
Belakangan ini Ryeon sedang disibukan dengan kerjaannya sebagai seorang selebritis.Dan kali ini dia menjadi salah satu aktor dalam sebuah drama series yang penayangannya kejar tayang. Jadi dia sering kerja lembur dari malam sampai pagi untuk syuting drama yang akan ditayangkan berikutnya.
Setelah selesai bekerja dia berpamitan pulang pada managernya. Dan dia segera bergegas keluar dari gedung itu dengan memakai jaket, kacamata, topi dan masker yang menutup wajahnya karena rasa ngantuk bekas lembur semalam semakin menyerang matanya.
"Aduh! Berat banget nih! Mata, gue pengen cepat tidur. Gue pulang naik kendaran umum aja deh! Kalau gue pulang nyetir sendiri takut nabrak.Kan kalau naik kendaraan umum, gue bisa tidur dijalan" batin Ryeon sambil mengurut lembut pelipisnya agar matanya yang udah 5 watt agak melekan dikit.
Ryeon lalu meninggalkan mobilnya diparkiran yang ada digedung, biar nanti orang suruhannya yang mengambil mobil Ryeon. Kemudian dia segera pergi kepinggir jalan dan berdiri sambil menunggu kendaraan umum lewat.
Tadinya dia mau naik taxi tapi taxi tak kunjung lewat juga akhirnya dia naik bus yang berhenti didepannya karena ada penumpang lain yang juga naik bus itu. Ryeon lalu masuk ke bus lewat pintu belakang kemudian dia mencari kursi yang kosong sambil melewati deretan kursi yang sudah diduduki penumpang lain.
Setelah beberapa langkah berjalan akhirnya pandangan matanya menemukan satu kursi kosong yang disebelah kaca jendela bus itu sudah duduk seorang wanita muda yang kira-kira usianya sekitar 25 tahunan. Dia pun duduk disampingnya, tak lama mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Rasa kantuk yang terus menyerang kedua matanya membuat Ryeon tak tahan lagi, akhirnya dia tertidur didalam bus dengan kedua tangan tersilang didepan dadanya. Pergerakan bus itu yang maju dan berhenti saat jalanan tersendat karena macet lalu melaju lagi dengan perlahan seolah menina bobo kan Ryeon hingga dia makin terlelap tidur.
Hingga disuatu ketika, kepalanya makin miring kearah perempuan muda yang tengah asyik memainkan layar pipihnya sampai akhirnya dia bersandar pada pundak perempuan muda itu. Sontak dia terkejut lalu dia mendorong tubuh Ryeon sampai tersungkur kebawah.
"Aauuh!" ringis Ryeon kesakitan saat kepalanya kejedot.
Dia lalu berdiri dan menatap tajam si perempuan itu.
"Heh! Tadi kamu dorong saya ya, ampe saya kejedot" bentak Ryeon yang kesal pada si perempuan itu.
"Siapa suruh tadi anda nyender-nyender kepundak saya" kata si perempuan muda itu dengan tatapan garang.
"Ya, nggak usah dorong saya juga kali, saya kan ngga sengaja tau, tadi saya ngantuk banget dan gak sengaja ketiduran" kata Ryeon membela dirinya.
"Bodo amat! Saya gak mau tahu alesan anda yang pasti saya tidak suka anda nyender-nyender dipundak saya" gertak perempuan itu.
Sementara dari arah belakang nampak ada seseorang yang baru naik bus, dia mencari kursi kosong hingga melewati Ryeon, tapi tiba-tiba sopir bus ngerem mendadak hingga menimbulkan goncangan. Membuat orang yang waktu itu sedang berjalan menyenggol Ryeon dan akhirnya dia pun terpental dan menubruk perempuan itu.
Ryeon segera bangkit sebelum perempuan galak itu semakin marah padanya. Mobil bus pun kembali melaju dengan lancar.
"Brengsek! Dia terus mencari kesempatan dalam kesempitan" batin perempuan itu dengan penuh emosi.
Melihat ada pengendara mobil bus lainnya yang menyiap busnya, sopir bus itu tak mau kalah lalu dia mempercepat laju mobilnya dengan agak ngebut hingga membuat goncangan bagi penumpangnya yang berdiri. Demikian pula dengan Ryeon, dari pada dia terombang-ambing gara-gara sopir busnya yang ugal-ugalan lalu Ryeon kembali duduk.
