
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Seperti perahu yang berlayar dilautan
Aku akan terus berlayar menuju dermaga hatimu
Meski aku harus menerjang ombak dan badai
Yang terus menghujam perahu hatiku,
Yang mungkin bisa mengkaramkan hatiku yang rapuh ini
Namun asaku tidak akan berhenti sampai disitu,
Selama harap itu masih ada,
Selama keyakinan itu masih ada
Aku akan terus berjuang
Meski kadang keraguan menggerogoti hatiku untuk menyerah
Namun sekali lagi, itu tidak akan mampu memadamkan cintaku yang sudah terpatri indah didasar hatiku yang terdalam.
Karena hanya kepadamu kan ku sandarkan jiwaku ini,,,,
Karena hanya kepadamu tempat berlabuhnya hatiku ini,,,
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
,
,
,
,
,
Rayyan terus melangkahkan kakinya dengan gontai, meski kesedihan kini sudah menjadi sahabat sejatinya namun dia masih tetap saja terus berusaha menata hatinya untuk tidak menyerah,meski berkali-kali dihujam oleh duka yang tak bertepi,tapi dia bertekad untuk tidak menyerah hingga akhirnya garis takdirnya sendirilah yang akan mengakhiri semua ini.
Waktu kini terus berlalu dan matahari kini mulai tenggelam, digantikan dengan malam yang mulai menampakkan cahaya bulan yang bersinar terang.Rayyan masih terus berjalan tanpa arah dan tujuan. pikirannya yang terus melayang-layang tak jelas dengan perasaan sedih yang terus menghiasai hari-harinya, hingga tiba-tiba Rayyan menghentikan langkahnya saat dia mendengar suara.
Krucuk,,
Krucuk,,
Rayyan lalu menunduk sambil menatap perutnya yang mulai keroncongan karena minta diisi oleh siempunyanya. Rayyan lalu mengunggingkan sebelah bibirnya sambil mendengus.
"Bisa-bisanya perut ini minta diisi saat aku lagi sedih dan ngga mood seperti ini" gumam Rayyan
Kemudian dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan isinya yang kosong dan tak ada isinya sama sekali.
"Seumur hidupku, baru kali ini aku ngga punya uang sepeser pun" keluh Rayyan
Lalu dia kembali melangkahkan kakinya, tapi baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Rayyan terkulai tidak sadarkan diri. dia tergeletak begitu saja dipinggir jalan. beberapa orang yang lewat disekitar itu mulai mendekatinya dan saling bertanya.
Siapa dia?
Kenapa dia?
Akhirnya terjadi kerumunan ditempat itu tapi belum ada satu orang pun yang berani menyentuhnya. hingga tak berapa lama,pak ustad yang baru pulang berdakwah seraya mengemudikan mobilnya sendiri memarkirkan mobilnya ketepi karena penasaran lalu turun untuk melihat kerumunan.
Saat dia mulai mengenali orang yang tergeletak begitu saja dipinggir jalan itu lalu dia bergumam dengan penuh kecemasan.
"Rayyan?! Kenapa kamu pingsan dipinggir jalan gini sih?"
Pak ustad lalu menyuruh orang untuk membantu mengangkat tubuh Rayyan kedalam mobil setelah itu pak ustad membawanya pulang. sesampainya dirumah dia lalu menidurkan Rayyan disofa dan dia segera diberi pertolongan pertama agar cepat sadar karena dari tadi dia belum sadarkan diri juga.
Tak berapa lama perlahan Rayyan mulai membuka matanya,Rayyan lalu duduk seraya memegangi kepalanya yang terasa pusing dan wajahnya yang masih terlihat pucat pasi.
"Rayyan, Kenapa kamu pingsan dipinggir jalan? Apa kamu lagi sakit?" tanya pak ustad cemas
Rayyan lalu menggelengkan kepalanya sambil menatap pak ustad.
__ADS_1
"Kalau begitu, lalu kenapa kamu pingsan?"
