
Setelah Youri pulang Rayyan lalu duduk dilantai sambil bersender pada sofa, dia terus melamun memikirkan semua masalah yang kini sedang menerpa hidupnya itu.banyak pertanyaan yang terus menggelayuti pikirannya namun tak ada satu pun yang bisa dijawabnya dan itu membuat Rayyan jadi frustasi dia lalu duduk tegap sambil menunduk dan mengacak-acak rambutnya karena kesal.
"Aaaahhhhkk !! Kenapa aku harus melakukan kesalahan fatal ini sih?" gerutunya kesal
Rayyan lalu memutar kembali memori ingatannya pada kejadian dimalam itu namun sekeras apa pun dia mengingat tetap saja dia tidak bisa mengingat apa pun itu makin membuatnya putus asa. lalu pikirannya teralih pada kejadian kemarin-kemarin waktu berada diapartement Youri hingga menimbulkan banyak pertanyaan lagi dalam benaknya.
Apakah benar bayi yang dikandung noona itu darah dagingku? Apa mungkin dia sedang menjebakku untuk bertanggung jawab padahal dia hamil oleh pria lain? Tapi kenapa dia begitu yakin kalau bayinya itu anakku? Kalau emang itu bukan anakku kenapa dia terlihat sangat putus asa saat aku menolak bertanggung jawab? Kalau itu bukan anakku kenapa dia begitu nekat mau mengakhiri hidupnya karena aku tidak mau mengakui bayinya itu sebagai anakku? Kalau emang bayinya bukan anakku lalu kenapa dia dengan lantangnya langsung menyetujui untuk melakukan tes DNA, harusnya dia menolak karena dia bakal ketahuan kebohongannya itu?.
"Ya Allah, Apakah benar aku telah melakukan hubungan terlarang itu? Kalau itu benar terjadi lalu bagaimana dengan Ayiswa? Dia pasti sangat marah dengan kesalahan bodoh yang sudah kulakukan ini" batin Rayyan dengan raut wajah yang amat frustasi
"Harusnya aku tidak minum bersama noona dimalam itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi" gerutu Rayyan kesal pada dirinya sendiri sambil mukulin kepalanya.
"Aaaaahhhkk,,,!!" teriak Rayyan seraya menuangkan semua rasa kesal dalam hatinya itu
******
Pagi-pagi Rayyan sudah berada didepan rumah pak ustad karena dia butuh pencerahan untuk menghadapi masalahnya itu. namun dia ragu untuk mengetuk pintu karena hatinya sangat merasa malu akibat peristiwa gagalnya dia menikah dengan Ayiswa dengan cara memalukan seperti ini.Rayyan lalu mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengetuk pintu tapi tiba-tiba pintu terbuka karena pak ustad hendak keluar rumah.
"Rayyan ?!" gumam pak ustad penuh tanya
"Assalammualaikum pak" sapa salam Rayyan seraya mencium tangan laki-laki paruh baya itu
"Waalaikummusalam,Rayyan sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa wanita itu meminta pertanggung jawaban padamu? Siapa dia? Lalu bagaimana dengan Ayiswa? Dan kamu pergi menghilang kamana beberapa hari ini?"
Pak ustad langsung menjejali Rayyan dengan bertubi-tubi pertanyaan hingga membuatnya bingung harus menjawab yang mana dulu. tapi bukannya dia menjawab Rayyan malah bersimpuh pada pak ustad sambil menangis sesegukan.
"Pak ustad, tolonglah aku, aku tidak tahu harus berbuat apa? Disini aku tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa membantuku, tolonglah aku pak ustad" Rayyan memohon dengan sungguh-sungguh.
Pak ustad lalu menyuruh Rayyan untuk berdiri. Kemudian pak ustad menyuruh Rayyan masuk kedalam rumah dan duduk disofa. setelah Rayyan sudah sedikit tenang pak ustad meminta dia menceritakan semuanya dari awal.Rayyan lalu menceritakan tentang siapa Youri dan kejadian dimalam itu saat dia sangat frustasi dengan masalah yang tak henti menimpanya.
