PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)

PRIA CANTIK ITU JODOHKU (Versi Baru)
Kejailan PBS


__ADS_3

Mereka mengangguk lalu Ayiswa menepuk jidatnya sambil beristighfar setelah itu Ayiswa hendak kembali kedapur tapi Ryeon dan Byun soo menghalangi jalan Ayiswa.


"Minggir jangan halangi jalanku" kata Ayiswa.


"Ayiswa kami mohon bantu kami ya" serempak Byun soo dan Ryeon berkata.


"Bantu apa lagi?" tanya Ayiswa.


"Pinjami kami uang buat kesalon, kami mau perawatan" jawab Ryeon.


"Dahlah, cape aku lihat tingkah kalian, sebaiknya kalian minggir" kata Ayiswa loyo.


Byun soo dan Ryeon tetap tak mau memberikan jalan pada Ayiswa sebelum dia mengabulkan permintaan Ryeon dan Byun soo dan itu membuat Ayiswa marah karena dia lagi masak didapur sebab dia takut masakannya gosong gara-gara mereka terus menahannya pergi.


"Minggir! Aku lagi masak didapur" bentak Ayiswa kesal.


Byun soo dan Ryeon yang kaget melihat kemarahan Ayiswa akhirnya minggir kesamping kiri dan kanan hingga akhirnya Ayiswa berjalan ditengah-tengah mereka dengan buru-buru takut masakannya gosong.Saat dia sampai didapur dan melihat masakannya ternyata semua gosong.


"Ya gosong deh, ini semua gara-gara mereka Arrgghh!! menyebalkan" umpat Ayiswa kesal.


\*\*\*\*\*\*


Pagi itu Umi sedang menjemur pakaian dibelakang rumah, tiba-tiba Byun soo lewat tanpa sepengetahuan Umi dan tiba-tiba naluri keisengannya menghinggapi dia. Byun soo lalu mindik-mindik sambil bersembunyi disemak-semak, matanya mengawasi ember jemuran Umi. Setelah Umi mengambil pakaian basah lalu dikibas-kibas sebelum ditaruh dijemuran. Saat itulah Byun soo mulai beraksi, dengan sigap dan cepat dia segera mengambil cucian Umi lalu pergi kabur membawa ember cuciannya.


Setelah jauh dia menyembunyikan ember cuciannya disemak-semak kemudian pergi kedepan rumah. Sementara Umi hendak mengambil pakaian yang akan dijemurnya tapi tiba-tiba ember yang berisi pakaian basah itu hilang membuat Umi jadi kebingungan. Umi lalu mencari kesemak-semak dan sekitarnya dengan perasaan bingung. Sementara Byun soo yang gak ada akhlaknua tertawa puas membayangkan Umi yang lagi kebingungan mencari ember jemurannya.


Saat dia lagi tertawa puas tiba-tiba pandangannya tertuju pada Ayiswa yang lagi menyiram tanaman dengan menggunakan selang air sambil sholawatan. Byun soo yang suka ngejailin orang tiba-tiba punya ide untuk menjaili Ayiswa. Dia lalu pergi mendekati keran air yang berada dipojok dekat semak-semak yang disambungkan dengan selang air yang digunakan Ayiswa untuk menyiram tanaman. Kemudian Byun soo mematikan kerannya lalu dia bersembunyi disemak-semak.


"Ko airnya mati si?" batin Ayiswa.


Lalu dia melirik kearah keran air setelah itu dia memeriksa lubang selangnya. Saat Ayiswa mendekatkan lubang selang ke matanya Byun soo lalu menghidupkan kembali keran airnya hingga akhirnya selang itu menyemburkan air ke wajah Ayiswa.


"Aaaaaa...!" teriak Ayiswa kaget.


Seketika pakaian Ayiswa jadi basah kuyup.


"Ya bajuku basah deh" keluh Ayiswa.


Byun soo yang melihat itu langsung kabur sambil tertawa pelan agar tak ketahuan oleh Ayiswa. Sementara Ayiswa memutuskan untuk berhenti menyiram tanaman karena dia ingin mengganti pakaiannya yang basah. Dia lalu masuk kedalam rumah melewati pintu belakang dan bertemu dengan Umi yang lagi mencari ember jemurannya dengan kebingungan.