Rayyan lalu tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku lapar" jawab Rayyan tersipu
"Astagfirullahaladzim, Rayyaaan,,! Kalau kamu mau makan kenapa ngga minta aja ke bapak atau ibu, kan ibu setiap hari masak jadi pasti ada makanan setiap hari"
"Aku tidak mau terus ngerepotin bapak dan ibu" ucap Rayyan sungkan
Pak ustad lalu memanggil istrinya untuk menyiapkan makanan untuk Rayyan, setelah itu barulah dia disuruh makan, karena dia sudah sangat kelaparan akhirnya dia makan dengan lahapnya sedangkan pak ustad dan istrinya hanya melihat saja.
"Kamu udah berapa hari tidak makan?" tanya pak ustad yang melihat Rayyan seperti tidak makan beberapa hari saking dia lahapnya menyantap makanan yang dihidangkan oleh istri pak ustad.
"Aku lupa, gara-gara masalah ini, aku jadi tidak berselera makan" jawab Rayyan dengan penuh makanan dimulutnya
Pak ustad lalu tersenyum sambil berkata dalam hatinya.
"Ngga berselera makan ko, makannya lahap banget"
Sejak saat itu istrinya pak ustad jadi sering nganterin makanan kerumah Rayyan karena mereka tahu kondisi Rayyan sekarang seperti apa?. merasa tidak enak hati dengan mereka akhirnya Rayyan mencari pekerjaan untuk menafkahi dirinya sendiri. tapi ternyata mencari pekerjaan itu tak semudah membalikan telapak tangan.dia sudah mendatangi kesemua tempat dan melamar pekerjaan kesana kemari tapi tak ada satu pun yang menerimanya untuk bekerja.
Sampai ba'da isya Rayyan masih terus berjalan hingga disuatu ketika dia melewati seorang
pengamen jalanan yang berharap kemurahan rezeki dari pada dermawan hanya untuk memberinya uang recehan untuk ia makan hari ini. Rayyan hanya terus berlalu melewati pengamen itu hingga dia menghentikan langkahnya karena pengamen jalanan itu mengajaknya bicara.
"Tuan,tolonglah berikan saya uang dari pagi saya belum makan dan sampai detik ini belum ada orang yang memberi saya uang" rintih pengamen itu
Rayyan lalu memutar balik tubuhnya untuk menatap pengamen itu.
"Heh! Lo pikir dari tadi pagi gue kesana kemari cari pekerjaan gara-gara apa coba? Ya, gara-gara gue juga pengen duit buat beli makan,tapi apa? Dari pagi sampai sekarang belum ada juga yang ngasih gue kerjaan.lagian suara jelek dan parau gitu juga maksain banget buat nyanyi bagaimana orang mau ngasih lo duit kalau gitu ceritanya yang ada orang-orang malah kabur dengernya" ketus Rayyan dengan muka julidnya
Mendengar ledekan dari Rayyan, pengamen yang masih muda itu langsung naik darah.
"Sialan lo! Bukannya ngasih gue duit lo malah ngatain gue, bilang aja kalau lo juga ngga punya duit, dasar kere!!" gerutu kesal pengamen itu
Rayyan lalu mencibir, membuat pengamen itu makin kesal kemudian dia berdiri dan hendak nampol muka Rayyan dengan ukulelenya.dengan sigap Rayyan berhasil menangkis pukulan itu kemudian dia merebut ukulelenya sambil berkata.
"Biar gue yang nyanyi gue juga bisa main ukulele sambil bernyanyi,lo yang mintain duit pada orang-orang"
Pengamen yang tadinya mau marah langsung bergeming mendengar itu, dia malah penasaran dengan suara Rayyan. akhirnya pengamen itu membiarkan Rayyan bernyanyi.Rayyan mulai memetik senar ukulelenya dengan jari-jarinyanya yang lentik dan indah.
Jreng,,
Jreng,,
Setelah melakukan intro dia mulai menyanyikan sebuah lagu dari Danna paola dan New hape club yang berjudul Know me to well. lagu yang dinyanyikan oleh Rayyan itu mulai mencuri perhatian pengguna jalan karena suara emasnya,petikan ukulele dan juga orang yang bernyanyi itu sangat tampan dan imut hingga membuat mereka ingin menonton pertunjukan dari Rayyan. sementara pengamen itu sibuk mintain uang pada mereka.