"Seperti itulah pak, kejadiannya. sekarang aku bingung harus berbuat apa? Aku sudah benar-benar tidak kuat dengan semua ini" tutur Rayyan
__ADS_1
"Apa kamu benar-benar melakukan hubungan terlarang itu Rayyan?" tanya pak ustad serius
"Aku tidak tahu pak, aku tidak ingat apa pun tapi hatiku selalu menolak semua itu, seakan itu hanya fitnah belaka. tapi disisi lain aku dilema karena sikafnya dan prilaku noona Youri selalu meyakinkanku seolah apa yang diucapkannya itu benar,seolah bayi yang dikandungnya itu benar darah dagingku" jawab Rayyan dengan mata berkaca-kaca
"Kamu harus bertabayun Rayyan, tetap bersabar dan teruslah mencari kebenarannya" ucap pak ustad
"Sampai kapan aku harus bersabar? Kesabaranku sudah habis pak, tapi pertolongan Allah tak kunjung datang juga,aku sangat kecewa padanya, ia tak juga mau menolongku untuk bisa terbebas dari beban ini" kata Rayyan dengan perasaan putus asa
"Kamu tidak boleh su'udhzan pada Allah, berhusnudhzan lah pada Allah karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya"
Dari Abu hurairah RA,dia berkata bawa Rasulullah bersabda,' Sesungguhnya Allah telah berfirman "Aku sebagaimana prasangka hambaku kepadaku. Aku bersamanya jika dia berdoa kepadaku" HR Muslim 4832,4851, Tirmidzi 3527 dan Ahmad 7115
"Allah juga telah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 214 yang artinya"
_Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan),sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat_
"Jadi kamu tetaplah bersabar dan perbanyaklah beristighfar agar keputus asaan tidak menghinggapi hatimu, bertaubatlah segera atas dosa yang telah kamu buat itu dengan taubat nasuha dan berjanjilah kamu tidak akan melakukannya lagi" tutur pak ustad memberi wejangan pada Rayyan
"Iya pak, aku berjanji akan bertaubat.tapi bagaimana dengan Ayiswa? Dia pasti sangat sedih,sakit hati, kecewa,marah, dan mungkin dia akan membenciku karena masalah ini"
"Dengar Rayyan, jodoh,maut dan rezeki itu ditangan Allah.Jadi serahkan saja semuanya pada Allah karena dia yang maha tahu apa yang terbaik untukmu.jika Ayiswa itu jodoh kamu maka mohonkanlah pada Allah untuk terus didekatkan dengannya meski seberat apa pun cobaan yang menimpa cinta kalian, dan jika Ayiswa bukan jodoh kamu, maka mintalah untuk dijauhkan dari Ayiswa.serta minta pula lah pada Allah agar dihapuskan perasaan cinta dihatimu terhadap Ayiswa, karena sesungguhnya Allah itu yang maha membulak balikkan hati manusia"
"Baiklah, Aku akan lakukan itu, terimakasih bapak sudah memberi pencerahan padaku, sekarang, hatiku sedikit lebih tenang"
Pak ustad mengangguk sambil tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Rayyan, setelah itu dia berpamitan pulang.
******
Rayyan masih saja tetap merasa bersalah pada Ayiswa karena sudah membuatnya malu dan sakit hati atas kegagalan pernikahan mereka.itu membuat Rayyan ingin menemui Ayiswa dan meminta maaf padanya lalu Rayyan memutuskan untuk datang kepanti asuhan untuk menemui Ayiswa.
Panti Asuhan,,,
Ayiswa duduk termangu seperti orang yang kehilangan arah hidupnya seraya menatap keluar jendela kamarnya dengan tatapan kosong. pikirannya terus melayang-layang n'tah pergi kamana? Kedua matanya terlihat sembab bekas menangis.ya, begitulah keadaannya sekarang, dia masih suka menangis jika rentetan kejadian dihari pernikahannya yang gagal itu mengusik pikirannya kembali.
