih belum menikah? istrimu kemana sampai kamu harus bawa bayi ketempat kerja?"
Rayyan langsung dijejali dengan banyak pertanyaan yang membuatnya bingung harus menjawab mana dulu. karena tak ingin mengungkit-ungkit aibnya dia hanya asal menjawab pertanyaan bosnya itu.
__ADS_1
"Maaf bos, saya sudah lama menikah, saya butuh pekerjaan secepatnya dan setelah menikah saya belum sempat memperbarui KTP saya"
"Lalu,Kenapa istrimu menyuruhmu membawa bayimu ketempat kerja? Apa kerjaannya dia kalau disuruh ngurus bayinya aja ngga becus?"
"Ibunya Baby Zayn sudah meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan dia" jawab Rayyan pilu
Mendengar itu bosnya jadi merasa tidak enak hati. akhirnya dia minta maaf pada Rayyan dan dia masih mengizinkannya untuk tetap bekerja meski dia harus membawa bayinya asal itu tidak mengganggu pekerjaannya saja. Tentu saja itu membuat Rayyan senang karena ditempat kerja mana coba yang mengizinkan karyawanya membawa bayi ketempat kerja.
Setelah mengucapkan terimakasih dia lalu bersiap-siap untuk kerja.tapi sebelum itu dia menyimpan botol ASI Baby Zayn dilemari pendingin tempat menyimpan bahan-bahan makanan dilestoran itu. setelah itu dia menidurkan Baby Zayn distoller yang dibawanya dan disimpan dekat kasir, agar dia tetap bisa memantau bayinya.
Dihari pertama dia kerja bawa Baby Zayn,teman sesama waiter dan waitress serta kasir banyak yang menanyakan soal Baby Zayn. dan Rayyan selalu menjawab pertanyaan mereka dengan jawaban yang sama seperti jawaban pada bosnya.
Saat lestoran masih sepi tiba-tiba Baby Zayn nangis karena mau minum susu. lalu Rayyan nitipin Baby Zayn pada Dika kemudian dia segera mengambil ASInya dilemari pendingin.
"Dika, nitip Zayn dulu ya, aku mau ambil botol ASInya dibelakang"
Dika lalu mengangguk kemudian dia menggendong Baby Zayn untuk menenangkannya sementara Rayyan segera ke belakang untuk mengambil botol ASI.tapi saat dia membuka lemari pendinginnya ternyata botol ASi itu tidak ada ditempatnya, Rayyan lalu mencari kemana-mana tapi tidak menemukan juga.akhirnya dia bertanya pada para koki yang ada didapur.
"Bang, lihat botol susu bayi ngga dilemari pendingin?"
"Iya,tadi saya lihat" jawab salah satu koki
"Sekarang dimana botol susunya?" tanya Rayyan
Koki itu menunjuk ke beberapa botol susu bayi yang ada diwestafel.Rayyan kemudian mengecek botol susunya yang sudah tak ada isinya lagi.
"Isinya mana? Ko, kosong semua?" tanya Rayyan cemas
"Ya udah saya pake semua buat bikin tart susu" jawab koki itu
Rayyan lalu menepuk jidatnya sambil beristighfar.
"Astaghfirullahaladzim, Itu tuh! Air susu ibu asli loh bang, bukan susu cair buat bikin kue" ucap Rayyan agak kesal juga
"Ya, saya kan ngga tahu kirain itu susu buat bikin kue, pantesan disimpennya dibotol susu bayi. lagian kamu, aneh-aneh aja nyimpen kaya gituan dilemari pendingin tempat menyimpan bahan makanan, saya kira kan itu susu cair buat bikin kue. jadi jangan salahin saya kalau saya memakainya" jawab koki itu yang belum tahu kalau Rayyan kerja bawa Bayi
"Ya, masa saya harus bawa-bawa kulkas dari rumah kemana-mana cuma buat nyimpen botol ASI itu agar tidak cepat basi"
"Ya udah, jangan salahin saya salah sendiri kenapa kamu ngga bilang kalau nyimpen botol ASI dilemari pendingin lestoran. lagian kamu ngga ada kerjaan kelestoran bawa yang kaya gituan"
"Itu botol ASI buat bayi saya, sekarang dia lagi nangis tuh! didepan Karena mau minum susu" jawab Rayyan lalu dia melengos pergi.
Menyisakan banyak pertanyaan dibenak para koki itu. karena setahu mereka Rayyan belum menikah tapi kenapa tiba-tiba dia jadi punya bayi? Akhirnya para koki itu berbondong-bondong lihat kedepan untuk melihat Rayyan dan bayinya yang saat itu sedang digendong oleh Dika.
"Dika, bisakah kamu menolongku sekali lagi, tolong jagain Baby Zayn, Aku harus kerumah sakit untuk ngambil ASI, dia belum bisa minum susu formula.karena dia lahir prematur jadi dia harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan.susu yang tadi pagi aku bawa itu malah dipake buat bikin kue" tutur Rayyan
"Ya udah, sana! Cepetan ya, mumpung bos ngga lihat dan belum ada pelanggan yang datang" ucap Dika
Rayyan lalu mengangguk kemudian dia segera pergi kerumah sakit.
__ADS_1
Next,,,