"Umi, lagi cari apa?" tanya Ayiswa.

__ADS_1


"Ini Umi lagi nyari ember yang berisi pakaian basah untuk dijemur" jawab Umi tanpa melihat Ayiswa karena sibuk nyariin embernya yang hilang.


"Lah, ko bisa hilang?" Ayiswa heran.


"Umi juga bingung, tadi waktu lagi jemur pakaian itu ember masih ada tapi saat Umi mau ambil lagi pakaian basah untuk dijemur embernya hilang entah kemana" jawab Umi kebingungan.


"Ko bisa gitu sih? Umi lupa nyimpen embernya kali"


"Ngga Ayis, tadi itu beneran embernya masih ada tapi waktu Umi mau ambil lagi jemurannya embernya tiba-tiba hilang" Umi meyakinkan Ayiswa sambil menatap Ayiswa.


"Ko baju kamu basah? Ini kan bukan musim hujan jadi tidak mungkin kamu kehujanan?" tanya Umi yang baru menyadari kalau pakaian Ayiswa basah.


"Tadi itu aku lagi nyiram bunga tapi tiba-tiba keran airnya mati saat aku cek lubang selangnya tiba-tiba airnya keluar lagi tanpa bisa menghindar akhirnya aku kesiram air hingga basah kuyup kaya gini" jawab Ayiswa.


"Hari ini benar-benar aneh ya, Umi kehilangan ember jemuran Umi dan kamu kesiram air hingga bajumu basah kuyup karena kerannya hidup dan mati sendiri" kata Umi kebingungan.


Siang hari kemudian Ayiswa lagi menyetrika pakaian anak-anak panti diruang keluarga sambil duduk dilantai. Tiba-tiba Byun soo datang sambil makan straubery dia lalu duduk dekat Ayiswa.


"Wah! Rajinnya, sekalian dong setrikain baju aku, baju aku pada kusut tuh" kata Byun soo.


"Boleh, ya udah bawa bajunya kemari nanti aku strikain sekalian punya bang Ryeon juga bawa kesini biar sekalian aku strikain" kata Ayiswa.


"Gak usah,kamu strikain baju aku aja, biar Ryeon strika bajunya sendiri" kata Byun soo lalu pergi kekamarnya.


"Makasih ya, calon istri yang baik, kerjaanmu rapi juga" puji Byun soo sambil mengelus kepala Ayiswa yang dibalut kerudung berwarna hitam lalu dia mengambil pakaiannya kemudian pergi kekamarnya.


"Dia ngomong apaan si? Calon istri? Calon istri siapa?" batin Ayiswa.


Tak lama setelah itu Byun soo kembali keruang keluarga, dia lalu duduk disofa.


"Ayiswa, aku pinjam handphone kamu dong, aku mau menghubungi seseorang dikorea biar bisa jemput aku dan Ryeon disini" kata Byun soo.


"Ambil aja sendiri tuh! Ditas kecilku yang kusimpan dimeja, aku gak bisa ambilin karena lagi kerepotan nyetrika"


Byun soo lalu mengambil tas Ayiswa yang disimpan dimeja. Saat dia hendak mengambil handphone Ayiswa dia melihat ada foto sepasang pengantin, Byun soo lalu mengambil foto itu dan melihatnya.


"Ini foto siapa ko ada ditas kamu?" tanya Byun soo penasaran.


"Itu yang perempuan kakakku dan itu yang laki-laki suaminya tapi mereka sudah menyusul ayah dan ibuku kesurga"


"Owh, Ayiswa itu anak yatim piatu" batin Byun soo.

__ADS_1


"Katanya mau pinjam handphone aku tapi ko malah menggeledah isi tasku si?" protes Ayiswa.


"Salah sendiri kenapa kamu nyuruh aku ambil sendiri handponenya"


"Udah jangan geledah tasku" kata Ayiswa.