__ADS_1
Bagaimana tidak, dia menangis terus-terusan, Ayiswa adalah gadis polos yang baru mengenal cinta tapi ketika cintanya akan disatukan dalam ikatan suci nyatanya dia malah dikhianati oleh orang yang amat dicintainya itu.dan tentu saja itu meninggalkan trauma yang amat mendalam dan luka yang menganga dihati gadis polos itu.
Umi hanya bisa terus menghiburnya dan terus mendoakan agar senyuman itu bisa kembali lagi dibibir Ayiswa meski itu mungkin akan amat sulit bagi Ayiswa.
******
Diluar mang Udin sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi panasnya. tapi suasana berubah ketika tiba-tiba Rayyan datang kepanti.
"Assalammualaikum"
"Waalaikummu,,,, salam" jawab salanya tercekat ketika melihat sosok yang memberi salam
Seketika tatapannya menjadi gusar melihat Rayyan yang datang. dengan nada ketus lalu mang Udin berkata.
"Masih berani kamu ya, menampakkan batang hidungmu disini.Mau ngapain lagi kamu kesini? Dasar! tidak tahu malu"
"Mang, maafkan aku, aku tahu mamang sangat marah padaku tapi tolong mang, maafkan aku dan tolong izinkan aku menemui Ayiswa. aku mau minta maaf padanya" Rayyan memohon dengan sungguh-sungguh
"Apa?! Masih berani kamu minta ketemu sama Ayiswa setelah kamu menyakitinya? Enak saja! Mamang tidak akan biarkan itu terjadi, kehadiranmu hanya membuat luka bagi Ayiswa"
kata mang Udin dengan ketus
"Justru itu mang, aku mau meminta maaf pada Ayiswa agar dia tidak semakin terluka, tolong izinkan aku untuk menemui Ayiswa mang"
Tetap saja mang Udin tidak mau memberikannya izin akhirnya Rayyan diusir sambil didorong oleh mang Udin hingga dia beringsut mundur.tak menyerah sampai disitu Rayyan lalu mencoba menerobos masuk kedalam rumah tapi mang Udin pun tak tinggal diam,dia terus menahan Rayyan untuk tidak masuk kedalam rumah.
"Ayiswa! Aku tahu kamu ada didalam rumah, tolong keluarlah Ayiswa! Aku ingin bicara sama kamu, Ayiswaaa,,,! keluarlaaahh,,,!" teriak Rayyan berkali-kali agar didengar oleh Ayiswa karena dia tidak bisa masuk sebab mang Udin terus menahannya.
Ayiswa yang mendengar suara kegaduhan diluar rumah lalu keluar dari kamarnya dan mengintip dibalik jendela dilihatnya mang Udin dan Rayyan sedang tarik-menarik dan dorong- mendorong.
"Bang Rayyan" gumam Ayiswa membuatnya meneteskan air matanya kembali karena sesungguhnya masih ada cinta dihati Ayiswa untuk Rayyan tapi dia harus mengubur dalam-dalam cintanya itu sebab takdir tak berpihak pada cinta mereka.
"Pergi kami dari sini, jangan pernah menampakkan lagi batang hidungmu disini!!" bentak mang udin dengan nada suara meninggi
__ADS_1
Rayyan yang tak mau pergi sebelum bertemu Ayiswa akhirnya bersujud dikaki mang Udin agar dia mengizinkannya bertemu Ayiswa. tapi kemarahan mang Udin sudah sangat memuncak hingga akhirnya dia terus menyeret tubuh kecil dan kurus itu untuk menjauh dari rumah,Rayyan didorong hingga keluar gerbang panti. mang Udin segera menggembok gerbangnya agar Rayyan tak bisa masuk lagi. akhirnya dengan perasan sedih, kecewa dan hancur Rayyan pergi pulang.
Next,,,,