
ππππππππππππππππ
Berhentilah merasuki pikiranku
dengan tabir kecantikanmu yang tersembunyi
yang telah menawan hatiku
hingga membuatku resah
karena resah ini terlalu menyibukan hatiku
hingga tak ada sedikit pun waktuku
untuk berhenti memikirkanmu
disetiap aliran darahku
disetiap hembusan nafasku
namamu yang selalu ada
Kau yang hadir tanpa kuminta
terus menebarkan cinta dibalik aura pemalumu
hingga aku tak berdaya untuk menolaknya
Perasaanku pun semakin hari kian menggebu
ketika ruang hatiku sudah disesaki oleh namamu yang terukir indah didalam hati ini
Jarak dan waktu yang menghalangi kita
tak akan mampu menghentikanku
untuk tetap mengagumi dan mencintaimu
meski aku ragu, apakah aku mampu menggapimu wahai bidadariku???
ππππππππππππππππ
,
,
,
Siang itu, Ayiswa sedang duduk dilantai sambil menyangga dagunya diatas meja, diruang tamu, mata indahnya terus menatap handphone yang terletak diatas meja, didepan wajahnya yang tertutup cadar. Tiba-tiba mang Udin datang saat Ayiswa terhanyut dalam lamunannya, dia langsung membuyarkan lamunan Ayiswa. Sontak Ayiswa yang tadi bersandar jadi duduk tegap dan menoleh kearah mang Udin.
"Ih! Ngagetin aja deh" keluh Ayiswa.
"Lagian kamu ngapain sih, dari tadi cuma ngelamun sambil lihatin handphonenya?" tanya mang Udin yang penasaran dengan handphone Ayiswa.
Mang Udin lalu menyambar handphone baru Ayiswa, tapi ketika dia hendak mengambilnya,handphone itu hampir jatuh, membuat Ayiswa jadi spot jantung dibuatnya sebab dia takut handphonenya rusak karena Ayiswa tidak akan mampu mengganti handphone mahal itu.
"Hati-hati dong mang, kalau handphonenya rusak gimana? Itu harganya mahal" Ayiswa memperingati.
__ADS_1
"Emang berapa harganya?"
"Tiga puluh jutaan" jawab singkat Ayiswa.
Mang Udin tercengang kaget, dia lalu menyimpan kembali handphonenya dimeja, kemudian mang Udin menatap Ayiswa penuh curiga.
"Kamu bisa beli handphone mahal ini dari mana uangnya?"
"Dikasih bang Byun karena handphoneku dirusak sama dia"
Mang Udin yang masih tidak yakin dengan ucapan Ayiswa lalu menatapnya dengan penuh curiga berharap Ayiswa benar-benar berkata jujur.
Ditempat lain, hari ini Byun soo mau syuting untuk membuat MV album terbaru Super sun yang dilakukan disebuah tempat terbuka. Sebelum mereka memulai Syuting, mereka menunggu sambil duduk dikursi yang sudah disediakan, karena lama menunggu Byun soo pergi melihat-lihat tempat yang baru dikunjunginya itu, Saat berada ditempat sepi dia ingin melakukan panggilan video call dengan Ayiswa karena n'tah kenapa belakangan ini dia Selalu kepikiran Ayiswa terus. Sementara Ayiswa yang masih ditatap penuh curiga oleh mang Udin segera mengangkat panggilan video call dari Byun soo.
"Hi, Ayiswa, kamu lagi apa" sapa Byun soo dibalik layar handphone.
"Aku lagi diam aja, tumben bang Byun nelepon aku siang-siang gini ada apa?" tanya Ayiswa.
"Emang aku ngga boleh nelepon kamu?"
"Ya, ngga biasanya kan bang Byun sibuk kalau siang-siang gini"
Saat mereka lagi video callan tiba-tiba mang udin nongol dilayar kaca handphonenya Byun soo.
"Byun soo, mamang kangen kapan kamu kesini lagi, kalau kamu kesini Ryeon ajak dong, mamang juga kangen sama dia" kata mang Udin yang mengambil alih handphone Ayiswa.