Diantara mereka ada yang mengabadikan momen ini dengan berfoto dan membuat video, Rayyan yang saat itu sangat menghayati setiap bait dari lagunya tak menyadari kalau mereka mengambil foto dan video darinya. hingga akhirnya lagu itu selesai dinyanyikan oleh Rayyan.
"Nah! Sekian dulu lagu dari kami, terimakasih untuk semua" ucap Rayyan mengakhiri lagunya
Karena mereka masih ingin mendengar Rayyan bernyanyi akhirnya mereka meminta dia untuk bernyanyi lagi. dan pengamen itu langsung mengiyakan dengan syarat mereka semua harus memberi uang lebih banyak lagi pada pengamen dan Rayyan. setelah menyanyikan beberapa lagu lagi semua akhirnya bubar.
Tapi Rayyan nampak terduduk dengan lesu setelah bernyanyi sedankan pengamen itu asyik menghitung uang recehan dan uang koin yang didapat dengan senyuman gembira,karena baru kali ini dia mendapatkan uang sebanyak ini dari hasil ngamennya.
"Gila, bro! Lo bener-bener bawa hoki, kita bisa makan enak nih! Hari ini" ujar Pengamen itu sambil sesekali melirik Rayyan lalu melanjutkan membereskan uang sawerannya
"Brother! Lo ngga usah cari kerja ya, mending ngamen aja sama gue, nih! lihat duitnya banyak banget padahal belum sampe setengah jam lo nyanyi tapi duitnya udah banyak gini, coba bayangin kalau kita ngamen seharian dan tiap hari pasti banyak banget duit yang kita dapat,lo ngamen aja ya sama gue" ajak pengamen itu
Rayyan beranjak dari duduknya seraya berkata "Sorry, gue ngga tertarik dengan tawaran lo, gue ngga mau berurusan lagi dengan dunia hiburan.udah sekarang mending kita cari makan lo yang bayarin gue"
Rayyan lalu melengos pergi yang tak lama diikuti oleh pengamen itu.
"Oh! jadi dulu lo seorang penyanyi ya? Kenapa lo berhenti dari dunia hiburan?" tanya pengamen itu penasaran
"Gue ngga mau cerita sama lo" kata Rayyan terus berjalan dan tanpa melihat si pengamen itu
Mereka akhirnya makan disebuah warteg yang ada dipinggir jalan. setelah selesai Rayyan berpamitan pulang pada pengemis itu.tapi dia menghentikan langkah Rayyan lalu menghampirinya.
"Brother! Tunggu dulu!"
"Apa lagi?"
"Gue bukan orang yang maruk,tadikan kita ngamen bareng jadi hasilnya juga harus dibagi dua dong, nih! ambil duitnya, coba mana tangan lo,dua tangan ya,ini uangnya banyak loh!" kata pengamen itu
__ADS_1
Rayyan lalu menyodorkan kedua tangannya dengan diangkat setinggi wajahnya.dia sedikit terkesiap ketika melihat jari-jari tangan Rayyan yang seperti perempuan. kemudian pengamen itu memberikan uang kertas dengan nominal dua ribu, lima ribu dan uang koin dengan nominal seribu dan lima ratus rupiah.Rayyan melongo kaget melihat uang itu.
"Dulu sekali tampil gue dibayar puluhan juta sekarang gue dibayar dengan uang koin dan receham gini.hulffh,,,! Syukuri ajalah demi Ayiswa, Alhamdulillah" batin Rayyan.
*****
Esok harinya dia melamar pekerjaan lagi, kebetulan disebuah lestoran ternama dan cukup besar sedang membuka lowongan untuk waitress dan waiter. dia lalu mencoba melamar kesana dan ternyara dia langsung diterima sebagai waiter dan boleh bekerja hari ini juga.dia dan yang lainnya mulai bekerja melayani pembeli yang berkunjung kelestoran itu.