Lalu Byum soo mencari handphone Ayiswa, saat dia melihat handphone Ayiswa dia terkejut bukan main. Byun soo lalu menjinjit handphone Ayiswa dengan jari jempol dan jari telunjuknya sambil diangkat kedepan mukanya.


"Ini handphone apa batu buat ngelempar anjing galak si? Ko jadul amat, kalau gini ceritanya gimna aku bisa menghubungi seseorang dikorea, sosmednya aja gak ada, pantesan aja kamu kudetnya minta ampun handphonenya aja kek gini si" kata Byun soo sambil mencibir lalu dia melepaskan pegangannya hingga handphone Ayiswa terjatuh kelantai.


Pluk,,,


Ayiswa yang melihat itu lalu berhenti menyetrika kemudian dia mengambil handphonenya yang dibuang oleh Byun soo.


"Kalau gak jadi minjem gak usah dibuang juga kali, ini handphone masih ada gunanya buat sms sama buat nelepon, sembarangan aja main buang handphone orang" gerutu Ayiswa.


"Itu lebih cocok buat ngelempar anjing galak tau, handphone kek gitu masih dipiara" ledek Byun soo.


"Eh! Ini hp aku beli sendiri tahu, lagian buat apa punya handphone bagus kalau bisanya cuma ngabisin kuota aja, kalau bisanya bikin orang, kaya orang gila cekakak cecikik sendirian kaya teman aku yang suka nonton Super sun gak ada manfaatnya banget deh lihatin mereka, gak penting jadi buat apa kaya gitu?" Ayiswa sewot.


"Dih! ko malah ngatain Super sun? Gak tahu apa aku kan salah satu member Super sun,benar-benar gadis yang aneh disuruh nebak grup boyband terkenal gak bisa jawab eh! Saat ngatain Super sun itu mulut lancar banget" batin Byun soo sambil menatap sinis pada Ayiswa.


\*\*\*\*\*


Dia lalu pergi kedepan rumah dengan perasaan yang masih gondok, disana dia melihat ada mang Udin yang lagi tidur dikursi dengan posisi mulut terbuka lebar seperti ikan kehabisan air. Mendadak Byun soo jadi tersenyum ganjil, kemudian dia pergi kedapur dan mencari buah lemon dikulkas lalu dia mengambil 10 biji buah lemon dan memerasnya digelas yang tidak terlalu besar setelah itu dia menambahkan air putih sampai setengah gelas.


Kemudian dia mengambil segenggam garam halus lalu dia kembali kedepan rumah. Setelah didepan dia memasukan segenggam garam kemulut mang Udin yang masih tertidur dengan mulut terbuka lebar setelah itu Byun soo masuk lagi kedalam rumah sambil mengintip mang Udin lewat jendela. Mang Udin yang mulai merasa keasinan lalu terbangun dari tidurnya,dia lalu terbatuk-batuk sambil memuntahkan garam yang ada dimulutnya.


"Uhuk,,, Uhuk,,,Uhuk,,, gila asin banget mulutku,air mana air" kata mang Udin terus terbatuk-batuk sambil gelagapan mencari air.


Byun soo lalu keluar dengan santainya sambil membawa segelas air. Mang Udin yang melihat langsung merebut segelas air dari tangan Byun soo,dia lalu meminumnya. Bukannya hilang rasa asin dimulut mang Udin kini berganti air yang dibawa Byun soo terasa sangat asam.Mang Udin lalu memuntahkan air yang diminumnya.


"Air apaan nih ko asam banget?" tanya mang Udin.


"Itu air mau aku buang soalnya bekas nyuci ketiak aku" jawab Byun soo lalu pecahlah ketawanya yang terbahak-bahak.


"Sialan kamu ya, ganteng-ganteng ko jorok si" umpat mang Udin sambil terbatuk-batuk.


"Salah sendiri kenapa main rebut aja bukannya nanya dulu" kata Byun soo dengan wajah tanpa dosa.


Setelah itu mang Udin pergi kedalam untuk mencari minum.

__ADS_1


Next,,,,,,,


__ADS_2