"Sekarang masih sibuk mang, aku gak bisa ngajak Ryeon untuk mengunjungi kalian disana, nanti kalau ada waktu luang baru bisa ke Indonesia lagi" jawab Byun soo.
"Untung aja gue lagi ngobrol sama mang Udin,kalau mereka tahu gue ngobrol sama Ayiswa bisa geger dunia ini karena dua kurcaci itu bermulut ember" batin Byun soo.
"Mwohaseyo? Geunyang gaib, geogilo idong (kalian ngapain sih? Ikut nimbrung aja, sana pergi)" usir Byun soo.
"Nuguwa yeongsangtonghwaleul hago issnenji gung geumhada? (kita penasaran kamu lagi video callan sama siapa sih?" kata Lee.
"Ileon! gwaenchanh-a, geogi iss-eo gwichanhge hajima (Ih! kepo deh, udah sana-sana jangan ganggu gue)"
Tapi Seo jun dan Lee tetap tak mau pergi karena mau gangguin Byun soo akhirnya Byun soo mengakhiri panggilan video callnya. Setelah itu mereka kembali dan mulai Syuting untuk MV (musik video) album mereka. Sore harinya mereka latihan koreografi didalam gedung kantor CM Entertainment, setelah beberap jam Tae hyun sebagai leadernya mengajak semua membernya untuk istirahat sebentar.
"Guys kita berhenti dulu yuk, gue haus nih" ajak Tae hyun.
Semua akhirnya berhenti. Ketika dia hendak minum ternyata air dalam botol air mineralnya sudah habis.
"Air gue habis nih, bagi dong punya lo" pinta Tae hyun pada Young jae.
"Ih! Punya gue juga habis nih" kata Young jae.
"Kayanya minum yang dingin-dingin enak nih" Hwuan menimpali.
"Ya udah kalau gitu biar gue sama Ryeon aja yang beli minuman segar dicafe deket kantor gimana? Kalian semua mau pada nitip?" tanya Byun soo menawarkan diri untuk membeli minuman segar.
Mereka semua lalu nitip dibeliin minuman dan camilan pada Byun soo dan Ryeon. Setelah itu mereka pergi dengan berjalan kaki karena cafenya cukup dekat. Dicafe mereka lalu segera memesan makanan dan minuman, tak lama pelayan toko itu memberikan sebagian pesanan mereka.
"Ryeon, ini kan sebagian pesanannya udah jadi kalau lo mau duluan kembali kekantor duluan aja sisanya biar gue yang bawa"
"Oke, gue pergi duluan ya" kata Ryeon lalu pergi duluan.
__ADS_1
Setelah semua pesanan jadi Byun soo segera menyusul Ryeon.Tapi ketika dia sedang berjalan dan melewati sebuah bangunan tiba-tiba langkahnya terhenti karena dia penasaran dengan bangunan itu yang tidak terlalu besar,diatasnya terdapat sebuah kubah dengan pilar-pilar yang menyangga disetiap sudutnya, bangunan itu sangat bersih dan terawat.
Byun soo lalu pergi mendekati bangunan itu karena ingin masuk untuk melihat ada apa didalamnya. Namun sebelum dia masuk, Byun soo membaca tulisan yang terpampang dipilar penyangga, kalau disana dilarang memakai alas kaki untuk masuk kedalam, dia lalu melepaskan kaos kaki dan sepatunya kemudian menitipkan barang bawaannya lalu masuk kedalam.
Tiba-tiba hatinya bergetar hebat, ada perasaan ingin menangis namun dia tak tahu penyebab kenapa dia ingin menangis? Saat langkah kakinya mulai memasuki bangunan itu, matanya dibuat takjub dengan arsitekstur bangunan tersebut, disetiap dinding sudutnya terdapat ukiran kaligrafi berlafazkan Allah, Muhamad dan beberapa ayat yang terdapat dalam Al Quran.
Perasaan kuat ingin menangis itu semakin menekan batinnya hingga tak terasa butir bening mengalir membasahi kedua pipinya.Dikala ia tengah terhanyut dalam perasaannya sendiri, tiba-tiba ada seorang pria yang sudah cukup berumur menghampiri dan menyapanya.