"Rayyan, Gimana? Semua pelanggan sudah dilayanikan? Kalau aku yang sebelah sana sudah semua" tanya rekan kerjanya Rayyan
"Iya udah ko" jawab Rayyan
Saat mereka sedang berdiri dekat kasir sambil menunggu pelanggan datang.tiba-tiba handphone Rayyan berdering. Rayyan yang sedang melamun tidak ng'eh kalau handphonenya berbunyi.
"Eh! Rayyan itu handphonemu bunyi" ujar rekan kerja Rayyan seraya menyentuh bahunya untuk menyadarkan Rayyan yang tengah melamun.
"Eh! Iya ada apa?" tanya Rayyan gelagapan
"Handphonemu bunyi itu"
Rayyan lalu segera mengangkat panggilan teleponnya yang ternyata panggilan teleponnya itu dari Youri.
๐Halo,Noona! Ada apa nelepon aku?
๐Kamu ada dimana? Cepat datang keapartemenku sekarang juga. hari ini aku ada jadwal cek kandungan kedokter, aku mau kamu temenin aku kedokter
Mendengar itu Rayyan langsung membuang nafasnya dengan kasar dan malas.
Hulffh,,,
"Aku lupa kalau sekarang aku terikat perjanjian dengan Youri" batin Rayyan dengan wajah cemberutnya
๐Iya nanti aku akan anterin kedokter. tapi sekarang aku tidak bisa. Aku udah mulai kerja lagi dan hari ini hari pertama aku kerja jadi tidak mungkinkan aku minta izin dihari pertama ku kerja
๐Oh! Kamu udah mulai kerja lagi,Kerja dimana?
๐Disebuah lestoran, aku jadi waiter.jadi paling nanti pulang kerja baru bisa nganterinnya
๐Ya udah, kirim alamat tempat kamu kerja, nanti aku jemput kamu
๐Iya
Panggilan telepon pun berakhir. belum sampai satu jam mereka teleponan tiba-tiba Youri sudah muncul dilestoran itu. Rayyan yang melihat kedatangannya langsung menghampiri dia.
"Kan aku bilang nanti pulang kerja kenapa sekarang udah datang?" tanya Rayyan terlihat frustasi menghadapi Youri
"Tenang aja,aku ngga akan ganggu kamu ko. sekarang panggilkan bos kamu kehadapanku"
"Mau ngapain? Kamu jangan cari sensasi ini bukan dunia hiburan"
"Rayyan! Kamu tidak usah khawatir aku tidak akan menyulitkanmu" tegas Youri
Akhirnya Rayyan memanggil Bosnya itu. setelah itu Bosnya langsung menemui Youri. dia langsung bertanya, Ada apa memanggilnya?.Youri lalu menjawab.
"Saya ingin membooking tempat ini, saya akan membeli semua makanan yang ada disini jadi berapa saya harus membayar semua itu?"
"Bohong bos, bohong dia cuma bercanda" sangkal Rayyan meyakinkan bosnya
"Noona, Apa maksudmu melakukan ini?" bisik Rayyan
"Aku mau kamu mengantarku kedokter sekarang juga" tegas Youri
"Kamu jangan dengarkan dia karena saya akan jadi membooking tempat ini dan membeli semua makanannya tapi dengan syarat lestoran ini harus tutup lebih awal karena aku mau pegawainya pulang lebih awal" titah Youri
Tentu saja Bosnya itu menuruti keinginan Youri karena uang lebih penting baginya.Youri lalu membayar biayanya kemudian dia mengajak Rayyan pergi.
"Tapi nona, bagaimana dengan makanan yang kau pesan?" tanya si bos karena bingung harus mengapakan pesenan Youri itu
"Aku kan sudah membayarnya jadi terserah kau mau apakan makanan itu, aku tidak butuh itu aku hanya ingin Rayyan cepat pulang" jawab Youri
__ADS_1
Sebenarnya Rayyan sangat malu dengan tingkah Youri itu tapi apa yang bisa dia lakukan? karena uang bisa bertindak sesuai keinginan sipemiliknya. Akhirnya Rayyan dan Youri pergi kedokter.
Next,,,,