Namun tak disangka nasib naas menimpa dirinya, perempuan itu masih menaruh dendam pada Ryeon atas sikafnya tadi dia lalu memberi pelajaran pada Ryeon dengan mengambil jarum suntik dari dalam tasnya kemudian mengacungkan ujung jarum itu diatas tempat duduk Ryeon.
__ADS_1
Alhasil Ryeon yang saat itu main duduk saja tanpa melihat tempat duduknya langsung kena suntik, dia pun meringis kesakitan.
"Aaauuh,,!"
Sontak Ryeon yang hendak duduk kembali berdiri lalu dia melirik kearah bokongnya, dan dilihatnya ada jarum suntik yang masih menancap dibokongnya. Ryeon lalu mencabut jarum suntik itu dan mendengus kesal.
"Sial! Siapa sih! yang naroh jarum suntik ditempat dudukku" umpat Ryeon amat kesal.
Dia lalu menatap perempuan itu dengan tatapan curiga, sementara si perempuan itu menyeringai puas.
"Eh! Cewek sinting! Ini pasti perbuatan lo kan?" tuduh Ryeon dengan tatapan mengintimidasi.
Perempuan itu tak menjawab dia hanya melontarkan senyuman kecut. Ingin rasanya Ryeon menghajar perempuan galak itu tapi niatnya diurungkan karena sekarang dia sedang berada ditempat umum dan dia tak mau membuat kegaduhan akhirnya dia hanya menatap sinis si perempuan itu.
"Awas! Aja ya, nanti gue akan bikin perhitungan sama lo" kata Ryeon dalam hati sambil menatap sinis perempuan itu.
Lalu dia duduk lagi. Beberapa menit dari kejadian tadi, perempuan itu lalu turun dari bus sementara Ryeon masih didalam karena tujuan perjalanannya masih jauh. Ryeon lalu bergeser kedekat jendela agar dia bisa bersandar sebab keinginannya untuk tidur masih sangat kuat meski tadi ada sedikit insiden kecil.
Tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu, Ryeon lalu melirik kebawah. Kemudian dia mengambil sebuah benda kecil berbentuk segiemapt dan ada tali yang menggatung dibenda itu, yang tadi terinjak olehnya.
"Apa ini?" tanya Ryeon pada dirinya sendiri seraya memperhatikan benda tersebut.
Lalu dia membaca nama yang tertera di name tag tersebut.
"Dokter Park Yora, kayanya ini punya perempuan tadi deh! Iya benar, ini punya perempuan galak tadi fotonya aja sama kaya perempuan tadi" gumam Ryeon.
Lalu dia melempar name tag dan ID card itu kesamping tempat duduknya.
"Ah! Bodo amat, biarin aja dia kelabakan nyariin name tag dan ID cardnya biar tau rasa, habisnya galak banget sih! Gue jadi sebel ma tuh! Cewek" gerutu kesal Ryeon.
Sejenak dia terdiam dan sesekali dia melirik name tag itu lagi. Tiba-tiba Ryeon jadi galau, karena sekesal apa pun dia tetap merasa iba pada Yora. Pasti dia amat kebingungan nyari name tag dan ID cardnya yang hilang. Akhirnya Ryeon memutuskan untuk mengembalikan name tag dan ID card Yora kerumah sakit tempatnya bekerja.
Tapi Ryeon hanya memberikan pada resepsionis rumah sakit itu, dia tidak langsung memberikan name tag dan ID cardnya pada Yora sebab dia malas berurusan dengan perempuan itu.
******
Siang itu, Rayyan nampak sedang berkutat dengan laptopnya, jari-jari lentiknya menari indah diatas keyboard, sesekali dia mengerutkan dahinya dengan serius sambil menatap layar laptop tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba Ayiswa masuk kekamar mereka, dia nampak mengambil sesuatu dinakas setelah itu dia hendak keluar tapi niatnya diurungkan ketika dia melihat Rayyan nampak serius dengan laptopnya. Dia yang penasaran lalu mendekati Rayyan.
"Kamu lagi apa bang? Serius amat sampai aku masuk kamar pun tidak menyadari" tanya Ayiswa.
"Eh! Ada kamu rupanya, maaf aku terlalu fokus lihat laporan keuangan lestoran kita di Indonesia, asistenku yang mengirimkan laporan ini lewat email. Aku cuma ngecek-ngecek aja biar tahu pemasukan kita bulan ini dapat berapa ya?" jawab Rayyan.
"Owh,, kirain lagi apa? Apa perlu aku buatkan kopi?" Ayiswa menawari Rayyan.