"Assalammualaikum, maaf, Apakah gerangan yang membawamu datang kemari? Adakah yang bisa saya bantu?" sapa ramah pria yang biasa dipanggil pak Ustad itu.
"Oh tidak, saya cuma mampir sebentar aja soalnya saya penasaran ini bangunan apa? Dan kenapa saat pertama kali saya masuk kesini hati saya bergetar hebat, ada semacam perasaan ingin menangis tapi saya sendiri tidak tahu untuk apa dan kenapa saya harus menangis?" tutur Byun soo sambil menyeka pipinya.
Dari situ pak Ustad bisa menyimpulkan kalau Byun soo itu bukan pemeluk islam karena dia berkata kalau ini pertama kalinya dia menginjakan kaki ditempat ini.
"Masya allah, Apa kamu tahu? Ini adalah rumah Allah swt tempat kami umat muslim beribadah" jawab pak Ustad.
Setelah itu beliau mengajak Byun soo untuk duduk dan ngobrol tentang islam, ia juga membacakan beberapa ayat Al Quran yang membuat linangan air mata menetes kembali dari kedua mata Byun soo.
"Masya Allah, insya Allah hidayah telah mengetuk hatimu, mudah-mudahan hatimu semakin terbuka lebar setelah ini supaya engkau bisa menyambut islam dan memeluknya"
Byun soo hanya bisa menunduk sedih mendengar itu karena dia merasa dirinya terlalu lalai, penuh dosa dan amat hina dihadapan sang kholik. Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya dia pamit karena dia harus kembali kekantor CM Entertainment.
"Iya, silahkan tapi jika nanti kamu punya waktu sering-seringlah berkunjung kemari" kata pak ustad.
Byun soo lalu mengangguk, kemudian dia kembali menemui para member dengan keadaan tak bersemangat dan sedih karena dia masih terhanyut pada suasana dimesjid tadi.
Brak,,
Suara pintu terbuka cukup keras, membuat para member Super sun mengalihkan perhatiannya pada Byun soo yang baru datang dan langsung duduk sambil melamun,Young jae, Hwuan dan Minho langsung menghampiri dia.
"Lo kemana aja sih ko lama banget?" tanya Hwuan.
Byun soo masih terdiam tak menjawab pertanyaan Hwuan, lalu Young jae bertanya.
"Makanan dan camilannya mana? Gue udah haus nih, nungguin lo lama banget"
Byun soo lalu melihat tangannya yang tak memegang apa pun kemudian dia melirik kesekitar disana juga tidak ada camilan dan minuman yang dipesan oleh mereka.
"Gue ngga tahu, mungkin ketinggalan saat gue mampir tadi kesuatu tempat" jawab Byun soo cuek.
"Ya udah, sekarang lo balik lagi, ambil tuh! Makanan dan minumannya" suruh Minho.
"Ogah, ambil aja sendiri"
"Kalau lo ngga mau ngambil itu makanan dan minuman yang tinggalkan disuatu tempat, terus tadi ngapain lo keluar, buang-buang waktu aja" Minho sewot sambil melengos pergi karena kesal.
"Heh! Kalian kan punya kaki sama tangan, jadi ngapain malah nyuruh gue beliin makanan sama minuman? Kalau kek gitu buat apa kalian punya kaki sama tangan?" gerutu Byun soo tak kalah sewotnya sama Minho.
Young jae yang naik pitam langsung membentak sibiang kerok itu.
"Bener-bener ngeselin ya lo, tadi kan lo sendiri yang berinisiatif nawarin diri buat beliin kita makanan dan camilan, kenapa sekarang lo malah nyalahin kita?" kata Young jae ngegas dan hendak memukul Byun soo yang masih merasa tak bersalah.
Tapi Hwuan menghentikan Young jae dengan menarik tubuhnya hingga beringsut mundur.
"Udah, udah, lo gak usah ladenin dia, nanti urusannya bakal lebih panjang, ini juga salah kita harusnya kita nggak percaya karena dia nggak bisa diandelin" ucap Hwuan mencoba menenangkan Young jae. Kemudian mereka pergi meninggalkan Byun soo.
Next,,,,,
__ADS_1