"Eemm,,,! Boleh deh"
"Ya udah, tunggu bentar ya, aku buatkan kopi dulu"
Rayyan lalu mengangguk sambil berkata 'iya' kemudian Ayiswa segera pergi kedapur untuk membuatkan kopi. Dibawah dia bertemu dengan kakak iparnya Ayri dan ibu mertuanya yang nampak sudah rapi dan hendak pergi.
"Ibu, kak Ayri kalian mau kemana ko udah rapi gitu?" tanya Ayiswa.
"Ini, ibu mau belanja ke mall buat acara hari raya agama kami tiga hari lagi kan kami mau merayakan hari raya agama kami, apa kamu mau ikut buat belanja?" Jung eung balik bertanya setelah menjawab pertanyaan Ayiswa dengan senyuman ramah yang terukir dibibirnya.
"Maaf bu aku ngga bisa ikut, aku juga minta maaf nanti saat ibu, kak Ayri dan sekeluarga merayakan hari raya agama kalian aku tidak akan ikut merayakannya bahkan aku pun tidak akan mengucapkan selamat pada ibu dan yang lainnya.Karena islam tidak membenarkan moderasi agama"
Ringkasan moderasi agama itu adalah toleransi antara semua agama dengan tujuan untuk mempersatukan bangsa yang mempunyai banyak agama agar hidup dengan rukun antara semua agama. Kalau dipandang sekilas oleh orang yang awam terhadap agama maka mereka akan menyimpulkan kalau moderasi agam itu bagus karena itu bisa menciptakan kerukunan antara semua agama.
Tapi faktanya itu hanyalah kebodohan yang berkedok toleransi untuk menciptakan kerukunan sebab kalau kita sebagai umat muslim ikut-ikutan dengan acara ritual mereka atau cuma sekedar mengucapkan selamat hari raya agama mereka itu artinya kita pun telah membenarkan agama mereka. Bukan berarti sepenuhnya agama mereka salah tapi agama yang paling benar dan lurus itu cuma islam.
Sebab dia datangnya dari sang kholik dan kitabnya menerangkan sesuatu yang akan terjadi dimasa lalu dan masa depan yang akan dialami oleh manusia sedangkan kitab mereka hanya berisi tentang kejadian atau permasalahan yang menimpa nabi dan kaumnya yang membawa kitab mereka, saat itu. Jadi para tokoh agama mereka banyak mengubah isi dalam kitabnya untuk menyesuaikan keadaan yang terjadi didunia modern sekarang ini.
Intinya kitabnya itu tidak sepenuhnya datang dari sang kholik berbeda halnya dengan Al Quran,itu datangnya dari sang kholik. Meski ada orang-orang yang mencoba mengubah isi yang terkandung dalam Al Quran tapi Allah menjaga kemurnian dan kesucian Al Quran ini.Contohnya dengan adanya hafiz Quran, jadi jika ada orang yang mengubah ayat dalam Al Quran hafiz Quran itu yang akan membenarkan apa yang salah tersebut hingga kemurniannya akan kembali terjaga. Seperti yang telah diterangkan dalam firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 9 yang artinya.
"Sesunggungnya kamilah yang menurunkan Al Quran, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya"
Sebenarnya islam memberi banyak toleransi pada pemeluknya agar memudahkan dia untuk beribadah tapi kalau soal toleransi untuk agama lain islam hanya memberi toleransi dibab muamalah saja contohnya dalam hal perdagangan dan pertemanan jadi kalau soal aqidah dan ibadah islam tidak memberi toleransi untuk agama lain. Seperti yang sudah dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al Kafirun ayat 1 sampai 6 yang artinya.
"Katakanlah (Muhamad), "Wahai orang-orang kafir!. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku"
Nah! Dari ayat tersebut sudah jelas kalau islam tidak membenarkan adanya moderasi agama buktinya meski tanpa moderasi agama,islam dan agama lain bisa tetap hidup berdampingan dengan rukun saat negara dibawah kepemimpinan Rasullilah dizaman dahulu.
Setelah mendengar penjelasan Ayiswa, Jung eung lalu memaluminya dan tak begitu mempermasalahkan atas keputusan Ayiswa sebab dia sudah bisa menerima apa adanya anak dan menantunya yang memeluk agama berbeda dengannya.
__ADS_1
Jung eun dan Ayri pergi ke mall. Sementara Ayiswa membuatkan kopi untuk suaminya.
Next,,,